INTELIJEN INDONESIA » intel oh intel...... <br> Disclaimer Notice: All statements of fact, opinion, or analysis expressed in this blog are my own. This is not necessarily reflect any official or views of Indonesian Intelligence Agency or any other Indonesian Government entity, past or present. Nothing in the contents should be construed as asserting or implying Indonesian Government endorsement of an article's factual statements and interpretations.

Thursday, January 28, 2016

Peringatan serangan teror minggu pertama dan kedua Februari 2016

Belakangan ini beredar informasi kewaspadaan serangan teror pada bulan Februari 2016. Karena Blog I-I adalah yang pertama kali menyampaikan kepada publik tentang rencana serangan teror pada bulan Februari 2016 (baca Bom Thamrin pada bagian update peringatan target) , maka ada tanggung jawab moral untuk meluruskan dan mengklarifikasi informasi-informasi liar yang berkembang di masyarakat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait ancaman serangan teror tersebut adalah sebagai berikut:
Read more »

Labels: , , , , , , ,


Read more!

Saturday, January 16, 2016

Fitnah / Hoax Polisi, TNI, BIN rekayasa Bom Thamrin

Bersama ini Blog I-I ingin menyampaikan kepada seluruh sahabat Blog I-I bahwa ada pihak-pihak yang menghembuskan kebohongan dalam isu terorisme di Indonesia, termasuk kasus bom Thamrin yg baru terjadi tanggal 14 Januari yang lalu sebagai rekayasa aparat keamanan Indonesia (Polisi, BIN, TNI). Informasi tersebut jelas-jelas fitnah yang keji dan bermaksud jahat melemahkan dukungan rakyat Indonesia kepada aparat keamanan dalam melaksanakan tugas mulia melindungi rakyat dari serangan teroris. Beberapa jaringan Blog I-I bahkan mencium upaya melemparkan fitnah tersebut kepada Blog I-I dengan rujukan artikel Bisnis Terorisme
Read more »

Labels: , , , , ,


Read more!

Thursday, January 14, 2016

Bom Sarinah/Bom Thamrin: Peringatan Serius untuk Pemerintah Indonesia!

Sejak peringatan serangan teroris akhir tahun dan awal tahun dalam artikel Laporan Intelijen, Kewaspadaan Serangan ISIS, Rencana Serangan Teror, dan terakhir Bisnis Terorisme, sudah cukup jelas tergambar dan Blog I-I sudah meramalkan akan terjadinya kecolongan seperti yang baru saja terjadi yakni Bom Sarinah bila tidak ada perbaikan dalam sistem nasional penanganan terorisme, maka apalagi yang dapat diharapkan dari analisa Blog I-I?

Read more »

Labels: , , , , ,


Read more!

Friday, December 25, 2015

Bisnis Terorisme

Di hari perayaan Natal serta sebelumnya Maulid Nabi Muhammad SAW, komunitas Blog I-I menyampaikan ucapan selamat merayakan kepada sahabat Blog I-I yang merayakannya. Sungguh sayang karena liburan akhir tahun 2015 dan menjelang tahun baru 2016 ini, bangsa Indonesia dibayang-bayangi oleh ancaman terorisme. Sungguh juga sangat disayangkan bahwa negara tetangga Australia juga menambahkan bobot ancaman tersebut dengan gosip ISIS incar Indonesia. Sebuah gosip tidak bermutu yang telah dipahami dengan baik oleh aparat keamanan Indonesia. Mohon maaf sebelumnya bila suasana liburan ini kurang tepat diisi dengan artikel tentang terorisme ini. Namun karena panggilan hati nurani dan informasi dari beberapa pihak di Kepolisian dan komunitas Intelijen yang berhati tulus, maka terpaksa artikel ini dituliskan.

Read more »

Labels:


Read more!

Tuesday, December 22, 2015

Tentang Rencana Serangan Teror dan Ketidakikutsertaan Indonesia dalam Koalisi Negara Muslim

Sebagian komunitas Blog I-I menyampaikan pertanyaan dan permintaan klarifikasi apakah Blog I-I ada dibalik peningkatan pengamanan akhir tahun, khususnya perayaan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016. Kemudian pertanyaan lainnya adalah mengenai penolakan Indonesia untuk berpartisipasi dalam Koalisi Pasukan Negara Muslim memerangi ISIS. Benar bahwa artikel Kewaspadaan Serangan ISIS ke Indonesia telah mempengaruhi seluruh analis komunitas intelijen resmi Indonesia, namun tidak benar bahwa apabila BIN, Polri, dan TNI meningkatkan kesiagaannya karena anjuran Blog I-I.
Read more »

Labels: , , , , , , ,


Read more!

Tuesday, November 24, 2015

Kebijakan Luar Negeri Indonesia mau kemana?

Terlepas apakah suatu negara demokratis atau tidak, otoritas dan peranan elit politik dalam hal ini Presiden atau Perdana Menteri (PM) cenderung untuk dominan dalam memformulasikan politik luar negeri suatu negara. Sebagai pemimpin pemerintah (eksekutif) yang tertinggi, Presiden atau Perdana Menteri dapat saja menegasikan peranan lembaga lain dan partisipasi publik termasuk mengatur semaunya dalam manajemen hubungan luar negeri Indonesia. Pimpinan eksekutif sebagai pilihan rakyat di negara yang demokratis bahkan sah-sah saja untuk mengklaim dirinya sebagai pusat dari kebijakan luar negeri. Sementara posisi legislatif atau parlemen, aspirasi publik, akademisi cenderung mudah dimarjinalkan manakala sikap kritis dalam isu luar negeri dan pengelolaan negara kurang diperhatikan oleh mereka yang tidak berada di lingkaran Presiden/PM.

Artikel ini merupakan respon awal terhadap tugas tambahan yang diberikan oleh Presiden Jokowi kepada sejumlah Menteri dalam hubungan luar negeri Indonesia (baca: Jokowi tugaskan Menteri-menteri sebagai penghubung antar negara atau Jokowi Beri Tugas ke Menteri Jadi Penghubung dengan Negara Sahabat, Cegah Calo?) Seandainya ada penjelasan yang lebih lengkap tentang mengapa hal tersebut ditempuh Presiden Jokowi, maka relevansi artikel ini mungkin akan berubah.
Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

Sunday, November 22, 2015

Hoax Hacker Anonymous dan Kewaspadaan Serangan ISIS ke Indonesia

Baru-baru ini beredar informasi tentang rencana serangan ISIS ke Indonesia baik di media massa, sosial media, hingga sejumlah group BB maupun WA. Informasi tersebut sudah pasti hoax alias kebohongan untuk penyesatan dan menciptakan suatu kondisi yang tidak kondusif atau menghidupkan suatu suasana dibawah teror ancaman (ketakutan). Beberapa media mainstream Indonesia bahkan memuatnya seperti Republika dan Detik misalnya mengutip International Business Times yang menyebutkan bahwa sub-group yang bernama Operation Paris (OpParis) dari kelompok Anonymous yang merupakan organisasi tanpa ikatan dari sejumlah hacker atau hacktivist di dunia menyebutkan telah mengumumkan rencana serangan teror ISIS antara lain:

  • Cigales Electroniques with Vocodecks, RE-Play & Rawtor di Le Bizen (Paris)
  • Concrete Invites Drumcode: Adam Beyer, Alan Fitzpatrick, Joel Mull di Concrete (Paris)
  • Demonstration by Collectif du Droit des Femmes (Paris)
  • Feast of Christ the King celebrations (Rome/Worldwide)
  • Al-Jihad, One Day One Juz (Indonesia)
  • Five Finger Death Punch (Milan)
  • University Pastoral Day (Holy Spirit University of Kaslik, Lebanon)
Read more »

Labels: , , , , , , ,


Read more!

Saturday, November 21, 2015

Laporan Intelijen ke Blog Intelijen Indonesia

Kepada Yth. sahabat Blog I-I di seluruh pelosok Nusantara dan di dunia, mohon kiranya bila ingin melaporkan informasi yang sangat penting dan mendesak tentang keamanan, keselamatan rakyat, bangsa, dan negara Republik Indonesia, laporkanlah langsung ke Polisi, TNI, atau BIN. Bila khawatir akan menjadi repot atau takut akan dampak dari laporan tersebut kepada diri anda, maka laporkan kepada RT, RW, Kelurahan dan seterusnya dimana pada level Kelurahan atau Desa ada perangkat kelurahan/desa yang berkoordinasi dengan aparat keamanan. Republik Indonesia yang sudah terdesentralisasi (otonomi daerah), respon pihak berwenang pada tingkat daerah sudah cukup baik. Misalnya pada tingkat Kotamadya/Kabupaten ada yang namanya unsur pimpinan daerah yang terdiri dari Kepala Daerah Tingkat II dan Wakilnya, Komandan Kodim, Kapolres, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari). Pada level ini, unsur intelijen juga ada dan ikut serta dalam koordinasi keamanan Kotamadya/Kabupaten, namun karena sangat minimnya dana intelijen maka jumlahnya pun sangat terbatas. Pada tingkat propinsi ada Komunitas Intelijen Daerah atau Kominda yang secara rutin melakukan pembahasan berbagai masalah untuk keamanan di tingkat propinsi serta menganalisa sekiranya ada dampak nasionalnya. Read more »

Labels:


Read more!

Tuesday, November 17, 2015

Deteksi Rencana Serangan Teroris

Salah satu hal paling sulit dalam mendeteksi serangan teroris adalah terkait dengan waktu, tempat dan metode serangan yang akan dilaksanakan. Meskipun intelijen telah mengetahui akan ada serangan dengan meningkatkan peringatan level ancaman, namun bila suatu serangan akhirnya terwujud maka intelijen dan aparat keamanan telah gagal melakukan pencegahan. Jangan sekali-kali pernah berpikir bahwa karena negara maju dengan peralatan canggih dan jaringan intelijen yang solid, maka serangan teroris pasti dapat dicegah. Juga sebaiknya jangan berpikir bahwa karena saking hebatnya intelijen negara maju, maka kemungkinan terjadinya serangan hanya karena adanya konspirasi. Intel pada akhirnya juga manusia biasa yang memiliki kelebihan deteksi dini dan cegah dini karena pendidikan pelatihan dan pengalaman. Namun teroris baik kelas pemula maupun yang pakar juga manusia yang terlatih, hampir sama dengan pemeo polisi dan penjahat, siapa lebih cepat dan cerdik maka dialah yang berhasil. Bila intelijen meremehkan kecerdikan teroris baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, maka itu adalah tanda akan terjadinya malapetaka serangan teror yang menimpa masyarakat.
Read more »

Labels:


Read more!

Saturday, November 14, 2015

Serangan Teror Paris !

Sejak awal tahun 2015,  Blog I-I sudah memberikan Peringatan Travel Warning Eropa Barat dan Amerika tidak aman. Hal itu bukan berdasarkan kasus Charlie Hebdo semata, melainkan berdasarkan analisa perkiraan keadaan komunitas intelijen Blog I-I.

Baru-baru ini pada jum'at malam 13 November 2015 Paris diserang dengan dua ledakan dan serangan bersenjata dengan menggunakan AK47, baca juga CNN, BBC, dan Al Jazeera. Tidak kurang dari 153 orang tewas dan jumlah yang terluka sekitar 200 orang dan 83 luka serius serta ada kemungkinan jumlah korban bertambah.
Read more »

Labels: ,


Read more!

Thursday, November 12, 2015

Antara Michael Buehler, Derwin Pereira, dan Luhut Panjaitan

Dengan sangat terpaksa saya menuliskan artikel ini atas permintaan seluruh jaringan Blog I-I dan masyarakat yang mengatasnamakan demokrasi. Mohon maaf sekiranya akan melahirkan prasangka atau tuduhan membuat gaduh demokrasi di Indonesia. Namun kita semua harus sadar sesadar-sadarnya bahwa demokrasi memanglah gaduh. Dengan maksud dan tujuan agar kegaduhan tersebut membuat elit politik yang dipilih oleh rakyat Indonesia berhati-hati, bertanggung-jawab, transparan, dan sungguh-sungguh profesional bekerja mewujudkan harapan para pemilihnya, rakyat Indonesia.

Sebelum saya memulai artikel ini, ada baik-baiknya sahabat Blog I-I membaca dokumen resmi dari the US Department of Justice under the Foreign Agents Registration Act (FARA) pada link berikut: 
R&R Registration Number 6229 Exhibit AB June 17, 2015. Apabila karena satu dan lain hal tautan langsung ini tidak sampai pada halaman yang seharusnya, maka gunakan fungsi pencarian dokumen search dengan keyword registration number 6229 dan sesuaikan dengan tanggal dokumennya.
Read more »

Labels: , , , , ,


Read more!

Friday, October 09, 2015

Selamat Jalan Letjen TNI (Purn) Moetojib

Tulisan pendek ini khusus sebagai penghormatan komunitas Blog I-I kepada mantan Kepala BAKIN Letjen Moetojib era transisi reformasi (1996-1998) yang telah meninggalkan kita pada menghadap Yang Maha Kuasa pada 7 Oktober 2015 sekitar pukul 10 pagi. Sebagian komunitas dan simpatisan Blog I-I ada yang langsung meluncur ke rumah duka di Taman Kedoya Baru, sebagian lagi mendo'akan dari jauh.

Sosok Letjen Moetojib mungkin banyak yang tidak diketahui oleh masyarakat Indonesia, bahkan dikalangan intelijen senior sekalipun tidak dikenal sebagai seorang Master Spy sebagaimana layaknya orang nomor satu di BAKIN yang sangat disegani. Namun bila kita luangkan sedikit waktu kita mengenal sososk beliau, kita akan menyaksikan betapa jarang Jenderal era Orde Baru yang berani secara tegas menyampaikan pendapat tentang politik nasional kepada Presiden Suharto.
Read more »

Labels:


Read more!

Tuesday, October 06, 2015

Komunisme dan Ulang Tahun TNI

Setelah segelintir orang dan berberapa kelompok komunis baru berhasil menyusup ke dalam pemerintahan Jokowi-JK dan melakukan "tekanan politik" agar Pemerintah RI menyampaikan permohonan maaf terhadap para korban dalam peristiwa sejarah 1965 yang diklaim terbanyak dari kalangan komunis, maka sekarang tiba-tiba ada desakan agar Pemerintah RI menyampaikan maaf kepada Soekarno, Presiden RI pertama. Siapapun mereka yang berteriak-teriak tentang permohonan maaf tersebut jelas memiliki agenda memperkuat pondasi politik sektoral yang mengabaikan kekinian dan masa depan bangsa Indonesia yang seyogyanya mengenang sejarah apa adanya, bukan dalam kerangka permainan politik golongan.

Anehnya Blog I-I kali ini mengangkat judul yang tampaknya tidak berkaitan yakni komunisme dan ulang tahun TNI yang tahun ini memasuki usia ke -70 tahun. Apa kaitannya?
Read more »

Labels: ,


Read more!

Tuesday, September 29, 2015

Menuju Negara Intel

Intelijen merupakan pemain utama dalam "mengamankan" pemilu selama Pemerintahan Orde Baru, dan terbukti mampu selama 32 tahun menjamin terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil menurut versi pemerintah tentunya dengan hasil yang telah ditentukan sebelum pemilu, yakni kemenangan mutlak partai penguasa dan kelangsungan kekuasaan elit Orde Baru. Hal itu dapat menggambarkan profesionalisme dan kapabilitas yang luar biasa dari Intelijen Indonesia dalam mengabdi kepada kekuasaan dan bukan kepada negara, bangsa, apalagi rakyat. Bila the State is the coldest of cold monster  seperti kata Jenderal Charles de Gaulle, maka Intelijen adalah the super coldest of cold monster. 
Read more »

Labels:


Read more!

Monday, September 21, 2015

Sedikit Tambahan Tentang Badan Cyber Nasional

Kepala BIN Sutiyoso tidak setuju dengan pembentukan Badan Cyber  dan menganggap hal itu sebagai pemborosan saja. Selain itu, pembentukan Badan Cyber juga harus memperhatikan keberadaan unit-unit khusus yang sudah ada dalam menangani masalah cyber. Sementara artikel Blog I-I tanggal 24 Agustus 2015 menegaskan perlunya Badan Cyber Nasional dengan sejumlah alasan yang telah dikemukakan dalam artikel tersebut. Lantas, bagaimana publik menyikapinya? Read more »

Labels: , ,


Read more!

Friday, September 11, 2015

Anggaran Kecil Minta Aman

Ketika Indonesia mengalami krisis 1998 yang diwarnai kerusuhan, komunitas intelijen tidak luput dari sorotan seolah tidak mampu memberikan informasi dan analisa mengenai tanda-tanda kejatuhan Pemerintahan Suharto periode akhir. Kemudian, intelijen kembali menjadi sorotan karena lepasnya propinsi Timor-Timur yang sedikit banyak juga dipengaruhi lemahnya analisa intelijen dalam kalkulasi kebijakan politik dan keamanan era Habibie. Pada era Gus Dur, intelijen tampak semakin kedodoran yang dengan lengsernya Gus Dur dari jabatan Presiden. Kemudian era Megawati, intelijen baru mulai menata kembali menjadi lebih baik dengan berbagai prediksi tentang terorisme yang pada waktu itu "tidak dipercaya" sebagian petinggi negara. Pada masa-masa tersebut, dalam komunitas intelijen khususnya prajurit wong cilik telik sandi yang langsung berhadapan dengan masalah dan masyarakat berkembang pemeo sindiran yang sempat bergema di Senayan dan Istana Negara : "Lima Ribu Minta Aman." Read more »

Labels: , ,


Read more!

Monday, August 24, 2015

Badan Cyber Nasional

Kelemahan Indonesia di bidang cyber security sudah menjadi fakta umum dimana kasus-kasus kejahatan cyber dan dimanfaatkan lokasi/ruang cyber Indonesia untuk kejahatan cyber internasional juga telah terjadi berkali-kali. Setelah Simposium Nasional Cyber Security pada 3-4 Juni yang lalu, komunitas Blog I-I secara sistematis terus mendorong terwujudnya Badan Cyber Nasional yang diharapkan secara strategis akan garda terdepan dalam perlindungan keamanan cyber Indonesia, khususnya dari para pelaku kejahatan cyber pada pada level negara, kelompok, maupun individu yang sekedar iseng melakukan test penyerangan cyber.
Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

Monday, August 17, 2015

Dirgahayu Republik Indonesia




70 Tahun Indonesia Merdeka

Mudah sekali untuk teriak "ayo kerja!"
Semudah menulis kata ayo kerja
Setiap slogan mengandung makna
Seperti kata ajakan ayo kerja
Kepada mereka tidak atau malas kerja 

70 Tahun Indonesia Merdeka

Sudahkah kita bekerja?
Bila sudah, sebaik apa kita bekerja?
Setiap pertanyaan mengandung makna
Seperti tentang bagaimana kita bekerja
Juga apa yang layak yang disebut bekerja

Ayo Kerja!
Seolah rakyat Indonesia tidak bekerja
Seolah rakyat Indonesia malas bekerja
Seolah rakyat Indonesia tidak mengerti bagaimana bekerja
Seolah rakyat Indonesia pecundang dalam bekerja

Bekerja adalah kebutuhan
Baik yang mencari sesuap nasi atau kemewahan 
Baik yang berada di bawah terik matahari atau yang di perkantoran nan sejuk
Baik yang berada di bawah upah minimum atau yang bonusnya miliaran
Bekerja menjadi bagian dari kehidupan 

70 Tahun Indonesia Merdeka

Dalam 70 tahun umumnya sudah terlahir tiga generasi
Generasi 45 tercatat sebagai pejuang kemerdekaan
Generasi Orde Lama dan Baru adalah peletak dasar bangsa dan negara
Generasi Reformasi seharusnya sangat percaya diri memperbaiki bangsa dan negara
Bagaimana mungkin kita malas atau bahkan tidak bekerja? 

Ayo Kerja!
Bila kampanye nasional berkata "ayo kerja"
Berarti kita adalah bangsa yang kurang dalam bekerja
Ataukah kita bangsa yang malas bekerja?
Mungkin kita bangsa yang lemah dalam bekerja
Ataukah kita bangsa yang tidak suka bekerja?

Kerja...kerja...kerja
Telapak tangan kuli angkut sudah sedemikian kasar dan tebal
Kerja...kerja...kerja
Keringat supir angkutan kota, ojek, dan pedagang pasar mengucur
Kerja...kerja...kerja
Suara guru, dosen, dan penceramah sudah semakin parau
Kerja...kerja...kerja
Berbagai profesi pekerjaan senantia bergerak dinamis

Ayo kerja!
7,5 juta pengangguran Indonesia bertanya, dimana? (*)
Ratusan ribu pengangguran baru juga bertanya, dimana? (*)
Melambatnya ekonomi Indonesia merisaukan angkatan kerja
Setiap tahun akan bertambah jutaan angkatan kerja 
Mereka semua ingin bekerja

Ayo kerja!
Bonus demografi angkatan kerja dapat menjadi bencana
Bila setiap tahun angka pengangguran bertambah 
Indonesia tidak lagi mampu tumbuh sesuai rencana
Harapan sejahtera justru menjadi musibah

Ayo kerja!
Bila tiada lapangan kerja, angka kriminal cenderung meningkat
Begal, pencurian, perampokan, penipuan, juga korupsi meningkat

Ayo kerja!
Mudah diucapkan tidak selalu mudah dilaksanakan
Mudah dikampanyekan tidak mudah diwujudkan
Bila anda sudah bekerja bersyukurlah kepada Allah SWT
Bila anda belum bekerja berdo'alah kepada Allah SWT

Ayo kerja adalah sebuah ajakan 
Janganlah tersinggung bila anda belum bekerja
Ayo kerja adalah sebuah refleksi bangsa yang malas
Janganlah tersinggung bila anda sudah bekerja

Sebuah renungan di malam kemerdekaan Republik Indonesia yang tercinta
Semoga memperkuat keyakinan kita sebagai bangsa dalam mewujudkan cita-cita
Mulailah dari diri kita sendiri
Sejak bangun tidur, kita awali hari dengan do'a, semangat dan harapan
Jangan lupa istirahat dan bersikap adil dengan diri dan keluarga kita
Niscaya Indonesia Raya yang kita cita-citakan akan terwujud

Merdeka !
Senopati Wirang


(*) Data Biro Pusat Statistik (BPS) Februari - Maret 2015

Labels: , ,


Read more!

Friday, August 14, 2015

Tentang Ide Khilafah ISIS dan Efektifnya Propagada ISIS

Densus 88 Polri, BNPT, BIN, TNI, Kesbangpol Kemendagri, dan berbagai aparat keamanan boleh saja tersenyum lebar dengan semakin terpojoknya kelompok Teroris yang mengatasnamakan Islam di Indonesia. Belakangan bahkan penangkapan terhadap tersangka teroris semakin "mengecil" kepada simpatisan, namun sayangnya target besar seperti kelompok Santoso cenderung kurang serius ditangani dengan alasan persembunyian Santoso di wilayah pegunungan di Poso sulit dijangkau. Semakin lama penanganan kelompok teroris Santoso semakin melemahkan keyakinan publik terhadap keseriusan Pemerintahan Jokowi dalam penanganan ancaman terorisme di tanah air.
Read more »

Labels: , ,


Read more!

Sedikit menyingkap kabut masa depan RI paska reshuffle kabinet Jokowi

Intelijen bahkan masyarakat biasa yang rajin baca koran atau berita internet sudah paham tentang pengaruh eksternal yang berdampak kepada perekonomian Indonesia. Devaluasi Yuan - China, rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve - AS, situasi krisis Yunani dan kebijakan Uni Eropa, menurunnya pertumbuhan ekonomi negara-negara emerging dalam kelompok BRIC seperti Brazil Russia, India, dan China, serta non-BRIC termasuk Indonesia, Filipina, Peru, Thailand, dan beberapa negara selevel lainnya. Semua itu, dapat saja dengan mudah dijadikan alasan utama melemahnya Rupiah, tidak tercapainya target pertumbuhan, kelesuan perdagangan internasional Indonesia, berkurangnya investasi asing, dan lain sebagainya yang kemudian secara perlahan menggerogoti keyakinan masyarakat Indonesia tentang kondisi perekonomian nasional. 

Apakah benar hal itu merupakan tantangan atau persoalan terbesar yang dihadapi perekonomian Indonesia?
Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters