Kegiatan Intelijen di Indonesia » INTELIJEN INDONESIA

Wednesday, November 27, 1996

Kegiatan Intelijen di Indonesia

Kegiatan intelijen selalu berdasarkan pada kepentingan nasional sebuah entitas politik (negara). Kegiatan intelijen yang bertujuan mengetahui keadaan pihak lawan disebut juga spionase (espionage). Sedangkan kegiatan intelijen untuk mencegah lawan mengetahui keadaan negara kita disebut counterintelligence.

Kegiatan intelijen yang dimanfaatkan kekuatan politik domestik untuk melanggengkan kekuasaan biasanya menjadi suatu bentuk polisi rahasia dan bukan lagi melaksanakan fungsi dasar intelijen. Karena lawan disini sudah dikorupsi menjadi musuh politik dalam negeri.
Salah satu unsur pembusukan organisasi intelijen di Indonesia adalah perubahan fungsi intelijen yang ideal menjadi alat politik presiden.

Hal ini dimungkinkan oleh doktrin single client kepada presiden dan hilangnya fungsi kontrol dari parlemen pada kepeminpinan mantan presiden Suharto.

Meski reformasi sudah berjalan doktrin single client tersebut masih terlalu kuat mempengaruhi kinerja intelijen nasional. Akibatnya operasi intelijen Indonesia masih dipengaruhi oleh kepentingan politik presiden yang tidak menjamin terciptanya obyektifitas analisis dan profesionalisme kerja.

Seharusnya doktrin single client tersebut dibatasi dengan UU Intelijen yang memperjelas fungsi intelijen dan posisi badan-badan intelijen dalam sistem tata negara RI. Artinya, meskipun intelijen tetap menjunjung tinggi loyalitas kepada presiden (demi akurasi dan kecepatan reaksi eksekutif negara), namun tidak lagi bisa dikorupsi untuk kepentingan presiden dan kelompoknya semata.

Dengan demikian, anggota dan prajurit intelijen bisa mempertanggungjawabkan setiap produk analisa berdasarkan hasil operasi intelijen ke hadapan rakyat, bangsa dan tentunya juga nilai-nilai moral dan etika.
Comments:
Sepakat dg pikiran Anda. Beberapa masalah mendasar yg mestinya diurai lebih dulu menyangkut ancaman kedaulatan negara. Dalam hal ini kedaulatan tidak harus dimaknai secara fisik dan militeristik. Karena realitanya, Indonesia sudah tidak berdaulat untuk tiga hajat hidup orang banyak: pangan, air & enerji.

220 juta jiwa orang Indonesia sekarang ini hanya semata-mata dipandang sbg captive market oleh negara-negara industri utara plus Jepang, Singapura & new economic tigers, seperti Korsel & Thailand. Sudah sejak 10 tahun terakhir Indonesia menjadi nett importer bahan pangan, baik mentah maupun jadi, yang menyebabkan negeri ini seperti seorang pasien yg hidupnya bergantung kepada selang infus. Maka jika terjadi gejolak harga bahan pangan, seluruh sendi rumah tangga di sekujur negeri akan berguncang juga. Contoh kongkret, tempe dan tahu, yg disebut sbg makanan rakyat. Kedelainya import dari US. Contoh lain, beras, yg suplai dalam negeri terdiri atas lebih dari 40% import. 30% suplai dalam negeri, dan sisanya cadangan berupa hibah, yg mutunya sangat buruk (populer disebut raskin, beras untuk rakyat miskin).

Air sebentar lagi rakyat Indonesia akan jadi konsumen pembayar untuk sumberdaya yg sesungguhnya bisa didapat dg mudah.

Enerji, mulai Nopember nanti kita akan disuguhi pemandangan SPBU2 yg bukan lagi Pertamina, tetapi Shell, Exxon, Petronas, dsb..

Semua ini terjadi karena sejak awalnya negeri ini dirancang (atau dipaksa rancang) menjadi negeri pengutang. Coba buka sejarah awal naiknya Suharto. Tahun 1969, konsultan hukum yg dibayar Freeport McMorran sudah ngalor-ngidul di Jakarta. Maka lahirlah UU no 11/1969 tentang penanaman modal asing. Ia jadi pembuka jalan bagi lahirnya UU lain. Tim konsultan tsb merupakan trade off dari gelontoran dollar AS yg di"hibah"kan IMF dan World Bank untuk "memecahkan" masalah moneter yg dihadapi Indonesia saat peralihan Orla ke Orba.

See the logics?

Musuh negara itu yaa negara2 modal di Utara... Bukan rakyat di dalam negeri...
 
Setuju Pendapate Pejalan Kaki, bahayane bangsa Indonesia saka aluse penjajahan bangsa liya,yen disik sarana fisik ning saiki secara ekonomi lan mental ideologi..carane mung siji,bali marang wujud pribadine bangsa indonesia.
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters

Online Users
Tweet



Facebook Google Digg Reddit Pinterest StumbleUpon Email