Buat Sahabat Letkol Djuanda » INTELIJEN INDONESIA

Sunday, May 07, 2006

Buat Sahabat Letkol Djuanda

Berita kematian sahabat Letkol Djuanda satu setengah bulan yang lalu menambah kesedihan saya. Teramat sulit untuk menuliskan cerita kenangan tentang beliau tanpa membuka jati diri Senopati Wirang. Teramat sulit untuk menerima kenyataan bahwa saya juga tidak mampu menengok ke Paris maupun menghadiri acara pemakaman karena kondisi saya tidak lebih baik dari penyakit beliau waktu itu. Sekian lama saya pendam dan baru sekarang saya tuliskan pernyataan ma'af atas ketidakhadiran saya di saat-saat terakhir seorang sahabat.

saya kutipkan sebuah kenangan

Never was a man so blind
He had no time for anyone
Closed his eyes and turned his head away
Pushed aside his friends..................


kenangan dari sebuah lagu yang semakin mendorong kita untuk hanya mengandalkan diri sendiri dan membuat saya mengambil jalan yang berbeda puluhan tahun silam.

sekian
Comments:
saya cuma mau nanya satu pertanyaan aja, saya ingin sekali masuk di dalam dunia intelijen, bagaimana caranya yang harus saya tempuh karena saya seorang praktisi IT dan bukan orang militer.
 
Turut berduka cita juga...,Alm. Pak Juanda seorang sosok yg cukup kritis dan smart di dunia Intelijen Indonesia.
 
Apa saja sikap positif Alm. Pak Djuanda yg patut ditiru oleh kita semua? kiranya Om Seno bisa merincikannya.
 
juanda tuch biasa-biasa aza ...tau intel jg cuman dari baca buku n koran doankx ( pendidikan intel ???? ).....analisanya cuman bikin gw ktawa n geli....dia bisa trkenal krn era zaman gusdur aza dia dekat sama si buta dr goa hantu itu.....kasiannn d lhooo
 
Maaf, kalau saya boleh bertanya? pilihan apa yang membedakan jalan antara almarhum Kol. Juanda dengan kang Seno.
Siapa yang jadi Agen Asing dan siapa yang berjuang demi rakyat.

Maaf Apabila pertanyaan saya menjadi buta akan situasi.
 
intelejen dari kata-katanya tentu berhubungan dengan logika yang kuat untuk menerka kecenderungan di masa depan berdasarkan sejarah dan kondisi masa kini (Kutipan dari Alm Let kol Djuanda). Ini tidak terkait dengan stelan jaket hitam dan kacamata hitam tapi sangat terkait dengan kemampuan berpikir.Memiliki pengetahuan yang mumpuni sangat penting, bisa diperoleh karena informasi dari jaringan yang dimilikinya (bedakan informasi dengan data) atau pelajaran dari apa yang telah terjadi (buku dapat dijadikan sebagai salah satu sumbernya). Salah satu aspek penting adalah penguasaan bahasa dan budaya. (Intropeksi berapa bahasa yang kita kuasai dan budaya yang kita kenali- Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung). Untuk mengetahui dinamika bisa didapatkan juga dari kedekatan dari para agen perubahan itu sendiri (Mahasiswa, dsb). Itulah yang membedakan kita dari almarhun.

Senang sekali bisa mengenang kembali beliau di blog ini, bukankah orang yang panjang umur adalah yang sering dibincangkan (salah satu karena pemikirinnya) bukan dari usianya.

Salam kenal untuk kang Seno dari
 
kayaknya saya kenal kang seno ini? atau aa seno lebih tepat.

jadi menurut bung seno, apakah zulkifli lubis adalah pionir intelejen indonesia? kalau begitu intel indonesia berdarah sosialis ya ..


salam kenal .. bisa ketemu di paris van java?
 
metty said....
Agni Brata itulah sosok kang Djuanda.
Dirasakan saat ini tanpa sosok beliau kondisi politik sangat hampa,bangunlah hai pemuda teruskan cita cita dari beliau. Martabat.... martabat bangsa ini harus diselamatkan.

salam saya kakak dari kang Djuanda.
 
aku tau persis siapa bang Juanda, baik dari sosok pribadinya maupun pemikiran2nya, memang dari pemikirannya banyak yang tidak sependapat, tentu saja itu bagi orang2 yang merasa kepentingannya terganggu, iri dengan sepak terjangnya dll. aku sering berdebat/tukar pikiran dikala ada waktu senggang entah itu di ruang kerja, ruang makan atau pada kesempatan/kegiatan tertentu, oh yach aku juga pernah satu kamar sama beliau hampir dua tahunanlah ketika sama-sama dalam satu pekerjaan, yang aku ingat di kamar banyaaaak sekali tumpukan buku2 beliau, suka canda, mengkritik dan ada saja yang jadi topik bahasan, pokoknya banyak sekali kenangan ketika berkumpul bersama beliau, doyan makan apalagi masakan istriku. aku juga menyesal tidak bisa mengantar beliau untuk yang terakhir kalinya dikarenakan aku lagi ada kerjaan di tempat yang cukup jauh, yang pasti beliau adalah salah satu putera terbaik dari bangsa yang besar ini.
 
Saya cuma mau bilang bangga punya tokoh seperti pak Djuanda ini...Pemikiran2 beliau tajam,khas insan intelijen...Rest in Peace,Colonel...
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters

Online Users
Tweet



Facebook Google Digg Reddit Pinterest StumbleUpon Email