Senopati Wirang seorang pengecut? » INTELIJEN INDONESIA

Sunday, May 07, 2006

Senopati Wirang seorang pengecut?

Sungguh saya tersenyum-senyum dengan komentar seorang anynomous yang meminta saya mengidentifikasi diri, yang menuduh saya double agent, dan yang menyebut saya pengecut serta tidak memiliki jiwa pahlawan.

Akan saya jelaskan secara singkat dan padat. Anggota Intelijen sampai matinya tidak mengejar popularitas dan dilatih untuk berani menanggung segala resiko pekerjaan. Tidak mengejar status pahlawan dan kiprah sesungguhnya hanya diketahui sedikit orang. Tidak mementingkan eksistensi jati diri di dalam masyarakat yang haus berita tentang siapa, apa, dimana, bagaimana dan mengapa. Singkatnya tidak pernah ada identitasnya di tengah-tengah masyarakat. Masyarakat hanya bisa merasakan keberhasilan dan kegagalan kerja intelijen dengan peristiwa-peristiwa.

Lagi pula Senopati Wirang sudah lama mati dan kuburannya-pun bisa dengan mudah ditemui di Indonesia. Tentu saja pengungkapan identitas Senopati Wirang hanya bisa terwujud bila ada penyidik atau penyelidik intelijen yang cukup cerdas membaca semua tulisan Blog I-I sejak awal. Setelah kuburan tersebut ditemukan dan ternyata tida ada tulang belulang manusianya alias kosong, maka penyelidik akan segera mampu menduga siapa saya.

Apalah pentingnya kepahlawanan dan kepengecutan bagi saya, karena itu semua tidak akan bisa merubah doktrin ketiadaan jati diri saya di muka bumi. Hanya karena ide kecil untuk memercikan api reformasi ke dalam tubuh Intelijen Indonesia, maka blog I-I lahir sekaligus melahirkan kembali sosok lama dalam wajah baru Senopati Wirang. Maka saudara-saudara hanya akan mengenal Senopati Wirang dalam dunia maya ini.

Blog I-I yang dalam archives-nya dimulai pada September 1995 adalah simbol semata karena Blog I-I belum lama merambah dunia cyber, dan semua pembaca yang teliti terutama sesama blogger saya kira bisa mengerti.

Silahkan dirasakan saja kehadiran Blog I-I apa adanya...isi tulisan/artikel setidaknya bisa membuat saudara-saudara pembaca mengenal kehadiran seorang Senopati Wirang.

Sekian
Comments:
Benar sekali seperti yang Bapak tuliskan. Namun saya sendiri yang pernah menjadi angg intel tampaknya harus mengundurkan diri saat ini karena kurang puas dengan kebijakan saat ini. Semestinya angg intel dibela namun justru kurang dihargai dan kurang perduli. Lebih baik tunduk pada KBRI. How come. Tentunya harus ada landasan dimana para angg intel yang sedang ditempatkan di daerah maupun LN bernaung, sehingga mereka aman.
 
Cukup Diplomatis.Kalau menurut saya meminjam istilah Gus Dur "gitu aja kok repot", bikin blog I-I,..jadi kita semua sedang mendengar dongeng dr orang yang tersingkirkan. Memang menurut pengakuan anda, anda tidak dikenal, tp dalam arti yang sebenarnya anda saya rasa membuat para petinggi intelijen Indonesia dongkol. Bukankah itu maksud anda tidak memperkenalkan diri tapi dikenal..
 
Tanggapan untuk komentar 1: wah sayang sekali bila anda sebagai angota intelijen mundur karena persoalan dengan KBRI. Maaf, apakah anda yang berada Washington? masih di sanakah anda?
Mungkin masih bisa dilakukan klarifikasi persoalan dengan KBRI-Deplu dan Pejaten. Sehingga tidak perlu mengundurkan diri. Soal ketidakpedulian KBRI itu sudah hal biasa, anggota intelijen di luar negeri mungkin akan lebih baik merancang sistem survival sendiri.
Bila anda memang tidak berbuat kekeliruan fatal, saya yakin anda masih bisa membersihkan nama anda dan kembali ke komunitas intelijen Indonesia dan mengaplikasikan ilmu yang anda pelajari dari CIA.

Pengalaman saya, perlu dibangun komunikasi dan koordinasi pekerjaan yang jelas antara lembaga intelijen dengan Departemen Luar Negeri. Intelijen tidak menghendaki posisi/jabatan penting dalam KBRI, Konjen, dll. Hanya sebuah ruang kecil buat beraktivitas serta privacy dan kerjasama yang baik. Pada akhirnya pekerjaan intelijen juga untuk memajukan diplomasi Indonesia bersama-sama para diplomat yang terhormat. Andai saja kerjasama intelijen dengan Deplu sebaik negara-negara lain. Sangat menyedihkan bila kita bandingkan dengan negara-negara ASEAN-pun, Indonesia jauh tertinggal dalam soal keterpaduan kerja intelijen dan Deplu. Ini tentunya menjadi tugas utama pimpinan intelijen untuk memperbaiki kerjasama dengan Departemen Luar Negeri RI.


Tanggapan untuk komentar 2 : Iya benar...saya memang sedang merepotkan diri dengan menulis dan merancang Blog I-I. Tapi sungguh tidak menyangka bila Blog I-I bisa membuat petinggi intelijen dongkol....tolong sampaikan maaf saya. Bukan maksud saya untuk membuat kesal petinggi intelijen.

Soal dikenal dan memperkenalkan diri...ini juga bukan maksud saya untuk begitu. Sampai saat inipun belum ada tanggapan resmi dari lembaga intelijen Indonesia. Mungkin karena apa-apa yang saya tulis masih dianggap tidak "membahayakan".

Sekian
 
hallo senopati...apa kabar..?? ternyata ada disini.
Aku teman lama, tetap gigih mereform..

tulip merah
 
hhhmmmmmm..........gw tau lho......
 
halo senopati. Saya bukan orang intelijen tapi saya pernah menjadi anggota intelijen sebuah gerakan ultra kanan di INDONESIA.Bagi saya, seorang intel haruslah tetap misterius, dan selamanya misterius. Jika sudah ngaku, itu namanya intel boongan. Ha... ha...
 
Untuk Pak senopati,saya rakyat biasa yang ngefans berat sama semua buah pikiran bapak.terus maju jangan perhatikan mereka yang benar2 pengecut cuma bisa omong kosong.
 
Untuk Pak senopati,saya rakyat biasa yang ngefans berat sama semua buah pikiran bapak.terus maju jangan perhatikan mereka yang benar2 pengecut cuma bisa omong kosong.
 
betul, kalau mau muncul apa itu layak disebut iteljen yang terkenal dg KLAINDESTEIN. adanya STIn itu sy setuju, karn intelijen aset2 berga bg suatu negara. untuk itu perlu kader2 yang "mumpuni". tp mbok ya g usah pakai uang to.......
biar SDM nya benar2 jaminan mutu.
 
wah klo ngaku ya bukan intelijen lagi to pak.........
katanya org intelijen terkenal dg klandestein nya.....
saya sgt senag adanya STIN, tp knp skrg masuk ada yang pke duit.nah lo......gmn nanti dg SDM nya yg ada??????
 
assalamu;alaikum wr. wb.
Senopati Wirang yth, yg mudah2an tdk kewirangan terus,
sy sbg anak bangsa yg sgt cinta tanah air indonesia sangat berterimakasih atas keberadaan blog I_I ini.minimal sbg cambuk penyadar ( atau pemerah telinga?)kalangan intelijen indonesia ( negeri, karena nantinya ada badan intelijen swasta yg akan didirikan di indonesia), supaya lebih sadar dan mengerti fungsi dan tanggungjawabnya kpd bangsa dan negara.tidak semua intelijen itu menyebalkan, dan tidak selalu orang awam bisa membaca kalimat yg terlihat dari operasi intelijen.
semua kalangan intel dan bahkan anda sendiri pasti tahu bahwa kebijakan yg diambil untuk satu tujuan itu sangatlah mahal, shg terjadi double value dalam setiap kejadian yg kita simpulkan.untuk itu saya hanya ingin mencoba mengajak semuanya untuk bersama-sama benar2 memikirkan keadaan bangsa dan negara kita ini.serangan dari luar dan dalam negeri tdk pernah putus di sgl bidang, apakah kita akan adu argumen terus sembari menunggu strategi intel luar yg sedikit demi sdkt menggerogoti bangsa kita?
ekonomi,budaya,politik,agama, semua bidang sudah dikuasai pihak asing!!kalau memang masih ada semangat semua senopati indonesia utk melindungi,membangun dan mencerdaskan bangsa dan ngr ini., saya,putra pejuang indonesia, dengan segenap jiwa raga akan mendukung multidimensi.
semoga Alloh meridhoi setiap hambanya yang ikhlas dan berani.
jayalah negaraku...........!!!
 
intelijen merupakan mata dan telinga negara jadi kita harus memposisikan intel sebagai tulang punggung negara karena dari intellah diperoleh informasi dan keamanan negara,toh..dunia ini ada yang terbuka dan tertutup,jadi info tertutup itu beredar dan diketahui dgn tertutup pula.
 
knapa mesti ada intelejen dan intelejen, kalo di atasnya ada itelejen juga?
 
pekerjaanmu sangat mulia tetapi akan terhina kalau kamu menghinanya. kalau harus menjelaskan siapakah dirimu, jadi selebritis aja spy disorot terus menerus
 
menurut saya prosedur penerimaan dari siswa-siswa SMA atau MA yang ingin lanjut ke Stin masih cukup baik kok. Ya mungkin memang jalur dan prosedurnya cukup berbelit namun masih bisa dikatakan baik.
 
Sekedar saran saja.. bt senopati wirang : Saya sedikit banyaknya sudah membaca tulisan anda dan sedikitnya juga faham dgn materi yang anda sampaikan.Mmg seperti itu kondisi kita, penuh dengan keterbatasan. Namun anda tidak berhak untuk menghakiminya dengan pemikiran anda,dan itu tidak dapat membuat situasi secepat mungkin bisa berubah. Namun saya pribadi sangat mengapresiasi jika anda memberikan wacana yang bagus dgn konteks ke arah problem solving, kasarannya berupa kajian yang memberikan masukan yang positif bagi semuanya dan tidak ada pihak yang dirugikan, sudah tentu kajiannya dibuat se apik mungkin hingga materi yang anda sampaikan berbobot dan sekali lagi tidak ada yang merasa dirugikan... Barangkali dari hal- hal yang paling mendasar dahulu kita mulai sebelum ke arah hal yang besar, karena kadang kita lebih fokus dgn permasalahan besar namun kita tidak sadari justru permasalahan kecil kita lupakan.. ini sekedar masukan saja, tanpa tedeng aling- aling ataupun klaim sbg seorang intelijen. Besar harapan saya apabila anda tidak tersinggung dgn tulisan saya ini, sekali lagi saya sampaikan permohonan maaf bila mmg anda tidak berkenan dgn apa yang saya sampaikan.. terima kasih..
 
Senopati tanpa lencana
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters

Online Users
Tweet



Facebook Google Digg Reddit Pinterest StumbleUpon Email