Friday, October 20, 2006
Intelijen Asing
, maka informasi Cah Bodho jelas mengungkapkan gerak-gerik intelijen asing khususnya Mossad secara lumayan detail. Mereka bergerak tidak dalam jumlah yang besar, tetapi sangat efektif karena beberapa agen yang telah mendapat pelatihan melalui "paket wisata rohani" sehingga bisa masuk Israel. Keberadaan beberapa agen lokal yang telah dilatih tersebut kemudian membina beberapa informan, tanpa si informan tahu untuk siapa sebenarnya dia bekerja, karena yg penting mereka menerima bayaran. Dalam pengamatan saya, jumlah agen Mossad yang aktif di Indonesia hanya sekitar 2-3 orang saja, saling bergantian dan hampir selalu berjalan minimal berdua. Pusat komunikasi dan komando tetap berada di Singapura, lagi pula mereka secara mobile bisa bermarkas di mana saja.
Gerakan Mossad di Indonesia secara umum memang ditargetkan untuk memperoleh pengakuan atau pembukaan hubungan diplomatik. Meski Indonesia bukan negara Islam, tetapi pengakuan keberadaan Israel sangatlah penting dan strategis. Keberadaan shadow Embassy Israel di Singapura misalnya bukanlah hal baru. Hal ini telah disampaikan kepada pemerintahan Suharto sejak awal tahun 1990an. Namun hal itu tidak dianggap sebagai ancaman oleh sejumlah petinggi militer. Bahkan hubungan baik sejumlah tokoh Koppasus yang melakukan pembelian unit-unit senjata serbu untuk kepentingan pembentukan Pasukan Elit semakin membuka peluang masuknya pengaruh intelijen Israel ke dalam tubuh negara Indonesia. Pada awal tahun 2000an seiring dengan terpilihan Gus Dur sebagai Presiden, Shadow Embassy Israel sudah sangat siap, dalam waktu singkat siap diaktifkan.
Lebih jauh Cah Bodho mengungkapkan tentang network Mossad yang bekerja di negara Indonesia. Meski tidak terlalu lengkap, namun sejumlah dugaan Cah Bodho patut diacungi jempol.
Mohon maaf, bila sekali lagi saya menulis sebuah tulisan yang dangkal dengan selalu mengambang dalam soal who, what apalagi why. Saya tidak akan menyangkal tuduhan sejumlah pembaca Blog I-I tentang kedangkalan tulisan saya dalam Blog I-I. Tetapi apalah daya saya. Hanya sebuah keprihatinan yang terpaksa saya bungkus dengan kata-kata yang sedikit mengaburkan dan membuat dangkal analisa saya sendiri.
Kembali pada cerita Cah Bodho tentang bagaimana pembinaan Mossad dalam merekrut orang-orang Indonesia lengkap dengan sistem transfer pembayarannya. Saya ingin memberikan warning kepada segenap Instansi Intelijen di Republik Indonesia bahwa infiltrasi Mossad begitu dahsyat ke dalam Republik Indonesia.
Saya tidak sudah tidak begitu paham sejauh mana infiltrasi Mossad ke dalam instansi pemerintah khususnya intelijen, polisi dan militer. Tetapi sepengetahuan saya, hubungan ketiga instansi tersebut dengan Israel via company, agen, ataupun individu asal Israel sangatlah rawan.
Cah Bodho dengan sangat berani menceritakan sedikit tentang operasi Mossad ke dalam masyarakat Indonesia. Entah sudah berapa banyak orang Indonesia yang menjadi penghianat Republik Indonesia. Saya tentunya berkewajiban menjaga identitas Cah Bodho meski saya punya teknologi untuk menelusurinya.
Hahaha...tentu saja Israel/Mossad juga punya teknologi menelusuri Blog I-I dan mencari tahu siapa Senopati Wirang. Saya sudah tidak peduli lagi tentang resiko menulis dalam Blog I-I. Tentunya saya tetap mengutamakan kepentingan nasional dengan tidak gegabah menulis tentang perkembangan terkini dunia keamanan di Indonesia. Mohon maaf kepada para pembaca yang misalnya kecewa dengan tulisan tentang pembunuhan Munir. Tentu saya tidak akan menuliskan kepahlawanan Bung Polycarpus ataupun kepahlawanan Munir dengan gamblang. Meski Editorial The New York Times poisoned justice mengungkapkan tentang racun dalam tubuh peradilan Indonesia, saya melihat bahwa ketiadaan bukti keras (hard evidence) adalah merupakan kesulitan terbesar. Oleh karena itu, SBY tidak usah janji muluk-muluk, karena hal ini akan menjadi senjata untuk menghancurkan kredibilitas pemerintah Indonesia, khususnya di bidang penegakkan hukum dan HAM. Saya pribadi tentu saja lebih baik untuk no comment lebih lanjut tentang apa sesungguhnya yang terjadi.
Kembali pada soal Mossad, kesombongan kalangan intelijen, kepolisian dan militer dalam meremehkan hubungan dengan Israel bisa ditandai dengan masih adanya kontrak-kontrak dengan perusahaan asal Israel. Cah Bodho mungkin paham tentang sepak terjang networking Mossad di masyarakat Indonesia. Mungkin juga tahu tentang bagaimana Mossad menyeret kalangan Islam Indonesia dalam sebuah dunia kelam radikalisme seperti juga pernah terjadi dalam sejarah, yaitu pada masa Khalifah Ali. Andai umat Muslim Indonesia mengerti tentang bahaya infiltrasi Mossad dalam tubuh gerakan keagamaan politik yang senantiasa bernuansa adu domba, maka tidak akan terjadi gerakan-gerakan radikal yang menggunakan kekerasan.
Saya tidak bermaksud mencari kambing hitam gerakan radikal Islam kepada gerakan operasi Mossad. Tetapi bukankah hal ini juga terjadi di Timur Tengah, contoh paling jelas saat ini adalah Lebanon dan masalah palestina. Permusuhan sesama Muslim, permusuhan Islam-Kristen jelas merupakan permainan yang mengasikan bagi Mossad. Perlu diperhatikan bahwa Mossad tidak identik dengan orang-orang Yahudi secara umum. Tetapi Lebih bisa dikaitkan dengan gerakan Zion internasional yang seringkali juga tidak dipahami oleh orang Yahudi biasa. Jadi lebih pada gerakan politik internasional yang didukung oleh unsur-unsur yang lengkap secara politik, ekonomi, intelijen, militer, teknologi, dll. Konon dalam perbincangan ringan, mereka tidak akan pernah diam dan puas melihat perkembangan Indonesia hanya karena mayoritas penduduknya Muslim. Selain pengakuan Israel ada satu lagi upaya, yaitu pengendalian politik dan ekonomi serta penghambatan pembangunan yang berkelanjutan.
Ah....saya mohon maaf atas kedangkalan tulisan saya ini. Tetapi pada akhir tahun 2005 saya pernah mendengar bahwa Mossad tengah mempersiapkan infilitrasi total ke dalam tubuh intelijen, polisi dan militer Indonesia. Namun saya tidak tahu persis teknik infiltrasi yang akan mereka lakukan. Tetapi hal ini tentunya lebih diketahui oleh aparat yang bekerja di dalam dunia intelijen, polisi maupun militer.
Catatan tambahan, Blog I-I telah beberapa kali dikunjungi dari Israel, dan sejumlah negara Timur Tengah. Entah mengapa mereka tertarik melakukan pengamatan terhadap Blog I-I. Hal ini saya dengar juga dialami sejumlah Blogger yang menggunakan kata teroris atau tag teroris dalam tulisan mereka. Hanya sebagai contoh misalnya Blog milik Farit Gauss yang konon juga menjadi sasaran pengamatan dari Israel.
Lebih jauh dan sebagai catatan kecil dari sisi teknologi persandian misalnya, kita tentunya juga mahfum tentang teknologi enskripsi Lemsara (Lemsaneg/LSN) 128 Bit yang ketinggalan jaman mungkin mudah ditembus CIA yang telah menggunakan teknologi 4X lebih tinggi. Mudah-mudahan teknik tradisional juga dipadukan dengan teknologi yang ada, sehingga kecanggihan teknologi asing tidak begitu saja menelanjangi informasi tentang Indonesia.
Bila tidak ada lagi rahasia yang dimiliki Republik Indonesia, maka apalah artinya peranan semua institusi keamanan Indonesia karena rawan ditembus oleh Mossad ataupun CIA. Lalu apa sebenarnya tujuan akhir mereka? Entahlah....mungkin para pembaca Blog I-I bisa memberikan pendapat.
Sekian
Terima kasih pada sahabat Blog I-I yang telah memperingatkan tentang mudahnya untuk membongkar identitas Blog I-I. Saya masih "merasa" aman dengan menggunakan network tradisional yang tersebar di Indonesia dan beberapa di luar negeri. Kalaupun akhirnya Blog I-I terungkap karena sepandai-pandai tupai melompat akhirnya akan jatuh juga, maka saya hanya bisa berdo'a semoga saya bersabar dengan resikonya.
Memang pergerakan orang2 asing (AS)di sini sangat bebas om (bahkan ada yg jadi pengusaha terkenal juga lho),nggak spt di Singapura yang sangat ketat..spt yg prnh saya alami ketika "ikut" dlm sebuah seminar se-AP, meskipun saya bukan intel he..he sialan.
salam dari LANDAX-jateng
untuk informasi saja, selang beberapa hari setelah diintai oleh agen israel, blog saya juga pernah dikunjungi dari host mail.lemhanas.go.id, tapi saya ngga tahu apa memang ada kaitannya. yang jelas lemhanas bo!
NB: blog kita sama2 diintai ya. karena kebanyakan server ISP di indonesia berada numpang di luar sana (kalo ngga salah) ya jadi mudah saja bagi mereka untuk mengcrawl semua kata teroris. saya baru tau juga, kalo blog saya juga didatengi blog I-I beberapakali, jadi baru sekarang saya berkunjung. kemaren2 masih liburan.
Bagi saya, selama orang Indonesia masih mengkotak-kotakkan diri ke dalam SUKU, AGAMA, RAS dan ASAL-USUL (tidak punya karakter nasional) dan tidak punya etos produktivitas untuk mencapai kemandirian seperti yang dicita-citakan Bung Karno, maka selama itu pula Indonesia hanya akan diseret, diperebutkan kesana-sini dan dijajah...
Ketika Indonesia mandiri terwujud (Indonesia Raya), bukan tak mungkin semua negara bakal dimonitor terus oleh Indonesia... Hidup Indonesia Raya!!!
Khusunya di Aceh. Mungkin jumlah agen intel asing sudah lebih banyak dari jumlah anggota GAM. karena dengan alasan me-recovery Aceh pasca Tsunami banyak orang asing bebas keluar masuk Aceh tanpa proses prosedur imigrasi yang normal.
Saya yakin agen intelijen Israel (Mossad) di Indoensia jumlahnya cukup banyak. belum lagi kaki tangan agen-agen tersebut yang nota bene sangat mengharapkan uang dari informasi yang mereka berikan.
Itu aja dulu pendapat saya.(CAT EYES).
Menurut selentingan yg saya dengar ni Om mereka sdh mulai merambah dan bikin propaganda di masyarakat tapi untungnya sebagian besar masyarakat kita sdh muak sama yg namanya politik mereka lebih suka ribut merebutin cewe kampung sebelah, jadi alhamdulillah Pilpres kemarin ga ada gejolak yg berarti.
Khusus mossad saat ini mereka lagi pasang kuda2 buat bikin perekonomian kita stagnan,...malah kita masih bs diuntungkan sama para pembajak dan penyelundup, biar pun mereka "merugikan kantong negara" setidaknya mereka bisa menghidupkan sektor2 perdagangan tertentu yg high cost menjadi low price...
tetap semagat ya Om...jangan Takut deh..Om hanya boleh takut sama Tuhan bukan oleh mahluknya.
Merdeka !
Indomie TELur juga manusia.. need a good salary,Good equipment, dan saya sangat yakin tidak semua Indomie TEL memiliki itu..rasanya untuk bekerja secara manual dan beresiko tinggi akan berpikir dua kali..mendingan cari urusan yang bisa mengenyangkan perut2 orang rumah..
dari situ hasil kerjanyapun akan kurang maksimum.. kalo baladewa2 dalam keadaan seperti itu negara hanya bisa padam api.. Saya berfikir..analisa cah bodo diatas salah satu hal yang sangat mengancam bagi berkibar atau tidaknya bendera merah Putih dan itu nyata..bukan lagi betul tapi benar!! seandanyai pemerintah baca ini mungkin perlu dipertimbangkan kendala kerja apa yang menghambat baladewa2..
tentu indah bukan kalo mereka bisa bekerja dengan baik..segala sesuatu yang mengancam bisa mereka redam..Intelijen asing kutil yang sudah mengakar didalam tubuh kita..
baladewa perlu "Uang" Buat beli obat.. atau "vitamin" pencegah "kutil" datang lagi..
saya kira kok terlalu dini menuduh mossad masuk ke tubuh tni polri,, kecuali mereka telah memporak porandakan intelijen indonesia, sedangkan untuk akses informasi sekarang kan lebih global, contohnya indonesia menganut paham demokrasi, kalo di itung itung secara politik, menurut pengamatan saya, malas juga untuk bermain secara "intelijen" artinya kekuatan intelijen tanah air cenderung berbasiskan politik .... dan kalau diamati secara intelijen internasional terlalu dini juga mossad akan menghancurkan musuhnya terutama negara berbasiskan islam misalkan sabotase peralatan di indonesia.
jadi kemungkinan yang paling besar untuk penjajahan baru sekarang adalah dampak globalisasi, pengeboman yang sekarang yang gencar dilakukan dengan atas nama islam adalah nanti sendiri kita juga akan tahu.... kalo diungkapkan sekarang saya kira terlalu dini,dan efeknya bisa salah
mohon maaf kalu kurang berkenan
jadi ceritanya ada orang Indonesia yang tinggal di dekat tempat persembunyian Azahari yang ternyata merupakan informan mossad, kalo ga salah istilahnya sayanim
terus si informan tersebut meneruskan informasi keberadaan Dr.Azahari ke Israel lalu diteruskan ke Indonesia
kalo cerita ini benar, sungguh terlalu orang Indonesia itu
tega sekali dia memutarkan informasi sepenting itu ke Israel terlebih dahulu
intelijen indonesia ada gak yang di sana ya?
tergantung visi negaranya mungkin ya :)
salam
Links to this post:
<< Home

