Krisis Ekonomi Global » INTELIJEN INDONESIA

Saturday, October 25, 2008

Krisis Ekonomi Global

Bapak Seno hanya menyampaikan sedikit kata-kata yang bisa sepi makna atau kaya makna tergantung kita memahaminya.

Apa yang terjadi dalam sistem keuangan global saat ini membuktikan bahwa pengalaman "buruk" yang pernah menimpa Indonesia pada tahun 1996-1998 adalah bukan semata-mata karena kebodohan orang Indonesia, bukan semata-mata karena keserakahan orang kaya Indonesia dan juga bukan semata-mata karena kebrobrokan mentalitas orang Indonesia. Melainkan juga karena keserakahan, kebobrokan, kebodohan para pelaku ekonomi global yang telah terkikis rasa hatinya akan kasih sayang sesama umat manusia.

Konsentrasi pasar keuangan untuk terus-menerus menggandakan keuntungan, untuk mencapai kekayaan demi kekayaan, investasi dan menumpuknya dalam pundi-pundi potensi investasi telah membuat para pelaku ekonomi global khususnya mereka yang ada di dalam pasar modal dan pasar keuangan untuk lupa akan hakikat keberadaan manusia di dunia untuk saling menolong dalam mewujudkan kemakmuran bersama.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memperkuat keyakinan rakyat Indonesia untuk bertahan dari terpaan badai krisis yang mungkin telah menyentuh pantai-pantai perekonomian kita.

Tidak saling menyalahkan, melainkan saling bahu membahu dalam kejujuran untuk bertahan dan terus bangkit dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Raya yang bermartabat, makmur dan kuat.

Mohon maaf karena Bapak Seno hanya bicara sedikit, meskipun telah membaca tumpukan file informasi krisis ekonomi global yang sedang mencekam Amerika dan Eropa, serta telah mulai menghantam Eropa Timur dan Amerika Latin dan juga Asia. Bapak Seno menyampaikan bahwa dengan mengerti sedikit dan kemudian menyebarluaskan tekad untuk bertahan kadangkala lebih bermanfaat dibandingkan dengan pembeberan keseluruhan potensi ancaman krisis ekonomi yang dapat menurunkan keyakinan rakyat kita untuk bertahan.

Sekian




Comments:
perdamaian

tanpa hak veto
tanpa nuklir
tanpa selat malaka

Republik Nusantara
belum merdeka
 
perdamaian

tanpa hak veto
tanpa nuklir
tanpa selat malaka

Republik Nusantara
belum merdeka
 
Situasi resesi ekonomi global yang dipicu oleh akumulasi kredit macet di sektor perumahan AS sejak 2007 yang diakhiri dengan pengumuman bangkrutnya Lehman Brothers pada 15 September 2008 yang lalu telah menimbulkan multi efek berantai sentimen negatif di berbagai lantai bursa saham terkemuka di dunia. Seketika itu, Pemerintah AS, melalui voting di konggres menyetujui pengguyuran dana talangan $ 700 miliar ke pasar uang. Kepanikan pun merembet ke sejumlah negara maju dan berkembang. Eropa mengambil keputusan menurunkan suku bunga untuk menjaga sektor riil tetap bertahan.Pemerintah Indonesia justru menaikan BI rate untuk menyerap dana publik demi mempertahankan likuiditas perbankan nasional, sementara itu kalangan pengusaha menjerit karena beban bunga untuk kredit modal kerja naik dan mempengaruhi kinerja operasionalisasi usaha. Histeria semakin menjadi, tatkala pemerintah memutuskan menutup perdagangan BEI. Kepercayaan publik kepada lembaga keuangan maupun pasar modal belum pulih, Rupiah kembali terpuruk mengingatkan kita pada masa krisis 97/98 lalu.Pemerintah mencoba menenangkan publik yang panik dan takut kehilangan uang dalam jumlah besar dengan cara buy back saham BUMN (sentimen positif= harga saham naik)dan menambah pagu dana Kesra dengan berbagai ragam produknya. Situasi yang tidak bisa dihindari oleh Indonesia, ketika sekuritas dan perbankan nasional turut aktif menjual produk kampiun asing yang mengagungkan pasar bebas, pasar tanpa intervensi negara serta tanpa rule of game. Konsep yang diadopsi dari Adam Smith dan para tokoh pendukungnya (Reagan, Teacher, Von Hayek, dll) menegaskan bahwa pasar akan berjalan menuju keseimbangan tanpa intervensi negara. Bukan negara yang mengatur pasar, tapi pasar-lah yang mendikte negara. Semua kebijakan negara harus sesuai selera pasar. Uang bukan sekedar alat transaksi atau penopang produksi tapi suatu komoditas yang bisa diperdagangkan dimana saja dan kapan saja tanpa birokrasi yang ruwet dan bertele-tele. Para pialang yang punya sifat mengejar profit semata dan gemar mempermainkan uang orang lain ,dengan mudahnya menuduh bahwa rendahnya kepercayaan publik terhadap market yang menyebabkan ekonomi mengalami resesi. Moral pertanggungjawaban kepada masyarakat luas sudah tidak ada nilainya, tergantikan oleh moral profit taking. Akibat prilaku moral hazard, negara harus menalangi kerugian mereka bermain spekulasi di pasar. Bagi Indonesia Raya, menjadi momentum untuk mengkaji kembali sistem atau model ekonomi nasional seperti apa yang memuat nilai dasar keadilan dan akuntabilitas publik yang memadai ? Jelas sekali, sekarang model liberalisme telah menunjukan sifat yang membahayakan bagi perekonomian nasional meskipun disatu sisi merupakan peluang bagi perusahaan yang ter-listing di lantai bursa untuk menghimpun dana publik sekaligus menempatkannya sebagai bagian dari pemilik perusahaan, suatu kondisi yang tidak mungkin diraih publik pada awal abad 19. Apakah kita akan menganut model ekonomi syariah atau kembali kepada amanat konstitusi yaitu model ekonomi kerakyatan. Ketiga model tersebut, patut untuk dikaji secara mendalam baik Pemerintah, BI, DPR, Perguruan Tinggi, maupun masyarakat luas lainnya yang merasa berkepentingan terhadap masa depan ekonomi Indonesia Raya. Perlu dipertimbangkan pembentukan Komisi Ketahanan Ekonomi Nasional yang bisa me-review seluruh produk hukum di bidang ekonomi serta memberikan rekomendasi yang integratif dan antisipatif terhadap ATHG ekonomi nasional. Indonesia lebih banyak membutuhkan pelaku usaha UKM karena sifatnya yang lebih fleksibel dan tahan banting ketimbang mendirikan pabrik besar dengan investasi triliunan. Tetapi dengan catatan, Pemerintah tetap harus komitmen dan konsisten membangun industri dasar dan industri barang modal, selain itu serahkan kepada pelaku UKM. Untuk menunjang kearah itu, perbankan dan bankir harus menjalankan fungsi intermediasinya secara tepat dan cepat tidak berbasis on the paper an sich. Pemerintah segera memfasilitasi daerah untuk meng-IT-kan rakyat sehingga barikade pasar bisa diminimalisir.
 
Mas Seno,
Senag muncul lagi...
Coba tilik-tilik :www.wakalanusantara.com, www.islamhariini.wordpress.com, www.geraidinar.com, semoga BLOG I-I dan rekan-rekan akan memahami Krisis Global dan solusine Kepiye.TQ/
Ahmed witara 81a (www.majalahlacak.co.id
 
Krisis ini hanya sebagian kecil dari skenario besar Bank Dunia / IMF untuk menguasai sektor ekonomi.

Pak Harto yg pintar, saat ia akan dilengserkan dan beliau berfikir sekalian saja negara ini dihancurkan dengan menerima bantuan dari IMF dan imbas nya salah satunya adalah saat ini.

Pak SBY pun pintar saat berusaha untuk membayar hutang Indonesia ke luar negeri. Tapi akankah dapat bertahan dengan ujian selanjutnya?

Buat para pejabat intelijen yang memang betul2 berideologi NKRI silahkan japri saya jika memerlukan info skenario selanjutnya, data2 ataupun analisa sy.

Hasil akhir dari skenario ini adalah.. Kita hanya akan menjadi budak di negara kita sendiri untuk para investor luar yang menguasai seluruh sektor ekonomi dan industri kita.

Indonesia for sale! Mampukah kita pertahankan?

Menjajah suatu negara jika tidak dengan kekuatan fisik, maka kuasai dahulu ekonomi negara tersebut lalu akan sangat mudah untuk menguasai negara tersebut secara utuh!

Untuk pemerintah, tolong sadarkan bangsa kita agar sadar akan hal ini!

Maaf, Pak! saya hanya Pemula dan orang kecil..
 
Terimakasih....
 
"tebas dulu salah satu kepala dari orang2 yang berkepala dua", barulah kita pandang sejauh mana kontribusi mereka membangun bangsa ini,..
bagaimanapun letak kekuatan stabilitas tertumpu pada ketajaman intelijen kita,.
cepat dan tepat mengambil keputusan adalah langkah PASTI
 
yg kecil pasti tetep idup, karena pilihannya cuma 2 hidup gila atau mati berpenyakitan, kalian borjuis2 yg selalu ingin tetap dan bertambah kaya tanpa bekerja tanpa modal yg merusak keseimbangan.
 
Setuju. Sungguh bijak apa yang Anda ungkapkan...

www.gadiscantiq.co.cc
 
Bagaimana tentang isu dokumen BIN yang yang beredar di internal PKS? apakah dokumen tersebut memang analisis intelijen terkait pengendalian politik jelang pemilu 2009 yang memang dibuat oleh intelijen kemudian sengaja disebarkan atau hanya rekayasa belaka dari struktur PKS untuk tujuan lain?

simak selengkapnya di

http://pkswatch.blogspot.com/2008/11/fitnah-bin-mubahalah.html#beri_komentar
 
...lho bukannya fungsi intelejen juga mampu memprediksi dan memberikan alternatif pilihan solusi atas jalang yang ditempuh...kan tidak harus detail dan rinci tapi secara garis besar namun mudah dipahami dan berbobot...sehingga rakyat yg baca blog ini juga setidaknya "ngeh" atau mengerti akan apa yang harus dilakukan....
 
terima kasih atas ulasan ekonomi globalnya,.sedikit memberikan kontribusi tentang program republik ini menjelang pemilu 2009, tentang sistem kontra intelijen terkait dengan analisa sasaran subyektif serta obyektif.
baru2 ini ada "2 Issue" penting di penghujung 2008 ;
1. issue tentang eksekusi amrozi 'cs
2. issue pemberantasan premanisme
kedua issue tersebut sangat mewakili situasi polistis republik ini,.sebagai sasaran antara kontra subyektif adalah issue pertama yang lebih cenderung pada gerakan "kanan" dimana deg penundaan eksekusi " 3 diva " tersebut intel sudah dapat menginventaris dan mendata sejauh mana reaksi kelompok2 kanan ( kecuali jika Intelijen Negara mrp bagian didalamnya )
issue kedua masalah premanisme, tak jauh beda pola pengambilan sasaran antara subyektifnya, yaitu reaksi kelompok pendukung preman yang cenderung pada gerakan marginal ( kiri ), bisa saja issue ke- 2 mrp sasaran antara utk memecah kelompok "kanan" tanpa dibelit issue agama. diluar itu kecenderungan mengambil teknis kontra intelijen pada issue premanisme mengarah pada kelompok "saudara tua" yang selama ini diindikasikan ada dibalik bisnis ilegal tsb.
bbrp hasil inventaris serta analisis efek serta reaksi dapat dijadikan evaluasi menuju persiapan hankam menjelang pemilu 2009,.
succes intelijen!!
 
BERAKHIRNYA EKONOMI (THE END OF ECONOMICS)
Oleh : Liem Siok Lan ( liemsioklan@yahoo.com, hp.08159051630 )


Salah satu instrumen yang digunakan dalam sistem perdagangan internasional adalah menggunakan instrumen mata uang dollar AS. Setelah krisis ekonomi global terjadi setelah Perang Dunia II, melalui pertemuan Breton Woods dirancanglah sebuah sistem mata uang dollar sebagai mata uang utama dalam perdagangan dunia, sekaligus menjadikan World Bank, International Monetary Fund (IMF) sebagai pengendali sistem keuangan internasional. Perjanjian Breton Woods pada tahun 1973 kemudian dihapuskan ketika Amerika Serikat secara unillateral memutuskan bahwa Dolar Amerika tidak perlu lagi didukung oleh emas. Sejak itulah Dolar Amerika tidak bedanya dengan lembaran kertas saja.

Dengan mata uang dollar AS, Amerika Serikat memegang kekuasaan luar biasa yang sangat tidak proporsional. Dengan kertas yang disebut Dolar AS, mereka bisa membeli berbagai komoditi seperti minyak, gas, aluminium, emas, dll dari negara-negara lain di dunia. Jika mereka perlu lebih banyak komoditi, mereka tinggal mencetak saja lagi. Jadi sistem semacam ini amatlah tidak adil dan tak bermoral.

Hal ini telah mengeksploitasi model perdagangan dengan sistem pembagian kerja internasional. Surplus ekonomi bagi sekutu-sekutu Amerika terus terjadi, yang berdampak pada ketidakseimbangan perdagangan global. Negara-negara miskin tidak mampu melakukan ekspor tanpa didukung impor sehingga negara-negara miskin mengalami ”a vicious circle of import”.

Akibatnya negara-negara miskin memiliki tingkat ketergantungan yang begitu kuat terhadap negara-negara maju. Sistem keuangan internasional yang dirancang pasca Perang Dunia II dalam Breton Woods, telah melahirkan ketidakadilan neraca keuangan global. Defisit terus menimpa negara-negara miskin dan surplus keuangan terus ditarik ke negara-negara maju.

Karena dunia kini dibanjiri terlalu banyak dolar. Dalam pasar-pasar uang saja, terdapat gelembung dolar AS yang berjumlah 80 triliun dolar AS pertahun. Jumlah ini 20 kali lipat melebihi nilai perdagangan dunia yang jumlahnya sekitar 4 triliun dolar AS pertahun. Artinya, gelembung itu bisa membeli segala yang diperdagangkan sebanyak 20 kali lipat dari dimensi yang biasa. Gelembung ini tentu akan terus membesar dan membesar. Anda tidak perlu terlalu bijak untuk memahami bahwa gelembung itu suatu saat akan meledak dan pecah, dan terjadilah keruntuhan ekonomi global yang niscaya lebih buruk daripada depresi ekonomi tahun 1929.

Sebagai perbandingan yang kontras, emas adalah logam yang berharga. Nilainya tidak bergantung pada negara mana pun, bahkan tidak bergantung pada sistem ekonomi mana pun. Nilainya adalah intrinsik dan dapat dipercaya. Oleh karena itu, emas adalah mata uang yang dapat menjamin kestabilan ekonomi dunia.

Sistem keuangan global sudah berkembang melebihi batas. Dengan perdagangan ”kertas berharga yang turunan sekunder” (secondary derivatives papers), sistem keuangan dunia menjadi tidak ”favorable” kepada sektor riil karena ”money makes money” lebh tinggi hasilnya. Maka, kalau anda punya uang akan lebih tertarik untuk memainkannya di bisnis keuangan ketimbang membangun bisnis di riil sektor. Perdagangan kertas berharga tersebut adalah barang maya, hanya ilusi, tidak nyata, tidak terkait dengan bisnis riil. Ini yang menyebabkan terjadinya gelembung ekonomi dunia.

Apa akibatnya? Sektor riil lambat bergerak, kecuali di China yang menganut paham berbeda, tidak berdasar ”supply and demand”. China tetap memproduksi walau tidak ada permintaan. Alasanya adalah stabilitas keamanan sehingga tidak ada penduduk China yang menganggur, semua bekerja, memproduksi apa saja, mulai dari peniti sampai komponen pesawat terbang. Manajemen 1 miliar penduduk yang ternyata membawa China kepada kekuatan ketiga di era kini.

Sejarahnya, emas dan perak adalah mata uang dunia paling stabil yang pernah dikenal. Sejak masa awal Islam hingga hari ini, nilai mata uang Islam dwilogam itu secara mengejutkan tetap stabil dalam hubungannya dengan barang-barang konsumtif. Seekor ayam pada zaman Nabi Muhammad saw. harganya satu dirham. Hari ini, 1400 tahun kemudian, harganya kurang lebih masih satu dirham. Dengan demikian, selama 1400 tahun, inflasi adalah nol. Dalam jangka panjang, mata uang dwilogam telah terbukti menjadi mata uang dunia paling stabil yang pernah dikenal. Mata uang tersebut telah dapat bertahan, meskipun terdapat berbagai upaya untuk mentransformasi dinar dan dirham menjadi mata uang simbolik dengan cara menetapkan suatu nilai nominal yang berbeda dengan beratnya.

Kita harus kembali kepada Sistem perekonomian berbasis komoditi riil, dimana dinar dirham hanyalah salah satu komponen penting. Ada “5 pilar sistem ekonomi berbasis emas” akan menjadi solusi masa depan dunia yang tidak terelakkan. Pertama, “Money (Freely Chosen)” yaitu Mata uang harusnya bebas ditentukan oleh masyarakt penggunanya. Kedua, “Open Markets Infrastructure” yaitu infrastuktur pasar terbuka dimana setiap orang mempunyai hak, seperti mesjid. Ketiga, “Caravans – Open Distribution and Logistic Infrastructure” yaitu jaringan logistik dan distribusi yang terbuka bagi siapa saja. Keempat adalah “guilds – open production infrastructure” yaitu sentra-sentra produksi kerakyatan harusnya mendapat perhatian dari pemerintah untuk menjadi tempat yang layak untuk berproduksi sebagaimana standard global yang berlaku. Kelima adalah “Just Contractual Legal Frameworks (Shirkat and Qirad). Kelima infrastruktur tersebut haruslah dimiliki oleh publik.

Teknologi informasi merupakan sarana yang dapat mengkudeta fungsi perbankan atau istilahnya ”coup de banque”. Anda bisa bayangkan, sebenarnya fungsi perbankan kan amat sederhana, hanya mengadministrasi pencatatan plus dan minus saja dengan sedikit variasi perhitungan, mengapa menjadi raja yang mengatur dan menentukan sektor-sektor lain. Pasti ada yang salah kan. Jaman Nabi dulu, para pedagang lah yang berada di gedung mewah, semntara rentenir itu yang berada di jalanan. Sekarang yang kita lihat terbalik. Para bankir duduk-duduk di gedung mewah, sementara para pedagang kaki lima berceceran di sepanjang jalan, malah kena gusur tibum segala. Maka, jangan salahkan orang lain kalau Indonesia miskin, karena tidak mengikuti ajaranNya padahal Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim di dunia.

Prof. Umar Ibrahim Vadillo, Pemimpin Korporasi E-dinar Dotcom, suatu electronic payment system” berbasis emas, yang juga menjabat sebagai Ketua WITO (World Islamic Trade Organization). Penulis beberapa buah buku yang dianggap oleh masyarakat dunia sebagai MENGGEMPARKAN (ENLIGHTINING), membuka mata dan hati para pembacanya. Diantaranya yang terkenal berjudul “THE ESOTERIC DEVIATION IN ISLAM”, “THE END OF ECONOMICS”, “THE RETURN OF THE GOLD DINAR”, “THE RETURN OF THE GUILDS”, “THE FIVE PILLARS OF THE ISLAMIC ECONOMICS”, “COUP DE BANQUE”, etc



Sekilas tentang LIEM SIOK LAN
Nama resmi (menurut dokumen) JUSTIANI. Alumni Teknik Informatika ITB angkatan 1981, Perempuan dengan Tiga Anak: Annisa Dharma (25Mei1985), Shakina Dharma (19Desember1988), Avicena Farkhan Dharma (2Agustus1998).
Sejak mahasiswi sudah aktif dalam berbagai kegiatan, diantaranya:
Ketua Panitia Speech Contest – Student English Forum (SEF) 1981.
Ketua HMIF (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika) ITB 1982-1983.
Wakil Ketua FKHJ (Forum Ketua Himpunan Jurusan – Pengganti Dewan Mahasiswa) periode 1984-1985.
Lulus Sarjana Muda 84 dengan IP 4.83 (dari 5) Terus Menikah 1984.
Cuti Kuliah selama 1 tahun, melahirkan anak pertama, 1985-1986.
Wartawati Berkala ITB
Aktivis Yayasan Mandiri, Community Development dgn Teknologi Tepat Guna
Ke Irian Jaya untuk program Penyebaran Informasi TTG melalui Microfiche
Ke Pesantren Guluk-guluk, Madura untuk program yang sama
Ke Pesantren Pabelan, mengajar di Institut Pengambangan Masyarakat
Mendirikan Yayasan Anak Merdeka, Street Kids Education through Cultural Artistic Activities and Multimedia.
Sambil ngobyek di Puskom ITB ngerjain proyek-proyek komputerisasi
Dan di PIKSI ITB mengajar kursus-kursus singkat
Jadi programmer di beberapa tempat (programmer tembak)
Lulus Teknik Informatika ITB akhirnya pada Februari 1988.

Melamar jadi Dosen ITB, diterima di PAU-ME (Pusat Antar Universitas Mikroelektronika) tapi kemudian ketahuan bekas aktivis mahasiswa, lalu dicekal oleh Rektor ITB yang ketakutan dan melakukan self-cencorship atas nama kekuasaan Orde Baru, sehingga terpaksa diberhentikan dari PAU-ME.
Nekad jadi dosen, diterima di Politeknik ITB Ciwaruga (sekarang Politeknik Negeri Bandung) karena POLBAN butuh Ketua Jurusan Teknik Komputer (dulu PAT Komputer) yang baru dipindahkan dari Puskom ke Ciwaruga, disamping Direktur POLBAN yang tidak peduli apa itu Orde Baru. Langsung Acting Ketua Jurusan Teknik Komputer di Politeknik ITB, sambil mengerjakan proyek-proyek untuk Garuda Maintenance Facility, Kerjasama dengan POLRI, Membuka filial dari Politeknik Bandung di sore hari, memulai komputerisasi student entry test, banyak lagi proyek komputerisasi dan mengajar tentu.

1991 mulai belajar di McGill University dengan biaya pemerintah Canada selama dua tahun, setelah sebelumnya tinggal di Vancouver selama beberapa bulan, lalu menetap di Montreal, Thesis S2 Terlantar karena pembimbing cuti, terus putus beasiswa maka harus mencari kerja. Jadi teaching assistant beberapa mata kuliah, jadi pegawai puskom universitas, jadi research assistant di lembaga penelitian teknologi pemerintah Quebec,
namanya CRIM (Centre Recerche d’Informatics de Montreal)
Kerja di NortelNetworks Divisi Advanced Speech Lab di Montreal sambil menyelesaikan thesis. Akhirnya keterusan berkarir di Montreal sebagai Senior System Integration and Product Prototype Development untuk produk-produk speech recognition berbagai aplikasi di berbagai platform. Menerima potongan-potongan software dari para periset speech recognition dari berbagai speech research center internal (Nortel Lab) dan eksternal (CMU, MIT, Standford, dll) untuk diintegrasikan menjadi suatu prototye produk sebelum di-outsourcing kepada development group dari Rusia, India, China, dll ke berbagai platform. Sambil bekerja di Nortel Networks Montreal, mengikuti program S3 di INRS (Institute Nationale Recerche Scientific) Telecommunications, Universite du Quebec.
Tinggal di Kanada selama 8 tahun rasanya begitu monoton, rutin, tertata, setiap week end piknik ke danau, pantai atau ski resort, begitu saja, maka diskusi sosial politik jadi hiburan. Aktif di Forum Diskusi Para Indonesianist seperti George Kahin, Daniel Lev, Ben Anderson, Takashi Shiraishi, Jeffrey Winters, dll. di Amerika Utara. Anggota Pengajian ISNET (Islamic Network) yang merupakan forum pengajian via internet di tingkat dunia dan MISG (Malaysia Islamic Study Group).

1998 Kembali ke Indonesia untuk melahirkan dengan dukungan dari dukun bayi dan dukun pijat tradisional yang tidak ada di Montreal, Kanada.
Sambil momong, akttif jadi Network Advisor dari CITN (Canada Indonesia Technology Network) yang ditempatkan Departemen Koperasi &, lalu oleh Adi Sasono
diminta membantu merumuskan Pos Ekonomi Rakyat (PER) yang merupakan jaringan nasional untuk multi-purpose telecentre (one-stop-services for public services and SMEs and Cooperatives), yang kemudian membawanya menjadi Direktur Eksekutif Induk Koperasi PERNetworks dan Direktur Program, Perhimpunan Indonesia Bangkit.

2000 President/CEO IBUTeledukasi (universitas virtual, e-learning university pertama di Indonesia) bekerjasama dengan Universiti Tun Abdul Razak (UNITAR) Malaysia. Atas prakarsa Cyberversity tersebut, mendapat penghargaan sebagai Wanita Telematika pertama di Indonesia dari Menteri Perhubungan dan Telematika dan dari Menteri Pariwisata, namun pada saat yang hampir bersamaan Mendiknas (Dirjen Pendidikan Tinggi) melarang keberadaan IBUTeledukasi karena dianggap belum ada undang-undang yang mengatur tentang pendidikan model baru tersebut.

2002 President/CEO SMarT (Sistem Mandiri Terintegrasi) yang dibentuk atas restu Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi dan dukungan Dirjen PU, Junius Hutabarat, untuk melakukan “corporate restructuring” BUMN dengan memanfaatkan teknologi informasi komunikasi serta rekayasan keuangan global.
Bersama beberapa BUMN Konstruksi dan Korporasi MSC Malaysia merencanakan Program ACEH SMART PROVINCE yang berbasis teknologi komunikasi dan informasi dalam mengembangkan aktivitas terpadu pendidikan, sosial dan ekonomi di Propinsi NAD, dalam naungan PM Mahathir Mohammad, disepakati di ASEAN SUMMIT Denpasar Bali 2003. Sayangnya prakarsa terhenti karena skema-skema keuangan dalam negeri belum mengalami perombakan sebagaimana Thailand dan Malaysia.

SMarT kemudian berkolaborasi dengan Constantius Funds Asia Pacific (CFAP) Canada, Decagon Co. Ltd. Seattle USA, membantu corporate restructuring dalam kerangka Thailand Incorporated sampai dengan awal 2006.

Kini:
Dosen di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang bernaung dibawah Kompas Gramedia Group, juga sebagai Periset bidang “Multimedia Corporate Restructuring and The Digital Economy “ dan sebagai Ketua Tim Pengembangan e-learning dibawah kordinasi Pembantu Rektor I UMN. Sambil menyelesaikan disertasi Ph.D. nya pada “The Institute of Gold Dinar Economy”, yang merupakan lembaga pendidikan tinggi dan riset internasional berbasis internet yang menghubungkan periset di seluruh dunia dalam bidang terkait, dibawah naungan World Islamic Trade Oragnization (WITO).
 
solusi mudah jangka pendek krisis ekonomi hanyalah memasukkan dana besar-besar an ke sektor riil seperti pembangunan atau perbaikan infrastruktur (rusunami, irigasi,dll tapi seperti kata Tribuana jgn jadikan desa menjadi kota atau sebaliknya), reboisasi besar-besaran (u mengurangi dampak pemanasan global, ini juga harus dihitung sebagai kegiatan bisnis, perdagangan karbon jadi ga dihitung utang), kedua adalah menindak tegas raja2 kegelapan yg memegang uang yg cepat di dapat tapi susah keluarnya (pelit ato nyucinya lama). Hal ini jika dilakukan serentak oleh negara2 seluruh dunia, krisis hanya akan berlangsung cuma 6-12 bulan, tapi krisis akan berulang jika ada yg rakus/ada saluran yg mampet. Yang hanya perlu diperbaiki adalah sistem mata uang. Karena pada dasarnya ekonomi adalah barter maka kalo tidak ada hak veto di PBB maka sistem mata uang tunggal dunia (dengan beberapa ketentuan, rahasia kalo tidak ada imbalannya)layak diperjuangkan. Beban rakyat amerika akan ringan, tdk perlu perang sana sini, juga akan lebih adil bagi rakyat negara lain. Saya cuma heran kenapa tdk ada yg berteriak mengenai 1 mata uang dunia? kalo asia punya satu (usul thailand) dan eropa juga satu, mgk yg lain juga, akan rawan timbul PD III.


Ceteris Paribus melanggar hukum uang
(Bhumi Nusantara Raya)
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters

Online Users
Tweet



Facebook Google Digg Reddit Pinterest StumbleUpon Email