Melukis maksud yang sesungguhnya » INTELIJEN INDONESIA

Sunday, August 16, 2009

Melukis maksud yang sesungguhnya

Sejumlah rekan-rekan Blog I-I sudah memperlihatkan perasaan yang bercampur, antara bingung, dan sedikit simpati kepada Blog I-I. Mengapa saya katakan bingung? Hal ini tidak terlepas dari puluhan email dan komentar rekan-rekan sendiri yang merefleksikan.

Baiklah kita perhatikan bagaimana kebingungan itu terjadi. Ketika sejumlah pertanyaan dan komentar tentang Senopati Wirang bertebaran, hampir selalu ada yang menghembuskan keraguan akan maksud dari pada keberadaan Blog I-I dan tujuan dari penulisan-penulisan artikel di Blog I-I. Sebagian menyebutnya dasar intel yang suka merekayasa dan berbohong, sebagian melihatnya sebagai propaganda, sebagian turut merasakan keprihatinan , sebagian berkomentar dengan keraguan yang sangat besar, dst...dst.


Ketika tulisan Blog I-I dipandang kurang bermutu, mungkin maksudnya jauh dari kebenaran, mungkin juga bertujuan melemahkan fakta Blog I-I dengan labelling (salah satu metode propaganda negatif). Ketika tulisan Blog I-I salah besar dan tampak seperti omong kosong, hal ini juga menjadi justifikasi lemahnya kredibilitas Blog I-I sekaligus penulisnya.

Apa yang bisa saya lakukan kemudian? Apakah saya menulis hanya iseng karang-mengarang berdasarkan sedikit data yang rekan-rekan juga bisa baca sendiri di media massa? Ataukah saya memiliki maksud tertentu yang tersusun dalam perencanaan yang matang? Tentu rekan-rekan mencoba merabanya.....

Guna menghindari kebingungan yang berkepanjangan, saya ingin menyampaikan bagaimana sebuah dunia dapat dilukis oleh mereka para perancang strategis di negara-negara maju, bahkan untuk 25 hingga 50 tahun kedepan, sudah ada semacam "kepastian" apa yang akan terjadi dalam perencanaan manusia. Blog I-I masih jauh dari kecanggihan perencanaan pembangunan strategis suatu bangsa dan negara di negara maju, tetapi setidaknya diskusi itu telah dimulai. Dalam kaitan ini, tema intelijen dan keamanan harus menjadi dasarnya karena fakta sejarah menunjukkan bahwa tidak ada satupun negara yang maju dan kuat di dunia ini yang tidak didukung oleh intelijen dan keamanan yang kuat serta cerdas dalam menyongsong perubahan demi perubahan. Kekuatan intelijen dan keamanan tidak selalu identik dengan kekuatan fisik yang sering terpeleset dalam perilaku represif, tetapi sebaliknya justru identik dengan kematangan rencana, perkiraaan yang nyaris 100 % terbukti benar, serta pelaksanaan kebijakan yang sungguh-sungguh membawa perubahan yang positif bagi bangsa dan negara.

Fakta bahwa Indonesia masih negara berkembang dengan puluhan juta penduduk yang masih miskin tentunya harus kita lihat sebagai tantangan yang terbesar. Hal ini memposisikan kita dalam suatu tarik-menarik identitas kebangsaan, yaitu antara bangsa yang kuat dalam artian secara kemandirian dan bangsa yang lemah karena terjerat hutang dan kurang mandiri. Kita secara perorangan akan melihatnya berlainan. Bagi anda yang mapan secara ekonomi dan termasuk kelas menengah tidak akan melihat adanya suatu kondisi ekonomi yang memperihatinkan, sebaliknya anda yang berada dibawah garis kemiskinan akan selalu melihat pembagian kue ekonomi nasional sebagai ketidakadilan.

Fakta bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim tentunya juga menjadi suatu keadaan yang dapat diterjemahkan dalam berbagai prasangka-prasangka, misalnya berpotensi menjadi musuh Barat yang mayoritas berada dibawah pengaruh Kristen/Yahudi. Prasangka agama di Indonesia sangatlah kuat karena budaya bangsa kita yang aslinya bersifat komunal dan gotong royong. Artinya satu dengan yang lainnya memiliki interaksi yang besar dibandingkan bangsa-bangsa yang lain di dunia.

Kembali pada masalah melukis maksud yang sesungguhnya? Ada maksud apa Blog I-I lahir, tumbuh dan berkembang? pernahkah rekan-rekan bertanya pada diri sendiri? Apakah ini sebuah rekrutmen terbuka besar-besaran, ataukah ini propaganda konyol yang tidak jelas arahnya?

Sekali lagi saya harus meohon maaf kepada rekan-rekan yang ingin menjadi Intel, karena saya tidak bisa menyalurkannya. Rekan-rekan hanya bisa mencoba memahami dan belajar sedikit atau bahkan kulit terluar dari intelijen di Blog I-I, dan bukan menjadi intel baik operasional maupun analis. Misalnya dalam tulisan ini, apakah yang dapat rekan-rekan pelajari?

Meskipun Blog I-I bukan sumber kebenaran informasi, namun Blog I-I berupaya senantiasa konsisten dalam merefleksikan janji kepada bangsa dan Negara Indonesia, membangun peradaban Indonesia Raya lebih cepat melalui pembangunan budaya nalar dan saling belajar. Hasilnya mungkin hanya omong-omong dan pertukaran gagasan, namun sadarkah rekan-rekan bahwa kita akan mengarah pada suatu kesepakatan luas untuk mempercepat pemulihan jati diri bangsa Indonesia yang terpuruk oleh watak dan perilaku buruk berupa keserakahan (korupsi), kekuasaan (penyalahgunaan kekuatan politik), serta kemalasan (mayoritas kita tidak memikirkan masa depan bangsa).

Bagaimana hasilnya, entahlah karena fakta menunjukkan tidak mudah melukis kembali kebangsaa Indonesia dalam dunia modern. Dimana letak kesulitannya? Pertama, kita hampir selalu saling curiga, dan saya sangat merasakan itu dalam forum yang kita
sebut Blog I-I. Kedua, kita agak malas belajar, hal ini khusus di kalangan rekan-rekan telah berkembang sangat pesat dimana komentar dan masukkan semakin lama semakin hebat. Ketiga, pengaruh Blog I-I masih terbatas pada individu-individu yang sensitif dan berkenan untuk belajar banyak, hal ini secara perlahan menjadi modal utama peningkatan kualitas Blog I-I. Keempat, saya melihat rekan-rekan masih membaca Blog I-I bukan sebagai sesuatu yang serius, sehingga meskipun saya telah berkali-kali menghimbau, sangat sedikit yang berinisiatif untuk bergabung dengan Blog I-I.

Melukis maksud yang sesungguhnya bagaikan suatu keadaan dimana rekan-rekan harus membaca diantara kalimat dan bukan semata-mata melihat isisnya

Sekian

Labels:

Comments:
mumet kie..
Blognya yg kelola banyak..
ketajaman analitis naik-turun.
(gag usah di publish).
 
hoalah..
apa masih ada yang berpikiran bisa direkrut hanya dari analisa dalam bentuk karya tangan di blog ini ya om?..
belajarlah dari discovery channel dan kurangi menghayati film box office hollywood..
smile but i'm not laugh..
...........
 
hoalah..
apa masih ada yang berpikiran bisa direkrut hanya dari analisa dalam bentuk karya tangan di blog ini ya om?..
belajarlah dari discovery channel dan kurangi menghayati film box office hollywood..
smile but i'm not laugh..
...........
 
" Pertama, kita hampir selalu saling curiga, dan saya sangat merasakan itu dalam forum yang kita
sebut Blog I-I. Kedua, kita agak malas belajar, hal ini khusus di kalangan rekan-rekan telah berkembang sangat pesat dimana komentar dan masukkan semakin lama semakin hebat. Ketiga, pengaruh Blog I-I masih terbatas pada individu-individu yang sensitif dan berkenan untuk belajar banyak, hal ini secara perlahan menjadi modal utama peningkatan kualitas Blog I-I. Keempat, saya melihat rekan-rekan masih membaca Blog I-I bukan sebagai sesuatu yang serius, sehingga meskipun saya telah berkali-kali menghimbau, sangat sedikit yang berinisiatif untuk bergabung dengan Blog I-I"
Ini merupakan Fakta Menurut Saya Pribadi, Saya Setuju, Kesemuanya Langkah Demi-1 : " MERAH PUTIH "
Terimakasih Sekali, Saya Bangga Pada Anda : Penulis
 
" Pertama, kita hampir selalu saling curiga, dan saya sangat merasakan itu dalam forum yang kita
sebut Blog I-I. Kedua, kita agak malas belajar, hal ini khusus di kalangan rekan-rekan telah berkembang sangat pesat dimana komentar dan masukkan semakin lama semakin hebat. Ketiga, pengaruh Blog I-I masih terbatas pada individu-individu yang sensitif dan berkenan untuk belajar banyak, hal ini secara perlahan menjadi modal utama peningkatan kualitas Blog I-I. Keempat, saya melihat rekan-rekan masih membaca Blog I-I bukan sebagai sesuatu yang serius, sehingga meskipun saya telah berkali-kali menghimbau, sangat sedikit yang berinisiatif untuk bergabung dengan Blog I-I"
Ini merupakan Fakta Menurut Saya Pribadi, Saya Setuju, Kesemuanya Langkah Demi-1 : " MERAH PUTIH "
Terimakasih Sekali, Saya Bangga Pada Anda : Penulis
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters

Online Users
Tweet



Facebook Google Digg Reddit Pinterest StumbleUpon Email