Sekolah Tinggi Intelijen Negara » INTELIJEN INDONESIA

Friday, February 12, 2010

Sekolah Tinggi Intelijen Negara

Mohon maaf sebelumnya, karena peminat Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) yang sangat tinggi melalui Blog I-I, maka saya secara khusus menuliskan kritikan yang semoga dapat dipahami baik secara akademik maupun strategis dalam proses pembinaan insan Intelijen Indonesia melalui STIN.

Bacalah baik-baik kritikan saya ini, dan jangan dipandang sebagai sebuah ancaman terhadap eksistensi STIN, tetapi berpikirlah dalam jangka panjang demi kiprah Intelijen Indonesia yang profesional.

Kritik saya adalah sbb:


Pertama, STIN bagi saya hanya sebuah jalan pintas perbaikan sumber daya insan intelijen yang memiliki berbagai celah yang disebabkan kecerobohan pimpinan dalam memilih proses pembinaan insan intelijen yang cenderung tersentral dan militeristik. Kelemahan yang dihadapi insan intelijen alumni STIN adalah justru karena identitas background pendidikannya dari STIN, selama 4 tahun berada didalam lembaga pendidikan formal setingkat strata I dengan gelar sarjana intelijen, apakah hal ini masuk akal dalam teori-teori dasar intelijen? Saya sungguh-sungguh sangat kasihan dan prihatin dengan gerak langkah adik-adik yang akan sangat berat karena terlalu lama terasingkan dari sistem sosial pendidikan yang wajar misalnya di Universitas umum. Tidak ada satupun lembaga intelijen di dunia yang melakukan kecerobohan sebagaimana di Indonesia dengan proyek STIN. Pada akhir tahun 1970-an saya pernah dilatih CIA dan pada tahun 1980-an saya pernah menyaksikan sistem pendidikan di Mossad, sangat jauh dari apa yang dirancang oleh LetJen (Purn) Hendropriyono yang haus ilmu namun kebablasan karena kurang memperhitungkan masa depan lulusan STIN. Belajar intelijen secara akademik akan selalu bersifat akademik dengan segala metode ilmiahnya, mempraktekan intelijen adalah seperti profesi yang memerlukan latihan, praktek, yang kemudian berproses dalam kematangan profesionalisme. Selamanya seorang insan intelijen bersifat tertutup dengan jutaan cover yang melindunginya, lalu bila kita memperhatikan sarjana intelijen dari lembaga pendidikan yang dikelola oleh lembaga resmi intelijen, dimana letak cover kehidupannya, track recordnya, sejarahnya, dll. sangat sulit bukan? Itulah sebabnya saya kasihan, dan Blog I-I sangat terbuka untuk menolong adik-adik STIN untuk dapat survive di dunia yang kejam, bukan hanya di dalam institusi melainkan di dunia nyata baik di dalam maupun di luar negeri.

Kedua, karena nasi sudah menjadi bubur, dimana STIN sudah berdiri, dikenal luas dan mulai menjadi sasaran cita-cita generasi muda Indonesia karena daya tariknya yang luar biasa, tentunya perlu dipikirkan jalan pembinaan yang meyakinkan untuk menciptakan cover kehidupan yang akan membangun profesionalisme lulusan STIN, sebuah tugas yang tidak mudah. Saya sendiri menduga, betapapun beratnya lulusan STIN untuk membangun kredibilitas jutaan cover kehidupannya, semua akan berpulang kepada individu masing-masing, dengan kata lain jangan mengharapkan institusi akan terus-terusan memfasilitasi proses pengembangan insan intelijen alumni STIN. Akan beruntung apabila adik-adik STIN berada dibawah pembinaan Spy Master yang kaya pengalaman, tetapi bagaimana bila anda jatuh dibawah pembinaan bahkan oleh senior intelijen yang tidak berkualitas....ya saya tegaskan tidak berkualitas. Anda akan hancur dalam singkat, mengalami demoralisasi, menjadi frustasi, dan kecewa dengan kenyataan.

Ketiga, secara kualitas bolehlah saya katakan lulusan SMA yang diterima STIN adalah putra-putri terbaik Indonesia. Kemudian mengalami proses pendidikan yang luar biasa, teori dan teknik yang mutakhir. Namun saya menduga akan miskin inspirasi, kurang semangat, dan sering kehilangan arah, bahkan muncul kecenderungan untuk semena-mena serta kurang menghayati makna menjadi insan intelijen yang mengabdikan diri hanya untuk kepentingan rakyat, bangsa, negara, melalui penyusunan produk intelijen untuk single client, the President. Saya hanya khawatir kualitas terbaik tersebut akan terkooptasi oleh budaya pembusukan yakni menggunakan ilmu intelijen untuk kepentingan pribadi, kelompok dan politik tertentu, serta terkungkung dalam paradigma ketakutan dengan mengedepankan ancaman, sampai-sampai lupa bahwa tidak semua aspek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus dilihat dari sisi ancaman. Benar bahwa waspada adalah kunci keselamatan, tetapi intelijen sebagaimana artinya adalah kelompok manusia cerdas yang dapat melihat, menilai dan memperkirakan serta memiliki alternatif jalan keluar yang tepat bagi negara.

Keempat, STIN tidak ubahnya sama dengan sekolah-sekolah milik Departemen seperti STAN, STIS, STSN, STPDN, dll yang diharapkan dapat menjadi sumber dari tenaga-tenaga profesional untuk memajukan organisasi. Hanya saja berbeda dengan lembaga yang lebih terbuka, akan sangat sulit bagi seseorang yang menyandang keilmuan intelijen untuk membangun kerahasiaan dirinya yang sesungguhnya, atau dengan kata lain sejak lahirnya sudah memiliki label intelijen. Berbeda dengan yang dilakukan oleh Mossad dan FSB yang hampir seluruh operatornya adalah tentara pilihan dari yang paling terpilih, kemudian membangun identitas baru yang disiapkan secara khusus dan benar-benar lahir dalam suatu identitas baru. Berbeda juga dengan model pendidikan intelijen Barat dengan dua contoh CIA dan MI6 yang merekrut lulusan terbaik dari universitas terbaik dari berbagai bidang, kemudian memberikan bekal pendidikan intelijen khusus selama periode tertentu, mulai dari 3 bulan untuk standar posisi clerical, hingga tahunan dan kekhususan yang dititipkan kepada universitas terbaik di masing-masing negara (AS, Inggris). Saya pernah melakukan pengawasan khusus dengan networking pemerhati Indonesia, bahwa sejumlah agen analis CIA dan MI6 belajar di Indonesia dan Australia, semua sangat normal dan bahkan bersahabat dengan banyak orang Indonesia. Perbedaan yang sangat mendasar adalah dalam melatih agen operasional yang tidak terlalu membutuhkan pendidikan formal yang mendalam, yang diperlukan hanya dasar pengetahuan yang kuat dan pelatihan khusus sehingga memiliki skill yang sangat tinggi dibidang keahliannya. Sudahkan STIN memikirkan hal ini ?

Dalam era yang semakin terbuka, dan gelombang demokrasi yang terus bergerak dinamis di Indonesia, Intelijen Indonesia perlu mengantisipasi masa depan yang sudah semakin dekat dengan berbagai persiapan strategis termasuk dalam mempersiapkan tenaga-tenaga handal melalui berbagai metode rekrutmen, STIN hanya salah satu model dengan berbagai kekuatan dan kelemahannya.

Akhirnya saya ingin bertanya kepada pimpinan STIN, akankah siap untuk membuka diri dengan sistem seleksi nasional yang dapat dipertanggungjawabkan, lebih jauh lagi bagaimana dengan peningkatan kualitas pendidikan dari waktu ke waktu, dan bagaimana pula dengan rencana pembinaan karirnya di masa mendatang.

Kepada ratusan (entah mungkin sudah mencapai ribuan) pengirim email kepada Blog I-I yang menanyakan tentang STIN, perlu adik-adik pikirkan lagi secara serius apakah studi intelijen menjadi menarik karena fantasi James Bond atau Jason Bourne? ataukah karena kesungguhan ingin mendalami dan mengabdikan diri dalam dunia intelijen Indonesia? keduanya sangat berbeda.

Pada akhirnya perlu saya sampaikan bahwa seleksi masuk STIN saya dengar cukup ketat dan hanya sedikit yang diterima (30 orang setiap tahun, mungkin sekarang sudah bertambah). Bila menginginkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dapat menghubungi Kementerian Pendidikan Nasional untuk menanyakan contact point, atau langsung ke Kantor BIN yang sangat terkenal tertutup itu di kawasan Pasar Minggu. Apabila dari kedua pintu tersebut, adik-adik belum berhasil maka saya menterjemahkan posisi STIN sebagai sekolah yang tertutup dengan sistem seleksi yang tertutup pula, yang mungkin hanya dipahami oleh Tim yang melakukan rekrutmen dan lulusan SMA yang telah direkrut. Tidak banyak yang dapat diinformasikan oleh Blog I-I, karena faktanya ketertutupan merupakan ciri khas dunia intelijen.

Selamat mencoba.

Labels:

Comments:
kenyataan nya seperti yang diutarakan di atas, jika sipil ingin menjadi intelijen jika tidak melalui jalur STIN, apakah bisa melalui jalur lain? setidaknya di STIN mereka mendapatkan pendidikan intelijen yang bisa dijadikan bekal dasar untuk dilatih kembali sehingga menjadi intelijen profesional, baik sebagai analis ataupun agen lapangan.
 
Mmg STIN sangat tertutup namun saya pikir aroma KKN dalam proses rekruitmen Mahasiswa STIN jg masih kental.
 
STIN...wah,lagi2 program mimpi indah dari bapak2 intelijen indonesia. Mari bersama - sama kita coba membayangkan hasil lulusan dari STIN ini,apakah Indonesia sudah mampu mengoptimalkan sumber daya manusia yang sudah lulus di STIN ? Sedangkan untuk mengoptimalkan para pengguna baju seragam saja belum mampu, Intelijen Indonesia hanya terkenal dengan yang namanya Intel Melayu. Yang hanya bisa beroptimal kinerja apabila sudah mengambil "JAPREM" di lingkungannya...Sangat di sayangkan apabila lulusan STIN yang sudah menempuh masa pendidikan 4 tahun hanya bisa menjadi "Intel Melayu 2"
 
bagaimana pak dengan pasca sarjana di UI?yang ketua jurusannya cewek?
mungkin bagusnya seperti CIA yang merekrut personelnya dari lulusan perguruan tinggi yg terbaik
 
sangat setuju dengan tulisan di atas. kaum muda yang tertarik pada profesi intelijen terkesan hanya untuk gagah-gagahan, tanpa tau apa sebenarnya fungsi seorang intelijen.saya pikir dengan adanya STIN, identitas para calon intelijen menjadi berbahaya. bagaimana bila data para calon intelijen dicuri oleh para pemerhati indonesia?? atau banyak yang mengetahui bahwa si calon intelijen ini sedang sekolah di STIN?? setidaknya orang tua mereka akan mengetahui dan mungkin saja informasi itu akan diketahui oleh orang-orang terdekat mereka. untuk para pembaca blog I-I, tolong analisa dan kembangkan lagi berbagai kemungkinan yang akan terjadi lalu simpulkan. apakah identitas calon intelijen akan terjaga??

-elang-
 
saya berharap kepada para calon dapat memertimbangkan kembali pilihan tersebut. tantangan pembangunan negara ini masih banyak dan komplek. Semoga saja bukan karena faktor ekonomi dan prestis belaka tetapi lebih berdasar pada pilihan keyakinan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
 
Benar sekali yang Sampean tulis...memang sebelumnya saya memandang sebagai Intel/Insan Intel harus/wajib masuk sekolah formal seperti itu. Tetapi dengan tekat dan ketekunan belajar dan selalu terbuka pikiran kita,Insting itu timbul dengan sendirinya.Memang dari 40 Peserta pelatihan, 80% terobsesi oleh Ulah james bond..untuk nggaya-gaya an....
 
tertutup tapi saya pun mendapati para agen muda yang banyak sekali berkeliaran di FB. Semoga mereka bisa menjadi anak bangsa yang bisa diandalkan.
 
kanjeng senopati, satu pertanyaan saya yang sejak lam saya pendam, mengapa intelejen indonesia mensyaratkan harus bebas dari buta warna untuk menjadi anggotanya, saya kasihan melihat teman-teman saya yang punya kompetensi dan rasa cinta kepada tanah air, mereka ingin sekali mejadi bagian dari intelejen negara tapi tidak bisa karena mereka buta warna (setahu saya, buta warna yang mereka terima dari tuhan hanya buta warna parsial), tidak adakah keringan sama sekali mengenai hal ini?

salam hormat...
 
info STIN:

"Generasi Percobaan"
Pikirkan kembali buat adik2 yg mau masuk..
demi masa depan anda & keluarga..

Jgn sampai ada generasi yg dikorbankan

Thx senopati wirang
 
iya...setelah lulus, jangan sok ngaku intel....masak intel ngaku intel?? kayak jeruk minum jeruk....huhehueue
 
Saya yakin sekolah ini cuma kamuflase menutupi lembaga pendidikan intelijen yang sebenarnya. Masa intelijen terbuka gitu..pake gelar pula. Saya percaya bangsa ini pintar
 
Cukup beralasan, mari kita tengok diri kita masing-masing,apakah memang terinspirasi dari image dunia inteligent yg diopinikan lewat film,ds atau memang karena niat luhur ingin mengabdi bagi kepentingan bangsa, negara dan agama. semoga dapat direnungkan telebih dahaulu.
 
Di Kampungku, ada satu orang diterima di STAN, satu kecamatan saja tahu. Lha ini....masa iya belum jadi intel satu kecamatan sudah tahu duluan. "Mba Yu.....ponakamu wis diterima di STIN....calon intel lho..Mba Yu!"
Seorang kawan, dalam "tugas" menjadi tukang becak di sebuah kota. Saat keluarganya berkunjung dan kebetulan naik becak, semua tukang becak kenal dengan si kawan. Keluarganya marah2 dibilang kalau si kawan ini tukang becak juga "si Fulan itu polisi, bukan tukang becak!" Kontan saja dengan kejadian ini si kawan pindah "tugas" entah kemana lagi. Begitulah setahu saya seorang intel. Bukan seorang yang bernama Angga Putra, SI (sarjana intelijen).
 
Sekolah Tinggi Informasi Negara Hahahaha........

kamuflase..! tapi ok juga ASAL JANGAN MENGORBANKAN GENERASI MUDA..!!

Bangsat kebohongan!
Hidup kebenaran!
 
saya pelajar kelas 3 sma di salah satu sekolah bording ... dan sekolah saya pernah mendapat sosialisasi dari STIN saya yakin sekolah ini ada... dan saya "SANGAT BERMINAT" untuk sekolah di stin... karna untuk menjadi abdi negara gak selalu perang fisik tapi perang fikir....
 
saya "SANGAT BERMINAT MASUK STIN"
karna saya tahu intel bukan pembohong melainkan merupakan seorang yang jenius yang dapat mempekirakan atau memprediksi dengan akurat....
 
saya "NANDANG PAMBUDI" asal sekolah SMA titian teras jambi......
intelijen bukanlah sosok yang menakutkan atau menyeramkan melainkan intelijen itu adalah prajurit perang yang jenius.... sehingga intelijen memiliki peranan penting dalam pertahanan negara... dan saya adalah salah satu orang yang sangat berminat untuk menjadi salah satunya.....
 
kalo mau liat2 kampusnya, dtg aj ke sentul selatan (smua org jg tau). Tp cm bs liat dr luar ya, coz temboknya tinggi, pake CCTV & dijaga GARDA pake AK-47. Paling2 disuruh pulang lagi..
 
STIN tidak ada keistimewahannya..
sekolah yang aneh yg tidak mau terbuka sama Universita lain, takut tidak dianggap,,,
mahasiswanya dibodohin oleh rektor...
sekolah masi baru kok so'2an...
nih sekolah sebenarnya kedinasan atau tidak????
sesuai dengan yang saya baca, STIN deibawah DIKNAS, tapi kok sekolah ini kedinasan.....
makin tambah aneh,,,,
saya menanyakan keberadaan sekolah ini dan akreditasnya kepada profesor saya yang sekarang dia juga di DIKNAS, katanya sekolah ini belum ada kejelasan D4/S1....
gila...!!! udah 6 tahun berjalan tapi blom ada kejelasan statutanya....
bego....!!!!!
 
kalau saya sih menganggapnya ini biasa saja soalnya kan memang kebutuhan intelijen di negara kita yang cukup luas. jadi teringat film tentang intel yang judulnya saya lupa, intinya dia bercerita kalau yang dibutuhkan sekarang itu adalah human intelijen, secanggih apapun peralatan intelijennya kalau human intelijennya buruk ya sama ajah....mungkin ini perbaikan2 yang telah digagas oleh orang2 intel kita kali ya(gak tau juga soalnya). bukannya STIN itu udah pasti S1 yah??waktu pas wisuda mereka kan diliput banyak media tuh.....yah, ikut mantau aja deh gan...hehehehe
 
Informasi yang sangat berguna bagi mereka yang ingin membantu negara dari segi Intel
 
rekruitment di lakukan di sekolah2 tertentu yg di pilih,, semoga bermanfaat bg yg berminat
 
lah, lantas apa dong hal yang terpenting yang harus dipelajari buat jadi intel??
 
Sangat setuju dengan pendapat Senopati Wirang tentang STIN, izinkan saya mengemukakan bbrp pendapat:
1. Apa yg dilakukan oleh STIN sudah merupakan langkah awal untuk perbaikan dunia intelijen Indonesia. Walaupun masih banyak bbrp hal yg harus diperbaiki seperti yg ditulis oleh Senopati Wirang.

2. Untuk menjadi anggota intelijen memang harus melalui proses perekrutan resmi sebagaimana yg telah ditentukan. Namun tidak menutup kemungkinan Badan Intelijen merekrut orang untuk menjadi anggotanya melalui jalur yg tidak resmi (informal). Namun untuk perekrutan kondisi (informal) tidak semua orang bisa, ini kembali tergantung kebutuhan dari Badan Intelijen tsb ( kasus yg dihadapi, latar belakang calon target).

3. Menjadi insan intelijen memang tidaklah mudah seperti yang kita lihat di film James Bond, Jason Bourne atau seorang intel cewek cantik seperti di serial TV Alias. Namun proses penjiwaan terhadap profesi intelijen itulah yang sangat menentukan keberhasilan & kesuksesan seorang agen didalam melakukan pengembangan karirnya.

4. Proses pendidikan intelijen harus mencakup seluruh aspek kehidupan yg ada di muka bumi ini. Karena sebetulnya aktifitas kehidupan kita sehari - hari tanpa kita sadari SUDAH merupakan kegiatan intelijen juga

Terima kasih
 
kita lihat dulu perkembanagnanya kawan baru..mudah2an g sia2 pembentukan sekolah inteligent ini
 
dari pada STIN mending AL-Kaidah....wkwkwkwkwk
 
Mikir aza, apa mungkin intel lapangan perlu pendidikan 4 tahun, trus spesialisasi mereka apa?
bener tu, jgn mikir james bond ato jason bourne, tu cuma hayal belaka
Ngak ada tu yg namanya license to kill
 
kak, kapan sh pendaftaran stin 2010? OL atao manual?
trus syarat nya pa ja? bisa di lihat dimana?
 
menilai itu mudah,karena berbicara semua orang bisa tetapi coba untuk melaksanakan??
belum tentu semua orang bisa.
yah inilah potret ironis SDM negara kita
banyak yang bisa mengkritik tapi dirinya tak membawa perubahan barang sekecilpun
namun, berbahagialah bagi yang d kritik karena dapat menjadikan kritikan itu sebagai tolok ukur
kalu kedinasan membuka
SEKOLAH TINGGI KRITIKUS DAN KOMENTATOR NEGARA
pasti banyak yang berkompeten
-_-a
 
mohon pencerahan donk... ilmu apa saja yg perlu dipelajari untuk melakukan analisis informasi ... kalau ada mungkin referensi buku2 yg perlu dibaca?
 
STIN nggak ada web nya... bin jg lenyap web nya ... ke (webnya) CIA aja ... numpang belajar wacana dasar2... sampe tiba2 nemu agen (entah dari negara mana) yg lg bertugas rekruitmen orang...
 
beware of those who were there, because they can behave; fraud aimed at duping organized
 
ni kayaknya yang comment cuma orang2 yang sakit hati karena gak bisa masuk stin...hahaha...
cuma bisa ngasih saran yang comment2, kebenarannya kita gak tau seperti apa, jangan cuma asal ngomong aja. gw bukan anak intelijen, tapi ngerti sedikit tentang intelijen, klo dibilang stin gak terbuka dengan universitas lain, ya mungkin karena sistem mereka. Tapi klo gak salah mereka juga sering ngadain kerjasama dengan universitas di negara lain. Ya seperti yang gw bilang kegiatan sama sistem di dalam stin itu kita gak tau, makanya jangan asal ngomong sembarangan.
 
belum paham intel gan.. xixixi..

untuk yang menggebu-gebu menjadi intel, liat ini :
"berani tidak dikenal, mati tidak dicari, berhasil tidak dipuji, dan gagal dicaci maki"

dah siap ente nerima paham itu??

jangan siap-siap sekarang ntar giliran menjalanin gak kiat trus kabur lagi.. xixixixi

menjadi intel itu anugrah dan bukan pilihan dari sebuah keinginan, tp itu lebih kearah takdir dan seleksi alam.. xixixixi

$%9@3$
 
pengen bgt masul stin dan ngebanggain orang tua w sendiri,serta pengen banget ngeruba negeri w ini menjadi yang lebih baik lagi dengan menggunakan otak bukannya otot dan gue pasti bisa
 
Mau nanya..!
Sebenarnya STIN itu sistemnya terbuka ato tertutup?
Saya membaca tulisan anda sepertinya STIN mengandung basis sistim militer frontal dan fanatisme?
 
masa inteligent dr kalangan sipil, udah gtu buka-bukaan lg.. harusnya dari kalangan militer/TNI, sperti central intelegency of agency, mreka merekrut calon agency dr akademi tentara amerika.., itu bru namanya intel!!!!!
 
masa intel dr kalangan sipil...
namannya INTELIJEN/INTELEGENCY... harus dr kalangan militer/TNI.., sperti Central Intelegency of Agency.., mreka mrekrutnya dari siswa siswi akademi tentara di Amrika
 
yang di atas , babakan madang sono . wah waktu bangunan belom jadi 100% sudah kesana.

sudah 3 kali kesono paling 2 ngobrol di post saja . Diskusi dengan bapak2 same tukang kebon. Pernah masuk kesana sama tukang ojek.

Mau keperpustakaan harus dapet ijin ga sembarangan.

ya sekolahan yang bagus para mahasiswanya langsing2 Tinggi tegap sering banyak tamu. pernah diundang silahturami tapi saya ga dateng

Semoga STIN mampu mencetak generasi muda menjadi Intelijen yang beriman . Amin
 
saya sangad setuju dengan tuLisan iniii. .
menarik bagi saya. .
dan seperti itulah yang sebenarnya harus dipikirkan oLeh meeka yang ingin mencoba STIN. .
 
STIN ya....hem......
tu bayi2 yang ngoment diatas, kalo kagak tau inelijen, mending belajar dulu dah buat ujian...pis
 
SAYA SANGAT SETUJU DENGAN URAIAN DIATAS
tahun 1999 saya di rekrut Badan Intelijen Negara yg pada saat itu msh BAKIN, krn memang benar2 tertutup sampai2 surat jalan/tugas senjata dll langsung sy terima dari Kepala pada saat itu di jabat Let.Jend (purn) Ari.J.Kumaat
maka dari itu saya aneh kalau ada Univ.Intelijen untuk apa? untuk gagah2an? biar semua org tau? Badan Intelijen mencari yg terbaik dr yg terbaik, bukan org yg melamar pake ijazah sprti di Pabrik2 yg butuh formalitas ijazah
 
Saya perna baca buku MOSSAD... disitu saya benar2 terkesima membaca kisa perjalan agent2 mossad tersebut. luarbiasa dan sangat profesional.
Setelah membaca buku tsb, saya benar2 termotivasi untuk menjadi agent rahasia seperti mereka. Dan akhirnya Saya menjadi agent tapi agent tiket pesawat :-) waktu itu haha.
BTW saya tinggal di Biak Papua(sebelumnya saya perna berada di Timika, Jayapura dan beberapa tempat di Papua) as you know in Papua has to much agent.
Saya perna mengenal beberapa Agen rahasia BIN dan BAIS. saya sebenarnya pingin seperti mereka tapi bagaimana caranya ya?? ada yg bisa meluruskan jalan ke sana?
(dfk)
 
setahu saya, seorang intelijen itu harusnya sangat2 rahasia, koq jadi ada sekolahnya yah... jadinya aneh aja... bukannya rekrut dan pendidikannya biasanya sesuai dengan tugas di lapangannya. jadi gak pake pend formal. dah bukan intel lagi dong namanya... xixixi maaf nih, cuma orang awam, jadi gak bisa nanggepin terlalu tinggi...
 
bukan murid yang mencri sekolah , tetapi sekolahla yang mencari murid( intelajen).
 
Yth,Pak SW
Sy adalah seorang pemerhati Intelijen
khususnya Intelijen Indonesia,setelah membaca beberapa sumber(buku,blog I-I,majalah) dan mencermati sikon IPOLEKSOSBUDHANKAM di Indonesia,,benar memang apa yg dicomment SW..dunia Intelijen Indonesia semakin amburadul..intelijen Indonesia hampir dipastikan sudah terkooptasi oleh oknum tertentu di luar koridor TUPOKSI Intelijen itu sendiri...tambahan lagi BIN mengalami mati suri....sy hanya bisa urut dada.kalo dah gini apa,dan siapa yg salah pak SW? Thx
 
Teman-teman kuliah saya banyak yang jadi intelijen, memata-matai saya karena kecurigaan mereka. Padahal tidak ada yang perlu dicurigai. Sehingga akibatnya, saya mendapat fitnah. Benar-benar tolol orang2 yang sok intelijen itu.
 
Teman-teman kuliah saya pada jadi intelijen, memata-matai saya karena keecurigaan mereka. Padahal tidak ada yang perlu dicrigai. Akibatnya, yang saya dapatkan adalah fitnah karena ketololan mereka.
 
Teman-teman kuliah saya banyak yang menjadi intelijen karena kecurigaan mereka terhadap saya, padahal tidak ada yang perlu dicurigai dari saya. Akibatnya, yang saya dapatkan adalah fitnah. Benar-benar tolol mereka itu. Saya tahu siapa saja yang memata-matai saya dan menyebarkan fitnah itu, dan juga mata-mata lainnya.
 
hehe Lembaga pendidikan intelejen.seharusnya dia tidak di publikasikan yoah,dan biasanya militer memilih sendiri siapa dari putra putri bangsa yang sanggup dan mampu serta bisa di percaya
 
Setiap institusi mempunyai sistem... Setiap sistem itu mempunyai kekebalan masing".., sebanyak apapun komentar, artikel, kritikus, komentator.. Tidak akan bisa merubah sistem.. Yang sudah ada, seperti contoh diinstitusi "★"..., semua itu ada aturan.. Untuk berkomentar pun ada aturannya.. Bercemin lebih baik dari pada "menunjuk".. Apa yg sudah anda lakukan selama ini untuk negara ini??.. Silahkan jawab sendiri..
 
Bidang ekonomi aja perlu intel, apalagi NEGARA...
Apapun jalannya yg jelas upaya profesionalisme harus dimulai, silakan bila ada ide perbaikan menuju kesempurnaan, yg pasti intelijen harus mampu menjadi salah satu masukan dalam pengambilan keputusan demi BANGSA & NEGARA
 
Intelijen adalah Ilmu dan Seni.
Tanpa Ilmu dan Seni itu tidak bisa dibilang Intelijen. Artikel cukup menarik, namun terlihat sekali bahwa itu merupakan ancaman buat dirinya. Saya salah satu orang yang memiliki hampir ratusan buku tentang Intelijen, baik dalam atau luar negeri. Yang saya cerna dari artikel ini bahwa pendidikan Intelijen tidak perlu dilakukan selama 4 tahun dan harus terbuka??
Apakah ini maksudnya membakar petasan ditangan??
Untuk yang tulis dan yang komen, saya ada pepatah yang sampai skrg msh saya utarakan apabila saya memberikan materi kuliah atau seminar-seminar, pepatah ini saya ambil di era pemerintahan John F Kennedy yang berbunyi "Don't ask what country can do for you, but what can you do for your country"
 
saya sng sekali atas tulisan bapak...tpi yg saya tau, sperti difilm2, agent intelegence itu mmang bnar2 rahasia, yg org2 diskitar'a pun tak tau. apakah ada, skolah itu, tpi mmang bnar2 rahasia? yg klau saya masih skolah, saya juga tetap skolah sperti biasa, tp trnyata jg ikut dlam skolah intel? saya mrasa, mgkn saya adalah yg paling kurang ilmu, n yg paling tdak pantas untk bisa ikut intel, tpi saya bnar2 ingin skali bisa ikut. stidak'a, saya bz mncoba'a...trima kasih bapak. tolong blas ke email saya obhyt_ta@rocketmail.com
 
jika, katakanlah, seorang pemuda yang sangat nasionalis dan mempunyai idealisme yang teguh tentang nasionalisme, ingin turut aktif berperan serta mengabdikan dirinya untuk negara ini secara langsung dalam bidang intelijen namun ia tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan, atau pun tidak memiliki pencapaian yang diharapkan. sehingga pemuda itu tidak mendapatkan kesempatan sama sekali untuk mendapatkan pendidikan secara formal dalam bidang intelijen maupun rekrutmen dalam bidang tersebut. masihkah ada kesempatan bagi pemuda nasionalis tersebut untuk berpartisipasi secara langsung dalam bidang intelijen?
 
Dunia inteligen indonesia tidak murni lagi untuk kepentingan bangsa dan negara, banyak digunakan dalam kepentingan politik, kelompok atau pribadi, bahkan data-data inteligen telah di perjual belikan untuk mencapai tujuan kelompok atau pribadi. kalau saja Inteligen bisa berfungsi semestinya maka kita tidak akan melihat lagi Ormas-ormas brutal yang membuat negara ini kehilangan muka karena mereka tidak menghargai aparatur hukum, seharusnya Inteligent bisa menyusup kedalamnya dan melakukan cara-cara inteligen utk memecah belah, bahkan yang akhir-akhir ini rame tentang NII tidak dapat dipetakan oleh inteligen kita.
mengingat anggaran Inteligen yang cukup besar sebaiknya ditata ulang sesuai dengan konsep awal Bpk Hendro pryono,

Merdeka
terima kasih


Mbah blorong
 
MI-6 dan MI-5 hanya menerima lulusan University of Cambridge dan University of Oxford. itu saja...baru 2005 sejak kebutuhan intel meningkat terutama untuk MI-5, mereka mulai beriklan dan menerima semua Universitas, ya tapi dengan catatan Univ Bagus.... nah Lembaga Intelijen kita mau nggak bikin kayak gitu biar berkembang luas, selain menyerap STIN juga hanya menerima lulusan UGM, UI, ITB, dan IPB,...lainnya tidak.... sebenarnya, kita ini mampu juga untuk menjadi seperti mereka, tapi kan kita tidak pernah dilatih...sekolahnya pun bayar....dengan orang tua yang variatif tingkat ekonominya....
intelligence is the game of minds, the rest is actions, begitu kata orang, dan memang benar setelah di lapangan saya (ecek-ecek) pernah merasakan juga that it is the game of minds, some are irrational, cannot be accepted by my healthy mind or possibly Ivy League's Mind....gitu....., itu sebelum saya patah tulang.....
 
Sy setuju dengan pendapat di atas,kebiasaan orang indonesia,mereka lebih gampang mengkritik dari pada menjalani nya..
Klo bisa kritik,harusnya bisa donk masuk BIN ato STIN?jgn cuma gede ngomong aja...

Di sisi lain,saya sendiri merasa aneh dengan kehadiran stin..
Kalo udah ada BIN,knp harus ada STIN?

Memang,kadang BIN pun mengambil seorang intelejen dari sipil,karena itu berpengaruh dari segi kehidupan,orang sipil yg jadi intelejen dengan satu kasus,itu lebih mudah mengkamuflase diri nya kepada lingkungan dari pada dari militer yg akan lebih mudah ketahuan..
Seperti kata pepatah "lebih mudah memasukkan ular ke sarang ular daripada harus memasukkan tikus ke sarang ular"..

Jujur saya lihat koment diatas,banyak dari mereka yg koment tidak tahu intelejen itu apa dan tidak bisa membedakan agen BIN dan intel.intel polisi..
Kalo masyarakat indonesia saja yg sekarang pintar ngomong tapi ga pernah bertindak dan tidak tau solusinya seperti apa,gimana indonesaia kedepannya nanti?
Mungkin aga jargon iklan rokok yg cocok buat orang indonesia "TALK MORE DO LESS"
 
saya rekrutan "Meyuhadim" tahun 2001, Saya memang kecewa dengan negara ini, namun hati saya tidak bisa lepas dari negeri ini ! satu hal yang perlu di "kritisi" sangat disayangkan rekruitmen model ini. saya bisa peroleh data rekruitmen pendidikan BIN dalam waktu 3 bulan.
 
menurut saya apa yang kalian utarakan diatas hanyalah argument yang tidak memiliki landasan. stin memang harus rahasia dan kita nggak tahu apa tujuan di buatnya universitas intelijen itu jadi jangan pernah menerka sesuatu yang kita nggak tau maksud dibaliknya. bagi yang berminat bulatkan tekat dan bagi orang yang hanya kesal dengan institusi tersebut jangan mencaci maki dan jangan mempengaruhi orang orang yang emang berniat buat masuk STIN.

saya dari siswa SMA TT, angkatan XVI
 
Gan, ibu ane dosen bahasa inggris di stin, beliau bilang kalo sebenernya stin itu sistem seleksinya terbuka, tp ktnya emg anak2 lulusan boarding school dan daerah non-dki lebih dominan (masih ada kkn juga sih katanya), dan sistem penerimaannya berbeda-beda waktunya setiap daerah, dan stigma ttg stin yg serba tertutup dan seba pro pemerintah bisa dibantah, banyak kok, yg masih ake fb (dengan nama asli, bukan nama agen) kritikus orde baru kyk Bpk. Anhar Gonggong buktinya kt ibu ane ngajar disana, cuman ya kayaknya emg aneh aja intel bisa qualified dalam waktu 4 tahun, dan terikat dinas BIN, )ane males gan, makanya ane mau ngejar jalur undangan di ui, hehehe
 
saya SANGAT BERMINAT untuk masuk STIN, tolong beritahukan informasi untuk saya, agar saya dapat MASUK ke STIN, karena saya sangat ingin masuk ke STIN.
tolong beri tahu saya bad_firestorm@yahoo.co.id
 
Saya yakin orang-orang yang membuat sekolah tinggi intel negara itu mempunyai alasan yang kuat untuk mendirikan sekolah itu. Dan mereka yang mendirikan pasti menpunyai OTAK di atas rata-rata manusia biasa. Untuk coment dan kritik yang tidak sedap itu sudah tak asing lagi di Indonesia ini....... So, jalan utk sukses pasti penuh kritik dan koment tidak sedap.
And last.... Please kirimin info tentang bagaimana cara mendaftar di STIN.
Seng e-mail to max_nugraha@yahoo.com.
 
Salah 1 "korban" STIN adlh spupu saya, yg waktu kls 3 SMA rela PP Jkt--Bdg-Jogja buat seleksi STIN yg akhirnya gagal.
Saya sebut "korban" karena mang dia habis2an buat ikut seleksi itu, ketika dia curhat betapa dropnya dia dg kegagalan ini saya jawab enteng "intelijen itu dunia yg sama2, orang yg ada di dalamnya itu karena takdir seleksi alam bukan karena ego menggebu yg sangat ingin menjadi bagiannya"

Old soldier never die, they just fade away
 
intel itu pintar tapi tdk menggurui..
tajam tapi tdk melukai...
cepat tapi tdk mendahului...
 
Asalamu Alaikum Bpak saya ingin berdiskusi sama bpak tantang Intel.
saya sudah serjana S-1 dibidang Teknik Sipil dan saya ingin ambil S-2 di bidang INTELIJEN.
jadi gimna menurut Bpak bisa tak.
satu lagi pak untuk menjadi seseorang Intel. resiko pa?
tolong krimkan email yg di bwah ni.

deercali@yahoo.com

trima kasih.
 
kak senopati wirang, mau e-mailnya doong yaa :) ty :)
 
Saat ini saya sedang dlm proses perekrutan BIN, meski saya antusias dgn hal ini terkadang saya merasa ada yg janggal dgn proses nya, cz latar belakang saya adl org sipil n blm memiliki keahlian bela diri n saya jg blm bsa memastikan org yg merekrut saya ini adl anggota BIN. apa mungkin ada sistem perekrutan seperti ini? mengingat bahwa di sekeliling terdapan inteljen gadungan. Saya menganalisa apa yg saya alami saat ini hanya ada 2 kemungkinan. Yg pertama adl saat ini benar bahwa saya memang sedang di pantau n di proses utk menjadi anggota dgn nama yg bkn nama asli saya, kabar nya nama itu adalah kode utk menerima akses kabar n berita dari saya. Kemungkinan yg ke dua, saya sedang mengalami proses pencucian otak dari org tersebut utk kepentingan kelompok tertentu. Saya tahu, baik kode nama n nama si rekruitment tdi harus di rahasiakan, mengingat masih ada kemungkinan yg pertama. Maksud saya menulis disini, berharap saya bsa mendapat petunjuk dari anggota intelijen beneran. Sudah tentu saya nanti nya akan menyaring petunjuk yang saya dapat dari media ini. Terima kasih atas perhatian nya.. Dari -mata kucing-
 
Ada kaitan nya aksi2 perampokan dgn aksi2 teror, apalagi aksi perampokan akhir2 ini begitu marak terjadi.. Ada kemungkinan besar uang hasil perampokan di gunakan utk dana teroris n pembelian senjata gelap.
 
hah.
 
Biar mau kyk gimana stin. Tetep bakalan nyoba msk sana. Udah terlanjur minatnya masuk sana. Urusan hal-hal lainnya itu resiko belakangan yang penting udah niat aja dulu buat masuk sana. Insyaallah pasti dapet jalan yang terbaik.
 
Lucu :)
 
Lucu
 
Lucu
 
keanggotaan badan intelijen sangatah rahasia bukan untuk di pamerkan,seberapa banyak anggotanya siapa yang tau,bagi yang berminat persiapkan dahulu mental,prinsip dan sumpah LEBIH BAIK PULANG NAMA DARIPADA GAGAL DALAM TUGAS sudah siapkah anda yan berminat
 
STIN..?? Intelijen dunia abu2,bermain diwilayah abu2..,Rekrutment dan pengkaderan personelpun seharusnya merupakan salah satu program proyek2 Rahasia Negara.
 
Dunia Intelijen adalah dunia abu2..,bermain diwilayah abu2..seharusnya rekruitment dan pengkaderan personel intelijent(BIN),merupakan salah satu proyek rahasia negara..,STIN..?
 
Assalamualaikum
"MOHON DI BACA BAIK-BAIK"
Saya emang belum tau banya tentang Intelejent, namun saya pernah bertemu beberapa Intelejen Asing Di Indonesia Khususnya di Papua, ternyata yg mengurus kasus disana bukan cuman intelejen local, pihak intelejen asing juga turun tangan salah satunya ICPO badan Interpol Dunia, mereka menjalankan tugas karena murni mengabdi pada negara, berikut adalah motto Intelejen sebenarnya
”Jika berhasil (menjalankan tugas) tidak dipuji, Jika gagal dalam tugas akan dicaci maki, Jika hilang tidak akan dicari, Jika tertangkap harus berani bungkam klau nggak bunuh diri, Dan jika mati tidak ada yang mengakui.”
baca baik-baik di atas
memang ada benak di hatiku untuk menjadi seorang Intelejen, tp percuma, mending jadi pengusaha sukses hehehe.
sekali lagi "Sekolah Tinggi Intelejen Negara" tidak pernah membuka pendaftaran secara terbuka, bahkan mereka yang mencari Murid yang terbaik dari yang terbaik.
Dan hal keras yang harus anda ingat "JANGAN PERNAH SEKALI-KALI ANDA MEMALSUKAN ATAU MENGANGGAP DIRI ANDA INTELEJEN JIKA ANDA BUKAN INTELEJEN, KARENA BANYAK PIHAK INTELEJEN LOKAL ATAUPUN ASING YANG HAUS AKAN INTELEJEN BERKELIARAN DI INDONESIA KHUSUSNYA INDONESIA TIMUR, JIKA ANDA KETAHUAN OLEH MEREKA KARENA ANDA BUKAN INTELEJEN, MAKA ANDA AKAN TERKENA SANKSI YANG BERAT, "INGAT , INTELEJEN BUKANLAH PERMAINAN""
jika ada yang ingin tau lebih bayak tentang bidang Analys email me
icpo010@live.com
BUKAN INTELEJEN
 
aq siap direkrut jadi intelijen negara.....
 
Saya Hanya Pengamat, kenapa Berpagar Institusi Pendidikan yang berwarna Kecerdasan dan insting?

sudah benar-benar matikah Nasionalisme anak-anak bangsa ini?

setelah selesai Pengkotakan Wilayah Bernama Negara dan bangsa kemana perginya Manusiawi, apakah yang ada hanya cuma Hutan?

apakah ancaman keamanan dan kstabilan alam ini datang dari pengkotakan wilayah bernama "NEGARA"?

Haruskan Amerika, Arab, Indonesia,CHINA dan negara-negara lain menjadi sebuah pengkotakan Wilayah? jika seperti ini kita tidak beda dengan Harimau di hutan.

Kemana Tujuan Pengkotakan Wilayah demi mempermudah pengamanan sehingga manusia bisa tersenyum menjalani hidupnya?
 
Pembual seperti anda tak kan mengerti !70-an dilatih CIA? 80-an pernah menyaksikan sistem pendidikan di Mossad!? Anda ini dungu apa
 
menurutku gampang saja kalau mau bener2 menjaring SDM inteligen yg bagus.

* Cari yang berpotensi (misal syarat masuk STIN mesti bisa memecahkan suatu permasalahan yang berkaitan dengn inteligen)

* STIN menurutku sama saja dengan skill karbitan, coba cari bakat yang alami dari putera-puteri indonesia. pasti bila diasah bisa lebih tajam lagi.
 
sobat bloger,, banyak dari kita yg justru awam dengan istilah intelijen dan sekolahnya sendiri, yang jelas, mau bagaimanapun indonesia amburadul, bukan berarti kita malah menjatuhkan usaha indonesia melahirkan generasi melalui sekolah STIN ini. cukup di dukung saja sudah berarti kita sadar dan bangga thd bangsa dan negara indonesia, buat yg ngejatuhin, silakan saja pindah kewarganegaraan, gak sadar kita sudah besar, makan, tidur di Indonesia. makanya cukup dukung, tak perlu dijatuhkan. bagaimana bisa semakin maju malah kalo kitanya sendiri tidak ada support. dan yg ga tau masalah intelijen cukup silent aja, namanya STIN skolah intel adalah skolah tertutup yg calon mahasiswanya (S1 =sekarang) yang direkrut hny berdsr skolah2 yg berkualitas dng siswa sma yg berkualitas pula. :) :) :)
 
bgaimanapun pendapat setiap org psti brbeda2.. namun yg utama diperlukan adlah sosok2 yg nantinya bisa mmbuat perubahan ke arah yang lebih baik. perubahan yg besar tdak akn ad tnpa niat dari diri sndri. blm tentu mengikuti arus yg ada akn mmbawa k jalan baik, namun bgaimana caranya seorg intelejen mnjdi tau semua hal tnpa sebaliknya seorgpun tahu dn bgaiman dy dpat merubah dunia dgan kondisi sperti tiada jasad d dunia ini.
 
Sayang sekali, saya sangat menyukai pekerjaan di balik layar. Bahkan saya tidak punya keterikatan terhadap apapun dan pada siapa pun. Dan saya pun tidak punya kenangan ataupun kisah hidup. Sejujurnya saya sangat tertarik bergabung dalam suatu organisasi rahasia. Karena mungkin disanalah kehidupan saya yg sebenarnya. Seumur hidup tanpa dikenal dan mati pun hanya samaran.
 
:-)
MRF
 
kalo menurut ane nih gan..kenapa sekolah agen kita, aau badan agen negara kita hancur lebur,..saya berani jamin!..agen mossad udah masuk dan menjadi petinggi..makanya agen kita tidak profesional,..kinerjanya di perjelek dan mungkin identitasnya mudah terbongkar dan sebagainya...
agen mossad dan CIA bukan main main...mereka adalah orang yang sangat! sangat ,saangat jeniusss!
saya yakin di indonesia knp korupsi dan moral pejabat sangat rusak...karena ada agen dari mossad..saya yakin itu.,.. andi harus baca kisah agen mossad yang mati di gantung..nanti anda semua akan mengerti mengapa saya katakan korupsi da kerusakan moral ada hubbungan dengan dunia perAgenann..
 
Sy seorang pelajar SMA kls 3 yg ingin skali masuk intel bkan krna alsan apapun,melainkan krna rasa cinta sy pd negara.dngan membaca koment2 di atas,sy smakin termotivasi untk belajar,trimakasih tlah mmberikan sy smangat belajar.suatu saat nanti,sy akan menjadi seorang pemimpin !!
SATYA KU,KU DHARMAKAN,DHARMA KU,KU BAKTIKAN
KOTA BIMA BERTEMAN,DAMAI NEGARA KU.
SALAM PRAMUKA !!!
 
Maaf, bagi yang tidak tahu tentang BIN, tolong dengan hormat jangan seakan tahu menahu tentang badan ini. STIN di dirikan untuk membangun bangsa dan ini juga agar lebih maju kedepan. sekedar info bahwa banyak anggota Badan Intelejen Negara yang masuk universitas negri di indonesia dengan tujuan melihat dan memacu perkembangan pendidikan di indonesia. bukan hanya sebagai cendikiawan perang. contohnya seperti waktu terahir ini, sebanyak 2 anggota BIN lolos di sekolah penerbangan surabaya. dan sebagian universitas bagian timur indonesia.
trims

G-114
 
Maaf, bagi yang tidak tahu tentang BIN, tolong dengan hormat jangan seakan tahu menahu tentang badan ini. STIN di dirikan untuk membangun bangsa dan ini juga agar lebih maju kedepan. sekedar info bahwa banyak anggota Badan Intelejen Negara yang masuk universitas negri di indonesia dengan tujuan melihat dan memacu perkembangan pendidikan di indonesia. bukan hanya sebagai cendikiawan perang. contohnya seperti waktu terahir ini, sebanyak 2 anggota BIN lolos di sekolah penerbangan surabaya. dan sebagian universitas bagian timur indonesia.
trims

G-114
 
saat orang lain mengetahui kita seorang intel, saat itu artinya sudah tidak ada lagi kualitas kita sebagai seorang intel. intel, bukan untuk dibanggakan, itu tentang negara dan diri sendiri, siap untuk apapun, diam.. tapi bergerak, ada... tapi tak ada. bahkan orang tua sekalipun, seharusnya tidak mengetahui kita itu seorang intel, karena kita tidak pernah tau, tidak pernah bisa mengontrol, kepada siapa saja mereka akan bercerita tentang status kita.
 
Slm sy Sangat priHatin meliHat kndisi bangsa ini dg Kelumpuhan generasi muda dan Salah 1 faktorx adalah NArkobA, kekerasan, sehIngGa terketUk pintU hati Ingin mengaBdi kpd negara ini, mhn ptnjuk Hormatq
 
taukah anda jika prekrutan di BIN
itu dari berbagai cara, saya melihat STIN dikategorikan sebagai institusi tempat menempuh ahli struktural di institusi BIN, bisa disamakan dengan AKPOL/AKMIL yang akan menjadikan lulusannya perwira/bukan orang lapangan, di website bin juga disebutkan pencarian anggota bin ada juga dari perorangan JIKA MEMENUHI PERSYARATAN TERTENTU, mungkin yang dari sini yang akan dijadikan orang lapangan, sebab saya pernah mendegar cerita dari orangnya langsung yang diajak bergabung dengan bin, namun menolak karena tau tanggung jawab yang akan diterima besar, bayangkan jika anda harus putus kontak dari keluarga anda, kalau tidak salah yang mengajak merupakan agen lapangan namun ia beroperasi luar negri mungkin rusia, dan hanya sesekali pulang, sebab ketika orang yang diajak tersebut diajak masuk ke kamarnya di dalam sangat banyak buku berbahasa rusia yang tersusun rapi, tapi ketika ditanya dimana dia kerja, dia hanya bilang kalau dia bekerja di tambang minyak lepas pantai.
 
Ah.. Sepertinya menarik.

Tapi walaupun saya berminat masuk di sekolah intelijen ini mungkin bakal sia-sia saja. Ada berbagai macam jalan untuk mengabdi pada negara, tidak hanya dengan menjadi seorang Intelijen Negara yang kemungkinan besar hanya dibesar-besarkan keberadaannya.
Ini Indonesia, bung. Pikirlah.
 
Apapun yg dibuat negara utk bangsa ini patut kita hargai. Jika satu saat anak2 bangsa yg dihasilkan oleh STIN ini berhasil membuat dunia intelijen kita bermutu, itu pasti bhakti dari org2 yg mendirikannya, tak ada hal yg baik lepas dari kritik, maju trus STIN
 
menurut saya : STIN dibuat oleh arsiteknya dg maksud bahwa seorang anak muda lulusan SMA itu pemikirannya masih polos sehingga mudah utk diisi doktrinasi & dogmatika2, beda halnya dg lulusan PTN/PTS atau mantan seorang Tentara/Polisi, yg isi kepalanya sudah penuh dg Rimba raya birokrasi, materi akademisi, & Praktisi...sehingga sulit utk diintuisi secara mendasar.
 
Brooo bro, coba gunakan akal pikiran dan rasio anda dgn benar. Mana ada dunia intelijen yang terbuka? Rekrutmen pun tertutup, apalagi dalam pendidikan serta tugasnya. STIN bukan dibawah naungan DIKNAS bro.
 
Memang tertutup, orang tahu tentang STIN, tapi mereka tidak akan tahu tentang sistem pendidikan nya seperti apa. Apa2 saja yang didapatkan saat pendidikan di STIN. Dan bagaimana mereka bekerja setelah lulus kelak.
 
Intel bukan hanya dari stin tapi direkrut tersendiri oleh intel pula, kadang anda tdk tau di sekitar anda semua adalah intel, intel itu organisasi yg luas apa lagi di indonesia bukan hanya 1 tempat tapi banyak bahkan ada yg swasta pula namun cara kerjanya tersendiri dari negara dan tentu saja keselamatan itu di tanggung sendiri, yg benar berminat menjadi intel di fikirkan baik2 dulu karena anggota keluarga juga menjadi ancaman tersendiri ... (Cttn :apalagi di indo banyak teroris)
 
Dengan di bentuknya sekolah STIN membuat keyakinan bahwa meskipun dunia Intelijen tertutup tetapi masih harus diikuti dengan perkembangan pengetahuan yang di ambil dari sekolah Intelijen sehingga bisa selalu update hanya saja yang menjadi pertanyaan apakah lulusan yang sudah berkecimpung di dunia Intelijen sudah di analisa dan diberikan tambahan pengetahuan untuk sekian bulan setelah bertugas secara rutin serta pembekalan dengan evaluasi untuk mengantisipasi kenyataan terbaru baik sistem maupun tugas yang akan diterimanya baik yang di tempatkan di beberapa tempat strategis.Mungkin Bapak Senopati bisa memberikan sedikit gambaran.
 
selamat malam , ma'af sebelumnya saya "Natasya" menurut saya menjadi seorang intelgen itu harus penuh dgn kerahasian dan cerdas mengambil kata" atau tindakan secara spontan saat bersosialisasi dgn masyarakat mengenai kerahasiannya . Tapi yg sering saya temui adalah ma'af para inteljen belagu,mereka dimana" mengakui siapa identitas dirinya yg sebenarnya dan perilakunya juga seenaknya . Dlm pikiran saya jika benar inteljen itu harus pandai jaga kerahasian mengapa isi otak dan perilakunya sperti itu ? Tdk sesuai dgn ilmu yg mreka dpt ! Karena cukup mengerti mengenai dunia inteljen,saya sempat brfikir untuk mengikuti pelatihan Intelgen tapi yg ada kluarga besar saya marah" kepada saya dan melarang saya oppa . Xie xie
 
maaf numpang tanya buat kakak kakak yang sudah mengerti tentang STIN dan kalo bisa minta tolong untuk dijelaskan sekalian, ini topiknya agak geser dikit, juga nantinya bisa buat referensi saya dan mohon di maklumi kalo saya belum mengerti tentang STIN ?
pertanyaannya :
1) bagaimana sih prospek kerja STIN setelah lulus pendidikan selama 4 tahun itu ?
2) cuma ber-angan aja kak, kalo ikut pendidikannya saja lalu setelah mengikuti pendidikan itu kita nyari pekerjaan lain dengan alasan ikut pendidikan STIN itu sebagai wawasan intelijen saja itu boleh tidak ?
Terima Kasih
 
saya "M.HABIE FIRDAUS" minat dan tujuan saya untuk mengabdi di bidang intelegen, melalui Sekolah tinggi Integen negara (STIN) saya harap bisa memaksimalkan potensi saya (y)
 
Sebenarnya Amerika, Israel, Jepang punya sekolah intelijen. Cuma perekrutannya (yang saya tahu) dari lulusan S1.
Dulu yang terkenal sekolah intelijen Jepang, Nagano school of Inteligent. Mungkin setelah S1 baru sarjana akademik bukan profesi. Seperti sarjana kedokteran ..gitu.
 
sudah dibuka pendaftaran 2014 buka:
http://www.stin.ac.id/
 
mau tanya min, apakah perlu Pendaftaran Online ?
khan dari sekola langsung disuruh kirim Administrasinya lewat Kantor POS, lalu kalau tidak melakukan Pendaftaran Online apakah tidak bisa ikut Test Seleksi & mendapatkan User Accountnya ?
Terima Kasih
 
This comment has been removed by the author.
 
dlu kami d rekrut dr lapangan sekarang kami hanya aset yg d tinggalkan,,, dmi negara kami siap ditinggalkan,,
 
apakah generasi muda indonesia yang salah ingin bercita-cita untuk menjadi seorang intelijen negara? tidak kan? jadi tetap berikan semangat untuk para generasi muda untuk masuk intelijen dan seharusnya sistem dalam STIN yang harus diubah agar generasi muda bisa menjadi intelijen yang berebobot,baik,dan pastinya menjadikan indonesia yang lebih baik.
 
Artikel tsb sungguh menarik minat saya..

 
Bagaimana anda bisa tahu dan "mengidentifikasi" serta berpikir bahwa lulusan STIN skrg jg akan mengikuti sindrom intel melayu yg dilakukan pendahulunya? Seiring berjalannya waktu, pemuda pemudi terbaik lulusan STIN pasti sadar apa yg hrs dilakukannya berdasarkan insting mrk. Semoga semua kritikan disini bisa memperbaiki kinerja intelijen indonesia dan mengubah pandangan masyarakat ttg dunia intelijen
 
hahahaha
berhasil tak di puji
gagal di maki
mati tak di anggap
itu jargon intelijen x))
brain wash,kerjaan tangan kotor politikus busuk,dan akan di musnahkan jika program gagal

gaji standar PNS golongan 2D
cuma menang license kill doang?

itu intelijen apa pembunuh bayaran yg nyaru abdi negara??

pikir lagi lah
 
yang namanya orang gini sejatinya gk butuh ijazah dan gaji, hanya butuh fasilitas untuk menyelesaikan misi.
 
Sangat Setuju....
Seharusnya BIN (Badan Intelejen Negara) tidak membuat STIN sebagai lembaga seperti Universitas pada umumnya yang bahkan menerapkan Pendidikan Tertutup serta penerimaan SMA.

seharusnya BIN merekrut Individu dengan Berbagai kharakter dan kemampuan dari berbagai Universitas, lalu kemudia 'Dipoles' oleh STIN untuk bekal sebagai INTELEJEN. sehingga mereka mampu berbaur kembali dengan masyarakat sebagai COVER dirinya, sambil bekerja sebagai agen.

Jika dari SMA sudah ditentukan... Asing sudah mencatat calon2 tersebut, untuk bisa diwaspadai di kemudian hari.
 
Di di central intelegency agency (CIA) juga mempunyai sekolah seperti STIN namanya CIA university
 
Inteligen dan pendidikannya adalah urusan pemerintah. Bukan urusan swasta yg dengan segala visi misi nya. Tetapi mempunyai agenda lain. Intelegen bukanlah pekerjaan biasa. Yg dapat dipelajari dalam 4 thn. Apa apa an ini!!!! Penyesatan, pencitraan, uang atw apa dibalik ini semua?? Saya sendiri tidak tau. Yg jelas tidak pada tempatnya universitas ini berdiri.
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters

Online Users
Tweet



Facebook Google Digg Reddit Pinterest StumbleUpon Email