Sunday, June 13, 2010
Alternatif Arah Pemikiran Blog I-I
Sebuah komentar yang sangat berarti dalam turut serta menjaga kredibilitas dan manfaat positif Blog I-I saya baca pagi ini. Kurang lebih intinya adalah berupa saran agar Blog I-I lebih mengarah pada problem solving daripada kritik yang dapat menyinggung atau mengganggu atau menyakiti orang.
Saran tersebut sangat menarik dan patut mendapatkan perhatian dari seluruh sahabat Blog I-I.
Sebagai respon awal, saya akan mengerem tutur kata dan analisa Blog I-I serta akan mencoba untuk memformulasi jalan terbaik dalam mendorong kemajuan Indonesia Raya.
Kepada seluruh sahabat Blog I-I, diharapkan dapat menyampaikan pandangan baik secara terbuka dalam bentuk komentar, maupun secara tertutup langsung kepada saya.
Salam
SW
Saran tersebut sangat menarik dan patut mendapatkan perhatian dari seluruh sahabat Blog I-I.
Sebagai respon awal, saya akan mengerem tutur kata dan analisa Blog I-I serta akan mencoba untuk memformulasi jalan terbaik dalam mendorong kemajuan Indonesia Raya.
Kepada seluruh sahabat Blog I-I, diharapkan dapat menyampaikan pandangan baik secara terbuka dalam bentuk komentar, maupun secara tertutup langsung kepada saya.
Salam
SW
Labels: Blog I-I
Comments:
Links to this post:
<< Home
benar sekali, saya sangat setuju dengan hal ini. saya rasa sudah saatnya blog I-I menjadi sebuah sarana yg menyajikan sebuah "jalan keluar"bagi permasalahan yang ada. saya juga merasa kebanyakan dari elit di Indonesia juga sudah bebbal untuk mendengar kritik-kritik yang pedas yg pernah tersajikan di sini..saatnya masyarakat Indonesia mendapat pembelajaran yang baik
K.B
K.B
alangkah baiknya jika Pak SW tetap memberikan analisis mendalam sebagai referensi untuk mengundang diskusi lbih mendalam dan meramaikan forum ini, namun tetap memperhatikan kaidah mana yg merupakan subjektif/hemat penulis dan mana yg merupakan objektif, teori, dan data.
pakde seno...saya setuju dengan anda
lebih baik kita rendah hati dengan tidak merendahkan diri...
problem solving lebih bermanfaat daripada saling mencela...
Sesungguhnya dibalik kesulitan pasti ada kemudahan...
sesuatu yang tidak bisa kita pungkiri adalah hati nurani..
Tetap Berilmu,Beramal,dan Ikhlas..
lebih baik kita rendah hati dengan tidak merendahkan diri...
problem solving lebih bermanfaat daripada saling mencela...
Sesungguhnya dibalik kesulitan pasti ada kemudahan...
sesuatu yang tidak bisa kita pungkiri adalah hati nurani..
Tetap Berilmu,Beramal,dan Ikhlas..
tidak ada kata tua dalam belajar….
buku adalah jendela ilmu, pintunya adalah membaca
membaca adalah guru yang terbaik
membaca buku
membaca alam
membaca lingkungan
membaca perubahan
membaca tubuh
membaca pikiran
maka bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan
buku adalah jendela ilmu, pintunya adalah membaca
membaca adalah guru yang terbaik
membaca buku
membaca alam
membaca lingkungan
membaca perubahan
membaca tubuh
membaca pikiran
maka bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan
@z-man: setuju, yg lain juga setuju.
poblem solving bagus, kritik juga tidak apa-apa, namanya kritik sudah pasti tidak enak walaupun bahasanya halus, yang enak itu pujian.
kita juga pasti akan dikritik dalam posisinya masing2, ini alami , memangnya kenapa ?
pendapat saya tidak ada yang salah disini, Teruskan menulis !
poblem solving bagus, kritik juga tidak apa-apa, namanya kritik sudah pasti tidak enak walaupun bahasanya halus, yang enak itu pujian.
kita juga pasti akan dikritik dalam posisinya masing2, ini alami , memangnya kenapa ?
pendapat saya tidak ada yang salah disini, Teruskan menulis !
Maaf saya memberi informasi dengan cara seperti ini.
Saya sangat prihatin dengan sistem pertahanan di negara ini sekarang. Entah kepada siapa saya melaporkan. Kepada pemimpin, bukanlah hal yang baik. Kepada publik, masyarakat Indonesia terlalu pemaaf dan cepat lupa dan menjadi bumerang bagi saya.
Sejak beberapa tahun terakhir, di Angkatan Darat dikumandangkan bahwa tidak boleh ada lagi "titipan" dari manapun bagi tentara/perwira yang akan naik pangkat kecuali oleh pucuk pimpinan.
Dari pernyataan itu, secercah harapan muncul dari pernyataan itu. Namun pada prakteknya sangat jauh.
Saya melihat, kiblat bertuju pada seseorang yang bertempat di Banjar Wijaya Tangerang dimana merupakan orang yang tidak dalam organisasi AD namun pengaruhnya sangat besar disana.
Bagi siapa yang tidak suka kepada bintara atau perwira, tinggal menghadap dan merengek-rengek agar mendapat simpati. Niscaya, musuh tersebut langsung dipindahkan.
Yang dibutuhkan disana hanyalah kesetiaan dan kekompakan kelompok mereka. Setiap hari disana selalu saja ada bintara sampai perwira berbintang, bercanda dan berbicara hal-hal busuk yang tak sepantasnya diucapkan.
Sangat dikhawatirkan kedepan, AD menjadi bubur. Dimana pemimpin-pemimpin masa depannya tidak memiliki kemampuan dibidang yang mereka tempati.
saya tidak dapat menjabarkan lebih jauh lagi agar kerahasiaan saya tetap terjaga. salam
Saya sangat prihatin dengan sistem pertahanan di negara ini sekarang. Entah kepada siapa saya melaporkan. Kepada pemimpin, bukanlah hal yang baik. Kepada publik, masyarakat Indonesia terlalu pemaaf dan cepat lupa dan menjadi bumerang bagi saya.
Sejak beberapa tahun terakhir, di Angkatan Darat dikumandangkan bahwa tidak boleh ada lagi "titipan" dari manapun bagi tentara/perwira yang akan naik pangkat kecuali oleh pucuk pimpinan.
Dari pernyataan itu, secercah harapan muncul dari pernyataan itu. Namun pada prakteknya sangat jauh.
Saya melihat, kiblat bertuju pada seseorang yang bertempat di Banjar Wijaya Tangerang dimana merupakan orang yang tidak dalam organisasi AD namun pengaruhnya sangat besar disana.
Bagi siapa yang tidak suka kepada bintara atau perwira, tinggal menghadap dan merengek-rengek agar mendapat simpati. Niscaya, musuh tersebut langsung dipindahkan.
Yang dibutuhkan disana hanyalah kesetiaan dan kekompakan kelompok mereka. Setiap hari disana selalu saja ada bintara sampai perwira berbintang, bercanda dan berbicara hal-hal busuk yang tak sepantasnya diucapkan.
Sangat dikhawatirkan kedepan, AD menjadi bubur. Dimana pemimpin-pemimpin masa depannya tidak memiliki kemampuan dibidang yang mereka tempati.
saya tidak dapat menjabarkan lebih jauh lagi agar kerahasiaan saya tetap terjaga. salam
Ibarat perumpamaan sapu-lidi, bersatu dalam satu ikatan. Smoga tulisan kedepan bisa memberikan banyak masukan dan pencerahan buat kita semua menuju perbaikan.
Semoga tetap semangat dalam menulis/berbagi pada blog ini. Salam hangat dari kita-kita di afrika.
Semoga tetap semangat dalam menulis/berbagi pada blog ini. Salam hangat dari kita-kita di afrika.
berarti atau tidak, bagi sebagian warga bangsa, perwajahan kalimat bernegara dalam blog ini ada manfaatnya. lantas yang menjadi persoalan adalah NETRALITAS YANG BERLEBIH dalam statement-statement yang ada di blog ini, lebih lebih di FB.
menjadi harapan kiranya idea pembelajaran itu segera dikerucutkan. ataukah mungkin sikap dan watak berani karena benar sudah mulai tergerus oleh anasir kepentingan.
begitu mudah manusia membuat kata renungan, tanpa bersedia untuk menjadi kepanjangan tangan atas nilai renungan yang ia temukan. ATAU MUNGKIN kita semua sudah KALAH. WALLOHU'ALAM.
menjadi harapan kiranya idea pembelajaran itu segera dikerucutkan. ataukah mungkin sikap dan watak berani karena benar sudah mulai tergerus oleh anasir kepentingan.
begitu mudah manusia membuat kata renungan, tanpa bersedia untuk menjadi kepanjangan tangan atas nilai renungan yang ia temukan. ATAU MUNGKIN kita semua sudah KALAH. WALLOHU'ALAM.
Saya mau menyampaikan fakta terbaru yang saya temui di bidang saya. ternyata bukan hanya pihak pemimpin kita yang ada menyalahi wewenangnya. yang saya khawatirkan, ada upaya terselubung pihak tetangga mengorek data pemerintah dan militer lewat tes masuk ke negaranya. mohon maaf, tulisan saya agak kurang jelas. karena saya juga berhati2 menulis takut salah. tapi saya menjadi saksi nyata, militer asing sudah masuk ke kampus2 di Indonesia. harap dicermati, dari A27S orang yang sangat peduli dengan nasib bangsa Indonesia di bidangnya sendiri. Salam kenal. kalau memang postingan tidak pantas untuk tidak diposting saja, cukup dibaca dari pak de SW
Post a Comment
Links to this post:
<< Home
