Friday, August 19, 2011
Indonesia 66 Tahun
Banyak sekali catatan perjalanan Indonesia selama 66 tahun dalam cahaya keberhasilan maupun dalam gelapnya kegagalan sebuah Republik yang modern dan demokratis. Walaupun saya sudah agak bosan dengan berbagai ketidakseriusan dan lemahnya Pemerintah Indonesia sekarang, namun setiap kali memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih selama beberapa menit seraya menyanyikan lagu Indonesia Raya, tak kuasa air mata dan sesaknya hati ini mendorong untuk menulis kembali untuk seluruh sahabat Blog I-I dan khususnya adik-adik generasi muda Indonesia yang akan mewujudkan Mimpi Indonesia Raya di masa mendatang.
Catatan perjalanan sosial bangsa Indonesia maju-mundur, tarik-ulur, bebas-tertahan, tumpang-tindih, dan senantiasa ramai dengan perdebatan tanpa ujung pangkal yang menyebabkan kita lupa akan siapa diri kita dan bagaimana kita akan memproyeksikan masa depan kita sebagai satu bangsa yang bermartabat dari Aceh hingga Papua. Masing-masing kita sibuk dengan urusan-urusan kecil mulai dari urusan pribadi, keluarga, kelompok, partai, dan berbagai hal yang sama sekali tidak menyentuh urusan nasional tentang identitas kebangsaan Indonesia yang dinamis (dapat menguat dan dapat pula melemah ikatannya). Tanpa mengurangi rasa hormat dan tanpa kepentingan apapun, saya berani menegaskan di sini bahwa hal ini adalah keterlupaan terbesar dari Pemerintah Indonesia yang cenderung mengabaikan pentingnya persaudaraan Indonesia Raya yang setara (non-diskriminatif), vitalnya semangat patriotisme bela negara dari Aceh hingga Papua, penghargaan kepada keberagaman/multibudaya yang menjadi ciri utama bangsa Indonesia, serta ketiadaan program-program yang menyadarkan seluruh rakyat Indonesia tentang esensi menjadi bangsa Indonesia.
Saya melihat tidak ada sedikitpun upaya untuk mengeratkan secara terus-menerus hubungan antar elemen bangsa yang berbeda dalam semangat persatuan dan kesatuan yang saling menghormati. Kurangnya kesadaran untuk memliki empati terhadap sensitifitas dalam hubungan antar masyarakat yang berbeda baik dari suku, agama, ras maupun golongan yang diperburuk lagi dengan lemahnya penegakan hukum yang menjunjung tinggi rasa keadilan. Pemerintahan Orde Baru setidaknya memiliki mekanisme pukul rata dengan mengharamkan perdebatan SARA dan memukul siapapun yang memancing kegaduhan sosial dari masalah SARA. Pemerintahan Reformasi tampak sama sekali tidak memiliki pijakan yang kuat dalam mendorong terciptanya suasana tertib sosial karena ketiadaan pegangan yang kokoh di masyarakat. Apa yang selama ini terjadi adalah pemaksaan-pemaksaan oleh kelompok (yang lebih kuat) kepada kelompok (yang lemah) atau terjadinya berbagai manuver kelompok untuk menguasai atas nama demokrasi, dimana hasil akhirnya bukan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat, melainkan untuk kepentingan golongan.
Akibatnya adalah semakin rusaknya tatanan hubungan sosial yang tercermin dalam berbagai aksi kekerasan di masyarakat. Terorisme, tindak kekerasan kepada kelompok minoritas, aksi kekerasan kepada kelompok marjinal yang berbeda secara politik sangat sering terjadi meskipun Indonesia telah demokratis, mengapa demikian? jangan-jangan kita sesungguhnya belum demokratis. Demokrasi membuka ruang yang luas untuk kebebasan setiap elemen bangsa dalam mengekspresikan aspirasinya baik melalui koridor pemilihan para wakil rakyat dan pemimpin bangsa (pemilu), maupun dalam bentuk tuntutan dan aksi demonstrasi. Aksi yang ekstrim adalah terorisme dan berbagai aksi kekerasan lainnya seperti gerilya separatisme yang sudah sewajibnya direspon dengan penegakkan ketertiban sosial baik oleh Polisi maupun TNI serta juga pendekatan hukum yang tegas melalui proses peradilan. Hal yang sama seharusnya juga berlaku untuk aksi kekerasan terhadap kelompok minoritas, dimana penegakan hukum harus sungguh-sungguh dilakukan.
Perjalanan sosial bangsa kita juga mencatat penyakit-penyakit yang parah dalam berbagai kasus korupsi di tingkat nasional maupun daerah. Sementara kemiskinan, tingkat pendidikan dan pelayanan kesehatan yang buruk masih menghantui perjalanan bangsa Indonesia. Pada sisi lain, kelompok menengah dan profesional tampak terlalu over confidence karena mereka relatif berada posisi yang diuntungkan dalam strata sosial dan seringkali lupa untuk sejenak menengok ke bawah membangun kembali ikatan-ikatan sosial lintas strata sosial yang hanya bisa dilakukan melalui kesamaan jati diri kebangsaan Indonesia dengan kesetiakawanan yang sejati. Mereka sibuk dengan dirinya sendiri atau kelompoknya dan menggagas jalan elitis yang cenderung mengabaikan pentingnya gerakan yang lebih merakyat.
Bersambung
Catatan perjalanan sosial bangsa Indonesia maju-mundur, tarik-ulur, bebas-tertahan, tumpang-tindih, dan senantiasa ramai dengan perdebatan tanpa ujung pangkal yang menyebabkan kita lupa akan siapa diri kita dan bagaimana kita akan memproyeksikan masa depan kita sebagai satu bangsa yang bermartabat dari Aceh hingga Papua. Masing-masing kita sibuk dengan urusan-urusan kecil mulai dari urusan pribadi, keluarga, kelompok, partai, dan berbagai hal yang sama sekali tidak menyentuh urusan nasional tentang identitas kebangsaan Indonesia yang dinamis (dapat menguat dan dapat pula melemah ikatannya). Tanpa mengurangi rasa hormat dan tanpa kepentingan apapun, saya berani menegaskan di sini bahwa hal ini adalah keterlupaan terbesar dari Pemerintah Indonesia yang cenderung mengabaikan pentingnya persaudaraan Indonesia Raya yang setara (non-diskriminatif), vitalnya semangat patriotisme bela negara dari Aceh hingga Papua, penghargaan kepada keberagaman/multibudaya yang menjadi ciri utama bangsa Indonesia, serta ketiadaan program-program yang menyadarkan seluruh rakyat Indonesia tentang esensi menjadi bangsa Indonesia.
Saya melihat tidak ada sedikitpun upaya untuk mengeratkan secara terus-menerus hubungan antar elemen bangsa yang berbeda dalam semangat persatuan dan kesatuan yang saling menghormati. Kurangnya kesadaran untuk memliki empati terhadap sensitifitas dalam hubungan antar masyarakat yang berbeda baik dari suku, agama, ras maupun golongan yang diperburuk lagi dengan lemahnya penegakan hukum yang menjunjung tinggi rasa keadilan. Pemerintahan Orde Baru setidaknya memiliki mekanisme pukul rata dengan mengharamkan perdebatan SARA dan memukul siapapun yang memancing kegaduhan sosial dari masalah SARA. Pemerintahan Reformasi tampak sama sekali tidak memiliki pijakan yang kuat dalam mendorong terciptanya suasana tertib sosial karena ketiadaan pegangan yang kokoh di masyarakat. Apa yang selama ini terjadi adalah pemaksaan-pemaksaan oleh kelompok (yang lebih kuat) kepada kelompok (yang lemah) atau terjadinya berbagai manuver kelompok untuk menguasai atas nama demokrasi, dimana hasil akhirnya bukan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat, melainkan untuk kepentingan golongan.
Akibatnya adalah semakin rusaknya tatanan hubungan sosial yang tercermin dalam berbagai aksi kekerasan di masyarakat. Terorisme, tindak kekerasan kepada kelompok minoritas, aksi kekerasan kepada kelompok marjinal yang berbeda secara politik sangat sering terjadi meskipun Indonesia telah demokratis, mengapa demikian? jangan-jangan kita sesungguhnya belum demokratis. Demokrasi membuka ruang yang luas untuk kebebasan setiap elemen bangsa dalam mengekspresikan aspirasinya baik melalui koridor pemilihan para wakil rakyat dan pemimpin bangsa (pemilu), maupun dalam bentuk tuntutan dan aksi demonstrasi. Aksi yang ekstrim adalah terorisme dan berbagai aksi kekerasan lainnya seperti gerilya separatisme yang sudah sewajibnya direspon dengan penegakkan ketertiban sosial baik oleh Polisi maupun TNI serta juga pendekatan hukum yang tegas melalui proses peradilan. Hal yang sama seharusnya juga berlaku untuk aksi kekerasan terhadap kelompok minoritas, dimana penegakan hukum harus sungguh-sungguh dilakukan.
Perjalanan sosial bangsa kita juga mencatat penyakit-penyakit yang parah dalam berbagai kasus korupsi di tingkat nasional maupun daerah. Sementara kemiskinan, tingkat pendidikan dan pelayanan kesehatan yang buruk masih menghantui perjalanan bangsa Indonesia. Pada sisi lain, kelompok menengah dan profesional tampak terlalu over confidence karena mereka relatif berada posisi yang diuntungkan dalam strata sosial dan seringkali lupa untuk sejenak menengok ke bawah membangun kembali ikatan-ikatan sosial lintas strata sosial yang hanya bisa dilakukan melalui kesamaan jati diri kebangsaan Indonesia dengan kesetiakawanan yang sejati. Mereka sibuk dengan dirinya sendiri atau kelompoknya dan menggagas jalan elitis yang cenderung mengabaikan pentingnya gerakan yang lebih merakyat.
Bersambung
Comments:
Links to this post:
<< Home
Pengurus Negara: sibuk ngurus perusak negara.
Masalah Kesejahteraan Rakyat? Menjadi Nomer antrian kesekian dalam agenda Dewan PERWAKILAN RAKYAT.
Masalah Kesejahteraan Rakyat? Menjadi Nomer antrian kesekian dalam agenda Dewan PERWAKILAN RAKYAT.
Kapan ya bangsa Indonesia bisa memiliki para pemimpin seperti era tempo doeloe..
Tegas, Berwibawa dan JUJUR.
Tegas, Berwibawa dan JUJUR.
http://aftarkia.wordpress.com
Αn anti-petir-gempa-gunung berapi batang ΝΕΤ, dapat mengalihkan listrik galaksi yang merangsang magma, dan untuk AVERT gempa - letusan gunung berapi - munculnya mengaburkan - hujan - banjir - kelaparan!
Αn anti-lightning-quake-volcano rod ΝΕΤ, may divert galactic electricity that stimulates magma, and to AVERT quakes - volcanic eruptions - rise of clouding - downpours - floods - famine!
Dan api-menolak topi atau grid dipegang oleh zeppelin selama gunung berapi aktif tambahan, dapat AVERT abu vulkanik untuk sampai ke stratosfer, dan menyebabkan musim dingin vulkanik di seluruh dunia bencana, seperti ini yang menyebabkan KERUNTUHAN dari suku deforestating Aztec, Maya, Inca dll ..
And a fire-resisting cap or grid held by zeppelins over extra active volcanoes, can AVERT volcanic ash to get to the stratosphere, and cause a world-wide disastrous volcanic winter, such these that caused the COLLAPSE of deforestating Aztecs, Mayas, Incas etc...
Perincian pelarian dan Misteri Petir
Medan listrik yang diamati dalam awan umumnya terlalu lemah untuk memulai kerusakan listrik atmosfer. Tapi sinar kosmik dapat memainkan peran mengejutkan dalam drama petir.
Runaway Breakdown and the Mysteries of Lightning
The observed electric fields in thunderclouds are generally too weak to initiate the atmosphere’s electrical breakdown. But cosmic rays can play a surprising role in the drama of lightning.
A. V. Gurevich dan K. P. Zybin
phy.olemiss.edu/ ~ jgladden/phys510/spring06/Gurevich.pdf
Petir bawah permukaan karena galaksi pembuangan listrik didorong pada Matahari menyebabkan gempa bumi!
Subsurface lightning due to galactic driven electric discharges on the Sun causes earthquakes!
thunderbolts.info/tpod/2006/arch06/060404earthquakes.htm
Ledakan vulkanik letusan dipicu oleh sinar kosmik
Explosive volcanic eruptions triggered by cosmic rays
Toshikazu Ebisuzaki, Hiroko Miyahara, Ryuho Kataoka, Tatsuhiko Sato, Yasuhiro Ishimine
sciencedirect.com/science/article/pii/S1342937X10001966
Αn anti-petir-gempa-gunung berapi batang ΝΕΤ, dapat mengalihkan listrik galaksi yang merangsang magma, dan untuk AVERT gempa - letusan gunung berapi - munculnya mengaburkan - hujan - banjir - kelaparan!
Αn anti-lightning-quake-volcano rod ΝΕΤ, may divert galactic electricity that stimulates magma, and to AVERT quakes - volcanic eruptions - rise of clouding - downpours - floods - famine!
Dan api-menolak topi atau grid dipegang oleh zeppelin selama gunung berapi aktif tambahan, dapat AVERT abu vulkanik untuk sampai ke stratosfer, dan menyebabkan musim dingin vulkanik di seluruh dunia bencana, seperti ini yang menyebabkan KERUNTUHAN dari suku deforestating Aztec, Maya, Inca dll ..
And a fire-resisting cap or grid held by zeppelins over extra active volcanoes, can AVERT volcanic ash to get to the stratosphere, and cause a world-wide disastrous volcanic winter, such these that caused the COLLAPSE of deforestating Aztecs, Mayas, Incas etc...
Perincian pelarian dan Misteri Petir
Medan listrik yang diamati dalam awan umumnya terlalu lemah untuk memulai kerusakan listrik atmosfer. Tapi sinar kosmik dapat memainkan peran mengejutkan dalam drama petir.
Runaway Breakdown and the Mysteries of Lightning
The observed electric fields in thunderclouds are generally too weak to initiate the atmosphere’s electrical breakdown. But cosmic rays can play a surprising role in the drama of lightning.
A. V. Gurevich dan K. P. Zybin
phy.olemiss.edu/ ~ jgladden/phys510/spring06/Gurevich.pdf
Petir bawah permukaan karena galaksi pembuangan listrik didorong pada Matahari menyebabkan gempa bumi!
Subsurface lightning due to galactic driven electric discharges on the Sun causes earthquakes!
thunderbolts.info/tpod/2006/arch06/060404earthquakes.htm
Ledakan vulkanik letusan dipicu oleh sinar kosmik
Explosive volcanic eruptions triggered by cosmic rays
Toshikazu Ebisuzaki, Hiroko Miyahara, Ryuho Kataoka, Tatsuhiko Sato, Yasuhiro Ishimine
sciencedirect.com/science/article/pii/S1342937X10001966
thank's infonya atikel anda bagus, lain kali sy akan kembali lagi untuk membaca arikel anda yang lain,,,salam kenal yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Menurut saya banyak hal yg sangat2 tidak diperhatikan para petinggi negara karena masih banyak2 kesenjangan sosial di negara kita,miris.
Post a Comment
Links to this post:
<< Home

