INTELIJEN INDONESIA » intel oh intel...... <br> Disclaimer Notice: All statements of fact, opinion, or analysis expressed in this blog are my own. This is not necessarily reflect any official or views of Indonesian Intelligence Agency or any other Indonesian Government entity, past or present. Nothing in the contents should be construed as asserting or implying Indonesian Government endorsement of an article's factual statements and interpretations.

Sunday, January 16, 2022

Dari Ujaran Kebencian menjadi Akumulasi Kebencian, lalu Dendam dan Berpuncak pada Konflik Berdarah

Tahukah anda bahwa dalam teknik propaganda kebencian ada 2 hal yang harus diperhatikan secara seksama. Pertama, detil ujaran kebencian yang dilakukan para aktor dengan memilih kata-kata yang dapat diinterpretasikan sebagai penciptaan opini kebencian sebagaimana dilakukan dua kelompok perusak kedamaian Indonesia yakni: (1) para buzzerRP pembela rezim Jokowi dan (2) pihak pengkritik rezim Jokowi. Kedua, dampak akumulasi kebencian yang akan terus menggelembung membesar sampai titik ledak kehancuran bila tidak mampu tertahankan karena bergerak di luar kendali pihak manapun.

Republik Indonesia saat ini sudah melangkah jauh masuk ke ruang dendam dan sentimen dari awal sejarahnnya yakni konflik politik antara kelompok pendukung Jokowi dan Prabowo dalam Pilpres 2014 (Jokowi menang tipis 53,15%) dan 2019 (Jokowi kembali menang tipis 55,50%). Ketakutan Rezim Jokowi bahwa pembencinya mendekati separuh suara pemilih dan kekecewaan pendukung Prabowo karena dugaan atau prasangka kecurangan menyebabkan para propagandis pendukung masing-masing kubu melanjutkan dinamika kampanye hitam dan abu-abu pasca masa kampanye dan bahkan terus-menerus dipelihara sampai sekarang. Ketakutan kubu Jokowi menguat tajam pasca kegagalan menjadikan Ahok sebagai Gubernur DKI. Kekalahan Ahok tersebut sesungguhnya sangat wajar dan bukan semata-mata disebabkan oleh perilaku buruk Ahok yang arogan sehingga tersandung kasus penistaan agama, melainkan lebih disebabkan oleh realita politik dimana meskipun pada putara pertama Ahok menang, namun dalam putaran kedua kubu Ahok tidak mampu menarik dukungan dari para pendukung AHY, sehingga mayoritas pendukung AHY lebih memilih Anies Baswedan yang pada putaran kedua unggul jauh dari Ahok yakni sekitar 15%.

Dengan demikian faktor terbesar yang menyebabkan maraknya kasus-kasus ujaran kebencian adalah keberadaan para buzzerRP pembela rezim Jokowi dan buzzer kelompok oposisi pengkritik rezim Jokowi. Situasi polemik, pro-kontra, penyebaran hoax, penyebaran kebencian tersebut diperparah oleh operasi intelijen BIN yang juga masuk jauh ke dalam wilayah tersebut menambah rusaknya suasana bathin yang damai dari bangsa Indonesia. Alasan BIN mengembangkan Satgas Media Sosial, Satgas Angkasa, Satgas Pelangi, Satgas terkait HRS dan lain sebagainya adalah dalam rangka kontra propaganda buzzer-buzzer pembenci Jokowi yang digerakan oleh kelompok berideologi fanatis seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan, Kelompok Aksi Bela Islam 212 yang kemudian menjadi Alumni 212, kelompok Muslim Cyber Army (MCA), dan sejumlah sempalan lainnya. Karena BIN loyal penuh kepada Presiden RI, maka salah satu tugas pokoknya adalah mengamankan Presiden dan melaksanakan perintah Presiden, salah satunya menghadapi kelompok-kelompok tersebut. Ketika Presiden Jokowi menginginkan Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta, BIN membentuk Satgas Pemenangan Ahok, untuk lengkapnya baca Operasi Kota Tua dan Perang Intelijen Pilkada DKI Jakarta.

Andaikata BIN lebih cerdas, tentu akan memahami bahwa akar persoalannya terdapat pada fakta perpecahan bangsa karena perbedaan pilihan politik yang seharusnya dapat didamaikan dengan persuasif melalui penyatuan kembali rajutan bangsa Indonesia untuk masa depan yang lebih baik. Namun karena BIN masuk terlalu jauh dalam ranah politik dan berubah menjadi alat politik, maka BIN tidak mampu melihat semua itu dan bahkan ikut bermain sangat jauh ke dalam persaingan politik antara partai-partai politik. BIN berubah menjadi loyalis PDI-Perjuangan bahkan ketika Presiden Jokowi sudah mulai curiga dengan laporan-laporan BIN yang jauh dari fakta dan sangat buruk tingkat akurasinya. Bahkan untuk prediksi hampir selalu salah. Silahkan dicek kepada Presiden Jokowi berapa kali BIN menyampaikan laporan yang salah dan meleset. Uniknya ketika Presiden Jokowi beberapa kali ingin mengganti pimpinan BIN kepada Jenderal lain yang lebih berkualitas dan dijamin lebih loyal kepada Jokowi, upaya tersebut gagal karena ada intervensi pimpinan PDI-Perjuangan. Semoga jargon Velox et Exactus tidak berubah menjadi tardus et deprehendimus.

Di awal tahun 2022 ini, Blog I-I ingin menyampaikan sebuah catatan penting kepada seluruh sahabat Blog I-I, baik Intel aktif di BIN, TNI, dan POLRI maupun dari masyarakat umum peminat analisa intelijen. Catatan apa yang sedemikian pentingnya sehingga perlu kita simak secara hati-hati dan kritis untuk dapat dipahami dan dicarikan langkah-langkah untuk mencegah kehancuran Indonesia Raya?

Read more »

Labels: , , ,


Read more!

Tuesday, January 04, 2022

Habib Bahar bin Smith

Puluhan email menanyakan bagaimana analisa Blog I-I terhadap kasus ujaran kebencian yang dituduhkan kepada Sayid Bahar bin Ali bin Smith atau lebih sering disebut Habib Bahar bin Smith (HBS) yang menjadi marak baru-baru ini. Tidak mudah bagi Blog I-I untuk menuliskan analisa terhadap kasus hukum bernuansa politik yang menimpa HBS. 

Pertama karena penyelidikan dan penyidikan serta penetapan status tersangka dinyatakan oleh Polisi berdasarkan pada subyektifitas dan obyektifitas yang mana dasarnya adalah interpretasi dan bukan pada realita faktual. 

Penangkapan dan penahanan berdasarkan alasan subyektif disebutkan:

Dikhawatirkan mengulangi tindak pidana, melarikan diri serta menghilangkan barang bukti.

Sedangkan dalam alasan obyektif disebutkan:

Bahwa ancaman hukuman terhadap pasal-pasal yang dipersangkakan kepada kedua tersangka diatas 5 tahun penjara.  (dua tersangka bersama TR sebagai penyebar informasi ujaran kebencian).

Read more »

Labels: , , , , ,


Read more!

Monday, January 03, 2022

Happy NU Year 2022

Artikel pertama di tahun 2022 ini singkat sekali, yaitu pertama-tama izinkan komunitas Blog I-I mengucapkan Selamat Tahun Baru 2022 atau Happy NU Year 2022 sekaligus sebagai ucapan selamat kepada seluruh warga NU atas terpilihnya Ketua Tadfidziyah NU, Gus Yahya dan Ketua Rais Aam K.H Miftachul Akhyar. Sukses pemilihan Ketua Umum PBNU dan Ketua Rais Aam tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh warga NU yang tetap bersatu dalam semangat persaudaraan dan cita-cita semakin membesarkan NU sebagai organisasi Islam yang memiliki peran sentral dalam masyarakat Indonesia.

Selain itu, Blog I-I juga sangat berterimakasih kepada seluruh jaringan Blog I-I dari warga NU baik yang merupakan intel aktif di BIN, TNI dan Polri maupun yang bukan intel aktif. Berkat kerja keras mencegah operasi pembusukan NU oleh Intelijen, akhirnya niat jahat menyingkirkan Gus Yahya dan K.H. Miftachul Akhyar dapat digagalkan dengan sempurna. 

Sebagai kritik keras kepada BIN yang telah menambah daftar kegagalan demi kegagalan dalam setiap operasinya, perlu Blog I-I sampaikan bahwa BIN selalu dalam pengawasan komunitas Blog I-I, sehingga setiap niat buruk BIN merusak demokrasi dapat dipastikan akan menghadapi kontra intelijen yang keras dari jaringan Blog I-I. Sebagaimana seluruh bangsa Indonesia dapat saksikan, BIN dengan anggaran trilyunan uang pajak rakyat dan ribuan anggota ditakdirkan untuk menelan pil pahit kegagalan yang sangat memalukan. 

Ketika Kepala BIN melaporkan kepada Presiden Jokowi perihal Muktamar NU ke-34 di Lampung. Presiden Jokowi melakukan verifikasi kepada orang-orang kepercayaannya yang kemudian juga sampai kepada jaringan Blog I-I, maka laporan BIN tersebut sungguh sangat menyesatkan dan tidak dapat dipercaya. Puji Tuhan Presiden Jokowi sudah tahu seluruh permainan BIN sehingga BIN dibiarkan bermasturbasi mencari kepuasan sendiri dalam kegagalannya.

Kegagalan BIN dalam mempengaruhi Muktamar NU ke -34 disebabkan oleh Niat yang tidak baik, perencanaan operasi yang tidak jelas, korupsi, pelaksanaan yang setengah hati, serta adab yang sangat buruk kepada tokoh-tokoh NU yang terhormat. Adab yang paling buruk yang menyebabkan menguatnya keyakinan ulama sepuh NU dan mayoritas warga NU adalah tuduhan dari orang kepercayaan Wakil Ketua BIN atas nama Imran sebagaimana dijelaskan oleh K.H. Miftachul Akhyar kepada media massa seperti Sindo News

"Saya ditelepon dari Jakarta minta supaya muktamar diundur karena yang menginginkan Muktamar 2021 punya niat jelek, saya kaget". 

 "Yang minta muktamar tahun ini saya, kok ada niat jelek wong saya hanya ingin khusnul khotimah dalam berkhidmat".

Tuduhan bahwa adanya niat jelek dari para Kyai Sepuh NU terhadap Muktamar NU merupakan tuduhan serius yang menjadi salah satu faktor terkuat yang mendorong keyakinan para Kyai NU secara bulat untuk berkhidmat mencegah keburukan yang sedang mengintai NU. 

Terakhir kepada seluruh peminat kisah intelijen, sahabat Blog I-I dan siapapun anda warga Indonesia yang cinta tanah air yang menginginkan kebaikan untuk Republik Indonesia, Blog I-I mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah menyampaikan analisa Blog I-I tentang propaganda merusak NU yang dilakukan BIN kepada Presiden Jokowi, kepada para pemangku kepentingan dan khususnya warga NU bahkan kepada seluruh rakyat Indonesia melalui media sosial anda masing-masing.

Kepada Pimpinan BIN serta para pejabat utamanya, waspadalah....komunitas Blog I-I akan terus mengawasi setiap langkah anda, termasuk memasuki tahun 2022 ini dengan diantaranya rencana rekayasa pilpres 2024 serta upaya mempengaruhi dan menggalang anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat dan Daerah, rencana penggembosan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pemantapan karakter asasinasi terhadap Anies Baswedan dan Prabowo, monitoring ketat terhadap Relawan Ganjar, dan lain sebagainya, yang semua itu adalah intelijen HITAM yang digerakkan oleh motif politik kekuasaan.

Kami Tiada Kami Niscaya

Salam Intelijen 
Semoga Bermanfaat

Labels: , ,


Read more!

Monday, December 20, 2021

Bukti Operasi Intelijen BIN Memecah Belah NU

Demi masa depan NU yang lebih baik, dengan sangat terpaksa komunitas Blog I-I mempercepat pembukaan informasi pembusukan organisasi NU yang dilakukan BIN sebelum Muktamar, semoga masih sempat para ulama NU yang terhormat untuk bersatu memikirkan masa depan NU dan mengesampingkan perbedaan dan mencegah hancurnya organisasi NU karena operasi adu domba yang dilakukan oleh BIN.

Seluruh bukti-bukti operasi intelijen BIN memecah belah NU telah terdokumentasikan dengan baik berkat sahabat Blog I-I di Mabes Pejaten yang setia mengirimkan setiap detil informasi kepada jaringan Blog I-I. Sesuai dengan janji Blog I-I, berbagai data-data operasi intelijen kelas kampungan yang diselenggarakan BIN akan mulai diungkap satu persatu pada bulan Februari 2022. Hal ini memiliki nilai strategis karena apabila seluruh operasi BIN tersebut merupakan perintah Presiden Jokowi, maka penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran terhadap UUD 1945 dan berbagai UU oleh Presiden akan menyertainya. Tentu kekhawatiran terbesar bangsa Indonesia adalah jatuhnya Presiden Jokowi dalam kekacauan luar biasa sebelum tahun 2024. Tetapi bila Presiden Jokowi tidak pernah memerintahkan intelijen untuk melakukan berbagai operasi merusak tatanan demokrasi Indonesia, maka seyogyanya Presiden Jokowi segera sadar dan memperbaiki keadaan intelijen yang buruk ini.   

Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

Friday, November 19, 2021

Memahami Makna Kerahasiaan Intelijen

Sejumlah insan intelijen atau persisnya di angka seratusan insan intelijen yang mengaku bekerja untuk negara dari unsur TNI, Polri dan BIN menanyakan berbagai variasi pertanyaan yang berada di seputar prinsip kerahasiaan intelijen. Diantaranya, apakah penggambaran aksi intelijen penuh misteri dan rahasia sebagaimana di film mirip dengan apa yang terjadi di dunia intelijen Indonesia ataukah jauh berbeda. Hal itu sangat dirasakan mempengaruhi pola bekerja dimana di satu sisi ada prinsip rahasia namun disisi lain diharuskan membuka diri sebagai aparat intelijen khususnya untuk berkoordinasi dalam rangka menyukseskan suatu perintah pimpinan.   Read more »

Labels: , ,


Read more!

Thursday, November 18, 2021

Mari Kita Selamatkan Kehormatan NU dari Intervensi Badan Intelijen Negara

Entahlah apakah benar Jokowi memerintahkan BIN untuk menghancurkan nama baik Kyai Said Aqil Siradj (KSAS) dan Gus Yahya Cholil Staquf (GYCS) agar NU dapat dikuasai penuh loyalitasnya ataukah hal itu HOAX semata. Tim Investigasi Blog I-I secara hati-hati dan seksama selalu mengamat-amati gerak-gerik BIN yang semakin mencurigakan dalam beberapa tahun belakangan ini. Hampir seluruh operasi BIN dapat dikatakan gagal total dengan pengecualian 2 jenis operasi, yakni operasi Intelijen di Poso yang berdampak nyata dalam menghancurkan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dan operasi Intelijen politik menghancurkan seluruh lawan-lawan politik Jokowi yang berdampak pada semakin menguatnya kebencian kepada Jokowi dari sebagian rakyat Indonesia. Pembunuhan karakter Habib Rizieq Shihab (HRS) melalui agitasi propaganda buzzer BIN jelas justru semakin mengharumkan nama baik HRS yang terzalimi. Apabila pengikut HRS dapat menerima takdir dengan sabar yang sesungguhnya dan tetap memelihara amar ma'ruf nahi mungkar, maka hanya soal waktu kebenaran akan terungkap. 

Read more »

Labels: , , ,


Read more!

Intelijen Memanfaatkan Pandemi Covid-19?

Artikel super singkat ini merupakan sedikit update atau pembaruan dari artikel Intelijen Terburuk dan penyimpangan anggaran BIN yang sangat luar biasa dibalik niat baik ikut serta aktif dalam penanganan pandemi Covid-19. Komunitas Blog I-I yang semakin besar dan lintas Kementerian dan Lembaga Non Kementerian ingin menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada sahabat Blog I-I baik di Pejaten maupun di Kementerian Keuangan yang semakin meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan anggaran Covid-19 BIN yang diduga kuat berpotensi untuk terjadi penyimpangan-penyimpangan. Salah satunya dengan memangkas pengajuan anggaran tambahan BIN yang fantastis menjadi lebih masuk akal dalam rangka program vaksinasi. Meskipun demikian, masih terbuka luas upaya-upaya penyimpangan yang bersifat massal yang memaksakan aparatur intelijen di seluruh Indonesia untuk jatuh ke dalam lembah kehinaan dengan manipulasi laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran Covid-19 yang baru saja dicairkan oleh Kementerian Keuangan beberapa waktu lalu. 

Kepada para Kabinda di seluruh Indonesia dan juga Deputi II BIN yang kami yakini berhati bersih dan lurus, beranilah untuk menegakkan kebenaran, beranilah untuk berbuat jujur dalam pertanggungjawaban laporan penggunaan anggaran vaksinasi November - Desember 2021 dengan sebaik-baiknya. Ingat anda tidak hidup selamanya, penyimpangan anggaran vaksinasi merupakan dosa besar, meskipun anda selamat tidak diketahui siapapun dalam kecurangan demi menutupi nafsu angkara pimpinan anda yang lebih tinggi lagi, namun bila anda semua secara bersama-sama profesional dan jujur, maka anda akan tenang hingga akhir hayat dan tidak akan dibayangi noda dosa-dosa penyimpangan anggaran vaksinasi karena sesungguhnya vaksinasi adalah suatu kegiatan yang mulia.

Komunitas Blog I-I bukanlah orang-orang suci, kami hanya ingin agar BIN profesional sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas negara.

Kami akan terus mengawasi !
Salam Intelijen

Labels: , , ,


Read more!

Wednesday, October 06, 2021

Menyelamatkan Nahdlatul 'Ulama dari Intervensi Badan Intelijen Negara

Seruan singkat ini berdasarkan pada masukan dan do'a-do'a sahabat Blog I-I yang mengharapkan BIN dapat kembali pada marwah intelijen yang lurus sesuai kepentingan bangsa dan negara. Kepada seluruh sahabat Blog I-I anggota Nahdlatul 'Ulama (NU), simpatisan NU, atau umat pengikut pada Kyai NU dari berbagai pesantren dan cabang serta organisasi yang berafiliasi kepada NU, dimohon do'a dan usahanya untuk membendung dan mencegah pengaruh buruk dari rencana busuk Badan Intelijen Negara (BIN) yang akan melakukan operasi intervensi dalam pemilihan Ketua PBNU pada Desember 2021.

Mengapa BIN dapat dipastikan akan melakukan intervensi?

Read more »

Labels: , , ,


Read more!

Intelijen: Antara Tukang Ngintip dan Nguping VS Pencari Kebenaran

Sadarkah bila anda sebagai insan intelijen menyandang dugaan kuat anda adalah tukang ngintip dan nguping? Kegiatan mengintip atau voyeurism adalah sebuah tabiat kurang waras sebagaimana kebiasaan banyak manusia penggemar film porno atau chat seks yang hakikatnya juga mengintip wilayah privat pemeran film porno atau penyedia layanan chat seks. Sementara itu, tukang nguping ibaratnya bagaikan tetangga sebelah dalam wilayah rumah deret yang menempel yang kepo ingin tahu keadaan atau pembicaraan di dalam rumah tetangganya dengan menempelkan kuping ke tembok yang tipis. Dua ha yang sangat menyebalkan bukan, tukang ngintip dan tukang nguping. Begitu buruknya dan tidak sehat bagi mental seseorang untuk berperilaku demikian.Read more »

Labels: , , ,


Read more!

Tuesday, October 05, 2021

Dirgahayu TNI Ke 76

Komunitas Blog I-I mengucapkan Dirgahayu TNI ke 76, mengutip harapan yang senada dari Sdr. Mahfud MD"tetaplah menjadi prajurit yang profesional, disiplin, militan, dan rendah hati".

Khusus kepada anggota TNI yang berkiprah di dunia intelijen baik di AD, AU, dan AL maupun di BIN dan mungkin ditempat lainnya, maka "tetaplah menjadi prajurit perang fikiran yang menjaga marwah dan martabat intelijen". 




Labels: ,


Read more!

Sunday, October 03, 2021

Permohonan Ma'af

Sungguh artikel-artikel yang Blog I-I tuliskan tidak bermaksud menghina telik sandi, agen, prajurit perang fikiran baik di BIN, TNI, maupun Polri. Dengan total pengunjung Blog I-I yang sampai hari ini mencapai 31.123.681 kunjungan dan kunjungan harian yang relatif sedikit yakni rata-rata antara 700-1000 kunjungan, tentu Blog I-I memiliki pengaruh kepada para pembacanya. Banyak yang berterimakasih, ada yang mencaci dan menteror, ada yang bertanya, ada yang menyampaikan informasi rahasia, ada yang meminta nasehat, ada yang ingin melamar menjadi intel, ada yang menjadi bingung, dan banyak lagi respons yang tidak dapat dituliskan satu per satu. Sebagian besar lebih nyaman untuk berkomunikasi secara pribadi dan meskipun dituliskan dalam komentar diberikan catatan agar tidak dipublikasikan.

Diantara komentar, email dan pertanyaan tersebut menanyakan apakah Blog I-I tidak khawatir akan keselamatan hati dan nurani komunitas Blog I-I karena opini yang berkembang adalah bahwa masyarakat Indonesia khususnya umat Islam sudah tidak percaya lagi kepada Intelijen. Dengan pengaruh Blog I-I yang besar tersebut, apakah justru akan berdampak kepada semakin lemahnya Intelijen Indonesia?

Baiklah....., apa yang ditanyakan tersebut ada benarnya dan mungkin Blog I-I melangkah terlalu jauh. Walaupun waskita komunitas Blog I-I melihat suatu skenario kehancuran demokrasi Indonesia dan berlanjutnya penyalahgunaan intelijen demi melanggengkan kekuasaan, Blog I-I harus menyampaikan secara terbuka permohonan ma'af yang sebesar-besarnya kepada Presiden Jokowi, Pimpinan Intelijen dan seluruh anggota Intelijen Resmi dimanapun anda mengabdi. 

Artikel serial pemakzulan Jokowi masih ada sekitar 20-an bukti faktual yang dapat diungkapkan diantaranya seperti intervensi intelijen kepada Partai Amanat Nasional (PAN), intervensi intelijen kepada Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dengan Satgas Krisna, intervensi intelijen kepada KPU menuju 2024, intervensi intelijen kepada Bawaslu menuju 2024, intervensi rekayasa intelijen dalam menentukan jabatan di BUMN, Kementerian dan Lembaga Non-Kementerian, agitasi propaganda dalam memastikan Prabowo Gagal Maning di 2024, agitasi propaganda menghancurkan potensi calon Presiden 2024 seperti Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, pelemahan Partai Demokrat,  propaganda penghacuran nama Novel Baswedan dkk, kasus Harun Masiku, dampak perembesan intelijen RRC melalui cover job TKA asing, mega korupsi triliunan BIN dan skandal pemeriksaan BIN oleh BPK, pemantapan oligarki pendukung rezim, penciptaan tirani minoritas, kisah sukses propaganda buzzerRP menghancurkan setiap potensi oposisi, dan lain sebagainya. 

Semua itu harus dikubur sebagaimana kebiasaan bangsa Indonesia mengubur sejarahnya sendiri dalam-dalam. 

Tiada daya upaya selain dari Yang Maha Kuasa untuk menentukan jalannya sejarah bangsa Indonesia dan Intelijen Indonesia seperti apa. Bila sejarah kemunduran demokrasi Indonesia akan terwujud di tahun 2024 karena penyalahgunaan wewenang intelijen, maka setidaknya Blog I-I sudah mengingatkan. Bila ternyata demokrasi Indonesia dapat diselamatkan dengan membatasi intervensi intelijen ke dalam panggung perpolitikan nasional, maka bersyukurlah bangsa Indonesia bahwa tidak ada negara di dalam negara. 

Bila pecah konflik besar menjelang dan di tahun 2024, Blog I-I juga sudah mengingatkan bahwa peran  buzzerRP BIN dan Pemerintah serta buzzer milik oposisi dalam mempertajam kebencian sesama bangsa Indonesia sangat massif dan besar. 

Sekali lagi tiada kekuatan untuk menolak kegelapan yang sedang akan terus menghantui bangsa Indonesia selain pertolongan Tuhan kepada bangsa Indonesia untuk membuka mata, telinga dan hatinya dalam menapaki jalan yang lurus dan benar.

Akhir kata, Blog I-I akan kembali vakum setelah sejenak mencipratkan semangat idealisme dan menghembuskan ingatan kita semua akan pentingnya marwah intelijen. Hal itu terinspirasi dengan peringatan ulang tahun Intelijen Indonesia pada tanggal 22 Agustus yang lalu yang merupakan kelahiran pertama kali lembaga intelijen Republik Indonesia, yakni Badan Istimewa (BI). Semoga seluruh insan intelijen masih dapat merasakan keistimewaan tugasnya yang penuh resiko dalam kerahasiaan. Serta semoga ada kesadaran dari seluruh insan intelijen untuk dapat mengobati penyakit kekinian intelijen, yakni pamer kegiatan intelijen kepada publik. 

Kita hanya hadir sejenak di dunia, dan akan segera pergi pada saat yang pasti. Beranilah untuk berbuat baik sesuai dengan hati nurani dan kecerdasan anda-masing-masing.

Salam Intelijen
Semoga Bermanfaat
Tiada

Labels: ,


Read more!

Friday, October 01, 2021

P K I : Quo Vadis Partai Komunis Indonesia?

Secara faktual, Partai Komunis Indonesia (PKI) sudah tidak ada. Tetapi ideologi Komunisme masih hidup subur dari generasi ke generasi menjadi suatu rujukan ideologis dalam berbagai model gerakan dari gerakan mahasiswa, gerakan keadilan sosial, hingga gerakan separatisme. Mengapa ideologi komunisme dapat selamat terus hidup di Indonesia? Hal itu tidak lain tidak bukan karena masih lebarnya jurang perbedaan kesejahteraan ekonomi dan sosial rakyat Indonesia. Komunisme dapat hidup subur dalam suatu masyarakat yang memiliki ketimpangan sosial ekonomi. Lalu bagaimana dengan Republik Rakyat China (RRC) yang saat ini sudah semakin maju secara ekonomi dan semakin merata pembangunannya. Satu yang jangan kita lupakan dalam memahami RRC adalah bahwa ideologi komunisme memang digunakan sebagai perekat negara bangsa, tetapi sistem politik yang sungguh-sungguh dipraktekan tidak murni sebagaimana ide komunisme Karl Marx. RRC dengan sangat cerdas menggunakan ideologi komunisme yang dimodifikasi dengan karakter keChinaan atau yang lebih dikenal dengan Socialism with Chinese Characteristic.

Read more »

Labels: , , ,


Read more!

Thursday, September 30, 2021

Potensi Pemakzulan Jokowi Seri 4: Intervensi Pemilihan Ketua Umum PPP

UU No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Pasal  Pasal 9 Nomor (2) menyebutkan:

"Pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik".

Kemudian pada Pasal 12 menyebutkan:

"Pegawai ASN berperan sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme".

Read more »

Labels: , , ,


Read more!

Wednesday, September 29, 2021

Aplikasi Kaleng Rombeng Bernama TangkalCOVID-19.id

Mohon maaf beribu maaf, Blog I-I dalam tulisan-tulisannya sering menggunakan dan memilih kata yang buruk yang tidak sedap dibaca. Semoga Tuhan mema'afkan kami atas kata dan kalimat yang buruk dalam artikel-artikel Blog I-I. Semoga seluruh sahabat Blog I-I juga dapat mema'afkan Blog I-I. Hari ini Blog I-I menerima puluhan email yang menanyakan tentang apa yang digembar-gemborkan sebagai aplikasi canggih untuk antisipasi ancaman COVID-19 Varian Mu. Dikatakan dalam sejumlah pemberitaan, bahwa aplikasi tersebut adalah satu dari sekian sistem teknologi intelijen BIN.

Sungguh bertambah berat bagi sahabat Blog I-I yang berkarir di BIN untuk menyaksikan kebodohan demi kebodohan yang ditampilkan ke publik oleh BIN. Entah bagaimana masa depan BIN bila aplikasi sederhana visualisasi kasus Covid-19 diklaim sebagai aplikasi canggih antisipasi ancaman Covid-19 Varian Mu. Ketika sahabat-sahabat Blog I-I ahli IT memeriksa aplikasi Tangkal Covid-19, maka menjadi jelas bahwa aplikasi tersebut benar-benar hanya visualisasi data belaka dan tidak tampak dimana letak kecanggihan dan antisipasinya.

Read more »

Labels: , , ,


Read more!

TWK KPK: Kegagalan Operasi Intelijen BIN

Pertama-tama kami ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sahabat Blog I-I yang tetap menjaga marwah intelijen serta turut berjuang menegakkan kebenaran dalam menyikapi upaya penyingkiran pegawai KPK (sebut saja Novel Baswedan dkk atau NB dkk) yang sudah teruji dan memiliki rekam jejak yang sangat baik sebagai pemberantas korupsi. Entah berapa puluh milyar dana operasi yang digunakan hanya untuk menyingkirkan NB dkk dari KPK, namun publik secara terang benderang dapat melihat begitu banyak kejanggalan dan penyimpangan. Sebagaimana pernah disampaikan dalam artikel Blog I-I sebelumnya yakni Intelijen Terburuk, pernah sedikit terungkap bahwa Deputi VIII BIN adalah salah satu otak TWK yang bertujuan melemahkan KPK. 

Read more »

Labels: , , , , ,


Read more!

Tuesday, September 28, 2021

Denny Siregar: Agent of Influence

Meskipun komunitas Blog I-I bukan ahli agama, namun semoga apa yang akan diungkapkan dalam artikel berikut ini dapat diterima seluruh sahabat Blog I-I dengan hati terbuka. Tidak bermaksud mencampuradukan ajaran agama, melainkan hanya menggunakan sisi-sisi agama dalam menjelaskan fenomena politik di Indonesia. Komunitas Blog I-I tetap memelihara skill yang sudah hilang dari dunia intelijen resmi, yakni senantiasa mengasah waskita dalam makna yang sesungguhnya.

Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka) (QS. 15:3)

Mohon pengertian sahabat-sahabat Blog I-I yang nasionalis jangan mencurigai atau menuduh Blog I-I  terpapar radikalisme agama. Label radikal belakangan ini sudah semakin tidak jelas karena nuansa propaganda politiknya lebih dominan daripada realita. Artikel ini mengutip Kitab Suci umat Islam Al Quran untuk mengungkapkan betapa perbuatan-perbuatan propaganda intelijen, khususnya yang menggunakan buzzerRP seperti Denny Siregar semakin menjadi-jadi tanpa kendali. 

Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

Monday, September 27, 2021

Potensi Pemakzulan Jokowi Seri 3: Operasi Pangeran Cikeas

Kebijakan pemerintah yang berkuasa yang mengkerdilkan lawan politiknya (oposisi) adalah hal biasa dalam dunia politik dimanapun kita berada. Demikianlah hukum politik kekuasaan bicara. Meskipun demikian, tiap-tiap negara dengan sistem politiknya membuat dan mentaati aturan main demi tertibnya persaingan politik sekaligus mencegah terjadinya konflik berdarah yang dalam sejarah terjadi berulang-ulang sebagai akibat dari lemahnya pengawasan kepada penguasa. Jangan lupa bahwa sudah menjadi hukum alam bahwa: KEKUASAAN CENDERUNG KORUP !

Keseimbangan dengan adanya checks and balances sangat penting dalam menjaga kekuasaan yang berjalan dengan baik dan lahirnya sikap negarawan baik dari penguasa maupun oposisi. 

Artikel singkat tanpa membocorkan data intelijen ini adalah suatu peringatan keras kepada penguasa agar tidak jatuh ke dalam penyalahgunaan kekuasaan yang akan merusak sistem politik demokrasi Pancasila yang kita jaga selama ini. Sahabat Blog I-I tentu telah membaca dan mengikuti bagaimana pemberitaan terkait gonjang-ganjing Partai Demokrat (PD) sejak dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Read more »

Labels: , , , , , ,


Read more!

Wednesday, September 22, 2021

Potensi Pemakzulan Jokowi Seri 2: Penjegalan Langkah Prof. H. Denny Indrayana, S.H., LL.M., Ph.D di Kalimantan Selatan

Dari sekian banyak operasi intelijen politik memenangkan kandidat dukungan BIN (Presiden Jokowi), Operasi Intelijen menjegal kemenangan Prof. H. Denny Indrayana, S.H., LL.M., Ph.D dalam Pilkada Gubernur di Kalimantan Selatan adalah sebuah kisah sukses yang menyedihkan bagi kematangan demokrasi di Indonesia. Kemenangan paslon H. Sahbirin Noor S.Sos, M.H. (Golkar) dan H. Muhidin (PAN) tidak mungkin terjadi tanpa peran operasi intelijen politik BIN, khususnya dalam Pemilihan Suara Ulang (PSU) tanggal 9 Juni 2021.   

Kisah tersebut bahkan dianggap sangat luar biasa dan diapesiasi sangat tinggi oleh mereka yang mencoreng-moreng wajah demokrasi Indonesia dengan operasi intelijen dan politik uang yang masif menggunakan teknik intelijen sehingga sulit terungkap oleh kubu paslon Prof. H. Denny Indrayana S.H., LL.M., Ph.D (Partai Demokrat) dan Drs. H. Difriadi Darjat (Partai Gerindra). 

Mengapa operasi intelijen politik BIN dapat menjadi pintu pemakzulan Jokowi?
Read more »

Labels: , , ,


Read more!

Monday, September 20, 2021

Waspada: Ancaman Indonesia Dipermalukan Dalam Acara PON XX di Papua

Berdasarkan informasi jaringan Blog I-I, Kelompok Separatis Papua (KSP) baik sayap militer maupun politik telah menyiapkan beberapa alternatif cara mempermalukan Pemerintah RI melalui cipkon kacau PON XX sekaligus menjadi promosi propaganda politik eksistensi KSP. Seperti apa detil alternatif operasi KSP dan para simpatisannya tersebut menjadi tantangan bagi berbagai Satgas BIN penyerap anggaran Negara untuk mengungkapkannya, serta tantangan ribuan aparat keamanan yang bertugas mengamankan PON XX. 

Semoga sukses dan selamat bekerja !


Labels: , ,


Read more!

RAS dan Desepsi Terhadap Kelompok Opposite6890

Perintah Pimpinan Istana BIN Empire untuk melakukan RAS (Report as Spam) atas semua akun media sosial yang mendukung propaganda Opposite6890 merupakan fenomena biasa. Hal ini menarik untuk dikaji sebagai bagian dari belajar penggalangan di dunia siber bagi seluruh sahabat Blog I-I yang masih memelihara marwah intelijen demi bangsa dan negara Indonesia. RAS yang cukup efektif untuk media sosial Twitter menyebabkan sangat banyak akun yang tumbuh dan mati dalam ruang lingkup tema tertentu. Hal ini akan berkaitan dengan daya tahan dan militansi para pelaku propaganda yang secara nyata berperang dalam mempertahankan dinamika propagandanya.

Selain RAS, operasi desepsi untuk menciptakan kebingungan di dalam masyarakat khususnya umat Islam Indonesia juga dilaksanakan di berbagai platform media sosial. Beruntung bagi sahabat Blog I-I bahwa baik BIN, Polri maupun Kelompok Opposite6890 seluruhnya masih emosional dalam merancang propagandanya sehinga cukup mudah dibaca arahnya. Juga beruntung bagi sahabat-sahabat Blog I-I yang mendalami teknik propaganda psikologi bahwa mayoritas rakyat Indonesia bahkan kaum terdidiknya juga sangat mudah digoyahkan keyakinannya hanya karena kata dan kalimat-kalimat yang meluncur deras di dunia media sosial.

Mari kita belajar baik-baik.....

Read more »

Labels: ,


Read more!

Friday, September 17, 2021

Potensi Pemakzulan Jokowi seri 1: Kasus Satgas Deli Memenangkan Muhammad Bobby Afif Nasution

Masih ingatkah sahabat-sahabat Blog I-I terntang beberapa artikel dibawah ini:

Pembunuhan Karakter Presiden ke-6 SBY 

Operasi Intelijen Penggembosan Prabowo

Pilkada DKI Jakarta: Sebuah Perang Intelijen 

Apakabar Jakarta?

Ahok-Djarot vs Anies-Sandi

Kode Sandi: Old Town Operation

Tentang Sadap Menyadap Komunikasi Presiden ke-6 SBY

Apakah kesamaan dari semua artikel lama Blog I-I tersebut? Iya benar....tidak lain tidak bukan terkait dengan politisasi intelijen oleh kekuasaan. Dalam seluruh artikel Blog I-I tidak ada yang secara tegas mengungkapkan yang terkait dengan data resmi milik lembaga negara demi mematuhi UU Intelijen menjaga kerahasiaan. Namun keseimbangan antara kerahasiaan intelijen dan penyalagunaan intelijen juga sangat penting. Semoga hal ini dapat menyadarkan seluruh politisi Indonesia tentang perlunya menjaga marwah intelijen negara agar tidak disalahgunakan untuk melanggengkan kekuasaan dengan segala cara. 

Tulisan ini merupakan serial dari politisasi Badan Intelijen Negara (BIN) oleh Presiden Jokowi untuk kepentingan sempit kekuasaan. Politisasi intelijen tersebut terjadi karena lemahnya pengawasan terhadap BIN, dihancurkannya marwah intelijen, serta dicabutnya keberanian dalam jiwa, hati, dan nurani insan intelijen BIN. Sebagai tambahan warna merah operasi BIN sebagaimana kisah sukses Satgas Delima menghancurkan FPI dan Habieb Rizieq Shihab (HRS) yang terungkap kepada publik, maka sudah waktunya bagi insan intelijen BIN yang mayoritas menentang politisasi tersebut untuk membuka permukaan masalah yang mengakar dalam organisasi BIN.

Maksud dan tujuan tulisan ini teramat sangat jauh dari hoax, fitnah atau pencemaran nama baik bagi pihak-pihak yang terlibat. Tulisan ini hanyalah analisa obyektif tentang yang hanya berisi kesimpulan-kesimpulan, sementara data faktualnya tidak dapat dibuka demi menjaga kehormatan anggota-anggota BIN yang terpaksa melakukan operasi intelijen politik kekuasaan.

Mengapa potensi pemakzulan Jokowi seri 1 ?
Read more »

Labels: , , ,


Read more!

Thursday, September 16, 2021

Pacific Fusion Centre (PFC): Satu Lagi Kelemahan Intelijen Indonesia

Australia mensponsori pembentukan Pacific Fusion Centre (PFC) yang akan memiliki kantor tetap di Vanuatu pada akhir tahun 2021 dan saat ini beroperasi sementara di Canbera Australia. PFC didirikan pada tahun 2019 sebagai kelanjutan dari hasil Deklarasi Boe 2018 dengan mandat menyediakan intelijen strategis kepada negara-negara Kepulauan Pasifik untuk membantu perumusan kebijakan tingkat tinggi tentang keamanan manusia (human security), keamanan lingkungan (environmental security), kejahatan transnasional (transnational crime), dan keamanan siber (cyber security). Meskipun dalam sebuah analisa menilai bahwa dampak PFC tersebut mungkin terbatas, termasuk karena sifat informasi intelijen strategis tersebut bersumber dari sumber terbuka.

Read more »

Labels: , , , , , ,


Read more!

Monday, September 13, 2021

Gertakan Opposite6890: Lemahnya System Security BIN

Pada 12 September 2021, Opposite6890 menyebarluaskan propaganda tentang lemahnya system security BIN melalui berbagai saluran media sosial yang dengan cepat tersebar baik secara statis yang dapat diakses siapapun maupun secara dinamis dengan melalui forward propaganda tersebut melalui telegram, bip, dan whatsapp. Jaringan Blog I-I dalam lingkaran Opposite6890 telah menyampaikan beberapa saat sebelum penyebarluasan propaganda menghancurkan BIN tersebut dengan beberapa catatan sumber informasinya. 

Read more »

Labels: , , , , , ,


Read more!

Sunday, September 12, 2021

Waspada Serangan Teror di Indonesia !

Catatan singkat berikut ini merupakan kesimpulan dari analisa perkembangan terakhir kelompok teroris yang masih memiliki kemampuan melakukan aksi teror di Indonesia. Salah satu latar belakang dari meningkatnya potensi serangan teror di Indonesia adalah semakin kuatnya persepsi umat Islam bahwa Pemerintahan Jokowi kurang memperhatikan ketidakadilan yang menimpa kelompok Muslim puritan yang dilabel sebagai kelompok radikal. Dari propaganda Kementerian Agama, BIN, dan Pemerintahan Jokowi yang secara umum memojokkan kaum Muslim puritan tersebut, terjadi proses perekrutan yang semakin besar ke dalam kelompok yang menempuh jalan kekerasan teror. 

Kapan waktunya? Kewaspadaan ini harus ditingkatkan setidaknya sampai dengan awal tahun baru 2022.

Dimana serangan akan terjadi? Lokasi dimana terdapat kerumunan termasuk kegiatan pencitraan Presiden Jokowi, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, kantor polisi, hotel, bar, tempat hiburan malam, restoran, serta pergerakan aktifitas BIN yang semakin mudah ditandai dengan seragamnya yang mencolok mata.

Bagaimana bentuk serangannya? Mulai dari serangan sederhana berupa penusukan dengan pisau, penabrakan dengan kendaraan, sampai dengan perencanaan bom bunih diri. 

Siapa pelakunya? Kelompok lama, rekrutan baru, dan terbuka kemungkinan lahirnya lone wolf.

Demikian catatan singkat ini, agar diwaspadai dan dideteksi serta dicegah.

Salam Intelijen
Tiada

Labels: , ,


Read more!

Satu Lagi Bukti Kerusakan BIN: Menjadi Korban Hacker

Kerusakan BIN yang telah berlangsung dalam beberapa tahun belakangan ini bertambah lagi dan akan terus bertambah sampai BIN benar-benar insyaf untuk menghentikan pengumpulan pundi-pundi rekening Super Gendutnya dan mulai memperhatikan bagaimana memperbaiki organisasi baik dengan sumder daya yang handal dan menghayati marwah intelijen. 

Mengapa Lembaga Intelijen tertinggi di NKRI ini begitu mudah dibobol oleh hacker Cina? Sebagaimana diberitakan dalam BIN dan 9 Kementerian/Lembaga Menjadi Korban Hacker Cina. Fakta yang sangat memalukan tersebut bukan saja menambah deretan bukti-bukti bahwa Intelijen Indonesia saat ini adalah yang terburuk dalam sejarah, melainkan juga memperlihatkan kebodohan luar biasa dari mereka yang bertanggungjawab dalam menjalankan roda organisasi intelijen negara. 
Read more »

Labels: , ,


Read more!

Saturday, September 11, 2021

Menikmati Koleksi MURAL: Lihat dan Baca Saja


Read more »

Labels: , ,


Read more!

Memastikan Berlajutnya Konsensus Nasional Presiden Hanya 2 Periode

Pasal 7 UUD 1945 sebelum amandemen berbunyi:

Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali.

Perubahan pertama Pasal 7 UUD 1945 dari laman DPR-RI menyebutkan: 

Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.*) 

Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

Friday, September 10, 2021

Kegagalan Intelijen Negara: Kasus Terbongkarnya Satgas Delima

Artikel berikut ini bukanlah propaganda atau pembusukan BIN sebagaimana dilakukan secara terbuka dan lantang oleh Kelompok Opposite 6890. Diperlukan suatu kesadaran dan keseriusan dalam memperbaiki kerusakan-kerusakan BIN yang sudah semakin parah karena ketidakmampuan penyelenggaraan kegiatan dan operasi intelijen yang sesuai dengan UU Intelijen No.17 Tahun 2011 Betapapun BIN membantah fakta-fakta kegagalan operasi intelijen Satgas Delima, fakta-fakta yang diungkapkan oleh berbagai akun medsos seperti channel telegram, twitter, instagram, WA terlalu detil dan terang-benderang bahwa BIN melakukan operasi intelijen terhadap warga negara Indonesia, Habieb Rizieq Shihab (HRS) karena alasan politik. Paska terbongkarnya operasi intelijen Satgas Delima tersebut, terjadi kebocoran luar biasa berupa nama-nama dan nomor HP anggota BIN yang juga diungkapkan oleh Opposite 6890 dan jaringannya. Opposite tidak berhenti pada pendalaman informasi dari Tim Satgas Delima yang terbongkar tersebut, melainkan juga melakukan pendalaman melalui jaringannya di Kepolisian. Hasilnya cukup lumayan bagus dan menjadi tekanan tersendiri bagi Pimpinan BIN yang mencoba berbagai cara untuk menutup-nutupinya.

Mohon seluruh sahabat Blog I-I membaca artikel ini secara kritis dan pikiran terbuka untuk dapat melihat betapa pentingnya bagi BIN dan seluruh insan intelijen untuk melakukan koreksi dan introspeksi dari kasus-kasus kegagalan tersebut.

Read more »

Labels: , , ,


Read more!

Tuesday, September 07, 2021

Setelah MUNIR Menyusul 6 Pengawal HRS

 

Potret aktivis HAM, Munir Said Thalib, dalam film Kiri Hijau Kanan Merah (ARSIP PANITIA Pekan Merawat Ingatan 12 Tahun Munir) Kompas 7 September 2021

17 tahun yang lalu pada 7 September 2004, Munir Said Thalib atau yang lebih dikenal Munir tewas dibunuh menggunakan racun arsenik dalam jumlah yang besar yang konon dicampurkan ke dalam minuman jus jeruk yang diminumnya saat dalam penerbangan GA 974 ke Belanda.

 

Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

Monday, September 06, 2021

2024

Meskipun Eyang Senopati Wirang sudah tidak bersama kita lagi, namun hal itu tidak mengurangi waskita komunitas Blog I-I yang mendapatkan dukungan luar biasa dari Aceh hingga Papua. Kemampuan melihat ke depan menyingkapkan kabut misteri masa depan Indonesia masih tetap melekat karena insan intelijen yang masih memegah erat marwah kerahasiaan intelijen tetap rajin berlatih mengasah seluruh panca indera dan indera keenam serta insting intelijen untuk mendukung pekerjaan. Hal ini sangatlah jauh dari apa yang sering dipercaya orang Indonesia sebagai sesuatu yang klenik. Apa yang dilatihkan kepada insan intelijen Indonesia adalah kebersihan hati dan lurusnya niat dalam bekerja yang mana hal tersebut menyebabkan berlimpahnya keberuntungan dan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa termasuk dalam memperkirakan apa yang akan terjadi.

Marilah kita simak bagaimana pandangan beberapa sesepuh Blog I-I tentang tahun Indonesia di tahun 2024....

Read more »

Labels: , , ,


Read more!

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank