INTELIJEN INDONESIA » intel oh intel...... <br> Disclaimer Notice: All statements of fact, opinion, or analysis expressed in this blog are my own. This is not necessarily reflect any official or views of Indonesian Intelligence Agency or any other Indonesian Government entity, past or present. Nothing in the contents should be construed as asserting or implying Indonesian Government endorsement of an article's factual statements and interpretations.

Sunday, October 22, 2017

CIA ESAU-40: Indonesia 1965 - The Coup that Backfired



Dokumen setebal 356 halaman yang direlease CIA pada Mei 2007 dengan nomor CIA/SRS   /RSS 0033-68  belakangan ini menjadi ramai kembali karena isu komunisme yang marak menjadi pembicaraan masyarakat Indonesia. Isu komunisme bukan saja selalu menarik karena menjadi bagian sejarah hitam perjalanan bangsa Indonesia melainkan juga karena fakta masih adanya sebagian elemen bangsa Indonesia yang tergelincir untuk tetap memeluk faham komunis dalam hati dan pikirannya. Selain itu, sebagian elemen bangsa Indonesia juga menganggap bahwa masih ada masalah terkait HAM dalam penanganan ancaman komunisme di Indonesia. Masalah HAM tersebut terkait dengan perbedaan pandangan tentang apa yang terjadi paska pemberontakan PKI dengan dugaan terjadinya pembunuhan dan marjinalisasi terhadap kaum radikal komunis. Bagi para pembela HAM telah terjadi pelanggaran HAM berat, namun bagi pemerintah khususnya aparat keamanan telah terjadi penegakkan keamanan nasional menyelamatkan bangsa Indonesia dari ancaman komunisme. Perbedaan yang tajam tersebut juga masuk ke ranah masyarakat akar rumput, dimana kaum nasionalis, Islam dan ormas lainnya mendukung kebijakan pemerintah dalam mengatasi ancaman komunisme tersebut. Perdebatan ini tidak akan ada habisnya, dan apabila terus-menerus dipertentangkan maka ujungnya adalah konflik yang tidak berkesudahan. Bangsa Indonesia juga akan menghabiskan waktu untuk sesuatu yang justru akan menghancurkan berbagai potensi bangsa dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Read more »

Labels: , , , , , , , , ,


Read more!

Wednesday, October 18, 2017

Pribumi dan Non-Pribumi


PRIBUMI dan NON-PRIBUMI

Dua tokoh nasional Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti menyampaikan pernyataan yang terkait dengan istilah pribumi, namun mendapatkan reaksi yang agak berbeda. Anies bahkan dipolisikan oleh Gerakan Pancasila didampingi Banteng Muda Indonesia (organisasi sayap PDI Perjuangan) karena ucapannya tersebut, sementara Menteri Susi mendapatkan pujian. Mengapa demikian?


Read more »

Labels: , , , , , , , , , , , , ,


Read more!

Apa Kabar Komunisme Indonesia?

Sehubungan dengan pertanyaan dari sahabat Blog I-I di Kalibata, Cilendek, Cijantung, Cilangkap, dan Pejaten tentang komunisme Indonesia dipersilahkan kepada seluruh sahabat yang setia menjaga NKRI dan Pancasila untuk membuka kembali analisa-analisa lama Blog I-I tentang komunisme Indonesia tersebut dalam artikel-artikel berikut ini:

Kiri oh Kiri
Sebuah Catatan untuk Gerakan Kiri Indonesia
Gerakan Kampungan Marxist Indonesia
Tentang Komunisme versus Liberalisme
Tentang Film the Act of Killing
Komunisme dan Ulang Tahun TNI

Disamping artikel-artikel tersebut kadangkala Blog I-I juga menyisipkan pesan-pesan kewaspadaan nasional terhadap ancaman radikal kiri yang pernah mengoyak persatuan nasional Indonesia.

Dalam artikel-artikel Blog I-I tersebut perlu kehati-hatian dalam membaca karena Blog I-I bukan semata-mata kritis terhadap mereka yang berideologi kiri, sosialis, komunis atau varian lainnya, melainkan juga konstruktif mendorong agar kaum kiri Indonesia dapat lebih cerdas dengan menanggalkan komunisme dan membangun ideologi khas Indonesia yang meskipun intinya berjuang demi rakyat wong cilik, namun lepas dari bayang-bayang kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) yang tidak akan pernah dapat dilupakan oleh bangsa Indonesia.

Mencermati perkembangan terkini, marilah kita renungkan sejenak catatan Blog I-I yang terbaru dalam menyapa komunisme Indonesia.

Read more »

Labels: , , , , , , , , ,


Read more!

Wednesday, September 06, 2017

Utang Indonesia: Perdebatan di Kompasiana (Belajar Propaganda)

Nufransa Wira Sakti VS Edy Mulyadi

Sebelum membaca artikel ini perlu disadari bahwa saya tidak bermaksud melakukan argumentum ad hominem (argumentasi yang diarahkan kepada seseorang) yang berarti sebuah kesesatan logika karena menjauh dari ide-ide orang tersebut. Artikel ini merupakan kritik kepada kecenderungan umum yang sering terjadi dalam penulisan opini di media massa yang cenderung negatif, provokatif dan jauh dari etika dan edukasi publik. Pelajaran bagi publik / masyarakat umum adalah perlunya membaca secara kritis serta himbauan agar penggiat opini publik lebih mengedepankan obyektifitas dan bertanggung jawab terhadap dampak negatif dari tulisan yang subyektif dan provokatif. Pelajaran bagi komunitas intelijen adalah terkait dengan analisa propaganda dan kontra propaganda.

Selamat membaca......

Pada 4 September 2017, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS), Edy Mulyadi (EM) menulis artikel yang menarik berjudul Harta Cuma Rp2.188 Triliun, Utang Rp3.780 Triliun. Artikel tersebut menjadi menarik disimak karena serangan verbal kepada Kementerian Keuangan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) dengan sebutan-sebutan yang tidak relevan dengan konteks pembahasan masalah utang Indonesia. Beberapa catatan penting dari tulisan Sdr. EM yang mengaku sebagai Jurnalis, Media Trainer, Konsultan dan Praktisi PR tersebut antara lain sebagai berikut:

Read more »

Labels: , , , , ,


Read more!

Saturday, September 02, 2017

Penyebaran Faham ISIS di Masjid: Fitnah atau Realita

Pada 31 Juli 2017, Australian Broadcasting Corporation (ABC) melansir berita yang bersumber dari Indonesia tentang 41 Masjid di 16 Propinsi di Indonesia yang mendukung kelompok Islamic State in Iraq and Syria (ISIS). Dari angka tersebut 16 Masjid di 7 Propinsi terkonfirmasi secara resmi mendukung kelompok ISIS. Berita yang berjudul Islamic State: Indonesian mosques accused of supporting radical group's ideology tersebut bukan saja mengundang polemik perdebatan publik, melainkan juga diwarnai kontroversi bahwa penelitian yang dilakukan oleh Tim Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikalisasi (PAKAR) yang dipimpin oleh Adhe Bhakti telah melakukan surveillance terhadap rumah ibadah Masjid untuk Pemerintah Indonesia yang belakangan dibantah oleh Adhe Bhakti.

Bagi komunitas Blog I-I, temuan PAKAR yang sering bekerjasama dengan BNPT tersebut perlu diperhatikan karena penelitian tentang Islam Radikal di negara mayoritas Muslim adalah penelitian yang sensitif dan memerlukan akurasi yang tinggi dalam hal definisi dan bukti-bukti berupa data. Setelah mempelajari dengan seksama laporan PAKAR tersebut, setidaknya terdapat lima catatan khusus dari Blog I-I yang tidak akan diungkapkan secara detil guna menghindari kesalahpahaman yang tidak diperlukan.

Read more »

Labels: , , , , , , , , ,


Read more!

Thursday, August 17, 2017

The spirit of Mushi 無 私


無 私

Salah satu prinsip pokok prajurit intelijen didikan Sekolah Nakano yang saya ingat adalah 無 私 atau dibaca むしatau mushi. Hampir dalam setiap kesempatan selalu diingatkan tentang pentingnya mushi dalam segala peri kehidupan seorang insan intelijen. Saya tidak akan pernah lupa hingga akhir hayat dan dapat menjalani hidup sebagai intel berkeliling Indonesia dan berkeliling dunia dengan menghayati prinsip mushi tersebut. Seperti juga semangat bushido bagi seorang samurai yang menjadi code of conduct bagi kehidupan seorang samurai, maka mushi adalah code of conduct kehidupan seorang intel atau ninja, shinobi, atau kunoichi. Ilmu intelijen Nakano telah lama musnah dalam sistem pendidikan intelijen Indonesia karena tidak ada lagi generasi intelijen yang mengajarkannya. Meskipun cikal bakal atau pondasi intelijen Indonesia adalah merujuk kepada kombinasi ninja Jepang dan kearifan lokal telik sandi nusantara, namun karena kurangnya perhatian kepada pendidikan dan pelatihan intelijen, maka secara perlahan yang terjadi adalah kemerosotan mentalitas intelijen yang kemudian kurang menghayati identitas jati diri sebagai intelijen.

Apakah mushi tersebut?
Read more »

Labels: , , , , , , , , , , , , ,


Read more!

Mengetuk Hati Mangasah Akal Membuka Mata Telinga

Seumur hidup kita belum tentu mengenali
Bila memilih mencari apakah pasti ketemu
Bila memilih diam akankah datang yang dicari
Sungguh hidup kita selalu akan selalu resah

Ikhlasnya hati tidak mudah dikenali
Seolah kita hanya menipu dalam semu
Banyak yang meninggalkan makna diri
Menjalani kisah hidup dalam resah

Manis bibir kita dalam senyum dan bicara
Sementara hati membeku dalam prasangka
Hati yang tenang batasi mulut berbicara
Hati yang gelisah penuh syak wasangka

Mengetuk hati intel walau sekejap masa
Mengasah akal bersama semoga berguna
Membuka mata melihat kelemahan bangsa
Membuka telinga sebelum semua mimpi sirna

Indonesia 2036 akan mencapai suatu masa
Tampak maju sentosa namun tidak sempurna
Kemajuan kadang membuat manusia hilang rasa
Mabuk berjuang untuk dunia hingga merana

Jangan lupa dan tetap waspada
Musuh terbesar adalah diri sendiri
Bila Intel berhati kuasa
Bila Intel berakal kuasa
Hanya melihat yang ingin dilihat
Hanya mendengar yang ingin didengar
Maka tunggulah hancurnya mimpi bangsa


Jangan lupa dan tetap waspada
Musuh kedua adalah mudah diadu domba
Bila Intel berhati kepentingan
Bila Intel berakal kepentingan
Hanya melihat untuk kepentingan
Hanya mendengar untuk kepentingan
Maka tunggulah gagalnya Indonesia wibawa

Jangan lupa dan tetap waspada
Musuh ketiga adalah kebodohan
Bila Intel berhati tumpul
Bila Intel berakal bebal
Hanya melihat yang enak dilihat
Hanya mendengar yang enak didengar
Maka tunggulah generasi yang saling menikam

Jangan lupa dan tetap waspada
Musuh keempat adalah hilangnya waskita
Bila Intel hatinya entah dimana
Bila Intel akalnya terbolak-balik
Tidak lagi mampu melihat kenyataan
Tidak lagi mampu mendengar kebenaran
Maka tunggulah pecahnya perang saudara

Jangan lupa dan tetap waspada
Musuh kelima adalah keserakahan
Bila Intel hatinya menjadi hamba alat politik
Bila Intel akalnya menggembosi opisisi politik
Tidak lagi melihat pentingnya netral demi bangsa dan negara
Tidak lagi mendengar suara amanat rakyat dalam demokrasi
Maka 100 Tahun Indonesia merdeka, Indonesia akan biasa-biasa saja

Dirgahayu Republik Indonesia, 17 Agustus 2017

Senopati Wirang

Labels: , , ,


Read more!

Friday, August 11, 2017

Nasib Menjadi Anggota BIN

Berikut ini adalah artikel berita yang belum terlalu lama tepatnya kejadian hari Rabu tanggal 2 Agustus 2017 yang lalu. Segenap komunitas Blog I-I menyampaikan turut belasungkawa, Innalillahi wa innailaihi roji'un, semoga almarhum Wahyudi Rohman syahid dalam melaksanakan tugas negara, dan semoga pimpinan BIN dan POLRI tergugah untuk menegakkan keadilan.

Anggota BIN Tewas Tertabrak Mobil Dinas Polisi

Mobil Dinas Polisi yang diduga kuat penabrak anggota BIN hingga tewas

FAJAR.CO.ID, KOLAKA – Wahyudi Rohman, anggota Badan Intelijen Negara (BIN) yang bertugas di Binda Sulawesi Tenggara tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di desa Wesalo, Kecamatan Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur sekitar pukul 17.20 WITA, Rabu (2/8). Pria yang jangkauan tugasnya meliputi Kolaka, Kolut dan Koltim tersebut menghembuskan nafas terakhir di Puskesmas Lalolae akibat luka parah dibagian kepala.

Beberapa saksi mata yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa diduga sepeda motor yang dikendarai korban terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil dinas Polri dengan nomor polisi (Nopol) 2101-XX. Ketika itu sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah Tinondo menuju Kolaka. Namun dari arah berlawanan sebuah mobil polisi warna abu-abu melaju kencang dari arah Kolaka. “Itu dari jalan menikung kita dengar suara keras seperti benturan. Kita pergi ke jalan ternyata ada kecelakaan. Mungkin karena kerasnya tabrakan mobil polisi terbalik, korban terlempar jauh dari motornya,” kata sumber yang mengaku melihat sendiri posisi mobil dan korban setelah kejadian.
Read more »

Labels: , ,


Read more!

Monday, July 31, 2017

Pembunuhan Karakter Presiden ke-6 SBY

Gambar-gambar infografis berikut ini hanya sedikit contoh dari pembunuhan karakter terhadap Presiden ke-6 SBY. Tujuannya bukan semata-mata kepada pribadi SBY, melainkan memastikan hancurnya kredibilitas anaknya AHY yang memiliki potensi kepemimpinan pada level nasional. Blog I-I tidak berwenang melakukan investigasi tentang siapa-siapa yang berada dibalik upaya penghancuran nama baik keluarga SBY tersebut.




Mengapa SBY menjadi target?
Read more »

Labels: , , , , , , , , ,


Read more!

Restrukturisasi Intelijen Australia

Komunitas Intelijen Australia dalam Koordinasi O N I


Membahas restrukturisasi Badan Intelijen Negara (BIN) menjadi kurang menarik karena dengan organisasi yang semakin gendut belakangan ini justru membingungkan fokus operasi BIN di masa mendatang akan seperti apa. Penambahan Deputi Siber BIN mungkin tepat dalam mengantisipasi ancaman di dunia siber, namun dengan sudah berdirinya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berdasarkan Perpres No.53 Tahun 2017 tentang BSSN maka Deputi Siber BIN hanya akan menjadi pemborosan. Blog I-I berani memperkirakan bahwa kinerja BIN akan semakin melorot tidak fokus dan boros anggaran.

Marilah kita tinggalkan sorotan terhadap BIN, dan perhatikan bagaimana restrukturisasi lembaga intelijen di Australia yang baru terjadi setelah puluhan tahun tidak melakukan restrukturisasi yang berarti. Restrukturisasi lembaga intelijen Australia terakhir terjadi pada era 1960-an dan 1970-an.

Read more »

Labels: , , , , , , , ,


Read more!

Saturday, July 22, 2017

Operasi Intelijen Penggembosan Prabowo



Berdasarkan informasi A1 yang perlu Blog I-I rahasiakan sumbernya, dapat disampaikan bahwa mulai Juli 2017 ini operasi intelijen penggembosan Prabowo telah secara efektif dijalankan. Mengapa Blog I-I mengangkat tulisan bernuansa politis dan kurang spot intelijennya? Hal ini tidak lain tidak bukan karena keyakinan pada prinsip bahwa Intelijen harus bersih/steril dari kepentingan politik kekuasaan. Blog I-I hanya ingin menyadarkan Intelijen Resmi sejak Blog I-I lahir tentang pentingnya profesionalisme intelijen untuk fokus pada isu-isu keamanan nasional dan bukan pertarungan politik nasional.
Read more »

Labels: , ,


Read more!

Friday, July 21, 2017

Dokumen Intelijen Pengurus dan Anggota HTI

Infografis Jokowi Gebuk HTI sumber: Tirtoid


Sejak beberapa hari yang lalu dalam sejumlah media sosial seperti facebook, grup WA dan berbagai model komunikasi termasuk email beredar dokumen Intelijen yang menurut sumber Blog I-I hampir dapat dikatakan 80% adalah hasil karya Badan Intelijen Negara (BIN) yang berisi pengurus, anggota dan simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Hal itu menurut analisa Tirto.id dalam artikelnya Beredar Dokumen Pengikut HTI dan HTI dalam bayang-bayang pengawasan seolah beredarnya dokumen tentang HTI tersebut merupakan bagian dari langkah-langkah Presiden Jokowi dalam menggebuk HTI. Peredaran dokumen anggota HTI yang menurut Tirto.id mencapai 1300an orang tersebut sengaja pertama kali diedarkan di kalangan ormas Islam khususnya Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), namun karena Muhammadiyah lebih berhati-hati, peredaran yang paling dahsyat terjadi di dalam lingkungan NU. Entah apa maksudnya, apakah untuk mengadu domba sesama umat Islam ataukah untuk memperkuat dukungan NU di tingkat akar rumput masyarakat.

Read more »

Labels: , , ,


Read more!

Friday, July 14, 2017

Perppu No.2 Tahun 2017 tentang Perubahan UU Ormas



Pendapat Prof. Yusril Ihza Mahendra tentang Perppu No.2 Tahun 2017 sudah banyak diangkat media massa, bahkan Prof. Yusril akan mengajukan gugatan uj materil terhadap perppu tersebut. Baca: Kompas, Detik, Tempo, Ketentuan Pidana dalam Perppu Ormas, dll. Intinya Perppu tersebut merupakan ancaman bagi demokrasi serta Prof. Yusril mengatakan: "Dengan Perpu yang baru ini, Menhumkam dapat membubarkan ormas semaunya sendiri. Ini adalah ciri pemerintahan otoriter.Dalam kontruksi negara hukum demokratis, setiap kerja dan produk organ negara harus bisa divalidasi dan diperiksa oleh organ negara lain, sebagai manifesto kontrol dan keseimbangan" (Lihat: Kumparan). Apakah cukup hanya dengan berdasarkan pendapat pakar Hukum Tata Negara seperti Prof Yusril untuk menilai Perppu No. 2 Tahun 2017? Tentu tidak, dan Blog I-I akan membandingkannya dengan pendapat-pendapat lain yang sangat banyak. Pendapat Pemerintah cukup diwakili oleh Menkopolhukam Wiranto misalnya menjelaskan Perppu No.2 Tahun 2017 bukan untuk membatasi Ormas, bukan kesewenang-wenangan dan bukan mau menang sendiri melainkan untuk merawat persatuan dan kesatuan serta menjaga eksistensi bangsa. Pendapat kalangan Civil Society  misalnya oleh Hendardi dari Setara Institute yang meskipun mendukung Perppu No.2 Tahun 2017 namun mengingatkan bahwa dalam konstruksi negara hukum demokratis, setiap kerja dan produk organ negara harus bisa divalidasi dan diperiksa oleh organ negara lain, sebagai manifesto kontrol dan keseimbangan, sehingga Hendardi menyarankan agar mekanisme pembubaran Ormas tetap dilakukan dengan pertimbangan MA dan tetap menyediakan mekanisme keberatan melalui Badan Peradilan.

Read more »

Labels: , , , , , , , , , ,


Read more!

Sunday, June 25, 2017

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Labels: ,


Read more!

Monday, June 12, 2017

Tentang analisabaladacintarizieq.blogspot.com


Tampilan Blog analisabaladacintarizieq.com sebelum dihapus pemiliknya

Blog I-I akan berkomentar singkat tentang Blog yang menghebohkan tersebut diatas dengan merujuk kepada fakta-fakta berupa data-data dari analisabaladacintarizieq.blogspot.com (mengaku orang awam tanpa nama) dan bantahan resmi dari Polisi, bantahan dari BIN, serta bantahan dari tertuduh Sdr. Irfan Miftach (IM).

Read more »

Labels: , , , , ,


Read more!

Saturday, June 10, 2017

Radikalisasi: Sebuah Pengalaman Pribadi

Pengantar Blog I-I: Artikel berikut ini adalah komentar Sdr. Bunglon Hitam terhadap artikel ISIS: Sebuah Perspektif Obyektif. Komentar Sdr. Bunglon Hitam bila dipublikasikan sebagai komentar mungkin akan terlewat oleh sahabat Blog I-I yang hanya membaca bagian artikel-artikel Blog I-I, oleh karena itu ada baiknya diangkat sebagai artikel yang semoga bermanfaat bagi kita semua dalam memahami fenomena radikalisasi khususnya di Indonesia. Blog I-I hanya menambahkan judul yang semoga dapat mencerminkan isi dari tulisan Sdr. Bunglon Hitam.  Selamat membaca.... 




Radikalisasi: Sebuah Pengalaman Pribadi

oleh: Bunglon Hitam

Ijinkan saya untuk sedikit menuangkan pengalaman tentang gerakan Islam. Saya sudah cukup lama ikut gerakan-gerakan pengajian, sudah sejak saya masih SMA. Dari mengikuti berbagai macam gerakan tersebut, saya bisa melihat mana-mana saja subjek yang radikal, berpotensi radikal, konservatif, hingga moderat. Saya sendiri adalah salah satu orang yang berpotensi radikal, dulunya. Saya seringkali tak segan bicara soal hukum pancung (qishash), hukum potong tangan, dan hukum-hukum fisik lainnya di depan teman-teman saya yang bahkan masih awam dengan Islam.

Read more »

Labels: , , , , ,


Read more!

Sunday, June 04, 2017

I S I S: Sebuah Perspektif Obyektif

Seorang anggota ISIS membawa bendera ISIS (Sumber: Before It's News)

Kita sering mendengar kata ISIS, membaca berita tentang ISIS, menonton berita TV terkait ISIS, namun bagaimana sebenarnya kita memahami ISIS?

Pemahaman yang tepat ISIS bukan saja penting untuk mencegah menguatnya simpatisan ISIS menjadi kekuatan nyata yang besar di Indonesia, melainkan juga untuk menurunkan sikap saling curiga dan ketegangan yang dipicu oleh perpecahan masyarakat dalam pilkada Jakarta serta dinamika konflik berdasarkan agama yang masih akan terasa sampai beberapa tahun ke depan khususnya menjelang memanasnya suhu politik di tahun 2019.

Apakah ISIS?

Read more »

Labels: , , , , , , , , , , , , , ,


Read more!

Friday, June 02, 2017

Belajar Intelijen: Deteksi Aliran Radikal

Sumber gambar : Saudi Gazette

Kita sering mendengar, melihat, dan membaca berita tentang aliran radikal, baik yang berdasarkan agama maupun ideologi tertentu di media massa elektronik dan cetak. Kita juga sering mendengar terjadinya radikalisasi yang kemudian mengarah pada aksi-aksi terorisme. Apapun sebutannya, kelompok radikal, kelompok garis keras, ataupun kelompok teroris, hanya satu kesamaannya yakni pada aspek "pemaksaan kehendak" yang diiringi oleh kekerasan. Meskipun cita-cita kelompok radikal mungkin sesuatu yang ideal berdasarkan keyakinan kelompok tersebut, namun ketika cara mewujudkannya dengan menggunakan pemaksaan dan aksi kekerasan, maka sah dapat dikatakan kelompok tersebut radikal. Lalu bagaimana kita masyarakat biasa dapat mendeteksinya?

Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

BG: Saya Indonesia Saya Pancasila


Kepala BIN Jenderal Pol Budi Gunawan

Sumber: MNOL

Jakarta – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol Budi Gunawan dalam rangka memperingati Hari Pancasila 1 Juni 2017 ini mengutarakan pandangannya tentang urgensi nilai moral Pancasila untuk keselamatan bangsa dan negara Indonesia. “1 Juni adalah Hari Lahir Pancasila yang merupakan tonggak penting perjalanan bangsa dan negara kita dimana seluruh elemen masyarakat secara bersama menyepakati Pancasila sebagai falsafah bangsa dan Dasar Negara,” ujar BG sapaan akrabnya di Jakarta (1/6).
Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

Wednesday, May 31, 2017

Momentum Bom Kampung Melayu

Presiden Jokowi dan Wapres JK Meninjau Lokasi Bom Kampung Melayu (sumber: Pasukan Lokagandasasmita)


Bom sederhana berkekuatan kecil yang mengakibatkan gugurnya tiga orang Polisi dan dua orang pelaku bom bunuh diri serta belasan lainnya luka-luka (baca: kompas) mengundang sejumlah spekulasi baik yang berdasarkan pada fakta-fakta temuan, teori, maupun analisa intelijen. Salah satu peringatan penting yang perlu kita perhatikan adalah sebagaimana disampaikan Kepala BIN Budi Gunawan: Jangan Biarkan Indonesia seperti Irak dan Suriah. Analisa yang menyimpulkan bahwa bom Kampung Melayu adalah bagian dari strategi ISIS masih terlalu prematur, walaupun berdasarkan fakta pelaku bom bunuh diri Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam alias Iwan Cibangkong yang terdeteksi merupakan bagian dari Kelompok JAD (Jamaah Ansarud Daulah) Wilayah Bandung. JAD sejak ramai dinyatakan terbentuk pada tahun 2015 merupakan entitas pendukung berdirinya Daulah Islamiyah di Indonesia, yang dalam berbagai kabar JAD menyatakan atau dinyatakan sebagai pendukung ISIS di Irak dan Suriah.
Read more »

Labels: , , , , , , ,


Read more!

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank