INTELIJEN INDONESIA » intel oh intel...... <br> Disclaimer Notice: All statements of fact, opinion, or analysis expressed in this blog are my own. This is not necessarily reflect any official or views of Indonesian Intelligence Agency or any other Indonesian Government entity, past or present. Nothing in the contents should be construed as asserting or implying Indonesian Government endorsement of an article's factual statements and interpretations.

Saturday, January 21, 2017

Permohonan Ma'af Kepada Rakyat Kecil Anggota BIN

Kepada Yth,
Para Senopati penanggung derita insiden Bali
di Tempat

Dengan hormat,

Sehubungan dengan ketidakadilan dan kedzoliman yang sedang menimpa senopati anggota BIN yang dikaitkan dengan Blog I-I, bersama ini disampaikan permohonan ma'af yang sebesar-besarnya kepada anda semua yang menanggung beban tuduhan sepihak dipersalahkan atas nama kerahasiaan intelijen. Tuduhan sepihak yang menimpa anda telah mengabaikan peraturan kepegawaian maupun ASN serta merusak jiwa korsa persatuan, melukai hati dan perasaan seluruh anggota BIN yang lahir dari rahim Ibu Pejaten, Ibu Cilangkap, maupun Ibu Trunojoyo serta memarjinalkan pendapat yang obyektif dalam memajukan organisasi BIN.

Bersama ini pula, Blog I-I menegaskan bahwa tidak ada satupun dari mereka yang mengalami pemeriksaan dan penghukuman sepihak tersebut memiliki kaitan dengan Blog I-I. Sebuah insiden kecil di Bali yang diharapkan dapat diselesaikan dengan adil dan transparan justru menjadi besar dan menciptakan rasa saling curiga, teror, perpecahan yang semakin dalam di tubuh BIN.

Ketika Blog I-I mengkritik Kepala BIN era Presiden SBY, Syamsir Siregar yang melakukan deHendroisasi, beliau menerima dan melakukan balancing organisasi dengan sangat baik. Ketika Blog I-I mengkritik Kepala BIN Sutiyoso dengan 1000 rekrutmennya, beliau merespon dengan sangat baik dengan mengurangi ambisinya dengan angka rekrutmen yang lebih rendah. Ketika Blog I-I mengkritik laporan BIN garbage in garbage out era ZA Maulani bahkan beliau ternyata juga berpandangan sama dengan Blog I-I dan melakukan perbaikan-perbaikan. Ketika Blog I-I mengingatkan Kepala BIN Sutanto untuk berhati-hati dengan tekanan militer, beliau mendengarkan namun terlambat merespon karena perembesan pengaruh sangat cepat menelikung beliau dan Presiden lebih mendengarkan Mabes TNI.

Kritik Blog I-I kepada Kepala BIN Budi Gunawan adalah bentuk perhatian dan rasa sayang karena kebaikan hati dan kecerdasan beliau. Maksud Blog I-I adalah agar Kepala BIN memiliki kesempatan untuk memenangkan hati dan pikiran rakyat BIN yang tertindas dengan menegakkan hukum kepada oknum pimpinan yang sewenang-wenang dalam memimpin unitnya. Bahwa kebetulan pimpinan tersebut dari unsur Polisi akan membuktikan ketegasan dan keberpihakan Kepala BIN kepada organisasi dan mayoritas anggotanya. Mengapa Kepala BIN termakan provokasi dan percaya dengan bisikan dan menyerahkan penyelesaian masalah internal yang sangat keras dan tidak adil kepada beberapa jajaran pimpinan yang sebelumnya telah banyak menipu beliau dengan laporan-laporan yang telah diubah (seperti laporan ABI I, II, III) untuk menjerumuskan, menjatuhkan beliau dan merusak citra beliau di mata Presiden? Sementara rakyat kecil BIN menjerit menangis menderita dan menanggung dosa yang sama sekali tidak pernah diniatkan?

Sebagian jaring Blog I-I telah berupaya mengingatkan dan memberikan sinyal kepada Kepala BIN, namun masih belum secara langsung terbuka karena terlalu banyak yang mengawasi dan menghalangi, sehingga Blog I-I terpaksa menuliskannya di media blog ini.

Kata-kata dalam tulisan memang terbuka untuk diinterpretasi secara berbeda, maksud dari suatu tulisan dapat menyebabkan dampak yang jauh dari dugaan. Berbeda dengan hoax yang berniat jahat menciptakan suatu kondisi negatif, apa yang Blog I-I lakukan adalah berniat baik namun diinterpretasikan sebagai keburukan. Lukisaludan demikian pernah dibisikkan sesepuh intelijen pendiri intelijen Indonesia Zulkifli Lubis, iya benar adanya bahwa "luka di kaki, sakit seluruh badan" dalam unit intelijen adalah rasa sakit, penderitaan, atau bahkan kematian seorang anggota intelijen akan terasa bagi seluruh anggota intelijen.

Sungguh pada akhirnya kekuatan dan kekuasaan di dunia ini akan tampak sebagai pemenang, dan mereka yang lemah akan menderita dan tampak sebagai pecundang pesakitan dengan berbagai tuduhan yang memojokkan. Namun hakikat kebenaran akan tetap benar dan yang salah akan tetap salah dan intelijen selalu berpegang teguh kepada kebenaran demi keselamatan bangsa dan negara.

Blog I-I menghimbau kepada seluruh jaringan dan sahabat Blog I-I untuk berdo'a menurut keyakinan masing agar insiden kekerasan di Bali tidak berkepanjangan dan segera diselesaikan secara adil.

Surat ini sekaligus membuktikan bahwa mereka yang mengalami pemeriksaan dan penghukuman sepihak saat ini tidak memiliki kaitan dengan Blog I-I dan tidak ada satupun yang membocorkan rahasia.

Kemudian darimana Blog I-I dapat mengetahui apa-apa yang terjadi di dunia intelijen? Baiklah demi membersihkan nama baik seluruh anggota BIN yang mengalami tuduhan sepihak, Blog I-I akan membuka rahasia. Secara teknis mirip dengan apa yang dilakukan oleh KPK, dimana intersep komunikasi sangat mudah dan data sangat banyak yang masuk dalam jaringan Blog I-I. Apa bukti kemampuan Blog I-I melakukan intersep? Hal ini tidak dapat dijabarkan dalam tulisan karena semuanya memanfaatkan teknologi tinggi. Namun jawabnya ada pada kecepatan masuknya informasi ke dalam jaring Blog I-I yang dapat dikatakan real time dimana saat anda berkomunikasi pada detik itu pula Blog I-I sudah tahu.

Oleh karena itu, mulai sekarang periksalah dan bersihkanlah gadget anda semua bila perlu ganti handphone dan gadget komunikasi anda dan gunakan nomor baru pula. Khususnya kepada seluruh unsur pimpinan intelijen agar segera membersihkan alat-alat komunikasinya. Dengan demikian jaringan Blog I-I tidak lagi dapat mengakses komunikasi anda semua. Oh iya, pastikan anda juga percaya 100% kepada orang-orang yang melakukan pemeriksaan atau pembersihan gadget anda, ingat 100% percaya.

Demi menjaga kehormatan Intelijen resmi, Blog I-I juga akan menghapus seluruh hasil intersep komunikasi dan menghentikan kegiatan kritik terhadap dunia Intelijen Indonesia.

Sekali lagi Blog I-I menyampaikan permohonan ma'af yang sedalam-dalamnya kepada anda semua yang menanggung penderitaan dari insiden Bali. Blog I-I juga menyampaikan permohonan ma'af kepada seluruh komunitas intelijen Indonesia, khususnya yang berada dalam lingkungan BIN.

Akhir kata, semoga Intelijen Indonesia semakin dewasa, profesional, modern, dan solid sehingga dapat menjadi tulang punggung informasi yang velox et exactus untuk kepentinga bangsa dan negara.

Salam hormat,
Salam intelijen,
Senopati Wirang

Labels:


Read more!

Tuesday, January 17, 2017

Statistik Pengunjung Blog I-I



Berkat blokir akses Blog I-I yang dilakukan oleh rezim Jokowi - JK, telah terjadi penurunan statistik akses Blog I-I dari Indonesia. Bukan tujuan Blog I-I untuk menjadi celebrity karena memang diniatkan untuk pembelajaran publik dan mengawal langkah intelijen demi masa depan yang lebih baik. Hal ini cukup memprihatinkan karena terjadi hambatan dalam proses mendorong intelijen yang lebih profesional.

Penurunan yang cukup signifikan terjadi dari kisaran ribuan (dibawah angka 5000) pengunjung Indonesia per hari menjadi berada di kisaran ratusan pengunjung (dibawah angka 1000) per hari. Selamat kepada rezim Jokowi - JK karena sukses membatasi akses Blog I-I di Indonesia. Hal ini perlu disampaikan agar para pihak yang memusuhi Blog I-I dapat merayakan keberhasilan blokir tersebut sehingga kinerja anda semua sebagai aparatur pemerintah dapat dipertanggungjawabkan.
Read more »

Labels:


Read more!

Saturday, January 14, 2017

Blog I - I dibungkam Pemerintahan Jokowi - JK !


Setelah puluhan tahun beroperasi memberikan catatan pencerahan untuk masyarakat Indonesia demi mewujudkan Intelijen Indonesia yang profesional yang mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan dan elit politik, akhirnya rezim Jokowi-JK membungkam Blog I-I. Hal ini bukan saja mendorong seluruh jaringan Blog I-I baik di pelosok Indonesia maupun di seluruh dunia untuk menjadi gerakan undergorund, melainkan menjadi bukti bahwa Intelijen Indonesia semakin membusuk dan tidak berani memperbaiki diri.

Apakah dengan blokir Blog I-I yang dilakukan pada tanggal 9 Januari 2017 lalu tersebut akan efektif memberangus kebebasan berpendapat yang dijamin oleh Konstitusi Indonesia? Apakah hal itu akan mengecilkan efek dari revolusi jiwa Intelijen jaringan Blog I-I? Apakah jaringan Blog I-I sedemikian bodohnya, sehingga blokir kampungan yang lemah dan mudah ditembus tersebut dapat membatasi ruang gerak Blog I-I? Tentu jawabnya TIDAK.

Read more »

Labels:


Read more!

Monday, January 09, 2017

Tentang Dinas Intelijen Muda a.k.a Dark Intelligence Mission (DIM)

Kepada seluruh jaringan Blog I-I dari profesional intel baik yang aktif maupun non-aktif, jaring agen, kepada mereka yang pernah direkrut sebagai bagian dari DIM, yang masih aktif maupun yang melarikan diri, serta yang bertanya-tanya tentang keberadaan Intelijen tidak resmi yang dianggap bekerja untuk negara, bersama ini saya ingin menyampaikan terima kasih atas kontribusinya selama ini dalam upaya memperbaiki sistem intelijen negara dengan sharing berbagai informasi kepada Blog I-I untuk diungkapkan kepada publik sebagai pembelajaran.

Jaringan Blog I-I sejak awal telah menegaskan bukan bagian resmi dari Intelijen Negara, namun melingkupi seluruh hakikat dinamika intelijen nasional Indonesia semata-mata karena faktor sejarah sejak Indonesia merdeka. Siapapun yang memusuhi Blog I-I adalah memusuhi hakikat sejati dari komunitas intelijen nasional yang cikal bakalnya telah ada sejak era perjuangan kemerdekaan. Secara turun-temurun kami selalu menjaga rahasia-rahasia level strategis terkait keamanan nasional, keamanan negara, dan keselamatan bangsa. Namun kami tidak segan-segan menyikat segala penyimpangan yang dilakukan oknum-oknum intelijen yang melakukan penyelewengan dan penyimpangan dari tugas pokoknya. Hal ini tentunya dengan kalkulasi besar kecilnya dampak yang dapat ditimbulkan dari upaya pembersihan intelijen dari penyimpangan. Misalnya untuk kasus-kasus strategis yang berdampak luas, Blog I-I tidak akan pernah mengungkapkannya. Mohon maaf sebesar-besarnya kepada rakyat Indonesia bahwa Blog I-I belum sanggup mengungkap rahasia-rahasia gelap yang berdarah dalam perjalanan Intelijen Indonesia.
Read more »

Labels:


Read more!

Friday, January 06, 2017

Stop Aksi Kekerasan di BIN !

Telah dan sedang diproses sesuai peraturan yang berlaku! Kepada seluruh jaringan Blog I-I agar menghentikan penyebaran informasi yang tidak perlu terkait kasus internal ini. Terima kasih kepada KA dan Waka BIN serta D2 dan Inspektorat BIN. Salam hormat

Jaringan Blog I-I turut memuluskan keinginan Presiden RI menempatkan Budi Gunawan sebagai Kepala BIN, hal ini bukan hoax atau klaim sepihak turut menaruh jasa kepada Pimpinan BIN, melainkan sungguh-sungguh bagian dari harapan mayoritas insan intelijen Indonesia agar BIN menjadi profesional - obyektif - berintegritas. Hal ini juga bukan soal dikotomi sipil - militer, melainkan sebuah upaya serius meningkatkan kualitas intelijen. Harapan yang besar bahwa dibawah kendali Budi Gunawan BIN dapat sungguh-sungguh bergerak efektif berkontribusi di bidang intelijen untuk rakyat, bangsa dan negara.

Peringatan ini adalah yang pertama, dan sangat terpaksa dilakukan demi masa depan BIN, sehingga mohon maklum dan dimaafkan bila kembali menyinggung kehormatan BIN sebagai institusi intelijen tertinggi di tanah air tercinta Indonesia.

Read more »

Labels: , ,


Read more!

Friday, December 23, 2016

Siaga 1 Natal dan Tahun Baru 2017

Kepada seluruh jaringan Blog I-I di Indonesia dan luar negeri, meskipun bukan bagian kewajiban sebagaimana Intelijen resmi dan polisi, ada baiknya untuk turut serta tetap memperhatikan lingkungan, mendeteksi kemungkinan adanya bahaya bukan saja pada liburan akhir tahun dan tahun baru 2017, namun setidaknya hingga akhir Januari sebagaimana peringatan yang pernah Blog I-I sampaikan dalam artikel Waspada Ancaman Teror Desember 2016 dan Tahun Baru 2017.

Read more »

Labels: , ,


Read more!

Saturday, December 17, 2016

Seri Belajar Intelijen: Bagaimana Menjadi Lebih Cerdas?

Dalam rangka mengisi kekosongan artikel dan analisa Blog I-I terkait isu-isu intelijen, keamanan, dan politik nasional Indonesia, maka Blog I-I hanya akan menyajikan artikel-artikel ringan tips dan trick yang semoga bermanfaat untuk seluruh jaringan sahabat Blog I-I di Indonesia dan di luar negeri. Eyang Seno sebenarnya telah menyiapkan kajian keamanan paska Aksi Bela Islam I, II, dan III dimana alhamdulillah seluruh saran Blog I-I dilaksanakan aparat keamanan khususnya Polisi dan Presiden Jokowi, dan terakhir peringatan ancaman teror  yang disampaikan Blog I-I juga telah direspon dengan sangat baik oleh segenap aparat keamanan khususnya Densus 88. Pencegahan sejumlah rencana aksi teror termasuk terungkapnya kemampuan kelompok teroris membuat bom panci dan rencana serangan ke Istana Negara patut diapresiasi. Kepada Kapolri Tito Karnavian jangan risau atau menjadi lemah dengan manuver pihak-pihak tertentu yang mencoba "merendahkan" makna pengungkapan kasus-kasus terorisme yang dituduhkan sebagai pengalihan. Sekali lagi selamat, dan tetaplah bekerja profesional menciptakan rasa aman dan melindungi bangsa dan negara Indonesia dari ancaman keamanan. Mari kita do'akan Indonesia yang aman dari bahaya.

Artikel berikut ini sesuai dengan judulnya hanyalah sebuah sharing pengalaman pembinaan dan pembentukan insan intelijen yang handal yang dapat dipelajari dan dipraktekan oleh sahabat-sahabat Blog I-I untuk kebaikan.
Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

Saturday, November 26, 2016

Waspada Ancaman Teror Desember 2016 dan Tahun Baru 2017

Dalam artikel Politik, Agama, dan Intelijen, Blog I-I pada poin ke 2 analisa dalam artikel tersebut mengungkapkan adanya kehadiran kelompok Islam Garis Keras dalam demonstrasi 4 November 2016, dimana kelompok tersebut baik yang berafiliasi kepada jaringan pecahan JI maupun yang telah berbaiat kepada ISIS tidak tampak menciptakan kerusuhan. Kapolri Tito Karnavian juga telah menyampaikan hasil moniotring Polisi tentang Kelompok Garis Keras yang ikut menumpang demonstrasi 4 November 2016. Namun baru pada 26 November 2016, Polri mengumumkan telah menangkap 9 anggota ISIS yang mendompleng dan membuat teror terkait demontrasi 4 November lalu. Setelah mengungkapkan masalah "makar," sekarang Polri juga telah mengambil langkah penangkapan "anggota ISIS". Diantara "anggota ISIS" yang ditangkap tersebut bernama Saulihun Alias Abu Musaibah, Alwandi Alias Aseng, Wahyu Widada, Ibnu Aji Maulana, Reno Suharsono Alias Alex, Dimas Adi Syahputra, Fuad Alias Abu Ibrahim, dan Agus Setiawan.  Polri melalui Kadiv Humas Boy Rafli Amar menegaskan bahwa Polisi tidak menemukan adanya kaitan antara sembilan anggota ISIS tersebut dengan para pemimpin massa Aksi Bela Islam tersebut. Mereka hanya memancing kericuhan 4 November dan berusaha melakukan perampasan senjata api, tapi karena petugas tidak bawa senjata api, gagal,
Read more »

Labels: , , , , , , ,


Read more!

Friday, November 25, 2016

POLRI: Hati-Hati Jebakan "Makar"

Setelah Blog I-I menjelaskan kembali tentang analisa potensi makar dalam artikel tanggal 22 November 2016 berjudul Klarifikasi Tentang Potensi Makar, maka hari ini tanggal 25 November 2016 akhirnya Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengklarifikasi bahwa belum ada potensi makar pada demo akbar 2 Desember 2016, namun tetap diwaspadai. Lebih dari sekali Blog I-I mengingatkan agar Polri berhati-hati dengan jebakan yang ingin membuat Polri berhadap-hadapan dengan para pendemo dalam situasi yang kurang kondusif. Langkah-langkah Kapolri dan Kapolda Metro Jaya merangkul berbagai elemen masyarakat Muslim Jakarta dan Jawa Barat sudah tepat. Kemudian langkah-langkah proses hukum kasus penistaan agama oleh Ahok yang dipercepat juga sudah tepat. Mulai minggu depan, bola panas kasus akan berada di Kejaksaan, sehingga sejak pelimpahan berkas dari Polisi ke Kejakasaan berjalan, giliran Kejaksaan untuk menunjukkan profesionalisme dalam penegakkan hukum secar adil sesuai peraturan yang berlaku.
Read more »

Labels: , , , , ,


Read more!

Khittah Blog Intelijen Indonesia

Sejumlah sesepuh, senior, sahabat dan intelijen resmi jaringan Blog I-I mengingatkan Blog I-I agar memperhatikan Khittah Blog I-I yang bersih dari politik kekuasaan. Hal ini tidak terlepas dari masih tingginya pengaruh politik kekuasaan ke dalam dunia intelijen Indonesia yang sangat merusak profesionalisme kerja intelijen. Apabila Blog I-I diingatkan untuk tidak menyentuh dinamika politik, maka Blog I-I juga ingin menyarankan kepada para sesepuh, senior, sahabat dan intelijen resmi untuk mengingatkan pimpinan intelijen resmi agar sungguh-sungguh NETRAL dalam menyikapi pelaksanaan pemilu baik pilkada maupun pemilu nasional nanti pada 2019. Apabila intelijen resmi tidak NETRAL, maka Blog I-I tidak segan-segan untuk memberikan peringatan keras dan melaporkannya kepada Komisi Pengawas Intelijen di DPR-RI.

Read more »

Labels: ,


Read more!

Wednesday, November 23, 2016

Tentang Analisa Laksamana TNI ( Purn) Slamet Soebijanto

Tidak biasanya Blog I-I memberikan respon terbuka terhadap analisa pejabat dan mantan pejabat Indonesia tentang masalah strategis geopolitik maupun politik nasional. Namun karena permintaan lebih dari tigapuluhan email termasuk yang menggunakan nama resmi dan beberapa yang mengatasnamakan Pemerintah RI, maka Blog I-I ingin menyampaikan pendapat sebagai berikut:
  1. Laksamana TNI ( Purn) Slamet Soebijanto sebagai mantan KSAL periode tahun 2005-2007 tentunya bukan tokoh sembarangan yang berbicara tanpa fakta-fakta. Dalam beberapa kesempatan beliau mengingatkan kita semua tentang potensi ancaman dari China atau lebih tepatnya People Republic of China (PRC). Beberapa contoh peringatan beliau misalnya dalam berita: Strategi Cina Kuasai Indonesia, Mantan KSAL Bongkar Persekongkolan Jahat Ahok dan China, Mantan KSAL Slamet Subijanto: Indonesia diujung tanduk, serta Upaya Penguasaan Jakarta C.O.G (Center of Gravity).
Read more »

Labels: , , , , , ,


Read more!

Tuesday, November 22, 2016

Klarifikasi Tentang Potensi Makar

Sehubungan dengan banyaknya email yang menanyakan perihal potensi makar terhadap Pemerintahan Jokowi bersama ini Blog I-I ingin menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:
  1. Benar bahwa Blog I-I yang pertama kali menegaskan adanya potensi makar berdasarkan pada data intelijen jaringan Blog I-I dan analisa yang hati-hati. Meskipun demikian, Blog I-I tidak pernah menyatakan bahwa Aksi Bela Islam adalah sebuah kegiatan makar. Apabila sahabat Blog I-I membaca hati-hati prediksi Blog I-I, momentum untuk mencetuskan makar masih belum ketemu dan kondisi sekarang belum cukup matang dan masih diperlukan beberapa kali lagi pusaran conditioning konflik sehingga puncaknya baru dapat terjadi pada tahun 2017. Dengan demikian, Blog I-I bukan pemasok informasi bahwa rencana Aksi Bela Islam III tanggal 2 Desember 2016 akan bergeser kepada kegiatan makar termasuk menduduki simbol-simbol kekuasaan negara seperi DPR/MPR - RI. Sekali lagi analisa Blog I-I menyebutkan bahwa proses menuju penciptaan kacau dan rusuh masih belum cukup, sehingga proses pemanasan situasi dan kondisi masih akan terus didorong oleh pihak-pihak yang melihat peluang makar. Deteksi dini dan cegah dini terhadap kelompok jahat inilah yang harus menjadi fokus intelijen dan seluruh aparat keamanan. Sebagai catatan, intelijen dan aparat keamanan harus teliti dalam membedakan manuver politik dari sejumlah kekuatan politik, aspirasi murni umat Islam, dan mereka yang jahat ingin menciptakan kerusuhan. Artinya harus tetap berhati-hati dalam menyampaikan informasi tentang aktor, dalang, sutradara, dan lain-lain yang akan meningkatkan suhu politik (catatan ini khususnya untuk Menkopolhukam Wiranto yang beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang kurang cerdas dan kurang sensitif).
Read more »

Labels:


Read more!

Pencegahan Makar

Mulai artikel ini Blog I-I akan lebih fair menyebutkan nama Ahok dari pada sebutan cagub tersangka "penista agama" karena ybs sudah mulai menunjukkan kesadaran dan pemahaman situasi yang lebih baik, baca: Ahok Mohon Maaf, Ahok Akui Ucapannya Menyinggung Umat Islam, Ahok Tak Akan Ulangi Bicara Tanpa Mikir dan Singgung Agama Lain. Dari hasil sejumlah wawancara spontan (tanpa metode akademis) jaringan Blog I-I kepada rakyat menengah bawah di Jakarta, maka perlu disampaikan ralat dari perkiraan keadaan Pilkada 2017, bahwa saat ini potensi gagal Ahok dalam Pilkada DKI tidak lagi 100% gagal, melainkan menjadi 80% gagal, artinya masih ada ruang 20% bagi Ahok untuk dapat berhasil.

Kurang dari 24 jam Blog I-I menyampaikan analisa makar dalam artikel Mencegah Kehancuran Indonesia Raya, Kapolri Tito Karnavian mengeluarkan pernyataan tentang potensi makar, dengan pernyataan lengkap Kapolri tentang Demonstrasi 2 Desember dan Agenda Makar. Jaringan Blog I-I dari unsur Polisi dan Intelijen telah berkomunikasi dengan baik sebelum Kapolri mengeluarkan pernyataan yang telah direspon oleh sebagian kalangan politisi dan pengamat baik yang bernada pro maupun kontra.
Read more »

Labels: , , , , , , ,


Read more!

Sunday, November 20, 2016

Mencegah Kehancuran Indonesia Raya

Artikel berikut ini adalah murni provokasi untuk mencegah kehancuran Indonesia Raya dari pertarungan dua kekuatan terbesar di tanah air yang tercinta yakni antara pendukung penegakan keadilan terhadap tersangka "penistaan agama" yang mayoritas umat Islam dan pendukung liberalisme-humanisme-toleransi yang mempropagandakan Bhinneka Tunggal Ika (rally against racial and religious intolerance menurut berita internasional) setelah kurang berhasil dengan propaganda NKRI, persatuan dan Indonesia Damai. Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, umat Islam adalah pecundang dalam setiap konflik politik skala nasional dan selalu kalah atau mengalah kepada prinsip-prinsip nasionalisme Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. Tidak ada satupun catatan sejarah Indonesia, dimana aspirasi umat Islam dapat dikatakan menang. Hal itu tidak lain tidak bukan disebabkan oleh karakter mayoritas umat Islam Indonesia yang moderat dalam artian takut terhadap kesulitan kehidupan duniawi. Sementara itu, mereka yang menegakkan Islam secara sungguh-sungguh lebih banyak yang terbunuh, dipenjara, atau terasingkan dengan berbagai label dari pemberontak, teroris, pelaku makar, hingga pelannggar ketertiban umum. Sudah mulai terasa provokasinya bukan?

Sementara itu para aktor dibalik propaganda Bhinneka Tunggal Ika tampak terlalu yakin bahwa strategi mengangkat pluralisme Indonesia dapat meredam gerakan yang dapat dilabelkan kepada satu golongan yakni Islam "radikal" yang seolah tidak toleran.

Sekarang marilah berpikir rasional dan memperhatikan dinamika sosial politik yang berkembang....
Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

Friday, November 18, 2016

Politik, Agama, dan Intelijen

Dengan menuliskan artikel ini, Blog I-I hanya bermaksud meluruskan pandangan para pemimpin bangsa Indonesia, pimpinan umat Islam, pimpinan partai politik, pimpinan ormas agama maupun non agama, dan juga pastinya pimpinan intelijen. Mohon dibaca baik-baik dan dicerna secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berlebihan.

Artikel ini merupakan gabungan dari informasi jaringan Blog I-I di Indonesia dan seluruh dunia yang merasa prihatin dengan kinerja intelijen yang terpaku pada kulit persoalan yang tampak sebagai pertarungan politik, padahal pokok persoalannya adalah sangat sederhana yakni "ketersinggungan" dan "kemarahan" umat Islam yang tersebar merata di seluruh nusantara ketika terjadi peristiwa yang diterjemahkan oleh sebagian besar umat Islam sebagai penistaan agama oleh salah seorang calon gubernur Jakarta.


Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

Sunday, September 25, 2016

Waspada Intel Asing dalam Pemilu Kepala Daerah

Artikel singkat ini mungkin belum didukung oleh data yang valid dan tidak dapat dijadikan sebagai referensi dalam melakukan analisa intelijen. Idenya berangkat dari investigasi kemungkinan keterlibatan intelijen Rusia dalam Pemilu Presiden di AS. Sebelumnya Blog I-I juga pernah mengangkat artikel yang sejenis yakni ketika Pemilu Presiden, misalnya dalam artikel Tentang Stanley Greenberg dan Intel Asing Pengaruhi Pemilu 2014. Meskipun dua artikel Blog I-I tersebut cenderung berargumentasi bahwa keterlibatan Intel Asing atau pihak Asing relatif kecil, namun tidak berarti meniadakan permainan Intel Asing yang bekerja untuk kepentingan negaranya dalam mempengaruhi atau mendukung salah satu calon dalam pemilu untuk kepentingan asing.
Read more »

Labels: , , , , , ,


Read more!

Saturday, September 17, 2016

Blog Intelijen Indonesia Hampir Menjadi Tupai yang jatuh



Setelah Blog I-I berdamai dengan BIN dan mendukung sepenuhnya misi dan visi BIN di bidang intelijen bahkan menyampaikan catatan penting berupa pointers kepada Kepala BIN yang baru, serangan cyber bertubi-tubi dihadapi akun google Blog I-I yang bersumber dari beberapa wilayah di Eropa Timur dan Rusia. Hal ini sangat mengganggu dan menyebabkan beberapa jaringan cyber Blog I-I dalam dua hari ini bekerja keras memulihkan akun Blog I-I tanpa membuka identitas. Mengapa Blog I-I diserang? Dari beberapa artikel Blog I-I dapat diduga mengapa terjadi serangan hacking terhadap akun google Blog I-I, dan ini menjadi sebuah tantangan serius kepada seluruh komunitas cyber Indonesia, khusus unit cyber intelijen resmi seperti di BIN, BAIS, dan Lemsaneg.

Pihak lawan telah berhasil melakukan login ke akun Blog I-I namun untungnya Google melakukan block terhadap upaya tersebut. Dampak lanjutan dari sejumlah serangan cyber tersebutlah yang membuat pusing karena Google terpaksa melakukan berbagai verifikasi pemilik akun dan tercatat upaya pemulihan tersebut gagal berkali-kali karena pertanyaan-pertanyaan Google yang sulit untuk diingat-ingat.
Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

Tuesday, September 13, 2016

Nawacita Pemerintahan Jokowi - JK dan Intelijen


Alhamdulillah, puji Tuhan masukan dari jaringan Blog Intelijen Indonesia telah diketahui oleh Kepala BIN yang baru dilantik Jenderal Polisi Budi Gunawan. Bahkan beberapa langkah awal Kepala BIN memiliki kemiripan dengan masukan jaringan Blog I-I. Tentunya untuk membawa perubahan positif ke dalam organisasi BIN diperlukan waktu baik untuk mendalami persoalan internal dan tantangan eksternal, serta dalam rangka melaksanakan reformasi yang tepat guna bagi kebutuhan organisasi dan peningkatan kualitas performa BIN.

Sejalan dengan semangat profesionalisme intelijen, kali ini Blog I-I bermaksud menyampaikan masukan bagaimana menterjemahkan Nawacita atau Sembilan Agenda (cita-cita) dalam dimensi intelijen, berikut ini hasil diskusi dan masukan dari jaringan Blog I-I bagi para seniors dan sesepuh maupun generasi muda Indonesia yang aktif atau simpatik dengan dunia intelijen.
Read more »

Labels: , , , , , , , ,


Read more!

Friday, September 09, 2016

Selamat atas Pelantikan Kepala BIN Jenderal Polisi Budi Gunawan



Bersama ini segenap jaringan Blog Intelijen Indonesia mengucapkan selamat kepada Jenderal Polisi Budi Gunawan yang telah resmi dilantik menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Do'a kami semoga sukses dalam memimpin BIN menjadi lembaga intelijen yang tangguh dengan karakter kerja velox et exactus memberikan intelijen yang terbaik demi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Meski komunitas Blog I-I telah diwakili oleh beberapa jaring di Istana untuk menghadiri pelantikan, namun kami tetap tidak dapat secara terbuka kepada Kepala BIN yang baru karena akan membahayakan seluruh jaringan Blog I-I yang telah menjadi incaran beberapa pejabat tinggi intelijen Indonesia yang tidak nyaman dengan keberadaan jaringan Blog Intelijen Indonesia.

Sekali lagi semoga sukses membawa perubahan yang lebih baik, bila Kepala BIN yang baru memperhatikan masukan dari Blog I-I, dapat dijamin kemajuan pesat dari BIN dalam beberapa tahun ke depan. Jaringan Blog I-I sejak lahirnya selalu setia mendukung upaya memajukan Intelijen Indonesia.

Salam Intelijen
Dharma Bhakti


Catatan pelaksanaan pelantikan:
Kegiatan pelantikan Kepala BIN Jenderal Polisi Budi Gunawan berjalan khidmat dan lancar. Namun ada sedikit catatan jaring Blog I-I yang semoga diketahui para pejabat tinggi negeri tercinta ini bahwa dari para undangan yang berbaris tampak ada sebagian yang kurang mengerti tata upacara dimana pada saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, bagi mereka yang tidak memakai tutup kepala (topi, peci) seharusnya tidak mengangkat tangan memberikan tanda penghormatan. Sangat disayangkan bahwa dalam kedisiplinan pun sebagian para pejabat tinggi kita kurang mengerti atau kurang menghayati, sehingga tampak ketidakseragaman yang cukup mengganggu. Semoga dalam kegiatan-kegiatan kenegaraan, upacara, pelantikan, dan lain-lain dikemudian hari hal ini lebih diperhatikan.



Labels: , ,


Read more!

Tuesday, September 06, 2016

Rabu 7 September 2004 - Intelijen Tetap Ingat

Setiap tahun pada tanggal 7 September, aktivis HAM, kalangan masyarakat madani, keluarga dan sahabat Munir Said Thalib memperingati wafatnya Munir karena diracun. Beberapa narasi kampanye yang selalu dikumandangkan terkait kasus Munir adalah "Melawan Lupa" "Masih Ingat" "Merawat Ingatan" "Menolak Lupa" dan lain sebagainya yang intinya bahwa peristiwa tragis kematian Munir menjadi sebuah "peringatan" yang dianggap penting untuk selalu diingat. Tahun ini seperti biasa di tahun-tahun sebelumnya sejak tahun 2005, jaringan Blog I-I juga selalu ikut serta dalam "peringatan" kematian Munir sebagai pengingat untuk diri sendiri maupun komunitas intelijen secara umum. Blog I-I pernah menyampaikan sejumlah petunjuk yang sangat samar tentang bersihnya institusi intelijen (BIN) dari kasus Munir pada periode 2005-2007 ketika kasus tersebut sedang hangat-hangatnya. Mengapa BIN dapat dikatakan bersih?

Read more »

Labels: , ,


Read more!

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters