Antara Megawati, Habibie dan Gus Dur » INTELIJEN INDONESIA

Sunday, November 07, 1999

Antara Megawati, Habibie dan Gus Dur

Banyak analis dan praktisi politik menganggap penyelesaian deadlock pemilihan presiden pasca pemilu 1999 adalah berkat langkah cemerlang poros tengah yang digagas Amien Rais Cs. Dalam sejarah itu, Gus Dur ketiban rezeki menjadi pilihan yang bisa menurunkan ketegangan antara kelompok Megawati dan kelompok Habibie.

Sesungguhnyalah intelijen berada dibalik sejarah itu. Dengan analisa dan prediksi situasi politiknya, intelijen mengarahkan perputaran roda politik pada posisi yang mengamankan rakyat dan mencegah meluasnya konflik horisontal. Meski pimpinan intelijen berharap dapat mendukung terpilihnya kembali Habibie, namun Habibie sebagai seorang demokrat tulen sudah lebih dahulu menerima masukan intelijen berupa ilustrasi konflik domestik yang terjadi bila beliau "dipaksakan" terpilih kembali.

Gus Dur yang kemudian terpilih jadi presiden rupanya mengetahui permainan dunia intelijen, dia serta merta menunjukkan ketidakpercayaannya pada dunia intelijen. Inilah sebabnya BAKIN waktu itu nyaris dibubarkan. Pertama karena pimpinannya bukan orangnya Gus Dur dan Gus Dur hanya berhasil menaruh orangnya pada posisi kedua di BAKIN.

Meski Gus Dur berusaha membangun jaring intelijennya sendiri, tapi apa dayanya kekuatan baru yang prematur dan oportunistik. Sangatlah mudah untuk menggoyang kekuasaan Gus Dur dengan segala kelemahannya. Meski Gus Dur juga akhirnya minta dukungan dunia intelijen, terlambat sudah karena Gus Dur tidak pernah punya rasa hormat pada dunia intelijen.

Pada saatnya nanti Megawati akan tampil dengan dukungan intelijen dan TNI yang solid.
Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters