Reformasi Intelijen » INTELIJEN INDONESIA

Monday, May 16, 2005

Reformasi Intelijen

7 tahun setelah bergulirnya reformasi, apakah reformasi intelijen juga terjadi?

Bila kita menilik perubahan signifikan dalam lembagai intelijen tertinggi di republik ini, maka sekilas kita akan melihat sosok Badan Intelijen Negara (BIN) yang berbeda dengan Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) di masa lalu. Sayang, letak perbedaannya hanya pada kata koordinasi.....yang bisa diartikan hilangnya fungsi koordinasi atau mungkin juga upaya menjadikan badan yang sungguh-sungguh memiliki operasionalisasi yang memadai.

Lebih lanjut, bila kita menilik badan intelijen lain semisal Badan Intelijen Strategis (BAIS) milik militer dan Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) milik Polri, unit intelijen Departemen seperti di Depkumham, Kejaksaan Agung, Direktorat Sospol Depdagri maka tidak sedikitpun perubahan. Bahkan apa yang kita kenal sebagai komunitas intelijen yang dikoordinir BIN masih tetap berjalan. Karena bentuk komunitas intel itu lebih mirip ngobrol sambil ngopi bareng serta "sedikit" pengarahan, maka pengaruhnya bisa jadi sangat-sangat lemah.

Ketika Amerika Serikat diguncang teror bom yang kita kenal dengan sebutan 9/11, serta-merta terjadi desakan dilakukannya reformasi nasional atas organisasi dan gelar operasi seluruh jajaran intelijen. Tidak ada sesuatupun yang berdampak serius ke dalam organisasi, karena kongres dan eksekutif sangat menghargai keberadaan organisasi intelijen seburuk apapun kinerja mereka.

Tapi di Indonesia yang terjadi adalah sebaliknya, fungsi intelijen semakin kerdil, marjinal dan saya perkirakan hanya kan menjadi mata-telinga penguasa menjelang pesta demokrasi lima tahunan, akibatnya profesionalisme organisasi semakin terabaikan.

Tingkat frustasi para intel telah mendekati suatu kondisi yang memprihatinkan. Dengan sistem single client yang patuh total pada presiden, maka tidak mau tidak semua unsur intelijen, khususnya BIN telah berubah menjadi alat politik yang signifikan.

Kalau benar-benar diperhatikan apa fungsi dari Badan Intelijen di negara RI, kita tinggal melihat ke dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu bisa dijabarkan sebagai berikut:

"Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, yang dijabarkan dalam bentuk tugas mengkoordinasikan perencanaan umum dan pelaksanaan operasional kegiatan intelijen diantara instansi-instansi lainnya yang memiliki fungsi intelijen dan mendukung penyelenggaraan tugas pokok intelijen masing-masing instansi. Memberikan keterangan-keterangan rahasia yang akurat dan tepat waktu kepada presiden dan kabinet. Mengumpulkan keterangan rahasia luar negeri, keterangan rahasia dalam negeri, melakukan analisa, melaklukan kontra-spionase, dan melakukan kontra-terorisme."

Tetapi apa daya mimpi tak sampai, kooptasi organisasi intelijen oleh kekuatan politik dan kepentingan sesaat para penguasa telah melemahkan organisasi intelijen itu sendiri. Ini apa yang saya sebut sebagai hilangnya profesionalisme dan nurani kerakyatan/kebangsaan yang seharusnya melekat di hati setiap insan intelijen.

Sekedar bukti-bukti politik:

Comments:
Yaaa, harap maklum ...
Nasionalisme para wakil rakyat bisa dibilang kurang ... beginilah kalau yang jadi wakil rakyat bukan orang yang punya pengalaman di bidangnya ...
Orang yang nggak tau apa-apa tentang pemerintahan aja bisa jadi wakil rakyat ...
Kalau Pak SBY sih saya rasa tidak mengabaikan peran BIN, kan latarbelakangnya militer, tapi yaaa itu kan cuma komentar orang bodoh seperti saya ...
 
Sekedar tambahan, situs internetnya BIN kok nggak bisa dijangkau ya ?
 
apakah bin mau di samain dengan pentagon atau Jesuit (bodyguard nya greja katolik roma) atau dengan agen 007...??? diliat-liat sih... masih kalah jauh dengan yang lainnya... logikanya para anggota bin belum tentu profesional di bidangnya..., kalau udah profesional tentu negara tidak akan kacau seperti begini, atau para pemimpin bin sudah di suap dengan.... ah... pokeknya pikirin aja sendiri....
eh.... ada satu yang ketinggalan... internetnya bin di buka untuk umum dong... inikan era transparan ok....
maaf kalau udah mengganggu....
syaloom.... GBU
 
bin bersikaplah lebih dewasa...
 
yub setuju ma nyang diatas, BIN kudu lebih terbuka.
rakyat butuh informasi tentang Organisasi BIN.
CIA aja bisa kasih info organi sasinya. yah semua itu cuma Harap Harap Cemas kami yang masih bodoh dan haus info ini.
cayooo maju terus Intelejen Indonesia yang NETRAL yang berjiwa Reformis.
kami menanti itu....
Makasih dah boleh kasih komentar
 
Masalahnya, intel di Indonesia sampai sekarang masih mengidap sindrom "Intel Melajoe" yang kronis. Kemana2 ngaku sebagai intel sembari mejeng bawa pistol, senapan serbu laras pendek sambil rambutnya dicepakin, suara HT kresek kresek dikerasin atawa sambil nenteng korek api gas berujud mirip pistol). Kalo nggak intel BIN,ya intel BaIS lah, intel kejaksaan lah, reserse lah (berlomba2 wajahnya tayang di acara kriminal TV swasta sambil gebukin maling or copet)atau bahkan tak sedikit yang intel gadungan sampe yang jualan intel di gerobak dorong atawa warung K5 dekat tembok gedung perkantoran (maksud aye : INTEL = Indomie Telor). Jadi kalo penyakit yang paling mendasar ini belum bisa dihilangkan, ya percuma aja. Jangan pernah ngimpi bakal punya intel sekelas James Bond atau Brad Pitt (dalam film Spy Game) atau Matt Damon (dalam film trilogi Bourne). Paling banter bisanya cuma punya intel-intelan (yg orang jawa pasti ngerti deh he..he..he..). Gitu boss..
 
Kapan ya kira-kira BIN bisa selevel CIA?
 
AKhir akhir ini selama mendekati pemilu, kami Panwaslu kabupaten sanggau gerah dengan banyaknya orang mengaku-aku sebagai BIN, Intel dan sebagainya. Tujuan mereka tidak jelas. mengapa harus berada di kantor panwaslu?

Kami harap BIN Pusat segera menginformasikan hal tersebut kepada kami. Jangan sampai citra BIN rusak dua kali.

Panwaslu Sanggau
 
Badan intelegen Negara harus bisa setingkat CIA..
Negara kita ini sudah terlalu lama diremehkan Negara lain bahkan Negara yang pertahanannya lebih rendah dari Indonesia..
SBY harus mundur karena berjiwa lemah sebagai seorang Prajurit, gantikan dengan Jendral yang lebih TEGAS & DISIPLIN..!!!!
 
Kapan Negara kita bisa maju??????.........
 
BIN menurut saya harus tetap ada dan meningkatkan kinerjanya. Agar semua permasalahan kriminal, terorisme, anarkhi, dan berbagai tindakan yang dapat menghancurkan Indonesia dapat teratasi.Saya sebagai seorang pelajar yang senang mengamati perkembangan negara RI terutama dalam hal kriminalitas dan teroris, merasa bahwa BIN dan TNI serta POLRI harus bekerjasama dengan baik dalam menanganinya.Ini hanya sebuah saran, dan semoga BIN dapat selevel dengan CIA.Terima kasih...
 
BIN hrus meningkatkan kualitas n kinerja pra anggotax supaya tidak dianggap remeh oleh msyarakat indonesia.aku hrap BIN bisa seperti CIA.Ayo brubah mjd lbh baik BIN.....tp smua itu qt kembalikan oknum2 yg ada dlm struktur diBIN sendri.....

^_^
 
he..he..he..

kmrn waktu ritzcalton n JW Mariot meledak lagi... si "bin" kemana yah..? kaga kelihatan batang idungnya...

cement akh.., kl ga fungsi.. mending bubarin ajah...
malu maluin..

hayahh..
 
AKU MAU TANYA TENTANG HUBUNGAN BIN DENGAN LMRRI,DAN SAH KAH LMRRI ITU DI MATA POLISI KARENA SELAMA INI MASIH SIMPANG SIUR.TOLONG JELASKAN.BANYAK ANGGOTA LMRRI DI TANGKAP
 
Congratulation BIN...
Bhayangkara Indonesia...!!!
 
ALAM_TSANI
Menurut pantauan saya, Noordin M. Top, mudah berpindah tempat dan mengelabui para petugas dengan menggunakan CADAR, dan berpergiaannya juga bersama para wanita yg bercadar. Seprti berpindah dari Jw Tengah ke Banten dia menggunakan taktik seperti itu, jd dia bebas berpindah tempat ke sana sini. BERJUANGLAH INDONESIA KU tuk keamanan Negeri Kita...
 
Hmmm... Noerdin M. Top Pake Cadar
 
hmmmm. noerdin M Top pake cadar
 
selagi Intelijen msh menunjukan diri di depan umum untuk menakut2in rakyat lemah atau usahawan,intelijen kita gk akan pernah maju,hanya intelijen yg nasionalis lah yg bisa merubah BIN menjadi yg terbaik,. 3th sy membantu Bpk.Arie J Kumaat untuk urusan Intelijen tanpa status Anggota BIN yg sy lihat sperti itu,.
kasihan pk.Arie stengah mati perbaiki kinerja sampai begadang2 di Hotel Mulia
 
BIN/BAIS, bagaimana pandangannya terhadap aplikasi hak asasi manusia di Indonesia?
Karena, maaf kata, saya merujuk terhadap kasus Munir yang terbunuh di pesawat dalam perjalanan ke luar negeri. Dimana rumour kencang sekali, bahwa terbunuhnya Munir sang aktivis HAM, adalah karena beberapa kasus yang ditanganinya dan juga pengetahuannya terhadap beberapa kasus penting.
Dan terbunuhnya Munir, menyiratkan bahwa terjadi konspirasi intelijen untuk membungkam informasi bocor ke pihak luar.

Yg berikutnya, bagaimana pandangannya mengenai Diskriminasi & rasialisme di Indonesia?

Bagaimana pandangan yg lain (terutama dari BIN/BAIS) sendiri, mengenai nasionalisme? saya menemukan beberapa pandangan nasionalisme yang sangat sempit. Seperti, jika beberapa WNI ingin mencari penghidupan yg lebih baik di luar negara Indonesia, maka orang tsb akan dicap Pengkhianat. Warga keturunan sering pula dihina akan "Cari makan di Indonesia, buang tai di Indonesia", hanya karena beberapa dari mereka pergi jalan2 ke luar negeri, menyekolahkan anaknya ke LN, ataupun karena merasa terancam kemudian pindah ke luar negeri?

Terimakasih
Muchos Gracias
 
aku rasa kinerja BIn saat in i sudah bagus... cuma sayang para yang duduk di senayan belum mensahkan payung hukumnya.. takut di ciduk yahc
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters