Celometan » INTELIJEN INDONESIA

Sunday, June 05, 2005

Celometan

Celometan adalah istilah negatif yang ditujukan kepada seseorang yang banyak omong kosong dan sedikit kerja serta tidak terampil dalam melaksanakan tugas.

Dalam setiap latihan militer di Indonesia, instruktur akan sangat membenci kadet prajurit yang celometan dan tidak cekatan.

Adalah sangat biasa bila instruktur harus melayangkan tangannya ke wajah prajurit celometan. Hal ini demi kebaikan si prajurit itu sendiri dimana sifat celometan sangat berbahaya bagi dirinya sendiri maupun bagi unitnya. Prajurit dilatih untuk berperang dan bukan untuk berdebat, bayangkan jika dalam perang sungguhan prajurit saling mendebat untuk hal yg tidak prinsipil.

Meskipun dalam keadaan damai, prajurit intelijen selalu dalam keadaan perang. Oleh karena itu, sifat celometan tidak bisa ditolerir apapun alasannya.

Apabila kemudian saya dianggap celometan dan pantas untuk dibungkam dengan tamparan yang paling keras (dieliminasi), maka argumentasi saya adalah bahwa saya lebih pantas dianggap sebagai the other.

Menjadi the other karena keberadaan saya bahkan tidak disadari oleh komunitas intelijen.
Menjadi the other karena selalu mengamati dinamika intelijen nasional.
Menjadi the other karena sesungguhnya tidak akan pernah dikenal publik.

Anggap saja saya ini the other yang sangat prihatin dan peduli dengan perkembangan intelijen Indonesia. Mohon dimaklumi.

Hal ini saya tegaskan berkaitan dengan "peringatan" dari the man within yang peduli dengan eksistensi saya.
Comments:
Saya setuju bahwa landasan hukum suatu Core Intel Unit dan implikasi pembentukan nya akan sarat polemik. Namun demikian, ada suatu landasan mulia integritas nasional yang juga harus dipertimbangkan. Sejak penyanderaan kedubes AS di Iran di akhir 1970-an, intel AS mendiseminasi info bahwa mereka tidak akan lagi menggunakan taktik 'assassination & elimination' terhadap musuh negaranya dengan kalkulasi bahwa ini akan menjadi dasar yang paling dasar aturan main intel dan counter-intel mereka.
Itulah mengapa Castro masih hidup dan Saddam ditangkap hidup-hidup. Bayangkan bila dihabisi, bagaimana reaksi 'musuh' pada AS. Mungkin 1000 kejadian WTC ditambah assassination terhadap kepala negara mereka bisa terjadi.
Tapi jangan salah. Di luar kantor dan lembaga intel yan resmi masih terdapat begitu banyak 'deep' operations atau lebih tepat disebut'deep operators' yang bekerja sebagai benar-benar 'the first and last line of defence'.
Saya pernah mendengar ttg 'Omega' dll yg bentuknya mirip OTB dan dibawah kendali figur penuh integritas yg berada disamping presiden.
Karena bentuknya yg fleksibel, adaptif dan asas "intelligence" sebagai landasannya (bukan cari duit, kekerasan dlsbnya) maka mereka jalan sangat baik sekali dan sukses menjalankan misinya.
Saya rasa juga terlalu aroganuntuk menyebut diri Saudara 'celometan'. Itu bisa orang yang sangat pintar atau orang yang sangat naif. Terlalu dangkal. Menghilangkan juga terlalu dini. Timing itu sangat penting dan Saudara bahkan belum terlalu dalam dalam mengulas.
Tetap saya salut dengan kehadiran Saudara di dunia maya ini. Dimana dunia intel kita takut bahkan utk membuat website mereka sendiri, kehadiran Saudara sangat menyegarkan.
Salam
 
artikel ini yg membuat saya tahu siapa Anda, lucu banget, benar2 ga terduga, tenang ga akan saya bocorkan. ha ha2x saya benar2 terhibur bisa mengetahui siapa anda, saya masih bisa tersenyum walau saat ini dikelilingi masalah2 kritis. Benar2 ga terduga.



Manusia Independen
Rakyat Nusantara
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters