Klarifikasi Tulisan UU Intelijen » INTELIJEN INDONESIA

Sunday, November 27, 2005

Klarifikasi Tulisan UU Intelijen

Sehubungan dengan sejumlah pertanyaan tentang mengapa sikap saya seolah-olah mendua soal wewenang penahanan yang diminta BIN dalam tulisan UU Intelijen dan tulisan-tulisan sebelumnya, saya ingin mengklarifikasikan bahwa antara tulisan-tulisan saya itu tidak bertentangan.

Benar bahwa saya setuju Polisi menjadi pusat dari penanganan soal keamanan dalam negeri Indonesia. Dengan Polisi memiliki wewenang penahanan dan penangkapan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Benar bahwa saya juga pernah menyarankan agar ada wewenang BIN untuk "meminta" Polisi untuk melakukan penahanan.

Terakhir saya juga menyatakan bahwa akan lebih efektif bila BIN punya wewenang sekaligus memiliki unit yang memiliki kemapuan untuk operasi penahanan terhadap tersangka atau orang diduga kuat membahayakan atau memiliki informasi yang sangat penting.

Untuk catatan yang terakhir sifat penahanan yang dilakukan oleh BIN bukanlah seperti yang dilakukan Polisi, tetapi lebih mirip ke model penahanan yang dilakukan misalnya oleh PPNS Imigrasi. Secara khusus untuk kasus yang sifatnya khusus pula, tidak akan bisa seenaknya atau semaunya menahan dan memintai keterangan kepada sasaran. Dalam banyak kasus Intelijen lebih baik mendapatkan informasi tanpa diketahui oleh sasaran. Tetapi untuk kasus khusus seperti kontra-intelijen, terorisme dan kejahatan lintas negara diperlukan langkah cepat berupa pencegahan, salah satunya dengan mekanisme penahanan. Memang bisa dibayangkan efek samping yang mungkin berbahaya baik bagi kehidupan masyarakat yang demokratis maupun bagi tubuh BIN sendiri, yang berpotensi untuk terjerumus ke penyalahgunaan wewenang. Tetapi sekali lagi, dengan adanya UU Intelijen yang secara lebih jelas dan transparan mengatur Intelijen, justru bahaya intu bisa diminimalkan.

Satu yang perlu dipastikan adalah bahwa hal ini jangan sampai menciptakan situasi saling menyilang dengan otoritas keamanan lain, khususnya Polisi. Dalam kasus terorisme dan kejahatan lintas negara, kerjasama dengan intelijen Polisi tentunya sangat penting.
Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters