Latihan Sederhana » INTELIJEN INDONESIA

Wednesday, December 07, 2005

Latihan Sederhana

PENGAMATAN

Melanjutkan serial latihan sederhana, kali ini saya ingin menyampaikan salah satu keterampilan yang sangat penting bagi seorang insan intelijen, yaitu pengamatan.

Seringkali kita tertipu oleh film-film ala James Bond yang menggambarkan keterampilan prima seorang agen rahasia, padahal kenyataan tidak berkata demikian. Bahkan film remake model Jason Bourne mengulangi kekeliruan citra seorang agen super, saya lebih senang versi lama yang diperankan oleh William Hurt. Dimana letak kejanggalannya? dalam kaitan latihan kali ini saya ungkapkan satu kejanggalan saja, yaitu daya ingat super dari seorang agen rahasia, seolah-olah otak bisa merekam seluruh pandangan mata kita. Kenyataannya adalah ingatan manusia pada umumnya tidaklah terlalu bagus, tetapi hal ini bisa dilatih untuk ditingkatkan ke level di atas rata-rata.

Melatih ingatan pengamatan mata kita.
Dilakukan oleh dua orang, sebut saja pelatih dan yang berlatih.

  1. Gunakan salah satu kamar kerja lengkap yang biasa dipakai sehari-hari sebagai tempat berlatih. Tentunya di dalam kamar tersebut ada banyak barang-barang seperti meja, kursi, lemari file, komputer set, alat tulis, majalah, koran, hiasan dinding, dll.
  2. Tentukan berapa lama seorang yang akan berlatih itu melakukan pengamatan di dalam kamar, untuk tahap awal bisa satu jam atau setengah jam, tetapi semuanya tidak boleh ada yang dicatat dalam notes sekecil apapun. Harus mengandalkan daya ingat.
  3. Setelah melakukan pengamatan, silahkan keluar dari ruangan dan mulai menuliskan apa-apa saja yang sudah terekam dalam ingatan. Pelatih dalam hal ini berperan mengawasi jalannya waktu dan pengecekan ulang ke dalam kamar.
  4. Hasil yang baik adalah bila anda dalam waktu yang relatif singkat mampu mengingat banyak benda di dalam kamar tersebut.
  5. Setelah beberapakali berlatih dengan kamar yang sama tentunya sudah semakin baik hasilnya. Lalu masuk pada tahap berikutnya, pelatih menentukan salah satu benda di kamar itu untuk dipindah tempat, digeser atau di hilangkan. Kemudian, yang berlatih masuk ke kamar dan melakukan pengamatan dan segera menyebutkan benda yang mana yang digeser, dipindah atau di hilangkan. Bila yang berlatih mampu dengan cekatan untuk menjawab soal ini, maka dia bisa dinilai memiliki pengamatan yang baik. Hal yang sama bisa dilakukan dengan gambar ilustrasi kamar atau foto.
  6. Bila kita punya teman dekat yang memiliki ketertarikan yang sama dalam soal pengamatan, kita bisa berlatih bersama dalam suasana yang menyenangkan karena seperti tebak-tebakan, misalnya ketika kita mengunjungi rumah makan, segera mengetahui ada berapa meja yang tersedia, atau ada berapa orang yang sedang makan, dan seterusnya dan seterusnya bisa divariasikan sekehendak hati.
  7. Meski demikian, dalam dunia intelijen tidak semua benda diperhatikan, tetapi ada hal-hal tertentu yang selalu menarik perhatian, hal ini hanya bisa lahir dari kebiasaan dan terbentuknya insting intelijen yang mampu membaca situasi, sangat mirip dengan keahlian pencari jejak di hutan yang membaca setiap detil bermakna.

Sekian, semoga bermanfaat.

Comments:
kalo bisa isi blog...seperti ini dong wahai senopati...
berharap bisa membantu kita2 untuk mengasah kemampuan intelijen kita pribadi..
 
Lagi dong
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters