Bocoran dari the Wing of Excellence » INTELIJEN INDONESIA

Sunday, February 12, 2006

Bocoran dari the Wing of Excellence

Tulisan kali ini benar-benar isu yang belum saya cek kebenarannya.

Ada pihak tertentu yang sedang menguji thesis benturan Islam dengan Barat. Sebut saja pihak tersebut the wing of excellence karena mereka begitu yakinnya dengan kapabilitas intelektual yang jauh diatas rata-rata.

Mereka tidak terkait langsung dengan gerakan agama manapun, termasuk Zionis Yahudi yang seringkali dianggap sebagai otak dibalik semua konspirasi di dunia ini.

Pemuatan kartun Nabi Muhammad di sejumlah media massa Eropa bukan tanpa perhitungan akan reaksi yang timbul dari dunia Islam. Hal ini dengan cerdiknya telah diperhitungkan oleh kalangan the wing of excellence. Pihak-pihak yang terkait langsung dengan proses pemuatan kartun tersebut telah disusupi oleh sebuah grandeur ide untuk membongkar kesakralan sosok Nabi Muhammad yang merupakan satu-satunya Utusan Tuhan yang belum dicemari oleh kekonyolan canda tawa manusiawi yang pada dasarnya wajar secara psikologis, ingat manusia itu bukanlah malaikat yang patuh seutuhnya pada Yang Maha Kuasa.

Pembongkaran kesakralan Nabi Muhammad tersebut sekaligus sebagai studi kasus terhadap respon seluruh umat Islam dunia yang menurut daftar analisa kelompok tersebut akan pecah menjadi 9 kelompok besar, yaitu:
  1. Reaksi paling keras dengan aksi kekerasan oleh kelompok jihad
  2. Reaksi agak keras dengan aksi demonstrasi dengan melakukan penghinaan terhadap simbol negara yang merupakan balasan. Kelompok yang akan melakukan aksi ini bersifat campuran.
  3. Reaksi keras dengan dengan komentar intelektual yang akan muncul dari elit politik negara berpenduduk muslim.
  4. Reaksi yang justru menyudutkan Islam garis keras, karena mereka akan kelihatan bodoh dan kurang dewasa.
  5. Reaksi yang merupakan introspeksi ke dalam kelompok Islam atas cara mereka memahami sebuah wacana kontroversial.
  6. Reaksi acuh tak acuh yang menganggap Nabi dan Tuhan tidak perlu dibela.
  7. Reaksi khawatir bahwa citra Islam semakin buruk dengan maraknya respon-respon kekerasan atas sebuah fenomena karikatur (non-kekerasan).
  8. Reaksi yang membongkar ketidakmampuan pimpinan umat Islam memimpin "respon-respon spontan Islami" umat Islam atas sebuah fenomena yang kontroversial.
  9. Reaksi paling lemah, bahkan ikut tertawa ketika melihat Nabinya digambarkan secara tidak benar (fitnah) dan tidak sopan oleh pihak lain karena menganggap itu sebagai hal yang wajar dalam pola berpikir liberal.

Kesembilan reaksi yang diperkirakan tersebut mungkin telah bertambah lagi dengan kategori lain. Namun ada satu kesatuan analisa yang dipersiapkan, yaitu untuk melihat persatuan umat Islam dunia dalam bersikap, yang ternyata masih solid dalam level yang berbeda-beda.

Berikutnya adalah menjerumuskan aliran keras untuk terus mengobarkan kekerasan, sehingga pencitraan secara kontinu tentang Islam sebagai agama kekerasan menjadi wajar di benak manusia sedunia. Diharapkan aliran keras ini semakin berkobar dan mampu menyeret aliran yang lebih menggunakan intelektual dan kesabaran serta santun untuk merasakan kobaran emosi anti barat (secara simbolis tergambar jelas dengan demonstrasi yang diarahkan pada sejumlah negara barat). Misalnya meskipun Amerika Serikat sebagai negara tidak terlibat dalam kasus kartun, tetap ikut kena getah demonstrasi.

Konspirasi demi konspirasi untuk mengobarkan "kebencian" dan prasangka tersebut tidak akan berhenti sesuai dengan ramalan kitab suci yang diyakini umat Islam.

Hal ini hanyalah langkah antara untuk melanggengkan "permusuhan" batiniah yang sebenarnya tidak dilandasi oleh kebencian terhadap ajaran agamanya, tetapi "iri-benci" antar manusia yang berkeyakinan beda.

Demikian sedikit bocoran dari sumber yang belum bisa dipertanggungjawabkan.

Semoga rakyat Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbesar di dunia bisa memperbaiki respon-respon terhadap isu global secara lebih cerdas dan simpatik.

Sekian
Comments:
Dari Mari Lihat Lebih dari Batas Karikatur

SBY juga sedikit menyinggung krisis ini dengan teori clash of civilizations. Teori ini seperti kita tahu adalah tesis kontroversial yang dikenalkan oleh Samuel Huntington dengan pandangan utama bahwa identitas budaya dan agama masyarakat agama di dunia adalah target utama dari konflik setelah masa Perang Dingin berakhir. Teori ini, seperti mengutip blog Intelijen Indonesia, sepertinya sedang dicoba oleh pihak-pihak tertentu untuk dibuktikan kebenarannya (bila ada). Saya berharap semoga ini tidak terjadi.
 
Ada yang bilang kasus kartun Nabi Muhammad sengaja di"blow up" kembali oleh barat untuk mengalihkan perhatian atas kemenangan Hammas pada pemilu Palestina. Tapi sampai saat ini gw blm ngerti korelasinya apaan.
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters