lanjutan dari bocoran the wing of excellence » INTELIJEN INDONESIA

Saturday, February 25, 2006

lanjutan dari bocoran the wing of excellence

Krisis yang dipicu oleh sebuah karikatur tokoh yang paling dihormati umat Islam memang benar-benar luar biasa. Gelombang protes yang terjadi didunia Islam bukan tanpa motor penggerak, perkiraan adanya 9 kelompok yang bereaksi dalam tingkatan yang berbeda berdasarkan pada pendekatan psikologi massa yang berarti mengabaikan faktor mobilisasi politik dari kelompok Islam. Sementara itu, disamping melakukan kalkulasi sejauh mana solidaritas umat Islam sedunia, sesungguhnyalah the wing of excellence sedang menunggu meruncingnya perseteruan lama Sunni bersama kelompok moderat-Syi'ah bersama kelompok jihadis agar lebih kelihatan dalam skala global. Sunni disini berarti Saudi Arabia dan Syi'ah adalah Iran. Sementara kelompok moderat adalah mereka yang bereaksi "lemah" atas isu kartun sedangkan jihadis adalah yang bereaksi "keras".

Ada sedikit kemiripan dengan analisa saudara Christianto Wibisono tentang masalah kartun (kebetulan ditolak oleh Suara Pembaruan) karena "takut" memicu gelombang baru di Indonesia. Boleh saya menduga saudara Chris juga tahu tentang the wing of excellence atau minimal pernah membaca atau terpengaruh dengan diskusi orang-orang CIA, karena tulisannya ada kemiripan dengan produk CIA yang lugas dalam dan komprehensif dalam mengupas sebuah persoalan. Mungkin juga tidak, atau karena faktor kebetulan. Kebetulan saudara Chris ada di Washington (kota yang merupakan jantung pemerintahan) dan bukan di New York sebagai pusat bisnis.

Solidaritas EU yang tetap membela Denmark sebagai bagian integral Eropa tentu saja sudah diperhitungkan, terlebih dengan solidaritas kebebasan persnya. Tetapi adakah orang Eropa yang berani memainkan karikatur holocaoust pembantaian Yahudi oleh Jerman? bila memang mereka benar-benar bebas?

Thesis benturan peradaban memang terasa konyol bila kita berpikir dalam kerangka perdamaian dunia dan tata dunia baru. Tetapi benturan peradaban itu bila tidak aktual maka sifatnya potensial dan disadari dalam benak umat manusia yang tidak pernah saling mempercayai sesama. Manusia yang senantiasa dihantui rasa terancam oleh manusia lain, manusia yang senang membohongi diri sendiri demi kosmetik pergaulan internasional. Sementara hakikatnya permusuhan itu demikian dalamnya. Secara akademis bisa jadi thesis benturan peradaban bisa dibantah tetapi tidak secara keseluruhan, ada bagian-bagian yang terlanjur masuk ke dalam ruang otak kita dan bergema menjadi salah satu alternatif sudut pandang setiap kali timbul perselisihan yang disebabkan oleh perbedaan manusia yang satu dengan yang lain.

Pengetahuan manusia akan dirinya sudah sedemikian majunya, demikian diklaim oleh the wing of excellence dan hal ini berkat penelitian secara terus-menerus tentang neuro-science yang tidak mengabaikan faktor filosofis, emosi dan penyimpangan manusia. Dengan demikian, permainan konflik ataupun pencitraan manusia yang satu dengan yang lain demikian mudahnya dikemas di era globalisasi, sementara mayoritas umat manusia hanya terbengong-bengong dan bertanya-tanya....ada apa sih?

Mudah-mudahan Intelijen Indonesia yang telah memiliki jaringan komunikasi dengan intelijen di Timur Tengah juga melihat duduk persoalan secara jernih sehingga mampu memberikan masukkan yang tepat buat pemerintah RI. Sejauh ini saya lihat cukup baik...tidak terlihat keputusan blunder pemerintah terkait dengan isu-isu di dunia Islam.

Akhir kata, dan ini pendapat pribadi saya.... kesombongan the wing of excellence hanya akan runtuh bila menghadapi manusia super. Yaitu mereka yang masih memiliki nurani dan kejujuran serta senantiasa membersihkan diri dan paham betul makna beragama dan beribadah kepada Yang Maha Pencipta, dimana kepintaran pengetahuan manusia tidak ada artinya dihadapan keheningan jiwa dalam menghadap Sang Pencipta. Mudah-mudahan manusia super semacam ini semakin banyak di bumi Nusantara, sehingga suatu masa nanti umat manusia akan belajar ke Indonesia.

Sekian.
Comments:
Soal the wing ini agaknya terlalu berlebih-lebihan. Saya merasa terlalu sederhana penjelasannya. Untuk apa the wing melakukan semua itu, apa keuntungannya ??? Pertanyaan ini mesti dijawab dulu, agar kita memiliki logika tentang the wing ini. Jadi ceritanya gak melantur jauh-jauh amat.

Saya merasa ini mirip dengan black document. Sebuah rencana sekelompok elit di suatu negara yang merencanakan merebut kekuasaan secara konstitusional dengan membangun citra yang sangat-sangat positif bagi tokoh yang akan dijadikan sang pemimpin. Setelah kekuasaan ditangan, mereka menggunakan kekuasaan itu untuk menyingkirkan kelompok tertentu (atas dasar SARA) secara perlahan-lahan dan terprogram.
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters