Hari ini saya gembira » INTELIJEN INDONESIA

Thursday, March 16, 2006

Hari ini saya gembira

Hari ada 15 e-mail dan 6 komentar yang saya baca dan komentar saya.... sungguh luar biasa sangat menarik.

Pertama saya semakin menyadari bahwa para pembaca blog I-I baik yang iseng-iseng, agak serius, sampai yang sangat serius adalah orang-orang yang kritis dan berhati-hati dalam membaca. Sesuai dengan harapan saya sejak awal bahwa blog I-I ini akan mendapat tanggapan-tanggapan yang sensitif dan cerdas dalam menilai bertaburannya informasi, termasuk yang tertulis di dalam blog I-I.

Singkatnya, saya sangat gembira karena ada keyakinan dalam hati saya bahwa blog I-I ini tidak akan selamanya satu arah tulisan dari saya, tetapi juga koreksi, bantahan, dan ktitikan dari para pembaca yang budiman. Saya tetap membuka pintu untuk partisipasi yang lebih serius dari saudara-saudara yang budiman untuk memperkaya blog I-I.

Sungguh benar komentar yang menyatakan bahwa kita harus tetap waspada dan hati-hati terhadap blog I-I, karena anda tidak tahu siapa saya dan apa motivasi saya dalam menyusun blog ini. Tetapi bila saya balikkan...toh saya juga tidak tahu siapa anda dan apa motivasi anda dalam mengikuti blog I-I. Sebagian besar dari saudara-saudara pembaca saya yakini memiliki motivasi yang baik...minimal mencari tahu dunia intelijen Indonesia. Hanya sebagian kecil yang bermotivasi negatif dengan cara mengintimidasi perjalanan blog I-I. Tetapi itulah pro-kontra alam demokrasi yang kita pilih sekarang.

Lebih jauh lagi, ternyata diantara saudara-saudara pembaca tidak sedikit yang memiliki informasi dan pengetahuan yang jauh lebih baik dan lebih akurat dari yang saya miliki. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bila tulisan saya dikoreksi secara seksama.

Saya memang berusaha menghindari blog I-I berkembang menjadi jurnal diary pribadi perjalanan hidup saya, dan berharap blog I-I berkembang menjadi tempat berdialog/berdiskusi dengan tema memajukan dunia intelijen Indonesia dalam kerangka NKRI demokratis.

Terima kasih
Comments:
saya sangat setuju dgn pendapat anda teruskan tulisan anda, biar masyarakat tau dunia intelejen Indonesia.Bravo
 
Bagaimana penilaian anda dari sisi Intelijen tentang Papua dan Blok Cepu ?
 
iya sih, kita semua sama-sama saling tak kenal, walau berarti tak saling sayang kan.

beda antara saya dan Anda adalah Anda pengusa blog. Kan komentar baru ditampilkan seetelah lolos sensor Anda dulu. Iya kan ???

makanya saya bilang hati-hati, itu kan manusiawi aja.
 
Mana nih, kasus Cepu sama Freeport kok gak diulas ? Dan tolong mengulasnya dari sudut yang masyarakat awam tidak tahu. Kalo mengupas masalah secara generik, cari di internet aja kan gak susah :)
 
Gue baca di Kompas, identitas agen AS ternyata bocor. Kebocoran itu diketahui setelah sebuah surat kabar di sana mendapatkan salinan daftar para agen tersebut. Data agen AS itu diperoleh hanya dengan bantuan search engine di internet saja. Ternyata teknologi jadi musuh baru bagi dunia intelijen (yang menggunakan teknologi maju tentunya).

Gue tunggu komen Anda tentang hal ini.
 
Salam,…

Menarik sekali membaca blog I-I. Saya jadi tidak hanya tahu bagaimana sisi hidup seorang intel tetapi saya jadi memahami bagaimana menjalani kehidupan menjadi seorang anjing kurap bagi negaranya.
Selepas SMA saya terobsesi menjadi seorang intelijen di Indonesia, mungkin karena saat itu sedang boomingnya film James Bond dari MI6, mungkin juga karena secara kebetulan saya bertemu dengan seorang yang saya kita seorang intelijen.
Sebut saja namanya Pak Hari yang belakangan saya kira nama itu adalah kependekan dari semacam call sign beliau ‘Harimau’. Pak Hari ini saya tengarai sebagai seorang intel karena gerak-geriknya yang seperti cuek ketika berada di tengah situasi yang genting (saya kebetulan berada di lokasi bersama pak Hari di kota J ketika sedang santer isu ninja masuk pohon). Pak Hari ini seperti selalu berusaha berada pada posisi strategis seperti seorang tukang foto tetapi arah pandangan matanya berlawanan tidak seperti kebanyakan orang. Hanya sesekali ia menatap ke depan tetapi tidak terfokus pada sesuatu. Hebatnya pak Hari bisa segera berpindah tempat tanpa saya sadari, saya hanya teringat akan topi baseball bertuliskan huruf N dengan design yang cukup bagus. Tahun-tahun itu sangat sulit mendapatkan topi sebagus milik beliau. Saya bertemu dua tiga hari setelah peristiwa itu di warung kopi, ia sedang ngobrol dengan tukang becak. Setelan baju yang dikenakan saat itu sangat jauh dengan saat ada kasus ninja. Dari obrolannya yang berkisar tentang kontrakkan rumah yang paling murah dan mencari juragan becak saya jadi terheran-heran.
Kesimpulan saya waktu itu adalah orang ini kalo nggak habis kalah judi tentu seorang yang kehabisan uang karena dikejar polisi (DPO). Kebetulan saya tahu sebuah rumah (maksudnya pondok) yang bisa disewa. Saya menawarkan rumah itu dan dia mau. Ketika masuk rumah kontrakan yang dibayarnya sebulan dulu Pak Hari hanya membawa bungkusan koran (mungkin baju). Saya sempat ngobrol mungkin selama 1 jam setelah pembayaran uang sewa, kebanyakan obrolan itu berisi pertanyaan tentang lingkungan di sekitar rumah itu. Siapa RT, siapa RW, dimana sungai dimana mushola dimana gereja, dimana warung dan lain-lain. Sepertinya pertanyaan itu pertanyaan biasa tapi setelah saya ingat-ingat lagi pertanyaan itu sangat terinci.
Selama dua bulan itu saya meninggalkan kota J karena saya kerja di kota M. Saya mendapat berita dari pemilik rumah bahwa Pak Hari hanya menempati rumah sewaan itu selama dua hari saja. Ibu pemilik rumah agak ragu menyewakan rumah itu kepada orang lain karena khawatir Pak Hari kembali lagi. Saya dan ibu pemilik rumah akhirnya membuka paksa gembok pintu rumah. Seisi rumah tampak tidak banyak perubahan kecuali ada gelas berisi sisa kopi yang sudah berjamur. Puntung rokok Dji Sam Soe dalam asbak dan beberapa aluminum foil sisa bungkus obat yang tidak ada merknya. Satu lagi yang membuat tanda tanya besar adalah adanya tulisan HARIMAU di pojok atas dinding rumah yang ditulis dengan spidol kecil warna hijau. Saya menguhubungkan kata HARIMAU dengan nama HARI. Hari adalah Harimau.
Tahun 1997 – 1998 saat negara kacau karena reformasi saya kembali melihat Pak Hari di kota M, sedang naik mobil dengan nomor 414 saya lupa perhatikan huruf depannya. Suatu kebetulan yang akhirnya membuat saya semakin ingin tahu tentang dunia intelijen.
Bolehkah saya bertanya kepada Bapak Seno sekedar mengurangi rasa penasaran saya tentang Pak Hari.
1. Benarkah ada semacam call sign untuk agen intel ketika beroperasi menggunakan nama-nama binatang Harimau, Jaguar, Macan Kumbang, Kunang-kunang dll.
2. Berapakah pendapatan gaji seorang intelijen?
3. Apakah pihak keluarga tahu bahwa seseorang adalah seorang intelijen? Atau apakah yang dijelaskan kepada keluarga tentang pekerjaan jika keluarga tidak boleh tahu?
4. Apakah penjelasan Bapak Seno tentang kata-kata “aku tahu setiap jengkal tanah Indonesia”
5. Mengapa intelijen sekarang hanya bekerja untuk mendapatkan informasi dan tidak diberi wewenang bertindak, apakah hal tersebut malah membuat hasil kerja intelijen tidak efektif (sasarannya keburu lari)

Melihat kondisi Indonesia saat ini yang rawan dengan kerusuhan, menurut saya sebaiknya kerja dan wewenang intelijen dikembalikan seperti jaman orba tetapi tidak dibawah presiden. Menurut Pak Seno mungkinkah hal itu?
Saya akhirnya tertarik untuk mengetahui dunia intelijen lebih jauh lagi. Saya menunggu di blog I-I.


Salam
irwanrianto@yahoo.com
 
bagaimana pendapat anda mengenai posting ini?

http://sosiologi.blogspot.com/2006/03/intelejen-gaya-baru.html

-HatiSejati-
 
Hati2 juga bung dgn komentar2 kalian semua...jangan sampai jadi buah simalakama dan yang penting jangan pernah pakai mesin sandi Hagelin ;)

post by : Bajil
 
oom dimana saya bisa menghubungi om ya?

dylan_beatles@yahoo
 
aceh, papua : satus A1 waktu: agustus
 
semua taK lepas dari sebuah konspirasi dari berbagia kalangan dan yang melibatkan instansi, baiK pemerintaHAN, swasta maupun pihak ketiga....

siapaun anda penulis blog I-I tak luput dari matra yang ada dengan protap dan koridor2 yang sdh berlaku dngn tidak menyalahi dari kaedah2 dasar dalam retorika ini. karena hampir semua bersifat ambiu, untuk mencari dari pola pikir yang dominan namun terkadang bs jd bahan acuan untuk dijadikan bumerang bagi objek yang ada.
bravo ambon irian!

bandung irian nias




hahaha
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters