Intelijen Gaya Baru » INTELIJEN INDONESIA

Friday, March 31, 2006

Intelijen Gaya Baru

Seseorang anonymous dengan nama sandi -HatiSejati- menyampaikan sebuah link yang sangat baik yaitu Blog Sosiologi, khususnya mengenai salah satu artikelnya yang buat saya sebenarnya berita lama yaitu tentang intelijen gaya baru.

Ketika cikal-bakal internet ARPAnet yang merupakan kakek buyut internet modern lahir pada sekitar tahun 1960-an , konsep untuk memperluas teknik input informasi dari publik yang akan memperkaya analisa intelijen belumlah terpikirkan karena kakeknya internet ini memang hanya eksis secara di tertutup di kalangan militer dan intelijen Amerika . Tentu saja pemikiran tersebut sangat minor di dalam dinamika perang dingin dan tingkat kerahasiaan yang tinggi. Akhirnya ARPnet hanya dipergunakan sebagai NCP (Network Control Protocol) dengan tingkat keamanan yang sangat tinggi antara instalasi militer dan khususnya yang terkait dengan instalasi bom nuklir.

Meski demikian Charles M. Herzfeld sudah menganjurkan untuk memperluas jaringan minimal secara nasional yang ditujukan untuk interaksi para peneliti dan penyelidik yang terpisah secara geografi. Agar mereka bisa berkomunikasi dan mempercepat komunikasi serta peningkatan ilmu pengetahuan melalui pertukaran data antar lembaga penelitian seperti universitas. Jadi jauh lebih terbuka dan progresif dibandingkan kalangan militer yang penuh kerahasiaan. Pertukaran data pertama terjadi antara UCLA and Stanford Research Institute. Desakan dari kalangan akademisi dan non military figures inilah yang kemudian memisahkan sistem internet militer (MILnet) dari internet yang kita kenal sekarang, hal ini terjadi pada tahun 1983. Segera setelah terjadi proses pengamanan yang intensif dan MILnet berkembang lebih ke tingkat/level/coding akses yang rumit, internet publik berkembang mengarah pada simplifikasi penggunaan. Pada tahun 1986, sebuah LAN yang merupakan turunan dari sebuah sistem komputing jaringan bernama NSFnet (National Science Foundation Network) lahir. Pada tahun 1990 APRA mati dan sistem NFS menjadi inti dari internet modern yang kita gunakan sekarang.

Pada periode awal 1990-an, badan-badan intelijen Amerika sudah mulai memikirkan apa yang menjadi kebijakan Negroponte sekarang, karena intelijen dan militer institusi yang paling awal mengenal dan mengetahui kemampuan sistem komputer jaringan. Pada saat itu juga proyek propaganda sudah mulai berbarengan dengan proyek B-BETA yang bertujuan memperkuat basis-basis bisnis yang lebih luas bagi perusahaan software asal Amerika yang berspesialisasi dalam OS, Virus dan Anti Virus dan piranti lunak lainnya.

Saya yakin betul bila Intelijen telah lama memanfaatkan pengumpulan informasi melalui jaring internet, namun melalui mekanisme yang lebih mirip dengan sadap telepon atau sekarang kita kenal dengan spyware. Spyware modern sangat efektif dalam mencuri kode sandi pengguna internet khususnya yang berkaitan dengan net banking system. Bahkan P to P yang kina kenal belakangan juga merupakan mekanisme untuk mengambil data tanpa disadari oleh seseorang yang terkoneksi. Tentunya program yang mereka miliki berbeda dengan yang kita gunakan secara bebas melalui download gratisan.

Ketika saya belajar intelijen di Amerika untuk pertama kalinya pada tahun 1980-an, mereka telah memamerkan sistem dokumentasi dan arus informasi yang terkoneksi dengan baik, tentu saja saya tidak mengerti sepenuhnya pada saat itu, hanya manggut-manggut seperti orang tolol. Ketika saya kembali mengunjungi AS lagi pada tahun 1990-an, saya menyaksikan betapa cikal-bakal internet modern sangat menjanjikan keuntungan bisnis dan juga keuntungan tidak terbatas bagi intelijen.

Saya ragukan bila CIA dan lembaga inteljien lain di AS mengalami kesulitan dalam memahami dokumen dalam bahasa apapun, seperti disinyalir dalam berita ini yang seolah-olah intelijen AS kekurangan tenaga dalam menterjemahkan bahasa asing khususnya Arab. Itu hanya pengalihan untuk mempertegas kehadiran nyata intelijen dalam dunia internet. Satu-satunya negara di dunia yang sangat waspada dengan kemampuan Amerika di dunia internet adalah Republik Rakyat China yang bertahun-tahun memberlakukan pengawasan dan kontrol ketar terhadap akses internet di negaranya. Hal ini terjadi karena RRC sudah tahu melalui jaring human intelligence (humint) yang berada di AS tentang sejauh mana intelijen Amerika bisa melakukan intersep ke dalam jaringan.

Jadi apa yang disampaikan Negroponte hanya menyatakan apa yang sudah terjadi selama belasan tahun belakangan ini.

Bagaimana dengan indonesia?




For Mr. Negroponte, I am sure that your people follow this Blog. It is not my intention to judge your comment.


sekian
Comments:
wah ada yang tertinggal, untuk pengumpulan informasi di internet secara umum, CIA kalau tidak salah mempergunakan teknologi dari Copernic www.copernic.com dan Coveo www.coveo.com

-hs-
 
terimakasih atas tanggapannya berupa satu artikel yang sangat menarik disini :)

Pengumpulan, analisa dan distribusi data intelijen asing sudah sejak lama memang memanfaatkan teknologi. Hampir tidak ada yang luput saya kira dan terlalu banyak untuk diceritakan secara detail..

intelijen indonesia saya dengar salah satu kegiatan elektroniknya adalah mengumpulkan data nomor kendaraan di seantaro sistem parkir elektronis...apa ini benar? apa manfaatnya?

-HatiSejati-
 
terimakasih atas tanggapannya berupa satu artikel yang sangat menarik disini :)

Pengumpulan, analisa dan distribusi data intelijen asing sudah sejak lama memang memanfaatkan teknologi. Hampir tidak ada yang luput saya kira dan terlalu banyak untuk diceritakan secara detail..

intelijen indonesia saya dengar salah satu kegiatan elektroniknya adalah mengumpulkan data nomor kendaraan di seantaro sistem parkir elektronis...apa ini benar? apa manfaatnya?

-HatiSejati-
 
Google, Yang memiliki kemampuan untuk menyimpan arsip Seluruh Situs yang ada di Dunia juga di rangkul Oleh CIA....
 
Menarik….
Mirip-mirip kisah agent rahasia Inggris (M15), yang membeberkan operasi-operasi intelegent negeri Inggris setelah dia pensiun, dan sempat membuat kerajaan Inggris melarang buku tersebut beredar. Apakah Mr. SENOPATI WIRANG berani “sejantan” itu, atau cuma berani bersembunyi di ketiak asing dengan mengungkapkan ide, ulasan-ulasan, dll dengan menempatkan karyanya diserver asing. Berani gak menuangkan semua itu dengan all Indonesian?!!. Ataukah ini metode baru dari intelegent Indonesia untuk memata-matai netter Indonesia, atau justru MR. SENOPATI WIRANG adalah double agent yang justru membuka informasi tentang Indonesia kepada agent asing yang merekrutnya. Kenapa tidak melakukan secara jantan. Dunia intelegen adalah dunia KEBOHONGAN, TIPU MUSLIHAT, KEMUNAFIKAN, PRASANGKA. (TRUST NO BODY). Lakukan dengan cara yang Jantan dong!, takut MATI!!!, (INGAT!!, PAHLAWAN MATI SEKALI, PENGECUT MATI BERKALI-KALI!!!
 
Di balik semua debat, diskusi dan prasangka, hanya satu yg pasti

WE ARE NOT ALONE
 
oi...........ni dari medan. ada pengamat2 atau komunitas intelijen kita dari medan ga??
aku tertarik bergabung/berdiskusi dengan para pengamat2/komunitas apalagi yang punya link atau afiliasi dengan BIN atau BAIS !!!! email aku hadi_xp@plasa.com

sedikit komen: operasi teroris dalam negeri,aku yakin di support oleh intelijen asing...
aku berharap para agen BIN memiliki rasa cinta tanah air dan moral yang tinggi untuk mengabdi pada NKRI....Laksanakan operasi kontra-spionase terhadap agen2 asing daerah, bentuk tim khusus kontra-spionase BIN, selain beranggotakan agen2 khusus BIN, boleh juga dari KOPASSUS dan Satuan ELIT TNI lain... SEkian dulu....Mohon ditanggapi para intel2 kita. Thanx..

jgn lupa email ke hadi_xp@plasa.com
 
Intelijen gaya baru ini sudah ada sejak dulu, coba kalian bayangkan didalam penggunaan transfer data elektronik yang sifatnya rahasia oleh para pejabat militer, kepolisian dan pejabat aparatur negara masih menggunakan surat elektronik atau teknologi lain yang sifat pengiriman datanya tidak di enkripsi. hal ini sangat rentan adanya kebocoran informasi karena perangkat lunak dan keras teknologi informasi banyak dikuasai oleh negara asing khususnya amerika.

Banyak informasi rahasia negara yang bocor melalui internet karena mereka yang menggunakannya tidak mengetahui tentang teknologi.
 
Kehadiran internet sudah pasti akan mengubah 'gaya hidup' intelejen. Informasi intelejen dapat dibajak secara individual. Internet juga menambah jenis dan jumlah informasi yang harus dimasukkan dalam analisis intelejen, sehingga membutuhkan SDM intelejen yang benar-benar super untuk memahami keseluruhan informasi.

Eni wei, saya bukan intelejen. Saya cuman orang yang belajar mekanismen sebuah sistem.
 
Wkwkwkwk...(geli)...thn 90'an banyk yg blm melek internet mas...kayakny lg banyk yg belajar di syd... n'direkrut..asing. jd kayakny gak perlu mereka sedot sana sedot sini...tp memang dr awal mereka yg bikin sistem disini...melalui agen mereka...jd sebenerny kita sendiri yg membuka akses kita...sorry lho boozzz...itu menurut pengamatan saya...hikhiks...gak enak jd yg aktif mending yg pasif,tinggal tunggu order...hheehheee
 
maaf kk senopati wirang, bsa di informasikan ga apakah skolah yg tidak asrama msih bisa masuk STIN? terima ksih , salam intel... mhn jwbnnya
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters