Menunggu Aksi Dukungan » INTELIJEN INDONESIA

Tuesday, March 14, 2006

Menunggu Aksi Dukungan

Saya mohon ma'af kepada semua rekan-rekan, karena tulisan saya sebelumnya tentang caci dan maki terkesan lemah dan seperti minta simpati. Memang demikianlah adanya, saya perlu juga dorongan untuk terus menulis sebelum nantinya blog ini akan saya wariskan pada kalangan muda intelijen yang berminat dan punya komitmen untuk masa depan intelijen Indonesia yang lebih baik.

Ya...tentu saja saya tahu harus bagaimana menyikapi ancaman maupun komentar sebagian pembaca.

Saya sengaja menunggu sampai adanya komentar yang positif, sayang tidak semua langsung mengkomentarinya di Blog, lebih senang tertutup dan via japri tampaknya.

Setidaknya hal ini juga menjadi cerminan bahwa tentang warna dunia intelijen yang tidak semuanya negatif dan tidak semuanya positif.

Saya kira kondisi pro-kontra terhadap sebuah persoalan sudah menjadi hal yang wajar di negara kita sekarang ini. Lihat saja misalnya pro-kontra RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP). Begitu kuatnya perbedaan sikap ini dari sangat pro sampai-sampai mengeluarkan ancaman misalnya ancaman somasi MMI terhadap Gubernur Bali, sebaliknya pihak yang menolak sampai mengancam akan terjadi disintegrasi bila RUU APP dipaksakan menjadi UU.

Mengapa demokrasi di negara kita menjadi paksa-memaksakan demikian?

Kembali pada Blog I-I, saya cukup beruntung karena Blog ini berada di ruang hukum yang nyaris tidak tersentuh oleh hukum positif suatu negara. Sepanjang suatu Blog berjalan dalam koridor penyampaian pendapat yang obyektif, amatlah sulit untuk dilakukan langkah hukum karena pemilik Blog tidak melakukan pelanggaran apa-apa. Begitu-pun di dunia intelijen...bagi saya hal ini cuma tinggal siapa yang lebih canggih dan lebih cepat mengambil tindakan dan pengamanan saja.

Pihak-pihak yang mengeluarkan ancaman dan cacian saya perhatikan bukanlah berasal dari mereka yang sungguh-sungguh memperhatikan Blog I-I. Mereka mungkin hanya usil dan sedikit tersinggung dengan salah satu tulisan saja. Lagi pula sampai saat, saya "belum berani" menuliskan secara gamblang dan sembrono sebuah persoalan yang menyangkut figur-figur penting di NKRI, catatlah misalnya soal pemebersihan NKRI dari anasir-anasir komunisme, masalah perampokan besar-besaran di tubuh Pertamina, kasus penjajahan Freeport, kasus petrus, kebijakan blunder Timor-Timur, Tanjung Priok, Aceh, papua, Ambon, Poso, pembunuhan aktivis HAM dll. Begitu suramnya wajah sistem politik dan sosial Indonesia yang mungkin akan tetap tersimpan rapi dalam bentuk dokumen rahasia. Meski kalangan intelijen tahu kebenaran...tetapi tidak selamanya kebenaran itu bisa ditampilkan ke publik.

Terima kasih buat semua rekan-rekan yang budiman
Comments:
Blog ini menarik dikunjungi pertama-tama karena judulnya, intelindonesia. Kalau isinya ada beberapa yang menarik untuk membuka wawasan, walau soal "kebenaran" isinya sangat relatif. Kita kan juga tidak tahu pembuat blog ini siapa, apalagi tahu apa kepentingannya. Sampai sekarang sih saya menganggap blog ini sebagai hiburan saja, iseng-iseng lah. Orang kan suka yang berbau konspirasi walau belum tentu mempercayainya. Film James Bond kan laku terus. Ya nggak
 
Mas Wirang,
Persoalan Negar Indonesia dengan Operasi Inteligent adalah Persoalan kepentingan, jadi buang jauh-jauh persoalan Agama dan Ideologi (Komunisme, Kapitalisme dan Isme-Isme yang lain). Di CIA dan MI6 agama dan Ideologi hanya suatu alat yang digunakan untuk mencapai tujuan,sayangnya di Indonesia Agama merupakan Tujuan Hidup akhirnya mudah sekali tertipu dengan alunan Ayat dan Doktrin sebuah Ideologi. Komunis Sudah Mati secara matematis, di Cina Komunis dipakai sebagai Pagar untuk menahan serbuan kaum kapitalis dengan Gerakan Falungong yang dibackup oleh Gereja Katholik Ordo Jesuit, Persis pada saat Indonesia 1965 dimana ABRI,NU, Muhhamdiyah dan KAMMI,KAPPI dan PMKRI dibackup dan diarahkan oleh CIA melalui Gereja Katholik dengan Bossnya Jopi Van Beek SJ (Pastur Ordo Jesuit). NU kebagian ngebantai anggota PKI sementara Muhammadiyah kebagian ngebantai Hartanya PKI oleh sebab itu liat aja Muhammadiyah punya asset sekolah-sekolah dipinggir jalan besar, yang notabene bekas milik PKI yang dirampas,, he..he..he.. hebatkan ujung-ujungnya duit. begitujuga dengan UU Pornografi, yang bikin PKS(Partai Keadilan Sejahtera) ujung-ujungnya mau bikin Badan/Lembaga yang mengeluarkan Izin Usaha dibidang remeng-remang,, he..hee..he duit lagi. Kasian Bangsa Indonesia yang kata orang belanda bangsa yang paling ramah,paling sopan dan Bangsa yang mudah ditipu.
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters