Permohonan Ma'af » INTELIJEN INDONESIA

Wednesday, July 05, 2006

Permohonan Ma'af

Pertama-tama saya ingin menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan atas perhatian maupun atas komentar serta e-mail bernada simpati atas kondisi saya.

Dalam masa-masa pemulihan tersebut saya berkesempatan melakukan introspeksi ke dalam diri saya sendiri berkaitan dengan keberadaan Blog I-I. Disadari ataupun tidak, Blog I-I ternyata memiliki pengaruh yang cukup luas bila saya lihat dari atensi serta ragam pengunjung yang membaca dan mengikuti tulisan Blog I-I. Oleh karena itu, saya akan mencoba menata kembali Blog I-I dalam jalur yang lebih ideal yaitu demi kemajuan dan masa depan Intelijen Indonesia serta kejayaan Indonesia Raya.



Introspeksi tersebut semakin intensif ketika saya menerima e-mail yang sangat kritis beberapa hari yang lalu. E-mail yang menyoroti aspek moral Blog I-I tersebut membuat hati saya gelisah dan tergerak untuk segera memperbaiki kekeliruan Blog I-I dengan analisa yang lebih baik.


Langkah awal yang perlu saya lakukan mulai hari ini adalah memperbaiki analisa-analisa saya yang cenderung subyektif dan berkesan menjatuhkan kredibilitas beberapa kalangan ataupun institusi intelijen di Indonesia. Pada kesempatan ini juga saya sangat berterima kasih kepada seseorang yang misterius namun begitu teliti dan memberikan kritik keras yang obyektif atas perilaku analisa saya. Saya hanya bisa menduga bahwa dia seorang tipe agen analis yang teliti dan pandai menulis serta idealis, dan yang pasti dia tidak di Indonesia. Selanjutkan sebut saja dia agen P5 (PE-LIMA / PI-FIVE).

Teguran yang sangat bermakna bagi saya adalah ketika dia menyampaikan bahwa beberapa artikel yang saya tulis besar kemungkinan bisa menimbulkan fitnah serta terakumulasi pada pemahaman publik yang salah tentang Intelijen Indonesia. Bila hal ini tidak saya perbaiki maka hal tersebut akan menjadi opini publik yang bersifat semi permanen dan lama-lama menjadi permanen seperti stereotipe negatif. Ketika publik menjadi haus akan informasi tentang intelijen, saya menyajikan sebuah informasi yang kurang akurat dan cenderung terlalu jauh menilai tanpa mempedulikan dampak yang mungkin ditimbulkan. Sementara itu, saya tidak mengerti apa yang sedang sungguh-sungguh terjadi dalam dunia intelijen Indonesia masa sekarang. Menurut agen P5 saya telah melakukan beberapa kecerobohan dalam analisa yang bila tidak saya perbaiki akan berdampak negatif bagi dunia intelijen Indonesia.

Mengikuti saran agen P5, bersama ini saya dengan tulus hati menyampaikan permohonan ma'af kepada segenap pimpinan Komunitas Intelijen Indonesia atas analisa-analisa yang ceroboh yang telah saya lakukan di Blog I-I. Secara khusus saya juga mohon ma'af kepada Pimpinan BIN, Pak Syamsir dan Pak Assad bila saya terlalu jauh menilai bapak dan institusi yang bapak pimpin. Juga kepada analis DR. AC Manullang dan DR. Wawan H. Purwanto, saya tidak pernah bermaksud meragukan gelar akademis bapak-bapak berdua. Kepada kalangan intelijen militer dan strategis serta Kepolisian, saya juga mohon ma'af atas kecerobohan saya. Kepada kalangan akademisi yang sedang menggagas reformasi intelijen, saya juga mohon ma'af bila saya terlalu kasar dalam menilai analisa saudara-saudara sekalian. Saya berjanji untuk memperbaiki analisa saya di masa mendatang.

Saya kira permohonan ma'af ini tidaklah berlebihan karena agen P5 benar-benar berhasil menggugah saya untuk lebih teliti dalam melihat persoalan secara obyektif. E-mail agen P5 yang panjang lebar menyoroti aspek moral Blog I-I benar-benar menggugah saya untuk memperbaiki diri sekaligus memperbaiki Blog I-I dari pengaruh subyektifitas saya pribadi.

Mulai hari ini saya akan mencoba melanjutkan kembali Blog I-I secara lebih hati-hati dan obyektif serta lebih mandiri dengan data-data yang bisa dipertangungjawabkan.

Kepada agen P5 saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah mengingatkan saya dengan begitu kritisnya. Tanpa adanya kritik yang membangun seperti yang anda lakukan, mungkin saya akan kebablasan dalam menuliskan dunia intelijen versi saya pribadi.

sekian
Comments:
Pertama sekali, saya sangat senang bisa membaca blog ini lagi dengan tulisan baru (walau topiknya sedikit merisaukan bagi saya). Tapi lebih dari itu, saya sangat bersyukur bila Om Seno sudah mulai sehat dan bisa melanjutkan blog ini lagi. Terus terang, saya sempat beberapa kali tidak lagi buka blog ini setelah berkali-kali saya buka ternyata tidak ada perubahan. Pikir saya, blog ini benar-benar tutup [tamat]. Ternyata, tidak.

Saya sangat kaget dengan penjelasan Om Seno berdasarkan analisa agen P-5. Saya gak habis pikir, kok bisa ya seperti itu. Maksudnya, saya gak yakin kalau Om Seno itu bisa segegabah itu untuk memberikan analisa di blog ini. SEtahu saya, walau menurut agen P-5 analisa Om Seno tersebut banyak yang 'tidak tepat', terlalu banyak jejak di lapangan yang bisa terbaca mengenai kebenaran analisa Om Seno tentang kinerja intelijen kita.

Kekuatiran yang berlebihan bahwa analisa Om Seno yang dianggap 'miring' tersebut akan menjadi semacam sterotip negatif, sebaiknya diabaikan saja. Salah satu alasan utama adalah bahwa pengakses blog ini pada dasarnya bukan orang-orang awam [topik2 ttg intelijen pada dasarnya bukanlah 'mainannya' orang awam intelijen]. Pada umumnya intelektual, bahkan sebagaian besar adalah anggota intelijen. Mereka bisa membedakan dan menyaring [menguji] akurasi analisa Om Seno, seperti halnya analisa yang lazim dibuat atas pemikiran-pemikiran yang selama ini di'awasi'.

Toh, saya sendiri tidak menelan bulat-bulat juga setiap analisa di blog ini [dan di blog lainnya]. Beberapa tulisan Om Seno saya bandingkan dengan analisa para pakar intelijen lainnya, dan banyak benarnya, walau kebenarannya tersebut tidak baik untuk dipublikasikan.

Saya pikir, pemikiran-pemikiran dan kritik Om Seno sebaiknya diposisikan sebagai salah satu referensi 'tidak resmi' yang bisa mengungkapkan banyak hal penting yang tereliminasi oleh pertimbangan keamanan dan ketakutan yang berlebihan. Memang aspek subjektifitas tidak bisa diabaikan begitu saja. Tetapi, setidaknya pemikiran Om Seno tetap harus diperlakukan sebagai salah satu 'narasumber' walau tak resmi namun 'sah' sebagai pemikiran pribadi. Sekali lagi kekuatiran bahwa pemikiran Om Seno akan membawa efek negatif mengenai perintelijenan [di] Indonesia, sangat berlebihan. Sejauh yang saya tahu, apa yang dibeberkan Om Seno di sini, hanyalah beberapa potongan kecil dari kondisi perintelijenan Indonesia. Saya mendapatkan informasi dari beberapa pejabat intelijen senior [mungkin juga seangkatan Om Seno] bahwa apa yang diungkap Om Seno, jauh dari pembesar-besaran alias mendekati kebenaran, baik dari segi fakta maupun 'konsep'nya.

Saya cuma berharap, Om Seno tidak sedang 'dinetralisir' oleh agen P-5 dengan alasan moral dan keamanan. Saya masih percaya dengan Om Seno.

Maju terus intelijen Indonesia.
 
Saya kira apa yang Bapak Seno tulis benar. Masukan dari P-5 juga benar akan tetapi mengapa harus minta maaf berlebihan. Bukankan AC Manulang dan Wawan H Purwanto hanya cari popularitas dengan mengungkapkan pendapat-pendapatnya yang tidak sejalan dengan pendangan intelijen dan wartawan namun sejalan dengan aliran radikal yang penuh emosi.
 
pak Seno, mana tulisannya untuk bulan agustus.saya tunggu lho...
 
Bukan karena "tekanan" kan Pak..?
 
saya amat apreciate dengan tulisan2 anda, saya selalu simak setiap harinya, saya pun melkukanlink khusus pada blog saya supaya semua org yg menunjunig blog saya bisa mengakses anda dengan mudah....
sekali lagi saya kagum pada anda
 
Pak tulislah terus dengan analisa Anda yang merdeka. Bangsa ini butuh data, untuk membedakan mana yang kawan dan mana lawan. Setidaknya tulisan Anda bisa jadi suatu peringatan Untuk Para Boneka pihak asing baik yang nyadar mau yang tidak nyadar (bahwa ia boneka) bahwa bangsa ini TIDAK BODOH. Bangsa ini BUKAN GOYIM, seperti yang dicetuskan BOS BESAR intel dunia (illuminati).
Kita hanya butuh ideologi Fundamentalis untuk menghadapi kaum Fundamentalis yang berkedok liberal, kaum yang menjadikan Amerika seperti bangkai hidup, dan itu yang sedang mereka lakukan pada Indonesia.Tentu kita tidak mau itu terjadi. harga diri bangsa ini TINGGI. Jangan mau dipecah belah, MARI BERSATU.Sekarang, Apa ideologi yang paling fundamentalis yang bisa kita terapkan? Mungkin saatnya sejarah bangsa sedang menorehkan jawaban atas pertanyaan ini.
 
Gotcha!
Kalau orang lain yang terkena kasus seperti om seno, kita pasti akan menganalisanya sebagai: "diamankan"

Terlalu kentara motif itu. Lebih baik sih om seno diam-diam saja tanpa diumumkan di sini. Cukup buat komitmen pribadi dengan P-5 atau kelompok kepentingan di belakangnya.
Tapi bagaimana pun kami hargai apa yang telah dilakukan om seno
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters