Anti Amerika ? » INTELIJEN INDONESIA

Tuesday, September 12, 2006

Anti Amerika ?

Salah satu bentuk aksi anti Amerika adalah menjadikan segala sesuatu yang berbau Amerika menjadi sasaran kekerasan.

Kemarin saya menuliskan sedikit tentang 9/11 yang pada bagian akhir saya menyimpulkan bahwa bahwa motivasi-motivasi power serta pendekatan kekerasan tidak akan pernah berhenti dalam otak manusia. Meski terasa klise, namun fakta yang menjadi bagian hidup manusia itu menunjukkan betapa pentingnya membangun sistem keamanan yang baik bagi sebuah negara.

Misalnya saja pada hari ini 12 September 2006 terjadi aksi serangan bersenjata ke Kantor Kedubes Amerika Serikat di Damascus, Syria. Meskipun bisa dianggap kurang berhasil, namun hal itu sudah cukup menarik perhatian dunia pasca peringatan peristiwa 9/11 kemarin. Lihat syria_gunfire, yang mengutip dari AP SYRIA GUNFIRE?

Sebuah fakta perlawanan atau permusuhan terhadap negara adidaya Amerika seperti tak ada henti-hentinya. Kita bisa berasumsi itu diakibatkan sikap arogan pemerintah Amerika yang cenderung "memusuhi" Islam. Kita juga bisa berasumsi itu diakibatkan sikap pemerintah Amerika Serikat yang selalu berada di belakang Israel dalam konflik di Timur Tengah, seperti masalah Palestina dan Lebanon. Atau kita juga bisa berasumsi bahwa kecurigaan sesama manusia yang berbeda padangan politik, ideologi dan keyakinan akan selalu berujung pada konflik.

Saya jadi teringat dengan sejumlah aksi anti Amerika seperti model sweeping, ancaman bom, demonstrasi radikal, sampai demonstrasi damai. Amerika Serikat pasca 9/11 sebenarnya telah menarik simpati warga dunia termasuk dunia Islam moderat. Tetapi ketika pemerintah Amerika Serikat melancarkan perang melawan Terror, di berbagai belahan dunia seperti kasus serangan ke Afghanistan dan Irak, perang melawan teror di front Asia, Eropa, dll, maka secara berangsur simpati terhadap Amerika Serikat sebagai "korban teror" semakin melemah. Bahkan timbul kecurigaan yang logis bahwa kepentingan power, termasuk di dalamnya penguasaan sumber-sumber energi dunia (baca: minyak bumi dan sumber daya alam strategis).

Tidaklah mengherankan bila demi penguasaan power, segala cara harus ditempuh. Meskipun resikonya menimbulkan gerakan anti Amerika, tetapi skalanya telah diukur dan masih dalam batasan yang bisa "diterima". Sesungguhnya potensi terbesar dalam menantang hegemoni Amerika Serikat datang dari China. Namun pemerintah Amerika Serikat tidak akan memicu gerakan anti Amerika di China sebelum berbagai potensi power di dunia dalam kendali. Misalnya upaya-upaya mengikat China dalam sistem ekonomi global agar ada "kepatuhan" pada aturan sistem liberal lebih terasa dibandingkan dengan sorotan politik terhadap China.

Hal yang amat menarik adalah bahwa China meskipun masih negara komunis, hakekatnya adalah kaum kapitalis sejati. Sehingga China paham betul permainan perebutan power di dunia ini. Ingat China termasuk bangsa yang memiliki sistem sosial, politik dan ekonomi yang tertua di dunia. Bila China mampu mengatasi ketimpangan sosial dalam negeri dan terus mempertahankan pertumbuhan ekonominya, maka kita akan menghadapi era baru di mana hegemoni Amerika Serikat akan mendapat penyeimbang.

Apa yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat dalam masalah-masalah keamanan dunia sebenarnya hanya pengalihan perhatian dunia, sebelum konflik Amerika-China mengemuka dan menjadi warna utama dunia. Sikap low profile China yang konsisten berkonsentrasi dalam mengatasi persoalan domestik dan khususnya mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi adalah sangat tepat.

Mengapa isu terorisme dari kalangan radikal Islam lebih mengemuka, hal ini dikarenakan kaum radikal Islam adalah golongan yang paling mudah diperalat untuk menjadi bagian penting dalam sebuah skenario politik. Dengan sedikit pemicu saja, maka akan ada reaksi besar dan biayanya cukup murah. Belum pahamnya kalangan radikal Islam akan permainan politik di atas permainan politik tentunya semakin memudahkan pelaksanaan skenario tersebut. Lihat saja misalnya bagaimana mungkin seorang Al Faruq yang ditahan di Afghanistan bisa lolos dari penjara, apakah itu sebuah kebetulan? Atau mengapa penahanan Hambali di penjara Guantanamo dan mengapa pemerintah Indonesia sulit dalam melakukan kontak atau upaya pengadilan Hambali di tanah air. Bisa jadi kebenaran sejarah adalah sangat jauh dari apa yang kita baca di berita sehari-hari.

Realita cara berpikir manusia yang teramat cerdasnya dalam menyusun sebuah rencana yang rumit di era modern adalah fakta sosial yang penting untuk diperhatikan. Sikap Anti Amerika pada satu sisi menjadi ukuran bagi para pemikir di Amerika Serikat untuk membuat analisa rencana kebijakan luar negerinya, bahkan juga dimanfaatkan untuk mempertinggi nasionalisme Amerika.

Catatan: Setidaknya ada 5 faktor penting yang ingin saya catatkan kali ini, yaitu:

  1. Tidak semua berita dunia merupakan cerminan fakta kebenaran, khususnya bila kita secara hati-hati memperhatikan komentar, opini atau padangan. Bedakan dengan data kasar yang masih bersifat netral. Bahasa dan pilihan kata yang digunakan di media massa akan membawa efek psikologis pada setiap pembacanya.
  2. Energi, Uang/Ekonomi, Kekuatan Militer, Media massa/Propaganda, Intelektual/Intelijen, Network, teknologi, serta berbagai unsur pendukung lainnya adalah faktor-faktor pembentuk sejarah dunia modern.
  3. Ketika kita mendengar kata Anti Amerika saat ini, asosiasi tercepat yang muncul di kepala adalah gerakan radikal Islam. Padahal sebelum jatuhnya blok Soviet, anti Amerika hampir identik dengan kelompok komunis.
  4. Sebaliknya ke dalam publik domestik Amerika, setiap berita anti Amerika diseluruh dunia berarti penguatan simpati nasionalisme Amerika. Meski simpati itu terpecah dalam kubu yang menyalahkan pemerintah Amerika dan yang semakin loyal pada pemerintah, dampaknya cenderung menjadi alat pembenaran atas setiap perilaku/kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
  5. Kepada rekan sahabat Blog I-I, mulailah teliti dan berhati-hati dalam setiap melihat/membaca berita dunia, khususnya yang terkait dengan kasus-kasus sensitif dan berdampak luas .

Sekian

Comments:
Perdamaian tak pernah diungkapkan dengan senapan, karena yang diungkapkan dengan senapan hanyalah teroris dan Zeonisme.

Sudah beberapa kali kilatan mentari dan redupan malam Israel menghujankan agresinya di wilayah Gaza. Tergambar jelas dalam layar syaraf ingatanku, betapa jelas dan terang 345 saudara-saudaraku tewas dan 1000 lainnya luka-luka.

Krisis kemanusiaan terpampang di sudut negeri Palestina.

Wahai saudara seimanku!!

Demi karena ini, mari serentak, kita acungkan jari tengah kita, dengan meneriakkan: "Fuck Israel!! Fuck Amerika!!" Sebagai simbol perlawanan kita. Kita buat maju langkah kita. Laksana prajurit yang harus taat pada titah hati, kita maju!! maju terus berjuang sampai memperoleh kemenangan.

"Fuck Israel!! Fuck Amerika!!"

madah perlawanan kami kepadamu, Bagi kami tidak mengenal pendirian lain, kecuali menang atau hancur.
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters