Lima Tahun Setelah Nine-Eleven » INTELIJEN INDONESIA

Monday, September 11, 2006

Lima Tahun Setelah Nine-Eleven


Tulisan ini hanya refleksi ringan untuk turut mencatatkan peristiwa aksi teror paling berhasil pasca perang dunia kedua. 11 September lima tahun yang silam, publik Amerika Serikat dan dunia dikejutkan dengan peristiwa teror yang memanfaatkan pesawat yang dibajak untuk meledakan sejumlah sasaran penting. Setidaknya demikian yang banyak dikutip dan dicatat oleh media massa maupun dokumen pemerintah dan buku. Lihat misalnya di September 11 2001 attacks maupun di 9/11 digital archive.
Sejumlah analisa dan silang pendapat dalam menganalisa kasus 9/11 sangat menarik. Karena sampai saat ini keraguan maupun keyakinan pihak-pihak yang berbeda pendapat tampaknya tidak akan pernah sepakat. Satu pihak bersikukuh bahwa Al-Qaeda beserta suborganisasi dibawahnya bertanggung-jawab dan telah memicu lahirnya kebijakan the War on Terror serta melahirkan the Homeland Security Department. Pihak lain meragukan dengan mengajukan konspirasi teori yang didukung oleh sejumlah kejanggalan di seputar peristiwa 9/11. Sebuah paper pendek 6 halaman yang cukup menarik misalnya 9/11_conspiracy_theory_paper.

Apabila faktanya benar-benar kecolongan, maka dunia intelijen Amerika bagaikan pesakitan yang harus menanggung malu akibat serangan teror tersebut. Tetapi apabila itu semua rekayasa intelijen melalui sel hitam-nya, maka itu sebuah skenario yang teramat dahsyat dan sukses besar.

Saya pribadi sampai sekarang lebih banyak meragukan dokumen resmi yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat. Seorang rekan intelijen senior di Amerika bahkan bercanda ringan tentang dokumen serangan ke Timur Tengah yang telah dirancang sejak tahun 1970-an juga tentang sedikit mengorbankan warga negara Amerika untuk kepentingan yang jauh lebih besar.

Terlepas dari berbagai analisa dan siapa pelaku sesungguhnya, saya hanya bisa menyimpulkan bahwa motivasi-motivasi power serta pendekatan kekerasan tidak akan pernah berhenti dalam otak manusia. Itu hanya sebuah cermin realita manusia yang memiliki potensi untuk menjadi sangat kejam demi sebuah tujuan/kepentingan. Oleh karena itu, alangkah baiknya bila bangsa Indonesia, khususnya kalangan intelijen untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap bisikan-bisikan jahat yang ingin menghancurkan dan mengadu domba sesama anak bangsa Indonesia.

------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber foto dari Wikipedia dengan alamat Foto 11 September

Sekian
Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters