Studi Dampak Perang Irak » INTELIJEN INDONESIA

Monday, September 25, 2006

Studi Dampak Perang Irak

Perang Amerika Serikat dan sekutunya di Irak diduga kuat akan melahirkan sebuah generasi baru Muslim radikal. Itulah salah satu faktor penyebab ancaman teror meningkat sejak Peristiwa 11 September 2001. Demikian simpul laporan rahasia dinas intelejen Amerika CIA yang diungkap harian The New York Times. Lihat perang Irak

Kesimpulan tsb merupakan kebalikan dari pernyataan Presiden George W. Bush yang berulangkali menyatakan sejak itu ancaman teror menurun. Dalam peringatan mengenang 11 September 2001 baru baru ini, pemerintah Amerika mengatakan, kelompok teroris menyalahgunakan perang di Irak sebagai propaganda. Laporan rahasia tsb pertama kali menyajikan peta bumi terorisme global. Laporan tsb disusun berdasarkan kerjasama antara 16 instansi intelijens Amerika.
Apa yang menarik dari berita di atas, saya mungkin bisa paparkan beberapa point yang bisa rekan-rekan sahabat Blog I-I renungkan:

  1. Logika laporan tersebut bisa diterima karena hubungan kausatifnya cukup jelas dan meyakinkan, yaitu ketika sebuah negara diperangi/dijajah maka tidak mengherankan bila kebencian pada negara yang memerangi terus meningkat. Hanya saja penekanan pada faktor kelahiran Muslim radikal sangat tendensius, bisa jadi laporan intelijen sengaja dibuka ke media massa untuk memelihara keyakinan publik Amerika Serikat tentang ancaman teror dari Muslim radikal.
  2. Perbedaan pernyataan antara Bush dan Intelijen hanya retorika propaganda dimana pada ujungnya hanya akan melahirkan kesepakatan bersama dalam bentuk kebijakan luar negeri Amerika yang akan memperpanjang perang melawan teror dan penguasaan sumber-sumber energi di Irak. Sementara informasi lahirnya gerakan Muslim radikal hanyalah sebagai alat justifikasi yang akan membuat publik Amerika mengamini kebijakan pemerintah Amerika.
  3. Laporan intelijen tersebut juga memiliki dampak lain yang lebih luas ke dunia Islam global, dimana sangat diharapkan reaksi-reaksi keras dari kalangan Muslim untuk menjadi bukti akan definisi ancaman dari gerakan Muslim radikal. Sementara itu, saya bisa menduga bahwa pendekatan kepada gerakan Muslim radikal oleh operasi rahasia CIA yang seolah-olah bersimpati pada penderitaan kaum Muslim terus berjalan. Operasi rahasia itu bentuknya berupa proses pembodohan agar supaya kaum Muslim mendefinisikan dunia secara hitam putih, dimana anarkisme yang dikuasai kelompok kapitalis liberal hanya bisa dirubah melalui aksi teror. Mereka yang mendefiniskan ramadhan sebagai penghancuran misalnya, sangat jelas merupakan agen-agen CIA. Pencitraan dunia Islam yang disadari ataupun tidak tersebut telah mencoreng kemuliaan agama Islam sendiri.
  4. Upaya melekatkan label radikal pada kaum Muslim merupakan salah satu tujuan agar intelijen Amerika tetap memiliki "musuh" dan bisa bekerja dengan anggaran yang besar. Tentu saja kalangan elit kapitalis mengerti ini dan juga mendesak intelijen agar dalam setiap operasi tidak melupakan pentingnya penguasaan sumber-sumber ekonomi strategis. Terciptalah sinergi elit intelijen, elit politik dan politik ekonomi yang saling menguntungkan. Sementara yang menjadi korban adalah rakyat Irak yang menjadi semakin miskin dan sulit serta terus dibodoh-bodohi dengan segala cerita tentang terorisme dan fakta penindasan serta perlawanan dengan kekerasan.
  5. Manfaat yang tidak kalah pentingnya dari poin-poin di atas adalah bahwa laporan intelijen semacam itu juga bisa menjadi dasar bagi sebuah alternatif kebijakan untuk keluar dari persoalan Irak (semacam exit strategy). Secara bertahap setelah penguasaan sumber-sumber ekonomi semakin mantap dan militer Amerika bisa menjamin keamanan di wilayah ekonomi strategis, maka akan ada semacam upaya untuk keluar tanpa kehilangan muka. Keluar dari Irak dengan cerita sukses. Memberikan sisa persoalan yang rumit kepada rakyat Irak dengan obat "mujarab" demokrasi. Sementara konsentrasi keamanan tetap di sumber-sumber ekonomi penting. Percayalah bila ada diantara saudara yang berkesempatan ke wilayah Irak akan mengerti situasinya.

Sekian

Comments:
hi pak seno,

artikel yang bagus sekali menurut saya. tapi setelah membaca artikel ini, saya jadi berpikir kalo komentar kontroversial paus benedict baru2 ini termasuk bagian dari usaha mereka untuk melekatkan label radikal pada kaum Muslim.

buat yang merasa tersinggung.. no offense bro, peace..
 
Pak senopati kayaknya, saudara2 qta di tanah air ini (apapun suku, ras n agamanya) perlu disadarkan n dibuka pandangannya tentang hal ini. Supaya wings of exellence gak terus menhimpit qta. Sudah waktunya qta bangkit n sadar supaya tidak menjadi boneka (baik secara langsung maupun tidak). Rahayu..Rahayu
 
pak seno,mungkin perlu bagi kita untuk membenahi diri, sebelum semuanya terlambat.sebab bisa-bisa nanti malah giliran kita yang dijajah oleh amerika.menurut saya kita juga harus mempunyai strategy untuk menghadapi semua bentuk penjajahan terhadap negara kita yang tercinta ini.sekian dan terimakasih.peace!!
 
pak seno,saya seorang pelajar siswi 15 tahun disamarinda saya sangat berterima kasih atas semua artikel yang dibuat untuk perang irak,karena itu dapat memotivasi saya agar bisa dapat beasiswa lalu dikirim keamerika dan saya bisa melancarkan cita2 saya selama ini untuk membunuh,meracuni,mencincang,menembak,menusuk presiden amerika SIMONYET LANGKA YANG BUSUK!yang telah menyiksa kaum ALLAH q,dan menindas para saudara q diIRAK,,,saya berharap pak seno juga mau mendoakan saya cita2 saya cepat berhasil,
 
wahai saudaraku.sadarlah,orang2 asing sedang mengintai kita...maka waspadalah.saudara2 qt dh dbantai diirak,afgan dandmana2.apakahqt tetap akan diam?mereka hanya akan takut dg tentara ALLAH....
 
Mohon pencerahan tentang gerakan orang orang yang mengaku dari ormas islam terhadap ahmadiyah. Menurut saya hal itu tidak ada untungnya bagi islam dan indonesia lalu untuk apa dilakukan
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters