Bush Bush Bush » INTELIJEN INDONESIA

Sunday, November 19, 2006

Bush Bush Bush

Sebenarnya saya agak malas membahas masalah kunjungan Presiden Bush ke Indonesia. Kontroversi figur Bush sudah berkarat dan sulit untuk diletakkan dalam posisi yang benar-benar obyektif. Pro-kontra yang dilandasi oleh sikap politik, hati nurani, dan kepentingan sudah begitu jelasnya tertulis dalam berita-berita nasional maupun internasional.

Bicara manfaat dan ketidakmanfaatan kunjungan Bush sungguh sangat relatif tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Semua pihak tentu memiliki alasan yang tidak dibuat-buat, karena fakta dan informasi terbuka dapat kita baca dimana-mana.

Faktor kuat yang mendorong saya menulis tentang kunjungan Bush adalah pembicaraan dalam Rapat Terbatas (Ratas) bidang Polhukam, di kantor Menteri Polhukam, Jakarta, Sabtu 18 November kemarin. Beberapa point penting yang dibuka kepada media massa, antara lain:



  1. Badan Intelijen Negara (BIN) menilai aksi terorisme oleh kelompok Noordin M Top masih menjadi ancaman kunjungan Presiden Amerika Serikat George W Bush ke Indonesia.
  2. Menkopolhukam Widodo AS menyatakan prosedur pengamanan kedatangan Bush didasarkan pada hasil analisa intelijen tentang adanya ancaman-ancaman tertentu.
  3. Menkopolhukam Widodo AS juga menegaskan, Pemerintah sangat menghormati kebebasan setiap warga negara untuk bersuara dan mengeluarkan pendapatnya. Namun, ia mengingatkan pemerintah tidak akan mentolerir orang-orang yang melakukan aksi anarkis saat unjuk rasa.
  4. Menkopolhukan Widodo AS juga mengatakan pengamanan terhadap Bush dan rombongan tidak berlebihan karena sesuai dengan prosedur serta kondisi yang berkembang di lapangan.

Apa yang menyedihkan dari pernyataan-pernyataan di atas adalah bahwa upaya pembenaran pengamanan super ketat dengan dana besar tersebut tidak benar-benar didukung oleh kejujuran data intelijen yang akurat.

Data intelijen sama sekali tidak menunjukkan indikasi-indikasi seperti yang disebutkan para petinggi keamanan tersebut. Apakah metode gertakan dan pembodohan rakyat masih efektif? Kondisi organisasi teroris yang agak berantakkan saat ini seharusnya tidak dijadikan alasan pembenaran pengamanan Bush. Terus terang saja dengan tegas, bahwa pengamanan Bush memang dilakukan ekstra ketat untuk mencegah terjadinya insiden sekecil apapun yang akan merusak hubungan RI-AS. Bukankah akan sangat merugikan dengan tetap memelihara citra Indonesia dibawah bayang-bayang ancaman teror bom dari kelompok Noordin M Top, lagi pula M Top bukan ahli Bom melainkan tukang rekrut yang pandai menipu, menjerumuskan dan merayu dengan topeng agama. Sementara pernyataan-pernyataan Menkopolhukam semakin mempertegas pembenaran kebijakan pengamanan terhadap Bush.

Saya tidak bermaksud menentang kebijakan pengamanan Bush. Saya pikir siapapun presidennya akan berpikir keras bagaimana mengamankan Bush dengan baik. Kepada publik seyogyanya juga mengerti etika dalam saling menghormati dalam kunjungan kepala negara dalam hubungan antar negara. Menolak kunjungan kepala negara ke negara kita bisa diartikan dengan sikap kurang senang, sikap bermusuhan atau sikap tidak bersahabat. Padahal Indonesia tidak memiliki konflik "besar" dengan AS, bagaimana mungkin Indonesia mengambil kebijakan menolak kunjungan Bush misalnya. Kondisi domestik Indonesia, khususnya dari kalangan Muslim yang berkali-kali dilukai oleh sikap Bush dalam kebijakan luar negerinya bisa dipahami, tetapi apakah lantas hal itu bisa menjadi alasan melakukan tindakan yang bisa menghancurkan hubungan RI-AS. Ingat AS itu bukan hanya Bush, tetapi juga mewakili martabat bangsa AS yang didalamnya juga ada orang Muslim, dan orang-orang yang anti Bush. Sangatlah sulit memisahkan figur Presiden dengan negara dan bangsanya, karena Presiden adalah representasi dari negara dan bangsa, apalagi presiden yang terpilih langsung melalui pemilu. Semoga rakyat Indonesia bisa berpikir dan bersikap lebih dewasa.

Kepada pemerintah, hentikanlah propaganda pembodohan yang ditujukan untuk pembenaran kebijakan apapun di masa mendatang.

Sedikit catatan pribadi dari saya :

  1. Kesempatan untuk bargaining kepentingan nasional Indonesia terbuka luas dalam pertemuan tanggal 20 November 2006. Rencana agenda pembicaraan tentang masalah sosial, pendidikan, kesehatan, dan perdagangan jangan sampai menjadi hiasan belaka.
  2. Bush mungkin akan membicarakan masalah HAM, berhati-hatilah dalam memberikan jaminan dan janji. Hal ini akan menjadi makanan empuk House of Representatives dan Kongres AS yang membidangi masalah HAM dan luar negeri.
  3. Bush mungkin akan menyinggung dengan serius soal Lebanon. Jangan terprovokasi dengan informasi yang mengatakan bahwa pasukan UNIFIL termasuk asal Indonesia akan menjadi target teror kelompok-kelompok yang bertikai di Lebanon. Diperoleh informasi bahwa dalam waktu tiga bulan ke depan, akan mulai ada "pemanasan" suasana di Lebanon yang disebabkan oleh aksi teror dari kelompok-kelompok yang tidak jelas. Bisa ditanyakan ke BAIS TNI tentang isu-isu pasukan UNIFIL yang akan menjadi target teror.
  4. Bush mungkin akan mencoba melakukan briefing masalah keamanan dunia dan Asia dikaitkan dengan terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap dalam Dewan Keamanan PBB. Terima saja tawaran informasinya, tetapi dipertimbangkan lagi dengan hati-hati.
  5. Kebijakan perang melawan teror masih bertahan dalam politik luar negeri AS.
  6. Demonstrasi di dalam negeri masih wajar sebagai bentuk ekspresi "rasa tidak senang" sebagian publik Indonesia pada sosok Bush, bukan pada bangsa AS.
  7. Apabila komunikasi antara koordinator, pengawas demonstran dan aparat berjalan baik selama demo, kemungkinan anarkisme sangat kecil untuk terjadi.


Sekian



.

Comments:
Setelah saya tunggu komentar Bung SW akhirnya muncul juga tentang kunjungan Bush, cuman yang saya ingin tahu adalah analisa intelejen untuk kasus peledakan 'Bomb' di A&W jakarta Menjelang kunjungan Bush.

AC Manullang memang sudah sempat memberikan beberapa anlisa situasinya, bahkan di detik.com dimuat secara berseri.
 
Vincent Liong wrote:

Bung Seno, kenyataan yang ada sebut di:

Subject: Bush Bush Bush
At: http://intelindonesia.blogspot.com/2006/11/bush-bush-bush_18.html

Memang benar adanya…

Mengapa ini dapat terjadi, kalau versi saya ya karena kita sendiri yang mau menerima mentah-mentah sistem pendidikan yang base on “Copy & paste dan duplikasi rumus alert sistem / early warning sistem (benar/salah), rumus stilmus & respon yang baku”. Anda bisa membaca di email saya yang berjudul:

Subject: Pola Perkembangan Ilmupengetahuan Sosial Pasca Perang Dingin
At: http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/18632

Ya bagaimanapun sulit untuk memperbaiki mental pemerintah, hankam dan intelejen-nya kalau dalam pendidikan mereka memang sudah dididik sejak SD sampai perguruan tinggi untuk menjadi jongos kepentingan Amerika.

Pendididkan ala barat memang ada baiknya, tetapi bila tidak diimbangi dengan sistem yang sifatnya kemampuan evolusi adaptasi maka hanya akan menjadi sarana penguasaan masa atas nama demokrasi yang sistem pengambilan keputusannya adalah semacam ilmu pasti seperti 1 + 1 = 2. jadi kebebasan memilih yg rumus pengambilan keputusannya baku akan membawa ke keputusan yang satu versi saja.

Sama saja dengan fenomena dimana komputer semakin cangih dan terus beradaptasi, tetapi manusianya semakin hari semakin dididk untuk menjadi alat pengelompokkan dan pengurutan data hal yang dianggap sama atau tidak sama, nah itu yang terjadi di pendidikan tinggi kita khan?! Jadi negara kelas babu tetap babu dan negar pengontrol tetap pengontrol.

Coba anda baca tulisan saya yang berjudul:
* Dekonstruksi ala Kompatiologi dengan menggunakan Minuman Botol
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/18652
* FUZZY LOGIC DAN KOMPATIOLOGI (Copy&Paste dari Power point Presentasi)
(presentasi-nya terlampir)

ttd,
Vincent Liong






LAMPIRAN
FUZZY LOGIC DAN KOMPATIOLOGI (Copy&Paste dari Power point Presentasi)


(Note: Copy&Paste dari Power point Presentasi)
FUZZY LOGIC DAN KOMPATIOLOGI



LOGIKA FORMAL
* Adalah ilmu yang mempelajari secara sistematis kaidah-kaidah penalaran yang sahih/valid.
* Penalaran deduktif dan induktif.
* Penalaran deduktif disebut penalaran formal karena didasarkan pada bentuk/pola/susunan premis-premisnya.
* Kebenaran bersifat pasti (certainty) sejauh premis-premisnya benar adalah benar (atau diterima sebagai benar).
* Contoh kondisional: ‘jika ia adalah anjing maka ia hewan peliaharaan’
Pernyataan ini hendak mengatakan bahwa semua anjing adalah hewan peliharaan.



Gejala Kekaburan
* Dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ia ‘cantik sekali’.
* Kata ‘cantik sekali’ tidak mempunyai batasan yang jelas dan tidak mempunyai makna tunggal.
* Kata ‘cantik sekali’ mempunyai gradasi/tingkatan tentang ukuran cantik.
* Kekaburan kata ‘cantik’ disebakan banyak faktor atau gejala kekaburan disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya: ambiguitas/makna ganda; randomness/acak; ketidakjelasan karena ketidaklengkapan informasi; kekaburan semantik/makna.



Kekaburan Semantik
* Istilah kabur yang dalam inggris ‘fuzzy’ yang akan dibahas dalam fuzzy logic.
* Ketidaktegasan merupakan salah satu ciri bahasa sehari-hari yang digunakan dalam berkomunikasi dan mengungkapkan gagasan.
* Suatu kata/istilah dikatakan kabur secara semantik apabila kata/istilah tersebut tidak dapat didefinisikan secara tegas, dalam arti tidak dapat ditentukan secara tegas benar/salah.
* Sumber kekaburan makna biasanya berasal dari persepsi pribadi, lingkungan budaya, latar belakang pendidikan, pengalaman dan lain-lain.
* Kekaburan makna ini sering menjadi masalah bagi dunia ilmu pengetahuan karena peenlitian ilmiah pada umumnya memerlukan ketepatan dan kepastian makna dari istilah yang digunakan.
* Sehingga dieprlukan ‘bahasa’ baru untuk menjelaskan gejala kekaburan yang merupakan realitas sehari-hari di masyarakat.




Himpunan Kabur

Himpunan dalam teori himpunan klasik didefiniskan sebagai suatu koleksi objek-objek yang terdefinisi secara jelas, tegas dalam arti dapat ditentukan secara tegas apakah suatu objek menajdi anggota himpunan atau tidak.

Prof Zadeh memperluas konsep himpunan klasik ini dengan himpunan kabur yaitu dengan menggunakan apa yang disebut sebagai fungsi keanggotaan yang nilainyya berada pada rentang tertutup 0 sampai 1. Anggota himpunan kabur merupakan sesuatu yang bergradasi/bertingkat secara kontinu bukan lagi sebagai sesuatu yang tegas dan pasti.

Contoh: ‘cantik’ atau ‘pandai’ mempunyai gradasi tertentu dari tidak cantik, kurang cantik sampai cantik sekali.




Fuzzy Logic

* Himpunan kabur menjadi dasar berkembangnya fuzzy logic, yaitu penalaran yang melibatkan pernyataan-pernyataan yang bersifat kabur/tidak mempunyai ketegasan makna.

* Proses yang menjadi aturan dalam sistem:
1. Fusifikasi/pengaburan (Fuzzyfication); proses memperkirakan, menebak, mengandai-andai, dst..
2. Evaluasi kaidah/penalaran logika kabur dengan menggunakan basis pengetahuan yang terbagi menjadi: (1) basis data, menentukan fungsi keanggotaan dari himpunan yang dipakai dan (2) basis kaidah, memuat aturan-aturan berupa implikasi kabur; proses membandingkan perkiraan dengan fakta, menentukan keanggotaan dan mengkonversi berdasarkan aturan yang telah ditetapkan.
3. Defusifikasi/penegasan (Defuzzyfication); proses menterjemahkan ke output yang mempunyai ketegasan nilai/makna.




Kerja Otak Sistem Linear & Fuzzy

Data di otak disimpan dalam bentuk data linear, data kemudian diproses dengan sistem linear atau sistem fuzzy, lalu kemudian menghasilkan output yang bersifaat linear.

Sistem Linear bekerja dengan pengelompokkan data yang bersifat kondisional pada fokus yang lebih kecil tetapi lebih detail, dengan memetakan hubungan persamaan satu dengan yang lain, mengabaikan faktor lain di luar hal yang sedang diperhatikan (konsentrasi bersifat zoom in / jangkauan sempit dan no noice).
Karena memiliki satu sistem kerja maka bilamana bekerja secara berlebihan maka reaksi yang terjadi adalah kejenuhan dengan output rasa mengantuk.

Sistem Fuzzy bekerja dengan kegiatan terus menerus beradaptasi pada berbagai kondisi yang ada sehingga terus berevolusi. Kegiatannya berupa kerjasama antara dua usaha terpisah untuk memetakan tanpa justifikasi dan untuk mengelompokkan dengan logika linear (konsentrasi bersifat zoom out / jangkauan luas dan full of noice).
Karena ada kerjasama antara dua proses yang bekerja secara independent satu sama lain, maka bila bekerja secara berlebihan mengakibatkan semacam sindrom sakit kepala dan kesulitan tidur (insomnia).




Dekonstruksi ala Kompatiologi

Sistem yang berlaku dalam dekonstruksi ala komatiologi sebagai berikut:
1. Pengenalan data:
* individu; mengenal data sebagai satu kesatuan diri sendiri
* kelompok; data sebagai kelompok tertentu
* campuran;; data sebagai hasil kombinasi beberapa data
2. Proses evaluasi:
* basis data; informasi yang sudah ada (dipelajari atau tertanamkan) dalam diri individu.
* basis pengetahuan: berdasarkan basis data yang ada, proses antisipasi, evaluasi, adaptasi, penalaran kabur mulai berlangsung berdasarkan basis pengetahuan yang dimiliki masing-masing individu
3. Proses akhir/kesimpulan/hasil: merupakan proses membandingkan, menganalisa dan mendeskripsikan output.




Manfaat Kompatiologi
* Melatih orang berpikir dan berperilaku dengan logika dialektika.
* Terlatih untuk menghandle konflik.
* Membuat orang mempunyai kemampuan beradaptasi yang lebih luwes.
* Meningkatkan kemampuan berempati yang egaliter.
* Menumbuhkan semangat pertemanan/persahabatan.
* Mengatasi masalah diri sendiri secara mandiri.
* Mampu berpikir lebih toleran terhadap orang lain.
* Membantu pihak lain untuk mencari jalan keluar bersama pihak tsb.




Anda Tertarik ?

Untuk di-dekonstruksi Anda bisa menghubungi dekoner aktif kami sbb:
* Vincent Liong / Liong Vincent Christian (cdma: 021-70006775, Ph: 021-5482193)
* Merkurius Adhi Purwono (cdma: 021-68812660)
* Ondo Untung (cdma: 021-92862617, Hp: 08128599710)
* Cornelia Istiani (cdma: 021-68358037, Hp: 081585228174)
* Bimo Wikantiyoso (Hp: 0816746770) , dlsb…

Biaya: tempat dekon di foodcourt mall, transport pulang pergi naik taxi / diantar jemput, biaya makan di foodcourt dibayarin, beli bahan untuk praktikum +/- Rp70.000,- , honor/angpau untuk dekoner diberikan dalam amplop tertutup (terpisah dari biaya-biaya yang lain).

Jenjang karir Kompatiologi: menjadi ter-dekon, menjadi pendekon-tandem (ditemani pendekon independent), menjadi pendekon-independent, mengembangkan dan memasarkan kompatiologi versi diri sendiri (membuat kitab-kitab) sesuai dengan minat masing-masing.




Bacaan yang disarankan:
* Pola Perkembangan Ilmupengetahuan Sosial Pasca Perang Dingin
* Dekonstruksi ala Kompatiologi dengan menggunakan Minuman Botol
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters