Catatan Akhir Tahun Pemerintahan SBY-JK » INTELIJEN INDONESIA

Sunday, December 24, 2006

Catatan Akhir Tahun Pemerintahan SBY-JK

Blog I-I hanya akan menyoroti hal-hal yang sangat penting yang terkait dengan kinerja pemerintahan SBY-JK, sebagai berikut:


  1. Masalah pembangunan ekonomi yang ala kadarnya sangat memperihatinkan karena tidak tampak strategi yang bisa membuat perekonomian Indonesia kembali bergairah. Kesempatan memperlihatkan kesungguhan kebijakan Indonesia yang pro pembangunan ekonomi tidak terlihat dalam pertemuan APEC di Vietnam. Bagaikan monyet ditulup, Indonesia terbengong-bengong melihat kesuksesan kebijakan Vietnam yang sangat menarik perhatian negara-negara seperti AS, Jepang, Korea Selatan, Australia, dll. Pembangunan yang terlihat hanya pada sektor perdagangan dan peningkatan konsumsi masyarakat semakin memperjelas jurang ekonomi antara si kaya dan si miskin. Sementara industri nasional Indonesia bagaikan sekaratul maut menuju jurang kehancuran. Dengan mengandalkan ekspor energi ke negara yang haus energi seperti China, Jepang dan AS tidak akan bertahan lama, lagi pula nilai pertambahan ekonomisnya sangat terbatas. Sungguh setelah bertahun-tahun merdeka, sangat memalukan hanya mengandalkan pada eksploitasi kekayaan alam semata. Kebijakan gas nasional yang lebih tunduk pada kesepakatan ekspor ke Jepang dan China telah membuat industri dalam negeri yang membutuhkan pasokan gas mengalami kesulitan yang luar biasa. Bila memang sangat yakin pada prinsip ekonomi liberal, seharusnya telah diketahui resiko hancurnya industri dalam negeri dan peningkatan jumlah pengangguran sebagai dampak tidak ketidakmampuan bersaing. Jika cepat sadar dan memang memikirkan nasib rakyat, seyogyanya peranan pemerintah ditingkatkan dalam mendorong pembangunan yang lebih terarah. Beberapa peraturan yang mendesak untuk segera diselesaikan misalnya peraturan tentang investasi, ketenagakerjaan, dan perpajakan. Meskipun indikator ekonomi makro Indonesia menunjukkan perbaikan misalnya nilai rupiah dan angka inflasi, namun apalah artinya jika sektor riil tetap terseok-seok dalam kelumpuhan. Bahkan jumlah angka kemiskinan dan pengangguran tetap tinggi (persisnya tidak saya catat...tapi bisa dilihat dari angka-angka di BPS). Sektor perbankan yang miskin kredit dengan posisi lending yang sangat memprihatinkan, hebatnya perbankan nasional tidak mau rugi dengan memanfaatkan jalur Sertifikat BI. Industri pertanian dan manufaktur yang menyerap tenaga kerja bagaikan pesakitan karena belum ada terobosan yang mampu merangsang perubahan.
  2. Penanganan bencana alam yang datang bertubi-tubi berjalan lambat dan sangat tidak profesional. Bisa dipahami bahwa bencana datang tidak diundang dan terjadi begitu cepat sehingga korban kematian dan materi tidak terhindarkan. Satu-satunya unit pemerintah yang tampak efisien adalah Badan Sar Nasional yang saat inipun terlihat kedodoran karena sumber daya yang terbatas. Sementara itu, pembentukan komisi dll hanya menjadi pemborosan yang luar biasa. Alangkah baiknya jika Badan Sar Nasional diperkuat dengan kebijakan dan dukungan pemerintah dengan pembentukan unit-unit reaksi untuk mengatasi bencana.
  3. Masalah kepemimpinan SBY dan JK yang sangat memperihatinkan. SBY yang sok kalem dan berwibawa dikhawatirkan berhati pengecut dan selalu cari aman, sedangkan JK yang sok profesional dikhawatirkan penuh tipu muslihat dan agenda kepentingan kelompok. Mudah-mudahan saya keliru, namun saya yakin 100% rakyat Indonesia sudah melihat dan memahami maksud saya. Apabila pada tahun 2007 tidak terjadi perubahan sikap yang lebih memihak pada rakyat dan demi kepentingan bangsa, maka saya tidak bisa menghindari ajakan gerakan anti pemerintah yang akan semakin menguat seiring dengan sikap yang tidak pro-rakyat dari pemerintahan SBY-JK. Sebagai tambahan, ketidakkompakan anggota kabinet menjadi nilai negatif yang besar.
  4. Masalah politik dan keamanan bisa jadi cukup stabil dan tampak konsolidasi demokrasi dan keberhasilan pilkada Aceh menjadi catatan prestasi. Namun, potensi demokrasi ini belum menghasilkan sistem yang pro-rakyat dan mampu memajukan kesejahteraan bangsa Indonesia. Tetapi malahan menjadi dunia busuk politisi yang mengubah arah demokrasi bukan untuk rakyat melainkan untuk kekuatan kelompok.
  5. Masalah korupsi saat ini kembali seperti kucing-kucingan. Mulai dari dasar hukumnya sampai proses peradilan, terjadi perdebatan yang semakin mempersulit pembersihan Republik Indonesia dari koruptor-koruptor perampok kekayaan bangsa Indonesia. Sekedar contoh kecil misalnya pernyataan JK yang menganggap upaya pemberantasan korupsi mulai terasa menghambat pembangunan.
  6. Masalah Politik Luar Negeri, sungguh konyol dan sangat minus Politik Luar Negeri Indonesia saat ini. Selain selalu mengikuti saran agen-agen CIA seperti HW (ralat HW hanya diduga sebagai agent yang ter- influence dan secara tidak sadar terpengaruh oleh AS) dan DPJ (agent aktif yang sukarela dan telah memiliki pola pikir AS), Indonesia juga terjebak dalam Politk Luar Negeri Pahlawan Kesiangan. Dalam kasus Nuklir Korea Utara, jelas peranan NS bisa dinilai nol besar apalagi. Dalam kasus-kasus di Timur Tengah, utusan khusus tidak melakukan apa-apa. Indonesia juga sangat sulit bergerak diantara kepentingan Arab Saudi dan Iran. Selain itu, gebrakan tolol ikut serta dalam masalah Irak jelas merupakan dikte Amerika Serikat yang diamini oleh korps Deplu. Juga desakan peranan Indonesia dalam urusan dalam negeri Myanmar akan semakin menyulitkan Indonesia di masa mendatang, ah singkatnya Indonesia bukan lagi negara yang bebas dan aktif. Lebih tepat bila dinilai Indonesia sebagai cecunguk AS yang aktif menjilati pantat AS.

Mohon maaf atas kekasaran artikel saya kali ini, saya sangat sedih dan kesal dengan ketiadaan pemimpin yang peduli terhadap tangisan rakyat miskin Indonesia. Mohon koreksinya atas kekeliruan yang mungkin ada dalam tulisan saya ini.

Sekian




Comments:
Saya tau yang anda maksud dengan "HW" dan DPJ sebagai agen-agen CIA dalam tulisan anda yang berjudul "Catatan Akhir Tahun Pemerintahan SBY-JK" tapi Saya tidak tau bukti-buktinya. Mungkin anda bisa menginformasikannya. Tks.
 
Kalau sudah tau HW & DPJ adalah agen2 CIA kenapa BIN tdk memberikan saran pd SBY bhw 2 penghianat tsb utk dicopot,atau di"singkirkan" saja. Hidup Intelijen Indonesia!! Sudah waktunya keluar dari padepokanmu, hancurkan musuh2 Negara, bongkar semua jaringan agen2 asing. LANDAX
 
Mohon maaf atas kekasaran artikel saya kali ini, saya sangat sedih dan kesal dengan ketiadaan pemimpin yang peduli terhadap tangisan rakyat miskin Indonesia. Mohon koreksinya atas kekeliruan yang mungkin ada dalam tulisan saya ini.

Mas, tak usah minta maaf ke kami. Saya pribadi setuju kok dengan yang satu ini. Saya sendiri juga muak dengan politik luar negeri kita yang membeo ini...malu saya di depan teman-teman luar negeri saya...
 
artikel sampah... knp si blogger" skrng banyak yg ngajak untuk berfikiran negatif..
dukung dong pemerintah, mereka punya rencana, punya cita"

dr dulu ada kebijakan ngga pernah di dukung.. dr BusWay, konversi minyak ke gas, BLT dll...
Tp skrng siapa yg ngga seneng sama Busway? Seandainya koversi minyak ke Gas gagal, brp coba harga minyak tanah skrng? BLT bener" berguna bwt rakyat kecil!!!

"Saatnya subsidi orang, bukan subsidi barang"

seandainya lo bisa dukung pasti ngga glagapan pemerintah...

kasian, mungkin dlm hati SBY-JK lg bingung... "Gue dipilih sama mereka, tp mereka ngga pernah ngendukung kebijakan" yg gue buat secara optimal. belom apa" dan belom ada hasilnya dah ditolak!"

SBY banyak menghadapi bencana" besar, tp dia bisa lewatin itu dengan efisien dan lumayan cepat..

Blogger" sring banget kaya' gini.. ngga pernah ngajak kt untuk ngedukung kebijakan pemerintah..

gw yakin artikel ini dibuat oleh orang yg ngga mudeng... atau dibuat sama orang yg memiliki kepentingan politik (supaya dapet kekuasaan politik
 
hmm...
mao nannya donk kalo memank kalian ato yang buat artikel ini adalah seorang yang memperhatikan perkembangan pemerintahan sby-jk.
mao nannya neh.

bagai mana bentuk sistem komunikasi dari pemerintahan sby-jk, apakah sistem komunikasi itu efektif atau tidak, dan apa kelebihan dan kekurangan dari sistem komunikasi yang digunakan oleh pemerintahan sby-jk n sedikit contoh ya^.~.

gw pengen tau itu semua
sry kalo ada yang salah hehe..

by:HG
 
Kata profesional dalam dunia intelijen berarti kemampuan sekali tepuk bisa menjawab tujuh persoalan. Saya tidak mengomentari apapun tulisan bapak Senopati Wirang. Yang jelas cobalah untuk berwacana yang memiliki arti mendalam dan semua arti itu mengarah pada kepentingan bangsa. Sejuk dan tidak emosional. Tegas tapi tidak memihak kecuali memihak kepentingan negara. Berbobot dan tidak berbelit-belit. Nuwun
 
saya setuju dengan pernyataan anonymous (yg bawahnya Pierce Brosnan)..
qt SEHARUSNYA mendukung kebijakan pemerintah..
bukan malah MENYACATNYA..
saya yakin, tanpa masyarakat, pemerintah tidak ada apa".a..

qt itu ibarat perangko dn lem dengan pemerintah..

saling mengisi..
apabila yang satu tidak dapat digunakan, yang lain juga tidak dapat...

kepemimpinan SBY-JK bukan gagal..
tapi lebih tepatnya belum ada perkembangan..

pak SBY menurut saya bukanlah orang yang cari aman dan sok kalem..

bagaimana bisa jadi TNI kalo ternyata beliau sok kalem dan cari aman saja ??

mengapa masyarakat memilih SBY waktu pilpres 2004??

apakah hanya kekaguman semata ??

lebih baik tidak usah diadakan pemilu, apabila rakyatnya hanya mengeluh setelah beberapa tahun masa pemerintahan..

saran saya sih, apabila anda MALU dengan politik LN qt yang membeo, lebih baik anda mencoba jadi pengurus politik LN qt...
apa yang akan anda lakukan untuk membuat politik LN qt agar tidak "membeo" lagi..

y kalo saya sudah boleh memilih, saya mungkin mau kalo suruh memilih yang nulis artikel ini tuk jadi presiden..

mau lihat aja..

gebrakann apa yang akan dibuat penulis artikel ini ^^..

SALAM
 
Saya hanya ingin meluruskan yang sebenarnya terjadi apa kah ada2 semuanya merasakan masih susahnya mendapatkan perkerjaan yang sesuai,penghasialn yg sesuai,taraf hidup sebagian masyarakat indonesia masih belum memadai.Malah cenderung pemerintahan skrng membiarkan/membagibagikan kekuasaan,membagi-bagikan kekayaan.Contohnya SBY sudah mempersiapkan matang2 putra2nya di TNI dan PARPOL yang sudah tentu paling punya kuasa di negri ini lain dengan pengusah bermasalah dgn hutang ya tapi mereka ini tidak punya kuasa apa-apa.Apa jadinya bila putra2 nya ini sudah memegang betul jaringan2 instansi,saya cuma bisa mengatakan REFORMASI GAGAL!,KAMI TELAH MENGORBANKAN BAPAK PEMBANGUNAN KITA PAK HARTO MALAH MEMBERIKAN JALAN HANYA UNTUK DIPINPIN OLEH ORANG2 YANG HANYA HAUS KEKUASAAN,KEKAYAAN.
Dan 1 lagi TNI itu bagan/struktu bukan sifat seseorang tidak menutup kemungkinan sifat perorangan dari TNI itu ada sifat maling,licik,culas,bengis dll.Belum lagi saling senioritas itu jelas dan tidak dapat dipungkiri lagi.Buktinya semuah peminpin yang berasal dari TNI lebih lama,bukan karna tegas/disiplin tapi mereka mempunyai jaringan yang siap menghancurkan yang tidak sepaham pemikiran/jalan dengan mereka.Menurut saya lebih baik XTNI/POLRI diberikan peluang usaha bila masuk pemerintahan pun dibatasi apa lagi yang berbintang,biarkan yang memerintah negara itu di pegang oleh sipil dari mentri.DPR-RI/DPRD/DPD dari ketiga lembaga ini dibubarkan saja,menjadi 1 lembaga.Sistim birokrasi dari pemerintah kedaerah di perpendek begitu juga sebaliknya.Jadi anda2 ini salah kalo mengataka pemerintahan yang sekarang baik apa lagi lebih baik
TERIMA KASIH SALAM SEJAHTERA
 
jempol buat comment terakhir. bukankah pemerintah itu pelayan rakyat??? kenapa justru rakyat yang jadi pelayan??? RAKYAT=BABU!!! kalian yang mau dikalah-kalahin pemerintah adalah BABUUUU!!!! pikir pake otak yang jernih!!!
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters