Catatan Akhir Tahun Perang Melawan Teror » INTELIJEN INDONESIA

Sunday, December 24, 2006

Catatan Akhir Tahun Perang Melawan Teror

Operasi Lilin 2006 selama 11 hari merupakan sebuah kebijakan keamanan yang tepat dlam mengantisipasi ancaman teror yang mungkin terjadi pada akhir tahun ini.

Dengan pengerahan kekuatan 18,000 anggota polisi didukung aparat kemanan seperti satpam dll, kita bisa merasa aman karena mereka menjaga gereja-gereja dan mesjid serta tempat-tempat strategis dan pusat ekonomi di Jakarta.

Peningkatan keamanan di Poso, Sulawesi juga merupakan hal yang wjar bahkan wajib untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Tiga pertimbangan (1) masih bebasnya anggota Jemaah Islamiyah (JI) yg terkait Al-Qaeda Noordin Mohammad Top, (2) peringatan Kedubes AS dan Australia, (3) sejarah serangan bom atas 38 gereja pada malam Natal 2000 yang menyebabkan kematian 19 orang, merupakan dasar-dasar kebijakan yang tidak bisa diabaikan. Satu lagi, penjinakkan Abu Bakar Baasyir (ABB) yang saat ini telah diputus bebas oleh MA, tentunya dengan konsekuensi ABB yang harus menjilati idealismenya dan kehilangan kehormatan sebagai seorang pejuang Jihad kekerasan. Meskipun keputusan pembebasan ABB sangat menyakitkan keluarga korban Bom Bali dan protes Australia, namun sesungguhnya bagi ABB pembebasannya sama saja dengan bukti kemunafikan dirinya sendiri yang meninggalkan barisan Jihad.

Tulisan ini sebenarnya hanya apresiasi kecil bagi segenap aparat keamanan khususnya intelijen yang telah memporakporandakan barisan teroris di Indonesia. Semoga Tahun 2006 ini benar-benar ditutup tanpa adanya ledakan teror, sehingga menjadi catatan sukses karena jumlah teror maupun korban relatif lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya.

Sekian


Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters