Pilkada Aceh » INTELIJEN INDONESIA

Thursday, December 14, 2006

Pilkada Aceh

Selamat kepada siapapun yang akan menjadi pimpinan Aceh pasca Pemilu 11 Desember 2006. Hasil perhitungan sementara menunjukkan keunggulan pasangan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar kandidat independen yang sangat dihargai oleh masyarakat Aceh berkat peranannya dalam proses damai. Kemudian suasana pilkada menjadi sangat sejuk karena hal itu direspon dengan sebuah sikap politik yang elegan dan tepat oleh Pemerintahan SBY.


Indonesia yang demokratis telah menghasilkan pimpinan yang berwatak demokratis pula. Dengan asumsi yang sama, pimpinan Aceh yang terpilih nantinya juga diharapkan memiliki watak demokratis dan bisa membuktikan kepercayaan publik Aceh dengan kebijakan dan implementasi yang tepat dalam pembangunan Aceh.

Sekali lagi terbukti bahwa dalam soal pemilihan pimpinan eksekutif, popularitas seorang calon lebih dominan ketimbang mesin partai politik.

Ah...lagi-lagi saya menulis hal-hal yang klise. Baiklah untuk sisi kritisnya saya akan menyampaikan beberapa potensi konflik yang disebabkan oleh belum mantapnya watak demokratis dari sejumlah unsur di Indonesia.

Pertama, ada sebagian kalangan TNI yang masih ragu dengan kesungguhan GAM dalam mengintegrasikan diri ke dalam pangkuan NKRI. Apabila kelompok ini terus memprovokasi dalam tubuh pemerintahan SBY, tidak tertutup kemungkinan kecurigaan terhadap GAM tetap terpelihara. Saya sangat berharap kelompok ini keliru, dan hanya GAM yang rela berkorban dalam membangun Aceh demi rakyat Aceh saja yang bisa membuktikan kekeliruan kelompok ini.

Kedua, ada kelompok reformis TNI dan sipil yang meyakini itikad baik GAM dan berhasil meyakinkan pimpinan negara Indonesia untuk melihat Pilkada Aceh secara obyektif dengan menerima fakta di lapangan.

Ketiga, ada kelompok GAM yang meragukan dedikasi kandidat dari GAM terkait dengan platform perjuangan dalam rangka membangun Aceh yang maju, dan hal ini bisa menjadi persoalan internal GAM.

Keempat, ada kelompok GAM yang telah bersinergi dengan rakyat Aceh yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat Aceh secara sungguh-sungguh dan secara serius lebih memperhatikan kepentingan rakyat Aceh dari pada kepentingan kelompok.

Kelima, rakyat Aceh telah memperlihatkan sebuah pilihan yang sangat penting bagi masa depan Aceh dan kredibilitas pemimpin yang nanti terpilih merupakan sebuah titik kritis masa depan Aceh. Artinya, siapapun yang resmi menjadi pemimpin Aceh akan memikul harapan rakyat Aceh tentang sebuah pembangunan ekonomi dan sosial. Sehingga persoalan-persoalan yang bersifat politis tidak lagi penting, apalagi yang bisa memicu konflik. Dengan demikian, unsur pimpinan eksekutif Aceh bersama kalangan legislatif dengan dukungan dari pemerintah pusat Jakarta akan lebih berkonsentrasi untuk membangun Aceh yang damai dan sejahtera.

Salah satu kunci masa depan Aceh yang cerah adalah pemerintah pusat Jakarta harus tegas menolak provokasi dari sekelompok kalangan strategis yang masih menganggap GAM sebagai ancaman. Sementara dari pihak GAM, dengan pembubaran GAM dan pembentukan partai lokal harus membawa misi untuk kesejahteraan rakyat Aceh dan bukan membawa misi yang bisa mengundang konflik melalui ide-ide kemerdekaan. Munculnya kembali ide kemerdekaan di bumi Aceh hanya akan memberikan amunisi kepada kelompok strategis yang saya sebutkan di atas. Semoga pimpinan Aceh benar-benar bijak dan memahami jeritan rakyat Aceh yang sudah lelah dengan konflik.

Indonesia Raya.....Aceh Sejahtera

Sekian
Comments:
wuaahhh... hbeat skeali bpaak spneoati ini...
craa mneluisnya tdaik ada yg tretkuar smaa skeali, sgnaat tleiti.... pdaahal syaa yg msiah mdua ini sreing skeali mneukar hruuf... hehehe....

Salut buat bapak, semoga kancah perintelejenan indonesia bergerak ke arah yang lebih baik...

kalau tentang teknologi, apa lagi teknologi internet, saya kira dari Indonesia tidak kalah dengan amerika dan sekutunya, saya juga sekarang tidak tahu dari mana saya mengirim komentar ini, mungkin dari arab saudi, dari jakarta, atau dari pelosok bagian dari bumi ini, teknologi ssh, tunnel, dengan memanfaatkan komputer server zombie, dan pengacak proxy, serta penghapusan log, akan sedikit sulit untuk melacak dari mana suatu data dikirim.. apalagi sekarang teknik steganografi telah berkembang pesat, sampai-sampai fotopun bisa memuat pesan tertulis yang sangat jelas....

Salam, dan semoga intelejen Indonesia tetap jaya...
 
wadow . . .!! gw terlambat baca niy... sapa bilang GAM udah rela?? bener nih mou udah ditanda tangani?? kalo emg bner knp pasokan AK dari thailand untuk aceh tetap lancar?? trus sukarelawan GAM yang ikut latihan tempur di lebanon gimana dunkz?? yach.. may be spt kata pejuang GAM "...mari kita bangun kembali perang di aceh"
 
Di jawa ada intel . Di Acheh ada seumasat !!!!! Kita bida walau sampai kiamat!!!.
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters