Ada Apa dengan KONTRAS » INTELIJEN INDONESIA

Thursday, January 11, 2007

Ada Apa dengan KONTRAS

Dahulu ketika saya pernah menulis tentang kasus Munir (baca Munir ), saya mendapatkan informasi awal dari seorang informan dalam tubuh Kontras dan Utan Kayu 164 yang saya crosscheck dengan beberapa lingkar intelijen BIN. Sungguh amat sulit melakukan rekonstruksi faktual berdasarkan bukti-bukti untuk dibawa ke depan hukum. Meski kemudian ada beberapa pihak yang mencoba meyakinkan berdasarkan 23 bukti yang ditolak pengadilan, saya tetap tidak bergeming....ini kasus yang pelik. Bila beberapa artikel saya mengarah pada kemungkinan bahwa misteri itu telah dipecahkan oleh BIN, maka hal ini berdasarkan pada informasi analis rekan Blog I-I yang secara meyakinkan mengungkapkan analisanya berdasarkan pada peta kekuatan organisasi BIN kepada saya dua tahun yang lalu. Bahwa sistem kerja BIN yang memiliki sel-sel operasi yang tersebar luas dan mendalam itu tersekat-sekat dalam kompartementasi yang ketat. Tidaklah mengherankan bila ada unsur pimpinan BIN yang tidak mengetahui apa yang terjadi. Analis tersebut meyakinkan saya bahwa kasus Munir adalah pekerjaan di luar institusi BIN, namun menggunakan teknik dan kemampuan yang hampir menyamai dengan kemampuan sel BIN. Dari situlah berangkat anggapan bahwa BIN terlibat, yang kemudian diperkuat dengan hembusan isu keterlibatan beberapa orang intelijen yang bekerja di BIN. Sesungguhnya bila memang demikian, tentu sudah muncul kekhawatiran kalangan intelijen akan tuduhan miring tersebut. Tapi setelah lebih dari dua tahun berselang, saya menerima kabar bahwa ternyata dari sel-sel khusus BIN tidak terdeteksi ada yang menerima order menghabisi Munir. Akhirnya saling berpandangan, siapa ya?

Sebuah isu kuat yang tidak pernah disentuh adalah masalah internal Kontras dan sejumlah aktivis yang tidak suka dengan Munir. Sebuah analisa mutakhir yang mengarah pada terjadinya kerjasama antara desertir sel BIN dengan aktivis yang membenci Munir-pun mengemuka dalam analisa intelijen. Tidak berbeda dengan prasangka keterlibatan BIN, analisa yang berdasarkan pada kepentingan "uang" tersebut masih dalam proses pengumpulan barang bukti.


Baru-baru ini kontras menyerang Kepala BIN Syamsir Siregar secara vulgar dengan tuduhan yang luar biasa (baca kontras), yaitu :


------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertama, BIN gagal bekerjasama dengan TPF dan Polri dalam mengungkap pembunuhan Munir, meskipun telah jelas ada keterlibatan anggota dan pejabat teras BIN. Belakangan, BIN malah melobi Kongres AS-yang jelas bukan wilayah kompetensinya.

Kedua, BIN gagal mengantisipasi aksi teror dan kekerasan di Poso, bahkan mendeteksi bom yang meledak di lokasi dekat pos aparat keamanan.

Ketiga, Kepala BIN Syamsir Siregar sering melontarkan opini atau tuduhan-tuduhan negatif kepada masyarakat sipil. Misalnya, menyalahkan LSM atas peristiwa rusuh di Abepura 2006.

Keempat, BIN memiliki mindset anti demokrasi. Misalnya lewat stigmatisasi dan pewacanaan bahaya komunisme yang berakibat pembubaran forum-forum kebebasan sipil.

Kelima, Kepala BIN Syamsir Siregar tak serius mengawal perdamaian Aceh. Misalnya, menuding GAM tetap memperjuangkan kemerdekaan meski menandatangani MoU Helsinki.

Keenam, RUU BIN versi Maret 2006 adalah bukti BIN ingin memiliki kekuasaan berlebihan (menjadi super body), termasuk mengambil oper kewenangan penegak hukum (Pasal 12).

Singkatnya, kepemimpinan Syamsir Siregar gagal membangun BIN yang profesional. Bahkan menyeret BIN ke dalam wilayah yang bukan kompetensinya. Lebih jauh lagi, paradigma BIN terhadap demokrasi dan HAM tidak berubah.


------------------------------------------------------------------------------------------------

Ada apa dengan KONTRAS ??? Sangat terasa tendensi negatif upaya melengserkan Sdr. Syamsir Siregar. Apa kepentingan KONTRAS dengan BIN dengan terus-menerus menyudutkan BIN yang telah berhasil secara gemilang menghancurkan sel-sel radikal teroris bersama aparat Kepolisian. Apakah Sdr. Usman Hamid sedang memancing kemarahan sel-sel BIN yang kadang menjadi liar dan lepas kendali?

BIN yang sering diremehkan, dilecehkan, dipojokkan, dan tampak seperti pesakitan dengan segala pembatasan sesungguhnya tetap memelihara kekuatan aslinya dalam sel-sel yang dijaga baik oleh prajurit intelijen yang memegang teguh prinsip sampai mati. Inilah yang kadang tidak diketahui pimpinan. Bahwa keberhasilan pimpinan sangat tergantung pada perlakuan yang baik terhadap seluruh anggota BIN.

Sikap KONTRAS yang semakin mencurigakan telah memperkuat dugaan keterlibatan lingkaran Munir sendiri. Dengan kata lain, semakin kencang tuduhan kepada BIN sebagai institusi semakin lemah argumentasinya. Karena setelah saya mempelajari seksama seluruh bukti yang akan diolah kembali oleh Polisi, jawabannya akan tetap sama. Seyakin itulah orang-orang KONTRAS yang melontarkan tuduhan kepada BIN, seyakin pimpinan BIN. Artinya semua pihak yang pernah terlibat dalam TPF Munir sudah paham bahwa kasus Munir bukan saja dipastikan akan membeku, melainkan juga tetap terbuka sebagai komoditi politik. KONTRAS yang mulai kehilangan kredibilitas karena tingkat akuntabilitas yang menurun, sekarang bermain-main di luar bidang keahliannya, senjata makan tuan.

Bila KONTRAS bisa menuduh kepemimpinan Syamsir Siregar gagal membangun BIN yang profesional. Bahkan menyeret BIN ke dalam wilayah yang bukan kompetensinya. Maka masyarakatpun bisa melihat bahwa kepemimpinan Usman Hamid gagal membangun KONTRAS yang profesional. Bahkan menyeret KONTRAS ke dalam wilayah yang bukan kompetensinya, yaitu menjadi pengawas BIN.

Satu hal yang sangat penting yang perlu diperhatikan segenap rakyat Indonesia adalah bahwa sangat terasa adanya gerakan melemahkan TNI secara sistematis. Hal ini hanya bisa dilakukan setelah persiapan yang panjang dengan melihat kelemahan TNI dalam hal profesionalitas dan keterlibatan TNI ke dunia politik di masa lalu. Perhatikan bagaimana KONTRAS mengkritik BIN dengan mengingatkan bahwa BIN adalah institusi sipil, dan tidak boleh mencampuri urusan sosial-politik. Sangat aneh pernyataan bahwa BIN tidak bolehn mencampuri urusan sosial-politik. Sebuah pernyataan blunder yang menunjukkan ketergesaan dalam pembuatan konsep pernyataan tersebut. Munirpun tidak akan pernah membuat pernyataan demikian.

Apabila tendensi kelakuan KONTRAS semakin jelas telanjang dalam membawa kepentingan melemahkan TNI dan BIN, maka jelas hanya pihak asinglah yang diuntungkan. Tetapi siapa pihak asing itu juga menjadi pertanyaan yang harus dijawab secara hati-hati. Perhatikan bagaimana proses "teror" kampungan yang katanya ditujukan kepada Kontras dan Istri Munir Suciwati yang seolah-olah dilakukan oleh oknum militer/negara. Sungguh konyol dan tidak mungkin dilakukan oleh sel-sel BAIS maupun BIN. Singkat kata, siapa semakin banyak bicara semakin kelihatan belangnya.

Sekian



Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters