Diskriminasi Penghasilan di BIN » INTELIJEN INDONESIA

Wednesday, January 10, 2007

Diskriminasi Penghasilan di BIN

Kurang lebih sebulan yang lalu saya mengangkat tema yang langsung membidik BIN, yaitu tentang kepemimpinan sipil BIN. Tidak disangka tidak dinyana berbagai pertanyaan mengenai pertimbangan siapa yang pantas menggantikan Sdr. Syamsir Siregar berhamburan ke Blog I-I. Di awal Januari ini isu itu kembali berhembus dan kali ini bukan di Istana melainkan di kalangan DPR, baca detik.com edisi 9-10 Januari 2007. Sungguh menarik karena saya bisa merasakan mayoritas anggota Dewan telah melihat sosok yang paling tepat untuk diangkat. Sementara dari pihak SBY justru masih terikat dengan janji ke kalangan dekat (eks Tim Sukses) serta hasil bisikan agen-agen CIA di Istana. Berapapun nama diajukan SBY, sebenarnya hanya ada satu calon yaitu yang pernah dijanjikan SBY.

Berlawanan dengan keinginan SBY, kondisi nyata di DPR dan organisasi BIN sungguh mendambakan kepemimpinan sipil dari dalam BIN.

Wah judul artikel tidak nyambung dengan paragraf pembukaan.....??? maklum sudah semakin pikun. Baiklah....akan saya kait-kaitkan dengan judul artikel kali ini.



DISENSOR ATAS PERMINTAAN AGEN P5

Berikut ini catatan yang diberikan agen P5 :

Yth. Pak Seno

Saya hanya ingin berbagi pendapat soal diskriminasi yang Pak Seno sebut-sebut dalam artikel yang berjudul Diskriminasi Penghasilan di BIN. Semoga Pak Seno berkenan dan juga menjadi bahan pemikiran bagi rekan-rekan pembaca Blog I-I.

Pertama, sangat tidak etis membeberkan "kelemahan" organisasi ke dalam media Blog I-I yang bisa dibaca di seluruh dunia. Kekecewaan yang mendalam dari sejumlah oknum yang mengirim informasi/e-mail kepada Pak Seno masih kurang cukup bila dijadikan satu-satunya referensi tulisan yang tendensius dan penuh tuduhan tersebut. Alangkah baiknya semua informasi dikumpulkan dan kemudian dikonfrontasikan langsung kepada pimpinan intelijen guna mendapatkan tanggapan yang berimbang.

Kedua, sadar maupun tidak sadar Pak Seno telah berkontribusi dalam merusak citra organisasi intelijen negara yang sedang dibangun. Alangkah baiknya jika memang ada hard fact tentang kerusakan organisasi di sektor manapun segera dilaporkan ke pihak yang berwenang. Kritik membangun ke dalam organisasi lebih diperlukan daripada teriak-teriak meludahi wajah sendiri (meminjam istilah Pak Seno, maaf).

Ketiga, dalam pengamatan saya Pak Seno telah memiliki pengaruh luas karena benar adanya bahwa Pak Seno telah menjadi bahan pembicaraan yang melebihi orang-orang intel yang telah dikenal publik di negeri ini. Posisi "maya" Pak Seno yang signifikan ini sebaiknya lebih terarah pada reformasi dan penguatan organisasi intelijen yang tidak mengabaikan citra organisasi di mata masyarakat.

Demikian pendapat saya, mudah-mudahan Pak Seno tidak tersinggung dan menjadi bosan menyoroti dunia intelijen Indonesia.

Terima kasih



Sekian
Comments:
Cuma ada 2 golongan manusia Indonesia yang bekerja di BIN :
1. Orang gila
2. Orang yang tidak mendapat kesempatan kerja di luar BIN
 
anda ini semua sok orang intel....
atau gila karena pengen jadi intel
so..........................
tunjukkan aja pengabdian anda pada negara
jadilah hakker yg melindungi nkri.
 
Anda2 semua baik yang lulusan STIN ataupun STSN, gagal dalam melindungi NKRI jika kinerja anda bagus tak perlu negara kehilangan pulau ataupun sumber daya alamnya. koreksi dengan benar, dan liat dengan secermatnya, bahwa negara kita telah di masuki CIA dan MOSSAD secara lokal, apakah anda bisa menangkalnya????
 
ini intelijen ato bego sih??
jangan bikin malu lah,.
nggak ada kerja yang laen??
sy agen P4 (walah gk enak bet namanya.,enaknya agen CRZ-09)
CRZ for Crazy,.
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters