BOM 1717 » INTELIJEN INDONESIA

Tuesday, March 13, 2007

BOM 1717

Seperti pernah saya sampaikan dalam artikel kedatangan KIDON ke Indonesia, sudah banyak situasi yang mendorong pada keresahan dan situasi rawan serta pencitraan negatif Indonesia Raya. Salah satunya adalah yang disebabkan oleh adanya ancaman bom yang disampaikan ke nomor hotline 1717.



Saran saya, polisi jangan terburu-buru memberikan pernyataan yang memastikan tentang suatu peristiwa yang membutuhkan penyelidikan lebih dalam. Tengok saja kasus terbakarnya kapal Garuda G-200. Saya tahu persis bahwa minimal perlu waktu 3 minggu dari seorang informan ahli, eh tiba-tiba Mabes polri mengumumkan tidak ada unsur sabotase. Lha kotak hitamnya saja belum bisa dibaca, saya tidak menyalahkan...hanya saja jangan buru-buru. Andaikata respon-respon formalitas untuk memberikan ketenangan publik memang diperlukan, jangan terlalu detail tetapi berikan sebuah kesungguhan untuk melakukan penyelidikan lanjutan yang serius. Bila POLRI tidak mau berada dibawah Departemen (misalnya Departemen Keamanan Publik), maka tolong tunjukkan bahwa POLRI mampu melakukan reformasi internal yang serius termasuk pertanggungjawaban anggaran dan penyaluran dana operasinya. Jangan cuma karena sudah mengirimkan banyak perwira ke luar negeri (Jerman, Jepang, AS, dan Australia)terus merasa sudah hebat. Sangat diperlukan kritik dan pengawasan ketat ke dalam POLRI agar sungguh-sungguh mampu memberikan keamanan kepada publik. Bila ada kekeliruan segera lakukan perbaikan-perbaikan. Saya kira sudah menjadi kewajiban seluruh elemen bangsa untuk segera merealisasi UU Keamanan Negara yang dihambat oleh ego sektoral serta sikap menang sendiri tanpa memikirkan manfaat yang sebesar-besarnya untuk rakyat.

Kembali pada soal bom 1717, Saya tidak akan mencampuri detail penyelidikan apakah para tersangka yang sudah diketahui oleh Polisi sungguh-sungguh secara nyata terbukti mengirimkan pesan ancaman tersebut, ataukah ada jawaban lain yang belum dipublikasikan? petani, mahasiswi, bocah 10 tahun dan tukang cendol???? mereka mengirimkan pesan tentang ancaman bom.

Sedihnya sebuah indikasi buruknya metode penyelidikan Polri semakin terbongkar. Ketidakmampuan dan ketidakhati-hatian polisi dalam memberikan pernyataan publik semakin membingungkan, seolah-olah setiap peristiwa harus ada jawaban segera....

Pada kasus ancaman bom 1717 misalnya ada dugaan terjadi "pemaksaan" terhadap Ningsih agar tersangka mengaku. Saya tidak heran karena saya juga pernah sekolah interogasi. Cobalah lebih hati-hati dan seksama dalam melakukan penyelidikan, kasihan rakyat Indonesia disuguhi cerita tolol yang tidak masuk akal. Jangan terlalu nafsu memberikan komentar kepada pers, tetapi lakukan pematangan operasi penyelidikan dan berikan jawaban yang profesional kepada publik. Bila memang belum cukup informasi, jangan dipaksakan seperti berita-berita infotainment.

Saat ini Indonesia sangat membutuhkan diperkuatnya sistem teknologi bagi kegiatan kontra intelijen, selain itu juga diperlukan jumlah personil yang cukup dan profesional.

Semoga Mimpi Buruk Indonesia Raya tetap hanya mimpi dan tidak meledak lagi, tetapi siapa yang tahu bila kinerja Polisi demikian? blog I-I sudah menyampaikan laporan intelijen.

Sekian
Comments:
mohon info : benarkah ada operasi "National Clendestine Service" yang di kordinator oleh ATA.
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters