Kepada Panglima TNI, seluruh Ka Staf TNI dan Ka BAIS » INTELIJEN INDONESIA

Thursday, March 08, 2007

Kepada Panglima TNI, seluruh Ka Staf TNI dan Ka BAIS

Dengan Hormat,

Bersama ini saya sampaikan pokok-pokok temuan intelijen Blog I-I terkait keikutsertaan pasukan Indonesia dalam UNIFIL di Lebanon.

1. Pada 1 Maret 2007 diperoleh informasi yang beredar dalam kelompok pejuang Hezbollah dukungan Iran (kode: Al Hadi) bahwa posisi markas pasukan TNI yang bertugas sebagai pasukan UNIFIL (United Nation Interim Force In Lebanon) di distrik Adshit al Qusayr yang berbatasan langsung dengan Israel rawan dengan proses rekrutmen oleh MOSSAD. Informasi tersebut diperkuat oleh konfirmasi informasi melalui e-mail dari agen BC.

2. Metode rekrutmen yang dikembangkan oleh MOSSAD adalah “parcel madu” atau dalam bahasa Ibrani disebut Duvshanim. Parcel Madu merupakan sebuah kode untuk sejumlah uang yang cukup besar dan biasa digunakan oleh agen-agen Mossad untuk memulai perekrutan agen yang biasanya berasal dari pasukan PBB sehingga ketika yang bersangkutan pulang ke negaranya kelak, MOSSAD dapat dengan mudahmengoperasikannya sewaktu-waktu.

3. Metode rekrutmen lain yang digunakan yaitu dengan memasang pasukan-pasukan Yahalomim di perbatasan. Secara harafiah Yahalomim berarti “permata” karena memang pasukan ini terdiri dari gadis-gadis paling cantik dan pilihan dari seluruh Angkatan Bersenjata Israel. Teknik penjebakan yang dilakukan adalah memasang pasukan “elit” ini di perbatasan yang berbatasan langsung dengan kamp dimana pasukan PBB bermalam, secara alamiah kalau seorang tentara laki-laki yang jauh dari istri dan kampung halamannya, setiap hari melihat serombongan gadis-gadis cantik berseragam militer yang berpura-pura melaksanakan patroli perbatasan maka lambat laun hatinya akan luluh juga dan terpikat salah satu dari mereka. Saat itulah perekrutan dimulai. Mungkin tidak pernah terlintas dalam pikiran bahwa Mossad menggunakan metode serendah ini. Tapi itulah yang terjadi di sana, karena umumnya perekrutan intelijen bisa dilakukan dengan 4 pemicu yaitu : uang, ideology, emosi, dan seks. Sesuai dengan Motto Mossad “dengan tipu daya kita berperang”.

4. Informasi ini sementara waktu masih bernilai B2 karena masih dalam proses cek ulang dengan meminta fakta foto-foto. Republik Indonesia adalah target yang sangat penting bagi Israel karena sejak kiprah Pak Ryamizard yang mengumandangkan nasionalisme dan memberi perhatian khusus pada kegiatan intel-intel asing, MOSSAD merasa perlu meningkatkan infiltrasi ke dalam tubuh TNI. Tujuan MOSSAD adalah memiliki banyak agen di Republik Indonesia.

5. Mohon kiranya informasi ini ditindaklanjuti dengan menanyakan langsung kepada komandan batalyon TNI yang bertugas di sana. Unsur-unsur keterangan yang perlu ditanyakan adalah pembuktian apakah selama ini ketika pasukan TNI berpatroli di dekat perbatasan Israel mereka menemukan kebanyakan prajurit Israel yang berjaga-jaga di perbatasan laki-laki atau perempuan. Sudah beberapa bulan prajurit kita bertugas di sana, menurut informan Hezbollah satuan elit Israel tersebut sudah ada di sana. Ciri-cirinya adalah pasukan perempuan cantik yang tubuhnya dibalut seragam militer, membawa Senapan Serbu Galil caliber 5,56 mm.

6. Dalam catatan saya sebelumnya yaitu pada tulisan Bush Bush Bush, saya pernah memberikan warning bahwa AS akan menakut-nakuti potensi konflik yang disebabkan ulah Hezbollah dan unit-unit kelompok "teror" sunni yang terkait Al Qaeda. Kelompok yang disebut radikal tersebut menurut AS dan negara-negara Barat akan meneror pasukan UNIFIL termasuk asal Indonesia (berdasarkan generalisasi bahwa Hezbollah Syiah tidak akan menyambut baik pasukan Indonesia yang mana Indonesia dikenal sebagai mayoritas Sunni). Analisa dan penilaian yang akan menggriring pemahaman Indonesia bahwa Barat dan AS adalah teman yang bisa dipercaya dengan memberikan informasi yang buruk tentang kelompok anti Israel (Hezbollah dan Kelompok Jihad lokal) di Lebanon adalah pengelabuan. Hal ini dibantah keras oleh informan dalam Hezbollah maupun masyarakat sipil di Lebanon.

7. Sehubungan dengan kerawanan yang ditimbulkan dari proses rekrutmen agen di luar negeri, perlu dibuat semacam mekanisme pencegahan infiltrasi dari luar. Secara sederhana dapat dibuat mekanisme tes kebohongan untuk semua personel keamanan maupun pejabat negara yang baru pulang bepergian dari luar negeri dari manapun juga. Selain itu, unit kontra intelijen nasional Indonesia perlu diperkuat dengan cara restrukturisasi menjadi Badan Khusus yang menyatukan fungsi polisionil Polri dan Intelijen sipil.

8. Demikian untuk menjadi periksa


Senopati Wirang






Comments:
wah... jangan-jangan anak SBY sudah jadi korban rekrutmen Mossad. Kalau sudah begini susah untuk dilakukan penyelidikan:(
 
top bgt deh infonya. mohon terus berkarya untuk Indonesia Raya
 
Awasi semua kontingen pasukan Garuda saat pulang dari sana. Mas Senopati Wirang, beberapa bulan lagi, Israel akan menyerang Libanon, informasikan pada Panglima supaya UNIFIL Indonesia, Malaysia, Bangladesh ditarik dari perbatasan.

B
 
ah masa...?
 
Valid ngga nih informasi nya....?
 
Apakah anda sudah mengirimkan secara resmi hal ini kepada Pejabat Pemerintah, atau sekedar muncul dalam tulisan diinternet saja?
Terima kasih
 
Apakah bung Senopati pernah mengirimkan tulisan ini langsung kepada Pejabat yang bersangkutan, selain lewat media internet ini. Terima kasih atas perhatiannya.
 
Senin, 19 Mar 2007,
Panglima Diminta Waspada

Garuda XXIII-A Bisa Jadi Incaran Agen Mossad
JAKARTA - Ada pesan dari anggota Komisi I DPR Suripto untuk Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto. Hal itu berkaitan dengan pasukan Garuda XXIII-A yang bertugas di perbatasan Lebanon Selatan.

Sebagai anggota dewan yang membidangi pertahanan, Suripto meminta agar panglima mewaspadai ancaman Mossad (agen intelijen Israel) dalam merekrut agen. Bukan tidak mungkin pasukan Indonesia diincar. Apalagi, Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel.

"Itu strategis untuk didekati. Kewaspadaan tersebut penting karena Mossad sangat licik," tegas Suripto kemarin. Meski integritas dan komitmen moral anggota TNI teruji, kesiapsiagaan tetap harus dijaga.

Mantan praktisi intelijen Bakin tersebut lalu menjelaskan beberapa metode yang sering digunakan Mossad dalam merekrut agen intelijen negara lain. "Caranya selalu berganti dan bervariasi, bergantung karakter targetnya," ujarnya.

Di antaranya, metode yang diistilahkan "Parcel Madu" atau dalam bahasa Ibrani disebut Duvshanim. Parcel Madu merupakan sebuah kode untuk uang yang cukup besar. Itu digunakan oleh agen-agen Mossad dalam merekrut agen, biasanya dari pasukan PBB. Dengan demikian, ketika "anak didik" itu pulang ke negaranya kelak, Mossad bisa mudah mengoperasikan mereka.

Metode lain, memasang pasukan Yahalomim di perbatasan. Secara harfiah, Yahalomim berarti permata. Pasukan itu, kata Suripto, terdiri atas gadis-gadis cantik serta pilihan dari seluruh angkatan bersenjata Israel.

Pasukan tersebut diletakkan di daerah yang berbatasan langsung dengan kamp pasukan PBB. "Itu teknik jebakan mereka. Cirinya, mereka bersenjata senapan serbu Galil kaliber 5,56 mm," jelasnya.

Karena itu, panglima TNI harus segera memerintah komandan batalyon yang bertugas di Lebanon untuk lebih waspada. Terutama menjelang masa-masa penarikan dan pergantian sif pasukan. (rdl)

http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=276668
 
siiip mas senopati...BIN ataupun lembaga Intel RI belum punya data ini lho.....
 
dan makin banyak yang disini,
makin bikin susah aja..
 
emang mas senopati ini siapa sih??emang data itu bisa dipertanggung jawabkan?? jangan under estimate dong sama pasukan garuda......tentunya sebelum diberangkatkan ke lebanon mereka pasti sudah mendapat pembekalan dari satuan masing-masing......TNI dan BIN pasti sudah menangkap gejala-gejala seperti inilah....jangan anggap mereka itu bodoh?? saya yakin mereka yang diberangkatkan kesana adalah personel-personel pilihan dari setiap angkatan..lagian nggak sekali ini kok indonesia mengirimkan pasukan garuda ke daerah koflik....pliss deh
 
Muzie bastards!!!!
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters