Selamat Politik Luar Negeri Indonesia » INTELIJEN INDONESIA

Wednesday, April 04, 2007

Selamat Politik Luar Negeri Indonesia

Jauh sebelum masalah dukungan Indonesia kepada resolusi 1747 PBB menjadi polemik, saya sudah ingin memberikan sedikit catatan. Tetapi niat itu saya urungkan karena menunggu informasi dan konfirmasi dari rekan-rekan Blog I-I di Departemen Luar Negeri.

Sebelumnya dalam tulisan tentang HW dan DPJ dan Catatan Pemerintahan SBY-JK saya sudah memberikan indikasi bahwa Politik Luar Negeri Indonesia dipastikan akan mengekor negara-negara barat khususnya Amerika Serikat. Apapun alasannya, argumentasi terkuat adalah pada berkuasanya orang-orang tertentu di Deplu dan lingkungan Istana Negara yang sudah secara sadar menjadi pendukung Amerika Serikat.

Dari sisi idealisme dan nasionalisme, politik luar negeri Indonesia tampak memasuki periode terburuk dengan dua catatan penting:


Pertama, kehilangan landasan bebas dan aktif. Khususnya dalam pelaksanaan aspek bebas/independensi dalam menentukan sikap.

Kedua, politik luar negeri Indonesia bukan lagi refleksi situasi dalam negeri melainkan berada digenggaman segelintir elit yang jelas-jelas menjadi kaki tangan Amerika Serikat.

Tetapi mengapa Blog I-I memberikan ucapan selamat kepada Politik Luar Negeri Indonesia?

Dari sisi ini, politik luar negeri Indonesia memasuki periode terbaik berlandaskan pada pragmatisme kepentingan nasional yang bercampur kepentingan elit politik. Berdasarkan catatan dari rekan-rekan di Deplu, Indonesia akan mendapatkan banyak jaminan dari AS.

Jaminan pertama adalah bahwa AS dan sekutunya serta Israel akan sedikit melupakan keberpihakan SBY kepada Ikhwanul Muslimin dan Iran, sehingga dukungan AS kepada SBY tetap solid. Jadi isu bahwa sejumlah tokoh kunci AS mempertimbangkan untuk mencabut dukungan kepada SBY seperti dihembuskan oleh beberapa tokoh kelompok Cabut Mandat SBY-JK sudah diselesaikan. Lebih jauh lagi, dukungan Indonesia sangat berarti bagi dunia Barat yang memusuhi Iran karena dengan alasan-alasan logis dan teknis tentang pelanggaran yang dilakukan oleh Iran, citra Iran sudah hancur betapapun misi diplomasi dilakukan oleh Presiden Ahmadinejad didukung oleh Dubes-Dubesnya di seluruh dunia.

Jaminan kedua adalah bahwa AS dan sekutunya akan mempertimbangkan bantuan teknologi dan dana untuk pengembangan sumber energi nuklir bagi Indonesia. Akan lebih terkendali jika transfer teknologi nuklir untuk perdamaian di Indonesia dari sekutu AS, dibandingkan bila Indonesia mencari teknologi itu ke Rusia atau China.

Jaminan ketiga adalah analisa Deplu AS dan CIA bahwa reaksi negara-negara Arab tidak akan terlalu keras kepada Indonesia. Reaksi kekecewaan hanya dari Iran dan sejumlah tokoh/ulama yang suaranya tidak mempresentasikan negara. Dengan demikian tidak akan menciderasi citra Indonesia ataupun mempersulit diplomasi Indonesia di Timur Tengah.

Jaminan keempat adalah bahwa resolusi 1747 tidak akan dijadikan dasar penyerangan militer AS terhadap Iran. Sehingga dukungan Indonesia tidak akan disalahgunakan sebagai restu dari umat Islam Indonesia untuk menghancurkan Iran seperti yang sudah terjadi di Irak. Serangan AS ke Iran hanya akan terjadi setelah proses pematangan situasi menjadi kondusif bagi sebuah aksi militer. Dengan demikian, Indonesia tidak akan menanggung beban moral dari keputusannya mendukung resolusi PBB tersebut.

Jaminan kelima adalah bahwa Indonesia hanya sedikit menghianati Iran dan bisa tetap melakukan lobi politik sebagai mediator Internasional tentunya dengan berlandaskan pada cara-cara damai dibawah payung PBB.

Selamat datang era pragmatisme sejati.

Dengan catatan tersebut, maka peranan Hassan Wirayuda dan Dino Patti Jalal sangat penting dan bermanfaat dalam membina persahabatan sejati dengan Amerika Serikat. Suatu hal yang mencengangkan adalah bahwa baik Hassan maupun Dino berbicara dalam bahasa yang sama dengan SBY, dengan kata lain politik luar negeri Indonesia memang solid. Sayangnya Deplu tidak memiliki saluran yang baik dalam mensosialisasikan alasan yang mendasar atas diambilnya sebuah keputusan luar negeri. Percumalah segala kegiatan Breakfast Bubur Ayam, percumalah segala seminar yang dilakukan Deplu, bila tidak ada saluran komunikasi yang baik dengan rakyat di dalam negeri.


Catatan Blog I-I:

Blog I-I tidak menggunakan bahasa yang diplomatis jadi mohon dimaklumi dan jangan tersinggung.

Bila Indonesia sungguh-sungguh ingin melangkah masuk ke dalam dunia kapitalisme-liberalisme bersama-sama Amerika Serikat dan negara-negara Barat maka jangan tanggung-tanggung harus yakin dengan berbagai unsur pendukung di dalam negeri melalui konsolidasi pemantapan demokrasi liberal dan jangan lupa proses sosialisasi terus-menerus ke publik melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Semoga Indonesia tidak dikhianati lagi oleh Amerika Serikat.

Sikap Indonesia hampir selalu tidak pasti dan berusaha cari aman dengan memainkan prinsip bebas dan aktif yang akhirnya diterjemahkan sebagai kalkulasi kepentingan elit dan reaksi internasional dan domestik.


Kerapuhan demokrasi di Indonesia adalah disebabkan lemahnya nasionalisme dimana kepentingan kelompok untuk mencapai kekuasaan lebih dominan dibandingkan dengan kesadaran publik tentang strategi besar yang bersifat nasional untuk mencapai Indonesia Raya yang kuat dan berdaulat. Bila kondisi masih sakit, lemah, dan kurang uang bagaimana mungkin bisa menjalankan prinsip bebas aktif yang sesungguhnya. Kerapuhan ini diperparah dengan sikap mental korupsi dari sebagian besar elit yang melemahkan tingkat kepercayaan rakyat. Kondisi inilah yang membuka peluang bagi gerakan komunisme baru yang telah melakukan metamorfosa dalam berbagai bentuk. Kondisi rapuh ini juga diperparah dengan adanya gerakan idealisme sektarian yang memproses dirinya dalam ruangan radikalisme yang merusak tatanan masyarakat. Terakhir hal ini juga diperburuk oleh masalah sikap ragu dan penuh pertimbangan dari pemimpin Republik yang menjadikan pemerintah lambat dalam menangani berbagai isu.

Blog I-I memang sangat naif bila berharap terjadi penyatuan segenap elemen dan kekuatan bangsa untuk membangun Indonesia Raya. Siapapun anda dan apapun ideologi anda bila ada kesungguhan untuk tidak menyakiti rakyat dengan perilaku jahat, maka kontribusi anda untuk Indonesia Raya akan diterima dengan tangan terbuka oleh rakyat Indonesia.

Semoga dinamika di era reformasi ini terus bergerak menuju perbaikan-perbaikan dan sikap Blog I-I adalah tidak memusuhi siapapun, kecuali mereka yang anti Indonesia Raya dan anti kepentingan rakyat Indonesia.


Comments:
perlu diwaspadai double agen yang saat ini menduduki posisi puncak di kabinet Indonesia, MPR/DPR, dan Petinggi POLRI, termasuk TNI (isu pasukan garuda menjadi agen mossad, dengan salah satunya adalah anak presiden SBY).
 
Pragmatis memang kalau kondisinya seperti yang sekarang terjadi, tapi seperti biasa jaminan tinggal jaminan, apa yang bisa kita perbuat kalau jaminan itu dianggap angin lalu di kemudian hari ?.

Belum lagi pertemuan di Bogor kemarin, kalau sampai terealisasi pengiriman pasukan TNI, yang dikorbankan prajurit kita yang bertugas disana nantinya. Para ulama yang hadir di Bogor kemarin saya yakin tidak akan didengar suaranya oleh kelompok-kelompok yang bertikai di Irak sekarang, ditambah lagi dengan posisi kita pada Iran sekarang.

Mendukung resolusi dan mendapatkan jaminan memang ibarat kita menerima angin surga ( bantuan dana )dari US dan mengamankan posisi SBY, namun apabila pengiriman TNI terealisasi, sepertinya ini akan menarik tentara kita sendiri ke neraka, dan hal ini menyelamatkan muka US di Irak.

Lagi-lagi nyawa tentara kita yang dikorbankan :(, dan hal ini seperti yang sudah disebutkan oleh Om Seno membangkitkan kembali gerakan radikalisme sektarian di Indonesia, tinggal kita lihat bagaimana nantinya mereka bereaksi :).

Sekali jalan berapa pihak yang terkena hantaman oleh US :).

Dikasih surga tapi juga disodorin neraka. Sama saja bohong kalau ini terjadi Om :)

Semuanya hanya untuk menyelamatkan posisi SBY, muka US dan menjalankan misi US :)

Abstain dan tidak ikut campur urusan Irak sepertinya yang terbaik .

my 2 cents
 
Indonesia saat ini sudah memiliki 3 reaktor nuklir (untuk kepentingan laboratorium). Nah ada peluang dikemudian hari Indonesia di Iran-kan oleh USA atau mungkin di Irak-kan.........Israel yang jelas-jelas mengaku punya persenjataan nuklir mengapa PBB diem seribu bahasa?

Standart ganda yang diterapkan oleh penguasa dunia merupakan sumber terorisme itu sendiri !!
 
Sy bertanya-tanya&sangat penasaran ttg "poros malu-malu mau Indo-AS" ini..Apkah status Quo sdh menguntungkan semua pihak,terutama rakyat indo yg jmlhnya 220 juta jiwa itu (di luar elit pemerintah)??
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters