Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu » INTELIJEN INDONESIA

Wednesday, June 27, 2007

Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu

Dalam sebuah pertemuan penasihat spiritual level nasional yang kebetulan dihadiri seorang rekan Blog I-I, terdengar sebuah cerita yang memprihatinkan. Saya persingkat ringkasan cerita itu sbb:


1. Meskipun ada kesadaran bahwa pemikiran taktis jangka pendek sangat merugikan rakyat Indonesia, tetapi apa daya...semua kelompok politik berpikir taktis bagaimana mencapai kekuasaan pada 2009.

2. Di masyarakat mulai muncul kelompok-kelompok yang menyoroti sikap partai politik dan kekuatan politik yang pragmatis, taktis dan tidak peduli pada masa depan bangsa. Tetapi apa daya, toh rakyat masih lemah dan tercerai berai serta membutuhkan motor penggerak seperti mahasiswa dan tokoh berpengaruh. Namun, dengan masuknya tokoh berpengaruh dalam berbagai kekuatan politik, hampir tidak mungkin ada kekuatan alternatif yang akan mengubah wajah demokrasi yang bersimbah uang haram dan kepentingan elit busuk.

3. Kelompok-kelompok yang menyoroti permasalahan bangsa dan pembangunan bangsa Indonesia itu memang bagaikan anjing-anjing lapar yang sebenarnya bila mendapatkan kesempatan merubah nasib bangsa-pun tidak akan mampu, jadi bisa diabaikan. Tetapi kekuatan moral yang tulus dari anjing-anjing kurus yang mampu menahan godaan dari dahaga duniawi sangat berbahaya bagi stabilitas kemaksiatan dan pemeliharaan harta dan kekuasaan kafilah-kafilah ekonomi dan politik.

4. Sebagian besar dari kita (penasihat spiritual) sudah melanggar kode etik alam semesta dengan menanggung laknat Tuhan, demi sesuatu yang rendah. Meskipun demikian, kita sadar betul letak kesalahan kita sehingga bencana di bumi nusantara tidak akan berhenti sampai puncaknya. Tetapi bukankah kita senantiasa mohon ampunan pada Penguasa Alam Semesta dan kita juga sama-sama mahfum bahwa bencana ini sudah tertulis sampai waktu tertentu.

5. Memahami kerusakan tidak berarti membiarkannya, karena di negeri yang makmur ini kerusakan disebabkan oleh manusianya, khususnya sedikit orang yang menguasai hajat hidup orang banyak. Tahun lalu sudah hadir seorang arif bernama SP yang merencanakan perjalanan spiritual ke seluruh nusantara membawa pesan moral memperbaiki niat dan perbuatan. Meskipun terjadi pembajakan dengan semboyan revolusi nurani oleh kelompok yang cukup kuat, manusia arif akan melihat perbedaan hakikat niat tulus dengan niat duniawi.

6. Seruan kepada tokoh agama untuk menarik diri dari panggung politik cukup mendesak, karena semua yang ada di dalam arena politik yang rusak akan ikut rusak. Pengecualian hanya ada dalam individu yang teguh memegang tali yang kuat, yaitu keikhlasan dalam bekerja untuk masa depan rakyat Indonesia, demi kebahagiaan hakiki kembali pada Yang Maha Penyayang.

7. Jual-beli kekuatan alam semesta dalam bentuk energi potensial yang terbungkus dalam simbol-simbol kekuasaan dan kekerasan sudah mencapai keadaan yang sangat merusak adab dan perilaku pemimpin. Ketergantungan itu, menyebabkan runtuhnya pilar kasih sayang alam semesta kepada bangsa Indonesia. Tangisan rakyat menjadi komoditi, kemiskinan dijual sebagai bahan proyek, sementara kerakusan menjadi motivator manusia dalam mencari nafkah.

8. Sungguhpun kafilah-kafilah kekuasaan akan tetap berlalu manakala ada gonggongan anjing-anjing kurus yang tulus dan mampu menahan dahaga duniawi, dalam waktu bersamaan lahir beberapa kekuatan-kekuatan moral yang kokoh, maka kumpulkanlah jaring kekuatan moral itu tanpa ikatan politik.

9. Janganlah marah karena nafsu menghendaki kemarahan, janganlah marah karena tidak kebagian, janganlah marah karena tidak berdaya, janganlah marah karena motivasi keduniaaan. Marahlah pada tempatnya, sesuai dengan kemampuannya, serta langsung pada jantung sasaran dengan berhati besar tanpa tujuan lain yang merusak.

Sekian

catatan: Blog I-I menyadurnya dari sumber yang tidak mau disebutkan, karena beberapa pengunjung Blog I-I tampak sudah tidak sabar dengan keadaan negara Indonesia Raya.

Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters