Antara AD, NMT dan Bang Zul » INTELIJEN INDONESIA

Saturday, June 16, 2007

Antara AD, NMT dan Bang Zul

Organisasi Jemaah Islamiyah sudah berubah, dahulu terstruktur sekarang terpecah-pecah, besok dalam sistem sel, besoknya lagi berbentuk apa lagi. Begitulah perkembangan analisa terhadap Jemaah Islamiyah.

Pimpinannya adalah Abu Bakar Baasir, eh bukan ABB cuma pimpinan spiritual, eh pimpinannya Hambali, eh Dr. Azahari eh Abu Dujana eh bukan, mungkin Noordin M Top tapi katanya dua cuma perekrut, eh dia ahli bomnya, eh dia tangan kanan Azahari, tunggu dulu....bagaimana dengan Zulkarnain? Begitulah perdebatan dalam melihat Jemaah Islamiyah yang khususnya ada di Indonesia sejak beberapa tahun belakangan ini.

Tahukan anda masih ada ratusan orang Indonesia di perbatasan Pakistan-Afghanistan. Jadi teringat dua bulan lalu seorang agen Blog I-I menyampaikan informasi tentang Mujahid Indonesia yang tewas di Afghanistan, tentu saja hal ini tidak diketahui oleh Departemen Luar Negeri yang memang kurang peduli dengan WNI di luar negeri.


Kembali pada soal penangkapan AD, hal itu sudah antiklimaks bagi intelijen...tidak ada yang istimewa. Hanya soal permainan kapan waktu yang tepat. Sebenarnya bagi rakyat Indonesia tidak perlu takut dan khawatir terhadap Jemaah Islamiyah.

Hal yang perlu ditakuti adalah kehancuran Indonesia Raya karena operasi adu domba kekuatan di Indonesia semakin kentara. Operasi yang merupakan kelanjutan dari perang melawan teror akan menyentuh akar persoalan, yaitu penghancuran moral Jihad umat Islam melalui benturan pemikiran dalam kalangan umat Islam. Sudah banyak aktor yang dipersiapkan dalam cara pandang liberal. Sementara di pihak lain sudah ada kelompok Islam Internasional yang secara membabi buta bercita-cita mendirikan khalifah Islam.
Hal itu dilakukan karena secara fisik gerakan teroris dianggap sudah melemah sambil menunggu penguatan dari alumni perang yang akan pulang menjelang 2009.

Salah besar bila Polisi dan Intelijen sudah merasa puas dengan penangkapan AD, bahkan bila NMT pun sudah tertangkap. Permainan akan berlanjut kepada Bang Zul (Zulkarnaen) sebagai the most wanted.

Entah sampai kapan permainan ini berjalan, mungkin sampai People Republic of China sungguh-sungguh secara nyata berhadapan dengan AS dalam sebuah perimbangan kekuatan, sayang itu masih lama yaitu sekitar tahun 2025, itupun kalau Indonesia Raya masih ada.

Teror oh Teror...Cobalah untuk lebih cerdas dalam melihat perkembangan dunia.

Salam Indonesia Raya
Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters