Skenario Terbaru Terorisme Indonesia » INTELIJEN INDONESIA

Saturday, June 16, 2007

Skenario Terbaru Terorisme Indonesia

Watak hangat-hangat tahi ayam Indonesia sangat dipahami oleh mayoritas pengamat Indonesia (Indonesianis). Hal ini tentu saja dipahami sepenuhnya oleh intelijen asing yang menjadikan Indonesia sebagai tempat bermain yang menyenangkan. Baik dari sisi kerjasama maupun upaya merubah wajah Indonesia semuanya menyenangkan.

Dalam menghadapi masalah terorisme, sudah mulai tampak tanda-tanda kembali pada posisi normal, dimana masalah terorisme dianggap hal yang kurang penting oleh sebagian besar bangsa Indonesia. Tidak lebih dari urusan kriminal sejumlah pelaku yang dicitrakan sebagai kelompok Islam garis keras. Hal itu tentu sangat mengkhawatirkan bagi pihak yang berkepentingan mengangkat kembali msalah terorisme sebagai masalah paling penting di negara ini.

Padahal masalah pembangunan pertanian dan industri serta sejumlah bencana besar seharusnya menjadi prioritas utama di negara ini.



Akan sia-sia upaya pemeliharaan ancaman teroris di Indonesia bila tidak ada lagi ledakan, dan yang ada hanya kejar-kejaran sperti Tom and Jerry yang sudah tahu persis dimana, bagaimana dan bilamana dilakukannya.

Terkait dengan adanya rencananya kelanjutan perang melawan teror yang dimotori AS, maka Blog I-I menghimbau kewaspadaan publik atas ancaman bom yang mungkin akan terjadi lagi mulai saat ini sampai masa pemilu 2009. Tujuannya jelas untuk membela pandangan bahwa terorisme masih ada dan sangat berbahaya di Indonesia.

Blog I-I sudah hampir putus harapan dengan komunitas intelijen nasional dan khususnya Kepolisian yang sangat main-main dengan upaya penuntasan gerakan teroris. Semua senang bila ada dana segar untuk kegiatan, sementara sasaran pelaku teror sudah ada di tangan. Namun ada secercah cahaya karena Blog I-I berhasil mendeteksi sejumlah jaring intelijen yang cukup baik dan bekerja secara ideal dalam mengungkap keseluruhan skenario terorisme di Indonesia.

Satu hal yang perlu diperhatikan oleh Tim Kontra Teroris Indonesia adalah bahwa akan terus ada kejutan di luar daftar yang sudah dimiliki. Kejutan itu mau tidak mau akan berbentuk ledakan. Ini bisa terjadi karena musuh sesungguhnya bukanlah sesama bangsa Indonesia yang terpengaruhi untuk melakukan tindakan teror, melainkan the puppet master yang bergerak di belakangnya.

Akar Terorisme di Indonesia adalah masuknya agen-agen yang memusuhi Islam serta mengarahkan para alumni Mujahid untuk melakukan tindakan teror. Mengapa Blog I-I sangat yakin, hal ini tampak dari fakta bahwa para Mujahid asal Indonesia pada umumnya adalah orang-orang sederhana yang ingin mengabdikan hidupnya untuk tegaknya agama Islam. Sangat tidak benar, bahwa Mujahid Indonesia adalah orang miskin dan berpendidikan rendah. Hal ini adalah propaganda musuh Islam yang sengaja masuk dalam bentuk informasi menyesatkan. Lihat sendiri bagaimana kondisi pejuang asal Indonesia di sebagian wilayah Timur Tengah, mereka adalah orang-orang yang tidak mabuk harta seperti kebanyakan pemimpin di negeri ini.

Sekali lagi, kelemahan mereka justru pada lemahnya kewaspadaan bahwa mereka diperalat oleh agen-agen penyusup untuk merubah sikap tegas dalam memegang ajaran Islam menjadi gerakan teroris. Alasan berupa teror satu-satunya jalan karena jalan lain sudah tertutup oleh kapitalisme global adalah rayuan yang cukup berhasil. Apalagi bila dihadapkan dengan fakta betapa kuatnya AS dan sekutunya, dan tragedi WTC adalah pemicu untuk aktifnya hampir seluruh sel di dunia. Padahal sel-sel tersebut sudah dalam genggaman intelijen, termasuk di Indonesia. Adalah soal pilihan untuk segera menghancurkan atau menjadikannya mainan.

Dari berbagai arah CIA membidik serta menghangatkan suasana perang melawan teror di Indonesia. Itulah mengapa BIN pernah memberikan peringatan kepada CIA bahwa BIN tahu gerakan mereka melalui salah satu agennya, lihat Sidney Jones. Lihat juga Why Sidney Jones. Hal ini menjadi semakin menarik bila kita berkunjung ke indymedia.

Namun kemudian terjadi kesepahaman dengan rejim SBY untuk memerangi terorisme dari berbagai arahnya.

Saran dari Blog I-I, selidiki akar terorisme dengan pengungkapan seluruh jaringnya termasuk infiltran yang mendorong alumni Mujahidin untuk melakukan tindakan teror.

Hal yang sangat ditakuti adalah apabila seluruh elemen Islam garis keras maupun moderat semua sadar dengan permainan intelijen ini, sehingga terbuka dialog yang lebih baik. Namun saat ini sudah ada upaya pembentukan konflik antara Islam berorientasi internasional dengan Islam asli Indonesia (NU & Muhammadiyah), sehingga Islam di Indonesia tidak akan pernah kuat. Hal cukup menarik adalah semakin kuatnya pengaruh propaganda liberalisme Islam yang sesungguhnya memiliki dasar sederhana nasionalisasi sekulerisme, namun semakin kebabalasan dengan menyentuh berbagai aspek kehidupan beragama yang membuat marah kelompok Islam tradisional maupun internasional.

Semoga tidak adalagi ledakan, yang sesungguhnya rencananya tidak bergantung pada ditangkapnya AD, NMT atau siapapun, karena dengan mudah akan ada pemimpin baru yang sudah disusupi oleh infiltran, contoh faktual adalah Umar Farouq.

Kepada segenap komunitas pejuang Jihad yang meyakini perang adalah kewajiban, mohon direnungi baik-baik.

Sekian



Comments:
Setelah sekian lama saya sempat "terbawa" dengan propaganda "kekejaman TNI" sehingga agak kurang senang dengan korps tentara dan pendukungnya, harus saya akui, tulisan Blok I-I ini kembali membukakan mata saya tentang berpikir rasional dan pentingnya nasionalisme.
Saya setuju bahwa NKRI adalah harga mati!!! Mari berpikir makro dan memulainya dengen tindakan mikro, semoga semakin banyak warga negara yang sadar pentingnya NASIONALISME.
 
Hmm.. menurut saya tepat sekali analisa di artikel ini.. dari pengakuan Abu Dujana sendiri sewaktu di wawancarai oleh sebuah televisi, bahwa dia pernah bertemu dengan Noor Din M Top dan Dr. Azhari, dan mengajak mereka berdua bergabung dengan kelompoknya abu dujana (JI). Akhirnya Noordin & Azhari mau bergabung, tapi nggak mau mengikuti cara perjuangan nya JI. ..
Jika statement abudujana diatas benar maka ada beberapa kesimpulan, menurut saya :
1. Noordin & azhari awalnya bukan bagian dari JI.
2. Bisa jadi noordin dan azhari adalah agen amerika yg sengaja disusupkan ke tubuh JI.

Rgds
Mrx.
 
@Anonymous berkata...
.....................
Jika statement abudujana diatas benar maka ada beberapa kesimpulan, menurut saya :
1. Noordin & azhari awalnya bukan bagian dari JI.
2. Bisa jadi noordin dan azhari adalah agen amerika yg sengaja disusupkan ke tubuh JI.

<==== mungkin bisa ditambahkan point ke tiga,yakni : 3. Bisa jadi noordin dan azhari adalah agen malaysia yg sengaja disusupkan ke tubuh JI.
 
Saya setuju, terlalu tergesa-gesa mengatakan kalo pelaku bom itu JI. Kelihatannya ada kepentingan politik lain dan mereka cuma dimanfaatkan. Anehnya juga kenapa pemboman itu terjadinya di Indonesia. Jujur saja saya cuma ingin negara kita damai dan aman.
 
Anonymous berkata...
--------------------
Anehnya juga kenapa pemboman itu terjadinya di Indonesia.Jujur saja saya cuma ingin negara kita damai dan aman. <=== jadi ingat semboyan "Malaysia, Trully Asia" :)
 
Tentang JI ada beberapa hal yang perlu di garis bawahi..! Tsar telah mengikuti gerakan ini ketika Tsar masih sangat Junior..! ada beberapa Level yang di lewati melalui bukti Kesetiaan dan Loyalitas terhadap Organisasi ini Secara Umum Tugas Pokoknya adalah mengembalikan Kejayaan Islam..! Akses jaringan berdasarkan data yang di miliki pemerintah sekarang adalah benar adanya bahwa terjadi Link di wilayah ASEAN yang menjadi basis sentral untuk operasi wilayah TIMUR sedangkan Basis Wilayah BARAT adalah AFGANISTAN tetapi sebenarnya pola gerakan Operasi Timur dan Operasi Barat adalah berbeda ..! gerakan wilayah Barat Cenderung menggunakan cara-cara kekerasan,Head Officer sebenarnya ada di Bangladesh Struktur Organization menggunakan Struktur Human Body Structure ala Filsuf Yunani. Tentang Head Officer Wilayah Timur benar adanya memang dari wilayah Jawa Timur ( Perak). tentang model perekrutan adalah pendekatan Heart to Logic in Intelect Area ( sasaran adalah universitas ternama yang menghasilkan calon calon kaum intelektual )ini jelas berbeda dengan gerakan wilayah Barat yang model perekrutan adalah dengan Syari'at yang keras . perbedan model Syari'at dengan Model Hakekat ( model yang di gunakan kaum nahdliyin NU )adalah hekekat adalah pendekatan ke hati ..! jadi ketika di tilik dari urutan organisasi ada beberapa hal yang menyebabkan JI menjadi Target BLACK_SHIP jadi penanganan JI harus lebih berhati2 dari pada penganan terhadap EKSEKUTOR TERORISME . Peran Counter Teroris di wilayah NKRI sebenarnya sudah mulai tepat jika mulai menggunakan pendekatan ke pesantren kaum Nahdliyin karena disini ada suatu Pagar Nasionalis yang di terapkan oleh kaum Nahdliyin yang bersih dari Politisasi karena pelajaran Mantiq dan Balaghah sebenarnya adalah pendidikan dasar inteligent. Sayang penangkapan Abu Dujana tidak di imbangi dengan permainan yang cantik karena ulah oknum anggota D-88 yang kurang bisa mengendalikan emosinya. masalah Kecerdasan Emosi ini harus benar benar menjadi urutan awal perekrutan petugas lapangan karena ini adalah menyangkut tolak ukur profesionalisme sebuah Korps atau lembaga organisasi. Merujuk pada sebuah Statement seorang Mantan JI di sebuah televisi yang berdialog via phone dengan HUMAS POLRI ada satu hal yang menarik yang berdasarkan Fakta waktu kami masih aktive adalah pemutusan dana Intern ( berasal dari dalam negri) percuma eksekutor di tangkapi tapi sumber dana masih ada, Ini yang sulit di ungkapkan ketika menyangkut sebuah Jaringan Keuangan Sistem kita adalah Mandul ketika berhadapan dengan suatu Sistem Jaringan Underground Financial. kook ngomong Sistem Jaringan Underground Financia, laa woong kasus BLBI aja gak selesai selesai jangankan BLBI LAPINDO aja belum...? harapan dari Tsar semoga ada Bintang yang masih bersinar nan bersih untuk lebih mengungkapkan kasus FINANCIAL.! ketimbang EKSEKUTOR karena uang adalah raja, uang adalah senjatamu dan tamengmu dan uang juga adalah pembunuhmu..!berhati hatilah Rekan-rekan yang masih berlindung dengan seragam atau tidak berseragam lagi tentang FINANCIAL.!
 
Saya warga negara RI yg ingin kedamaian dan ketentraman di negara kita, tanpa adanya campur tangan negara lain.
Ada informasi (kualitas A-1), mengenai andil CIA dalam kasus Bom Bali 1, pertama unsur bom mengandung bahan dasar C4 (yg diketahui hanya AS yg memiliki dan memproduksi), kedua sebelum kejadian Bom Bali 1, diketahui ada beberapa agen CIA sudah berada di di Bali sebelumnya. Dan yang terakhir tentunya adanya kepentingan-kepentingan Politik AS untuk menguasai Indonesia.
 
Mengenai terorisme atau masalah apapun kita harus memandang secara objektif,terus terang saya secara pribadi belum berani menyimpulkan apa?, bagaimana?,siapa?, untuk apa?, mengapa?, hanya yang Maha Kuasa lah yang mengetahui detail kasus sebenarnya. untuk saudaraku bangsa Indonesia: mulailah memandang suatu masalah dengan pemikiran yang jernih, serta hati yang bersih, berdiri diatas kaki sendiri. Jangan terombang ambing oleh propaganda yang tidak jelas. sadarilah bahwa bangsa kita hari ini tengah diadudombakan oleh pihak yang tidak menginginkan Indonesia berjaya sejahtera adil dan makmur. Maka dari itu jadilah diri kita sendiri, tinggalkan sikap menghadapkan wajah kearah timur maupun barat, kita adalah kita biarkan orang lain berbicara selama memang kita adalah bangsa yang benar benar merdeka menentukan nasib gerak arah langkah kita. Mari bertanya Kapan kita akan menjadi bangsa yang memiliki harga diri? baik oleh diri kita maupun oleh bangsa lain, coba bertanya kenapa kaki kita berdiri ditanah air yang subur namun kenapa yang kita makan sehari-hari adalah raskin? bahkan saudara kita masih banyak yang makan makanan dari tumpukan sampah sisa makan orang lain? Coba bertanya pada hati kecil kita yang sentiasa jujur berkata, ada banyak hal permasalahan mengenai bangsa ini yang perlu kita jawab bersama. Jika kita tidak berupaya untuk menjawabnya siapa lagi? ridho kah kita anak cucu kita dikemudian hari lebih buruk dan lebih berat penderitaannya dibandingkan dengan kita hari ini? Jika tidak jawablah kemelut bangsa ini atau esok lusa kita masih menjadi bangsa yang senantiasa terhina oleh bangsa lain atau bahkan oleh bangsa kita sendiri. Hari esok tidak akan menjadi lebih baik dari hari ini jika kita tidak merubahnya hari ini, begitu pula hari ini tidak akan lebih baik dari hari kemarin karena memang kita tidak merubah diri kita dihari kemarin, untuk itu mulailah menyatakan kita adalah kita, kita adalah bangsa yang merdeka mengelola tanah air tempat dimana kita dilahirkan. Merdeka...merdeka....merdeka....
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters