Soal Malaysia » INTELIJEN INDONESIA

Wednesday, June 20, 2007

Soal Malaysia

Indonesia-Malaysia adalah saudara serumpun Melayu yang tidak ada bedanya dengan rekan-rekan yang memiliki rumah tinggal di dalam sebuah kompleks perumahan, yaitu tetangga sebelah. Potensi untuk bersaing, bermusuhan secara terselubung, tolong-menolong, saling pengertian, dst berpotensi untuk mengemuka.

Karakteristik hidup bertetangga yang memiliki sejumlah persoalan yang khas. Kita bisa terus-menerus berhubungan secara negatif atau positif atau berada diantaranya.


Malaysia jelas kekurangan tenaga kerja, suatu saat pertumbuhan industri dan ekonomi Malaysia akan mengalami kebutuhan tenaga yang cukup besar bila Malaysia ingin menjaga tingkat pertumbuhannya.

Indonesia jelas mengalami masalah dalam penyediaan lapangan kerja, baik dari tingkat non-skilled labor sampai yang memiliki keahlian, banyak pengangguran karena kemandegan sebagian sektor industri, bahkan pada tingkat yang sangat ahli seperti hancurnya industri penerbangan (IPTN / Dirgantara Indonesia), Indonesia telah mengalami kehilangan tenaga kerja ahli dalam jumlah yang besar. Di sektor energi, sebagian besar orang pintar Indonesia bekerja untuk perusahaan asing multinasional.

Tenaga pendidik di perguruan tinggi mengalami kehilangan manakala para pemikir Indonesia tidak melihat peluang yang baik di dunia pendidikan nasional, bahkan langkah-langkah perlahan liberalisasi pendidikan belum memperlihatkan perbedaan yang signifikan bila dibandingkan dengan era peranan pemerintah yang besar.

Baik-buruknya Indonesia Raya adalah tanah air kita, betapapun juga kita mesti menjaganya sebagai sumbangsih kita masing-masing. Bila anda pelajar, maka belajarlah sebaik yang anda bisa, bila anda mendapat amanat maka laksanakan dengan jujur, singkat kata letakan segala sesuatunya itu pada tempatnya, jangan dialih-alihkan secara sengaja karena kebodohan ataupun karena kepintaran yang licik.

Kembali pada hubungan Indonesia-Malaysia, dalam kasus perburuhan cobalah juga untuk membaca pendapat rakyat Malaysia yang merasa malu dengan kasus Ceriyati (tenaga kerja Indonesia yang disiksa majikannya di Malaysia dan menjadi fenomenal karena mencoba kabur dari apartemennya di lt 15 dan terhenti hanya sampai lt.12).

Setiap persoalan antar tetangga memang sangat sensitif, seringkali digeneralisir dalam kebencian secara keseluruhan, baik dalam motivasi politik maupun kepentingan domestik masing-masing.

Padahal tidak seharusnya kita terus-terusan memandang hubungan Indonesia-Malaysia secara negatif dalam bentuk persaingan ataupun saling curiga.

Malaysia punya harga diri, Indonesia punya harga diri, namun ketika masalah harga diri menjadi prioritas, seringkali ada kelupaan untuk memperbaiki hal-hal yang saling menyinggung di antara kedua negara.

Hal ini merupakan suatu indikasi bahwa hubungan tingkat masyarakat antara Indonesia-Malaysia kurang baik, karena ada kesan "kurang suka" di antara kedua pihak.

Mungkin sudah saatnya dilakukan peningkatan hubungan bertetangga Indonesia-Malaysia, sehingga setiap persoalan yang muncul bisa diselesaikan tanpa membawa-bawa pesan bermusuhan yang dipanaskan melalui nasionalisme masing-masing. Tentu saja ada pihakyang senang bila kebodohan situasional yang terjadi antara Indonesia-Malaysia terus dipelihara, karena hal ini tentu bertujuan memperlemah kepentingan bersama yang sebenarnya banyak terjadi antara Indonesia-Malaysia. Bila Indonesia-Malaysia kurang harmonis, tentu akan mudah untuk memecah kesamaan pandangan antara Indonesia-Malaysia.....seolah-olah Indonesia-Malaysia ditakdirkan untuk hidup bertetangga dalam atmosfir kecurigaan yang besar.

Bila hubungan baik, tentu penyelesaian secara adil (legal-formal) setiap persoalan antara Indonesia-Malaysia bisa ditempuh dengan baik.

Lupakanlah cara-cara konfrontatif yang hanya akan membangkitkan nasionalisme masing-masing yang akhirnya akan merugikan semua pihak.

Dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia di zaman Bung Karno, pada saat itu Indonesia tidak bermaksud memusuhi bangsa Malaya, tetapi ingin membantu mengusir penjajah Inggris. Namun bagaimanapun itikad baik belum tentu bersambut, bahkan kecurigaan terhadap Indonesia Raya bila menjadi negara yang kuat, cukup besar di lingkungan Asia Tenggara.

Kenalilah dirimu, kenalilah lawanmu, pahamilah medan persoalan diantara kamu dan lawanmu, maka kamu akan menang di setiap pertempuran. Kemenangan tidak selalu melalui konfrontasi, kemenangan tidak identik dengan penundukkan lawan, sebuah persahabatanpun bisa menjadi monumen kemenangan sejati.

Sekian
Senopati Wirang

Comments:
entah,hal ini pernah atau blm pernah Pak De Seno liat/baca. Tapi jujur,sangat menggelitik dan sangat...entah apa namanya kalimat atau kata2 yang pantas. Sebuat analisa yg sangat provokatif dari negara tetangga,malaysia.

===================================

RAMALAN MASA DEPAN NKRI

Keadaan politik dan sosial NKRI tidak akan kembali stabil akibat para mahasiswa yang lebih suka berdemonstrasi dijalanan daripada menghadiri kuliah. Akibat langsung dari kegiatan demonstrasi yang terlampau banyak, tahap kepintaran atau I.Q generasi baru indonesia kembali mundur. Pemimpin baru yang berkarisma sukar dicari.

Maluku yang majoritinya etnik Cina akan merdeka dari NKRI dan membentuk Republik Kristian Maluku. Semua orang Islam akan diusir dari kepulauan tersebut. Mereka yang enggan akan dipenggal kepalanya.

Acheh berperang dengan TNI untuk berpisah dari NKRI. Hasrat sebenar rakyat Acheh ialah untuk bergabung dalam Persekutuan Malaysia. Apabila Acheh menjadi sebahagian dari Malaysia, ini bermakna laluan masuk dan keluar dari Selat Melaka akan dikawal sepenuhnya oleh Malaysia.

Rakyat Irian Jaya atau Papua Barat berjaya mengusir TNI dari bumi mereka dan berjaya membentuk sebuah lagi republik kristian baru yang merdeka. Bendera "Morning Star" akan berkibar megah mengingati kepimpinan mereka seperti They Hiyo Eluay yang dibunuh oleh KOPASSUS. Kejayaan mereka sebenarnya banyak dibantu oleh inteligen tentara Australia. (seperti yang berlaku di Timor Leste @ Timur-Timur)

Pulau Natuna yang terletak ditengah tengah sempadan laut Semenanjung Malaysia dengan Sabah/ Sarawak akan direbut dan dikuasai oleh Malaysia atas persetujuan rahsia dari Amerika. Sokongan USA diperolehi atas dasar Malaysia bersetuju untuk membenarkan USNavy berpengkalan di Natuna (sebagai ganti Subic Bay, Philipine)dengan alasan untuk mengawasi Konflik Kepulauan Spratlys dan Paracels.

Kalimantan juga besar kemungkinan akan bergabung dengan Persekutuan Malaysia. Sebab utamanya ialah soal pertalian darah antara kaum dayak/ iban dan kadazan di kedua-dua kawasan. Kaum Dayak Indonesia berharap mereka juga akan mencapai kemajuan seperti kaum Dayak Malaysia apabila bersatu dengan Malaysia. Orang Melayu Sambas juga akan turut menyokong gerakan ini kerana sudah putus asa dan tidak yakin dengan NKRI semasa peristiwa penyembelihan pendatang Madura pada 1998/2000.

Atas pertimbangan keselamatan dan sosio-ekonomi, Brunei juga akan dijemput menyertai Persekutuan Malaysia. Ini akan menjadikan Malaysia mempunyai 10 orang Sultan Melayu yang berdaulat.

Republik Singapura akan bertambah besar dan kukuh. Kepulauan Riau/ Batam akan dirampas oleh Singapura dalam satu gerakan ketenteraan yang sangat diluar dugaan pemerintah Indonesia. TNI-AD, AL, AU tidak akan mampu mengalahkan Singapura yang menggunakan kepakaran dan teknologi militari Israel dan USA. Malaysia akan berdiam diri dengan alasan tidak mahu mencampuri urusan dalaman Singapura.

Kekacauan, rusuhan kaum, pembunuhan antara agama akan berlaku dengan begitu serius di NKRI. Majlis Keselamatan United Nations akan campur tangan dan menjadikan pulau-pulau yang lain (Sumatera/ Sulawesi/ dan lain-lain) sebagai negara merdeka dan diiktiraf kedaulatannya di UN. Ini bertujuan untuk menghentikan sikap suka berbunuhan dan membalas dendam dikalangan orang Indonesia.

Akhirnya NKRI hanya tinggal pulau JAWA dan BALI sahaja! Sultan Hamengkubuwono yang bertakhta di Jogjakarta merupakan harapan tunggal rakyat Jawa untuk mengekalkan keamanan dan integriti kepulauan Jawa itu sendiri. Dengan sokongan padu rakyat, Baginda memulakan inisiatif untuk menghentikan perpecahan dengan menghukum pemuka-pemuka NKRI yang korupsi dan lemah. Akhirnya, Republik Indonesia akan luput dari peta dunia dan digantikan oleh Negara Jawa Bersatu yang diketuai oleh Sultan Hamengkubuwono.
===================================
 
dan...tak berlebihan jika ada keinginan ( setelah melihat kondisi Indonesia Dewasa ini ) masyarakat Kabupaten Lingga ( ex Kesultanan Lingga ) juga "ingin" mewujudkan mimpi-mimpi kejayaan masa lalu dengan kembali bersatu bersama saudara-saudara di semanjung malaya yang terpisah karena
Trachtath London....waLahu a'lam...
 
klo indonesia perang sama malaysia kira2 menang siapa yah om seno..??

klo berdasarkan data2 intelejen bisa menang ga indonesia klo perang sama malaysia.....





salam kenal


pendekar
 
Perang koq mikir kalah menang ! PERANG YA PERANG urusan menang kalah belakangan, kita harus yakin menang PASTI MENANG
 
Perang koq mikir menang kalah, PERANG YA PERANG urusan kalah menang belakangan, kalo kita yakin menang pasti menang !
 
woy...malon !!! bangun lo dari tidur...gw mau ketawa campur muntah ngebaca mimpi2 lo. mau ngerebut natuna dari Indonesia?bisa aja tapi taruhannya kami ratakan tuh semenanjung melayu dan kami musnahkan bangsa melayu udik macam kamu! saran saya utk rakyat malon,coba kamu keluar negri, terserah kamu kenegara mana aja trus kamu tengok negrimu dari luar.maka kamu akan tahu kalau kamu selama ini hanya seperti katak dalam tempurung.kamu terlalu dipropaganda oleh UMNO dan sultan2mu, karena memang mereka menginginkan keadaan seperti sekarang ini. anda di batasi akan berita2 yg sebenarnya terjadi, karena kerajaanmu takut bila rakyatnya banyak mengetahui kebohongan dan kebejatan pemimpinnya.contoh: anda tahu kejadian sebenarnya akan peristiwa kematian model dari mongolia?, anda tahu peristiwa pemerkosaan yg dilakukan oleh salah satu menteri anda terhadap warga Indonesia?..saya tahu penulis di atas, kalau dilihat dr penulisannya sepertinya anda adalah orang aceh yg telah lama menetap di malingsia, anda termakan oleh propaganda pemimpin2 GAM yg menginginkan kekuasaan di aceh, alasan mereka ingin mendirikan syariah Islam di aceh. padahal pendahulu kita telah menetapkan kalau Indonesia itu berasaskan Pancasila, bukan berasaskan Islam.meskipun rakyatindonesia mayoritas beragama Islam.bahkan yg terbesar didunia.bila anda menginginkan perpecahan diIndonesia? kamipun diIndonesia menginginkan kehancuran Malaysia.bagi kami dominasi etnis China dan India sangat mudah kami hasut utk menghancurkan kekuasaan sultan2mu dan UMNO yang tamak.bahkan lebih mudah dari mimpimu memecahbelah kami.karena kalau kami Indonesia kami memecah anda etnik dari tiga negri yang besar (Indonesia yang diwakili melayu, India (tamil) dan China (tionghoa)...sedangkan anda memecah kami dari suku2 yang ada di nusantara???kami sudah lama sama2 menetap disini, satu nenek moyang, satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air. sedangkan anda, anda berhadapan dengan pendatang dari china, india dan Indonesia...well malonsekarang pikir2lah dahulu nasib negara anda yg diambang kehancuran oleh perang saudara (ups! sebenarnya bukan perang saudara sih...tapi perang etnis cina, india dan melayu), kami di Indonesia menunggu kehancuranmu saja kemudia kami bisa memasukkan sebanyak2nya rakyat dari negri kami kenegara anda yg sudah rata dengan tanah..sehingga mewujudkan keinginan kami menjadikan Indonesia raya sebenar2nya, yaitu seluruh kepulauan yg ada di nusantara seperti ikrar yg pernah diucapkan mahapatih Majapahit.Anda merasa negeri anda lebih baik dari Indonesia?anda merasa negri anda lebih kaya dari Indonesia?anda merasa negri anda lebih makmur dari Indonesia??coba deh anda tanya mantan wakil perdana mentri anda Anwar Ibrahim. saya pernah berbincang langsung dengan putrinya ketika mengunjungi Indonesia saat Anwar dipenjara dg alasan yg tak masuk akal..coba deh anda mengunjungi pedalaman sarawak atau sabah...jangan anda berdiam saja di semenanjung, supaya pola pikir anda lebih luas lebih maju...ok pakcik saya ucapkan selamat..saya tahu anda saudara saya dr aceh yg mungkin kecewa dg pemerintahan orde baru, tp mungkin anda tidak mengikuti perkembangan di Indonesia. anda hanya menelan mentah2 propaganda dari kerajaan anda. makanya saya sangat maklum akan keterbatasan anda..selamat berpikir kawan
 
woy...malon !!! bangun lo dari tidur...gw mau ketawa campur muntah ngebaca mimpi2 lo. mau ngerebut natuna dari Indonesia?bisa aja tapi taruhannya kami ratakan tuh semenanjung melayu dan kami musnahkan bangsa melayu udik macam kamu! saran saya utk rakyat malon,coba kamu keluar negri, terserah kamu kenegara mana aja trus kamu tengok negrimu dari luar.maka kamu akan tahu kalau kamu selama ini hanya seperti katak dalam tempurung.kamu terlalu dipropaganda oleh UMNO dan sultan2mu, karena memang mereka menginginkan keadaan seperti sekarang ini. anda di batasi akan berita2 yg sebenarnya terjadi, karena kerajaanmu takut bila rakyatnya banyak mengetahui kebohongan dan kebejatan pemimpinnya.contoh: anda tahu kejadian sebenarnya akan peristiwa kematian model dari mongolia?, anda tahu peristiwa pemerkosaan yg dilakukan oleh salah satu menteri anda terhadap warga Indonesia?..saya tahu penulis di atas, kalau dilihat dr penulisannya sepertinya anda adalah orang aceh yg telah lama menetap di malingsia, anda termakan oleh propaganda pemimpin2 GAM yg menginginkan kekuasaan di aceh, alasan mereka ingin mendirikan syariah Islam di aceh. padahal pendahulu kita telah menetapkan kalau Indonesia itu berasaskan Pancasila, bukan berasaskan Islam.meskipun rakyatindonesia mayoritas beragama Islam.bahkan yg terbesar didunia.bila anda menginginkan perpecahan diIndonesia? kamipun diIndonesia menginginkan kehancuran Malaysia.bagi kami dominasi etnis China dan India sangat mudah kami hasut utk menghancurkan kekuasaan sultan2mu dan UMNO yang tamak.bahkan lebih mudah dari mimpimu memecahbelah kami.karena kalau kami Indonesia kami memecah anda etnik dari tiga negri yang besar (Indonesia yang diwakili melayu, India (tamil) dan China (tionghoa)...sedangkan anda memecah kami dari suku2 yang ada di nusantara???kami sudah lama sama2 menetap disini, satu nenek moyang, satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air. sedangkan anda, anda berhadapan dengan pendatang dari china, india dan Indonesia...well malonsekarang pikir2lah dahulu nasib negara anda yg diambang kehancuran oleh perang saudara (ups! sebenarnya bukan perang saudara sih...tapi perang etnis cina, india dan melayu), kami di Indonesia menunggu kehancuranmu saja kemudia kami bisa memasukkan sebanyak2nya rakyat dari negri kami kenegara anda yg sudah rata dengan tanah..sehingga mewujudkan keinginan kami menjadikan Indonesia raya sebenar2nya, yaitu seluruh kepulauan yg ada di nusantara seperti ikrar yg pernah diucapkan mahapatih Majapahit.Anda merasa negeri anda lebih baik dari Indonesia?anda merasa negri anda lebih kaya dari Indonesia?anda merasa negri anda lebih makmur dari Indonesia??coba deh anda tanya mantan wakil perdana mentri anda Anwar Ibrahim. saya pernah berbincang langsung dengan putrinya ketika mengunjungi Indonesia saat Anwar dipenjara dg alasan yg tak masuk akal..coba deh anda mengunjungi pedalaman sarawak atau sabah...jangan anda berdiam saja di semenanjung, supaya pola pikir anda lebih luas lebih maju...ok pakcik saya ucapkan selamat..saya tahu anda saudara saya dr aceh yg mungkin kecewa dg pemerintahan orde baru, tp mungkin anda tidak mengikuti perkembangan di Indonesia. anda hanya menelan mentah2 propaganda dari kerajaan anda. makanya saya sangat maklum akan keterbatasan anda..selamat berpikir kawan
 
kaga bakalan indonesia kalah dari malaysia , ngimpi aja loe bego, dongo tolol, pengen w bom mulut loe
bangsat sia anjink
 
Sia-sia . Ujung pun nama negara pun SIA - SIA.
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters