Munir oh Munir » INTELIJEN INDONESIA

Friday, August 10, 2007

Munir oh Munir

Hohoho....ramalan Blog I-I tentang pemeliharaan kasus Munir dan permainan besar itu mulai memperlihatkan kenyataan. Meskipun sebenarnya saya sudah malas menyoroti kasus Munir, namun karena terkait dengan artikel Blog I-I dua tahun yang silam tentang kasus Munir dan duka cita intel, maka ada rasa tanggung jawab untuk sedikit menyampaikan analisa yang mudah-mudahan obyektif.

Seperti pernah saya ungkapkan, bahwa kasus Munir telah menciptakan luka yang mendalam bukan saja di kalangan aktivis namun juga di kalangan intelijen. Duka cita itu tampaknya semakin pudar dikalangan aktivis sejalan dengan masuknya proyek-proyek yang mengatasnamakan penyelesaian kasus Munir. Namun sebaliknya, duka cita komunitas intelijen justru semakin dalam karena semua intel aktif paham bahwa permainan politik di atas kasus Munir akan terus dimainkan oleh kelompok-kelompok tertentu seperti [deleted]. Memang permainan itu sangat kampungan, namun harus diakui bahwa sensitifitas dan keunggulan komparatifnya membuat banyak pihak menjadi sangat enjoy untuk memainkan sisi politiknya, Munir oh Munir.

Artikel saya kali ini terkait erat dengan perkembangan terbaru kasus Munir yang sudah dihembusi propaganda dan desas-desus yang lagi-lagi menyoroti intelijen seperti dalam upaya-upaya sebelumnya. Berdasarkan data lengkap dari informan Blog I-I dalam sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) kasus Kematian Munir pada 9 Agustus 2007 di PN Jakarta Pusat, novum baru yang digembar-gemborkan akan mampu menjaga daya tarik politik kasus Munir tersebut ternyata cerita lama juga. Yah...lagi-lagi tentang surat-menyurat yang dikemas sedemikian rupa akan menciptakan opini publik tentang terkaitnya pimpinan intelijen di institusi BIN dalam kasus kematian Munir. Apabila dahulu soal surat-suratan itu dituduhkan kepada pejabat setingkat direktur dan sekretaris utama yang kemudian tidak terbukti, maka kini tidak tanggung-tanggung, tuduhan baru diarahkan kepada Wakil Kepala BIN As'ad. Mau kemana ya kira-kira skenario politik yang akan dikembangkan ?

Munir oh Munir

Blog I-I merasa berkewajiban untuk menyampaikan sikap (bukan fakta atau novum yang direkayasa) sebagai berikut :

Pertama, politisasi kematian Munir sudah sangat menjengkelkan dan perlu untuk dikembalikan ke jalur hukum yang tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik tertentu. Hal itu berdasarkan pada fakta bahwa apa yang disebut sebagai novum baru sebenarnya sudah dirancang jauh-jauh hari untuk tujuan tertentu yang cukup jelas terbaca oleh komunitas intelijen Blog I-I. Novum baru seharusnya benar-benar baru dan bisa dibawa ke depan pengadilan, serta bukan sebuah pengembangan wacana yang memiliki tujuan tersembunyi.

Kedua, pesan-pesan yang disampaikan melalui PK kasus Munir tanggal 9 Agustus kemarin sudah cukup jelas bagi Blog I-I. Sungguh permainannya teramat sangat kasarnya.

Ketiga, Blog I-I akan terus mengawasi secara ketat perkembangan politisasi kasus Munir. Mohon kepada seluruh rekan-rekan Blog I-I untuk menyampaikan seluruh perkembangan dan bukti-bukti hukum yang adil dalam mengawal berjalannya proses hukum kasus Munir.

Keempat, Blog I-I memprediksikan hancurnya sebuah bangunan kokoh keamanan nasional Indonesia melalui kasus Munir yang pada dasarnya telah disusupi kepentingan kelompok tertentu untuk menguasai salah satu pilar keamanan nasional, yaitu intelijen.

Kelima, bingkai cerita kasus Munir adalah konspirasi pembunuhan yang pada ujungnya tidak akan menyentuh siapapun. Hal itu telah berada di pundak Reskrim dan Kejaksaan untuk mampu menceritakan alur logis apa yang disebut sebagai konspirasi pembunuhan. Hebat sekali memang, apalagi karena restu untuk rangkaian cerita tersebut telah disetujui oleh orang paling berpengaruh yaitu [deleted].

Keenam, lalu apa pentingnya PK kasus Munir bila akhirnya tidak akan menyentuh siapapun selain hasil akhirnya adalah pembebasan seperti dalam pengadilan Pollycarpus? Pentingnya jelas ada dari sisi penegakkan hukum dan pengungkapan kasus yang semakin tidak jelas ini, yaitu tindak pidana yang menyebabkan kematian seseorang.

Ketujuh, kita tunggu saja bagaimana kelanjutan cerita unik kematian Munir dalam bingkai politik menjelang 2009.

Mohon koreksi bila ada kekeliruan data.

Munir oh Munir
SW


Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters