Perjalanan Sunyi » INTELIJEN INDONESIA

Thursday, November 22, 2007

Perjalanan Sunyi

Cukup lama saya meninggalkan rumah Blog I-I, tampak ada kekhawatiran dari sebagian rekan-rekan yang bertanya-tanya baik langsung melalui e-mail maupun dalam shoutbox. Maaf karena saya sedang menempuh perjalanan sunyi ke beberapa check point sendi-sendi penopang Indonesia Raya.

Informasi paling penting yang saya peroleh adalah bahwa pertarungan antar intel di dalam NKRI cukup berbahaya karena sudah mengarah pada "segala cara". Mengapa saya katakan antar intel, saya kira rekan senior, mantan dan mereka yang aktif cukup mahfum dengan maksud saya.

Sejumlah isu besar dan kecelakaan yang terjadi di bumi pertiwi terbukti jelas sebagai bagian dari perang intel. Operasi demi operasi yang menjurus pada penciptaan kondisi tertentu terus bergulir.

Saya ingin menyampaikan early warning kepada intelijen aktif Kepolisian, BAIS TNI, maupun BIN bahwa yang rekan-rekan hadapi adalah mereka yang faham metode operasi rekan-rekan.

Memang kesimpulan-kesimpulan di Media Massa tentang sejumlah isu yang menarik perhatian masyarakat telah mengarah pada pengungkapan skenario kelompok tertentu. Namun karena kepentingan menjaga "keadaan", hanya disampaikan indikasi-indikasi kewaspadaan nasional. Sebut saja misalnya peranan intelijen asing, seharusnya akan lebih tepat bila dinyatakan secara tegas telah terjadi kolaborasi intelijen asing dan unsur penghianat intelijen dalam negeri.

Memang penghianatan intelijen dalam negeri tersebut terjadi karena bertemunya kepentingan semata. Namun tetap saja akibatnya menyengsarakan rakyat, sehingga untuk memperkuat organisasi, operasi, dan penegakkan hukum sudah tidak bisa ditawar lagi. Hilangkan semua ewuh pakewuh sesama intel, penghianat harus dimatikan/dibersihkan dari bumi pertiwi...betapapun kuatnya sang penghianat.\

Semua berteriak demi bumi pertiwi Indonesia Raya, tetapi para penghianat berteriak lantang dalam tujuan yang berbeda...kekuasaan dan uang.

Hampir semua kasus yang "aneh" dan terjadi dalam waktu yang relatif cepat menjadi ajang perang antar intel. Sikap unsur pimpinan negeri Indonesia Raya saat ini yang sangat berhati-hati telah memberikan ruang yang terlalu luas kepada unsur-unsur penghianat.

Mohon maaf kepada segenap unsur intelijen yang sedang bertarung, mohon buka mata buka hati dan lihatlah terperosoknya perjalanan bangsa dalam lubang kebingungan yang menyebabkan stagnasi pembangunan. Sudahlah akhiri perbedaan yang ada demi persatuan dan kesatuan, hentikan segala keangkuhan bahwa masing-masing merasa begitu hebatnya sehingga bisa mempengaruhi laju perjalanan bangsa Indonesia.

Seperti pernah saya ungkapkan dalam tulisan-tulisan sebelumnya, intelijen asing seperti RD Malaysia, CIA, atau Mossad sekalipun hanya cukup memanfaatkan keadaan yang sudah matang di tanah air tercinta Indonesia Raya. Kita menjadi lupa bahwa banyak sendi-sendi kebangsaan yang menjadi semakin rapuh manakala kepentingan kelompok lebih dominan daripada nilai-nilai normatif kebangsaan dalam persatuan Indonesia Raya.

Perjalanan Sunyi Senopati telah melalui relung-relung kejahatan dunia intelijen yang membiarkan lahirnya kekuatan paramiliter di dunia bisnis ditengah Ibu Kota Jakarta.

Perjalanan Sunyi Senopati telah melalui gelapnya ruang operasi tangan-tangan pengendali perjalanan bangsa Indonesia.

Perjalanan Sunyi Senopati telah menyaksikan berhamburannya uang rakyat dalam praktek korupsi yang semakin canggih dan halus, serta membuktikan masih efektifnya cara-cara penyelesaian non-hukum.

Perjalanan Sunyi Senopati melintasi ruang orang-orang terhormat yang degil dan tidak peduli pada nasib rakyat. Malahan masih banyak yang gelap mata menikmati uang rakyat tanpa rasa bersalah seperti yang Senopati lihat dari sosok terhormat di Washington D.C.

Sayang Senopati sudah terlalu lemah untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi masa depan bangsa Indonesia. Mudah-mudahan akan lahir Senopati-senopati handal yang berani, tegas, dan peduli pada nasib bangsa Indonesia Raya.

Maaf, tulisan ini sama sekali tidak menyentuh fakta-fakta kasus yang bisa dipergunakan di depan hukum. Meskipun demikian, mudah-mudahan cukup menjadi bahan pemikiran rekan-rekan yang juga menyaksikan, merasakan, dan mendengar hal-hal yang serupa dalam perjalanan sunyi rekan-rekan Blog I-I.

Perjalanan yang menjadi sunyi karena kita seperti seorang diri dalam kepiluan hati dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Sekian
Comments:
INGAT! INGAT! INGAT! SENOPATI-SENOPATI MUDA AKAN DATANG MELIBAS PENGHIANAT!!!!!
 
Saya tidak tahu apa yang Bapak kemukakan, tetapi kecemasan bapak adalah kecemasan kami pula. Telah banyak saya saksikan gelombang demi gelombang peristiwa yang memiriskan hati di negeri tercinta ini. Tetapi saya juga selalu optimis bahwa bangsa ini punya mekanisme self defence yang cukup tangguh, ini terlihat dari tegarnya bangsa ini tetap berdiri bahkan semakin mantap menantang zaman yang terus berubah. Jadi biarkan mereka yang bertarung memperebutkan kepentingan mereka, namun toh pada akhirnya mereka yang mementingkan kepentingan mereka sendiri tanpa memikirkan kepentingan bangsa akan hancur oleh tangan Tuhan. Dont worry P Seno.
 
Mas Senopati, rasanya sulit tulisan smpeyan bisa merubah kesadaran mereka akan harta dan tahta. Dua hal ini adalah udara yang kita hirup sehari-hari, motif setiap tindak, arah segala laku. Begitu melekat dalam keseharian kita semua. Membudaya.
Semoga ada perbaikan di negeri kita...

HanZ (adik kls di UB)
 
Halo.... senopati saya adalah jaring intelijen asing yang ditugaskan di Indonesian, saya kagum kepada anda yang mau mengangkat dunia intelijen ke dunia.
Oh... ya saya minta alamat I.I.S tolong kirim ke killer_ct_agent@yahoo.se
 
Semuanya tergantung pimpinan nasional. Berdasarkan budaya dan sejarah Indonesia sebagai negara berkembang, lagi-lagi memang tergantung dari pemimpin nasional. Mengenai peranan intelijen asing, jangan buru-buru tuding. Seharusnya kita sebagai anak bangsa yang merdeka sejak tahun 1945, berkaca diri. Apakah benar para aparat kita sendiri telah melakukan dengan benar atas nama tanah air? Ingat, Bung, di sini banyak maling teriak maling. Para kaum underground resmi (atau tidak)biasa lakukan operasi berdasarkan situasi internasional, regional, hingga nasional. Akhirnya, tak jarang lakukan kerja sama atau aliansi dengan pihak asing, dan itu pun demi atas nama kepentingan nasional. Lalu Anda bilang: awas infiltrasi asing?! Coba lihat sejarah....Apa harus kita beberkan semuanya di sini?!! Lalu, siapa sebenarnya pengkhianat bangsa dan tanah air?? Pasti semuanya akan bingung....saya juga bingung kok...Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, ideologi ekonomi kita harusnya Sosialisme Indonesia. Tapi, lihat kenyataan sejak dulu hingga sekarang....kita sebagai anak bangsa cuman jadi kuli di tanah airnya sendiri. Lalu, siapa sebenarnya pengkhianat?? Bagi saya, pengkhianat Republik adalah para pembuat kebijakan yang atas namakan negara, padahal yang mereka lakukan merugikan bangsa dan tanah air di masa depan....Mereka berlindung di balik kekuasaan...sejak dulu (sebelum saya lahir) hingga kini!!
 
om seno kan ada adik2 dari STIN...ajarkan saja cara kontra intelijen yg bagus
 
Hmm.. Dimana tanah kelahiran semua intel-lejen2 itu?
Jika masih Bumi Nusantara, suruh mereka cium dan hirup tanah yang mereka injak. Karena dari sanalah mereka berasal, dan juga kita.
Sebelum kita benahi manusianya, mari kita benai dan cintai tanah air kita. Mulai dari hal yang paliiiiiiiiiing kecil dulu. Yang paling sederhanaaaaaaaa dulu.. Mari Kawan...
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters