Polisi Tutupi Reka Ulang Penembakan Lester » INTELIJEN INDONESIA

Thursday, December 06, 2007

Polisi Tutupi Reka Ulang Penembakan Lester

Silahkan rekan-rekan melakukan penilaian dan dugaan tentang apa yang sesungguhnya terjadi dalam kasus ini. Bagaimanapun juga kita mesti menghormati jalannya penyelidikan yang berlandaskan pada pengumbulan bukti, kesaksian, dan rekonstruksi peristiwa.

RADAR SOLO
Kamis, 06 Des 2007

KLATEN - Penembakan Direktur Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) Lester Cross di Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan, kemarin (5/12) direkonstruksi. Ada yang janggal selama rekonstruksi kasus yang terjadi Minggu (25/11) lalu itu.

Satuan Narkoba Polres Klaten terlibat dalam kegiatan tersebut. Bahkan, langsung dipimpin kasatnya, AKP I Wayan Sudhita. Fakta ini mengundang tanda tanya besar. Sebab, selama ini yang terungkap di permukaan adalah percobaan perampokan terhadap Lester, yang direktur sekolah antiteroris Akpol Semarang itu.

Akses wartawan kemarin sama sekali ditutup. Para jurnalis hanya boleh berdiri dan mengambil gambar dari jarak 300 meter. Praktis, rekonstruksi kejadian penembakan sama sekali tidak terlihat.

Koran ini beberapa kali dilarang mendekat ke TKP oleh polisi. Ketika mengambil gambar sempat dihalang-halangi. Meski berusaha menyelinap, Kasat Narkoba I Wayan Sudhita memergoki koran ini. Dia hanya berkata singkat. "Tolong, jangan dulu. Ini secret (rahasia)," ujar Wayan.

Kenyataan tersebut kian menguatkan dugaan ada misteri yang ditutupi polisi. Informasi yang diterima koran ini dari sumber tepercaya di kepolisian, penembaknya adalah anggota Satuan Narkoba Polres Klaten.

Mereka sebenarnya tengah menyanggong sebuah transaksi narkoba di sekitar Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan, tepatnya di belakang DPD Partai Golkar setempat. Kegiatan tersebut merupakan pengembangan dari penangkapan Ompong.

Hasil pemeriksaan mengungkap bakal ada transaksi narkoba di sekitar Trunuh. Ditengarai, ciri-ciri mobil, lokasi, dan waktu transaksi bertepatan dengan Lester Cross lewat. Sehingga, anggota Satuan Narkoba mengira mobil yang ditumpangi bule Australia itu adalah bandar yang dimaksud Ompong.

Dalam rekonstruksi kemarin, mobil Lester Cross diperankan oleh sebuah Suzuki APV warna silver. Sebenarnya, mobil Direktur JCLEC itu dibawa. Tetapi, baru didatangkan di TKP setelah sepuluh menit rekonstruksi berlangsung. Mobil Lester Cross ternyata Toyota Kijang Innova warna silver, nopolnya B 8895 VV.

Polisi lain tidak henti-hentinya membujuk wartawan menghentikan aktivitas jurnalistiknya. Mereka adalah Kaur Bin Ops Satlantas Polres Klaten Iptu Warsono, dan anggota Satuan Narkoba Iptu Nanik Suryani. Berkali-kali dua polisi ini mengajak wartawan duduk di warung sambil makan minum.

Selain anggota satreskrim, satuan narkoba dan intelkam Polres Klaten, anggota Polda Jateng pun tampak di TKP. Merekalah justru yang punya gawe. Rombongan Polda Jateng dipimpin Kanit I Ditreskrim AKBP Nelson Purba. Sebuah mobil TKP milik polda tak ketinggalan diikutkan dalam rekonstruksi kemarin. Sayang, mereka semua bungkam.

Koran ini hingga tadi malam mencoba menghubungi Kapolres Klaten AKBP Suwarno dan Kasatreskrim AKP Mugi Sekarjaya. Tetapi, teleponnya tidak bisa dihubungi. SMS (pesan layanan singkat) berisi permintaan konfirmasi yang dikirim ke dua pejabat itu tidak dibalas. (den)








Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters