Kejutan Kasus Munir » INTELIJEN INDONESIA

Tuesday, January 08, 2008

Kejutan Kasus Munir

Masih sejalan dengan tulisan Blog I-I tentang kasus Munir khususnya ketika saya katakan untuk menunggu bagaimana kelanjutan cerita unik kematian Munir dalam bingkai politik menjelang 2009.

Tidak disangka bila kejutan itu terjadi pada awal 2008 yang kelihatannya cukup pas sebagai pemanasan awal. Adalah fotocopy BAP Agen BS yang secara sengaja atau tidak dipublikasikan kepada media massa yang menjadi sumber kejutan kasus Munir. Bagi umum nan awam tentu saja hal itu mengejutkan, namun sekali lagi bagi kalangan intelijen, khususnya rekan-rekan Blog I-I, hal itu masih menjadi bagian dari duka mendalam. Mengapa begitu ?

Hal itu tidak lain karena salah satu badan intelijen tidak lagi memiliki kehormatan pasca penyelesaian kasus Munir dan mungkin harus dibubarkan. Meskipun ada upaya serius untuk memisahkan faktor individu dan institusi, namun tidak dapat dielakkan lagi bahwa dampak sosial, psikologis dan hukum akan terus melekat menjadi noda yang tidak terhapuskan dalam sejarah Indonesia. Ahha, jangan terjebak dulu ditengah tulisan ini!

Permainan unik kasus Munir masih akan terus bergulir, pembuktian BAP agen BS memang cukup signifikan dan hal itu hanya bisa menjadi semakin meyakinkan apabila semuanya bisa berlangsung di hadapan pengadilan. Andaikata agen BS bicara jujur, maka pemerintahan SBY wajib melindungi keselamatan jiwa agen BS dan seluruh keluarganya. Apabila agen BS berbohong, maka hal itu justru akan mementahkan kembali segala upaya PK kasus Munir. Apabila BAP itu rekayasa untuk membuat grogi kalangan tertentu, maka agen BS bisa menggugat pencemaran nama baiknya.

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana pihak-pihak yang dituduhkan akan menjawab kesaksian dalam BAP agen BS bila itu memang benar? Lalu apakah cukup kesaksian seorang agen BS untuk mendukung peninjauan kembali kasus Munir?

Mungkin kita harus membiarkan proses hukum terus berjalan dan semoga aspek politiknya semakin sedikit. Kita mungkin akan mendengarkan rentetan kesaksian lain yang mengarah pada penyelesaian kasus Munir. Blog I-I tidak ambil pusing dengan pengungkapan secara total misteri pembunuhan agen Munir, karena apapun hasilnya tidak akan berpengaruh pada eksistensi Blog I-I. Namun bagaimana dengan eksistensi lembaga dan intelijen aktif? Sebegitu lemahnyakah atau sebegitu bodohnyakah?
Comments:
Blog I-I tidak ambil pusing dengan pengungkapan secara total misteri pembunuhan "AGEN MUNIR", karena apapun.......dst

Wah Om Seno mudah2an itu cuma salah tulis ya ha ha ha

Nah kalau persoalan eksistensi lembaga dan intelijen aktif ? sebegitu lemah atau sebegitu bodohnya ? Yah Om Seno sendiri kan sudah menganalisa jauh-jauh hari, bahwa pertanyaan yang sebenarnya adalah "Seberapa busuknya ?"

Salah satu kelemahan yang bisa ditembus oleh pelaku pembusukan, yah udah sama2 tahu, adalah "minimnya peraturan perundang-undangan di bidang Intelijen"

Bahwa memang disadari bahwa Penegakan Hukum dan Intelijen merupakan ranah yang berbeda, namun bukan “terpisah” dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Salah satu indikasi yang cukup signifikan semenjak berakhirnya perang dingin adalah biasnya faktor pelaku hubungan internasional, yang tadinya didominasi oleh "Negara" sebagai subyek utama. Kini "Organisasi" bahkan "Manusia" telah memiliki kemampuan yang sama dengan suatu badan hukum yang namanya Negara untuk eksis dan berperan lebih besar dalam bermain dan berperilaku dalam tata hubungan antar bangsa. Tentunya ini juga berpengaruh terhadap berbagai lingkungan strategis dan jenis faktor ancaman.

Identitas dan bentuk tindak kejahatan transnasional yang juga semakin berkembang hingga bermuara pada wujud ancaman baru bagi negara dan bangsa, tentunya membutuhkan adanya hubungan dan koordinasi yang lebih baik antara "Penegakan Hukum dan Intelijen"

Bukankah perkembangan tindak kejahatan merupakan suatu siklus ? Dibolak balik, maka hasilnya, Tindak Kejahatan transnasional tidak lebih merupakan pengembangan dari tindak pidana domestik dan selanjutnya tindak kejahatan transnasional akan memicu tindak kejahatan domestik. Siklus yang normal, memang.

Dan ini seharusnya menjadi pengerucutan pola pikir yang sama antara "Penegakan Hukum dan Intelijen", yaitu "Kejahatan, seberapa kecilnya, seberapa canggihnya, seberapa kompleksnya adalah ancaman bagi suatu komunitas apalagi negara dan bangsa" Dengan demikian jika hendak ditarik persamaannya, jelas akan terletak pada adanya kehendak yang sama untuk melakukan "Upaya Pencegahan Sejak Dini" Di sinilah pentingnya keberadaan suatu "Sistem Koordinasi dan Sistem Manajemen Informasi" yang handal dan lebih baik bagi Penegakan Hukum dan Intelijen. Sudah barang tentu bahwa itu butuh “Payung hukum yang bersifat komprehensif integral”. Om Seno sendiri juga bilang bahwa antar aparat keamanan nasional perlu bersinergi...

Terlepas dari masalah pro dan kontra, saya memandang Kasus Munir jelas merupakan hasil dari efek “permainan lahan kosong”
Tidak salah kalau dalam agama Islam dinyatakan bahwa "Fitnah lebih Kejam dari Pembunuhan"...Di situlah kekuatan suatu "Informasi", apabila disimpangkan (disinformasi)memang bisa lebih kuat efek bunuhnya dari "sekedar ledakan bom atom"

Institusi intelijen ndak perlu dibubarkan, toh ya nanti harus membentuk lagi...Saya yakin di sana masih banyak persediaan "darah putih" yang dibutuhkan untuk mengatasi kuman.
 
Saya rasa ada benarnya kalo institusi intelijen nggak perlu dibubarkan, karena institusi intelijen saat ini sedang mengalami krisis kepercayaan, antara yang mempunyai kepentingan politik tertentu dan yang mempunyai tugas untuk menegakkan merah putih. Banyak kemungkinan yang menyebabkan ini semua terjadi, oleh karena itu mohon kiranya untuk saling koreksi demi mempertahankan NKRI.
 
Jangan bubarkan institusi intelijen aktif apapun alasannya !!!
Reformasi dalam tubuh intelijen adalah sebuah proses, artinya akan ada dinamika di sana, yang mungkin saja efek dinamika dalam tubuh intelijen itu sendiri adalah nisbi sehingga sulit disikapi oleh masyarakat.
Membubarkan institusi intelijen di negeri ini hanya kerena beberapa efek samping yang timbul karena dinamika di dalamnya bisa diibaratkan membakar gudang hanya karena ada tikus yang lari ke dalam gudang itu, kerugiannya akan lebih besar kawan !!!
Tangkap tikusnya, bersihkan gudangnya !
Membubarkan institusi intelijen aktif berarti juga mengamini doa intelijen-intelijen asing yang beroperasi di negeri ini yang secara terus-menerus melancarkan propaganda hitam dan operasi penyesatan (deception)untuk menciptakan situasi kebencian terhadap institusi intelijen, dengan harapan bahwa akan lumpuh juga fondasi jaringan yang dibangun di bawahnya.
"Informasi dari rakyat akan mengalir ke tempat dimana simpati rakyat diberikan" demikian kata Che.
Karena itu jika masyarakat mulai membenci institusi intelijennya sendiri maka hal tersebut adalah malapetaka bagi negeri itu.
Pemburukan citra intelijen negara sudah dilakukan secara sistematis supaya intelijen lumpuh.
"You can't do your homework if if you have no home to do your work !"
Itu yang saya maksud.
Saya adalah senopati yang kecewa dengan institusi intelijen negeri ini. Pengkhianatan dan penyangkalan oleh saudara sendiri sudah dialami oleh unit kami.
Tetapi kami melepaskan pengampunan atas institusi di Pasar Minggu itu, dan berharap perubahan terjadi untuk eksistensinya.

Dari kami yang tersisih,


Eks. Cikahuripan - Ronin Unit
 
Menanggapi kasus munir...menjadi semakin rumit, karena ini tidak akan terselesaikan atau terpecahkan (itu menurut saya, atau kita ikuti saya perkembangannya), kasus munir hanya salah satu noda hitam intelijen yg terkuak dan pihak institusi intelijen seperti biasa akan menyanggah semua keterlibatannya. semua anggota intelijen apabila terbuka kedoknya pasti tahu apa yang harus dilakukan, yaitu menyanggah, menyangkal atau bunuh diri untuk menutupi jejaknya.
Institusi intelijen seharusnya ada di setiap negara dan tidak mungkin akan dihapus, mungkin orang atau sistemnya saja yg ditinjau kembali.

Salam...
 
Menurut saya, kasus munir saat ini seharusnya diberi perhatian yang labih. Namun sayangnya pada saat kejadian, pihak intelijen cenderung tidak cepat tanggap dan kurang teliti dalam mencari segala bukti-bukti dan saksi-saksi. Dengan kata lain, pemecahan kasus munir dilakukan dengan adanya ketidak telitian dan ketidak tegasan para intelijen. Sehingga saat ini pikiran para intelijen tidak terfokus lagi dikarenakan lemahnya metode dan pembuktian.
Namun saya rasa bagaimanapun intelijen itu sangat penting. Dan ada benarnya yang dikatakan seperti pada comment sebelumnya karena saat ini intelijen sedang dilanda krisis kepercayaan. Namun hal tersebut saya anggap sebagai hal yang lumrah. 5 atau 10 tahun jika itu dapat terpecahkan, bagi saya itu sudah termasuk keberhasilan yang maksimal jika memang kasusnya seperti sekarang ini. Namun, saya tidak setuju juga kalau intelijen akan mengambil langkah pesimis dan mengatakan bahwa "intelijen juga manusia" dan lalu kasus ini ditutup tanpa ada penyelesaian yang jelas. Dengan kata lain, masih ada beberapa metode lagi yang dapat dilakukan oleh intelijen indonesia kalau mereka memiliki usaha dan semangat juang yang tinggi. Selamat berfikir dalam mengabstrakhir masalah....

salam...
 
Menurut saya, kasus munir saat ini seharusnya diberi perhatian yang labih. Namun sayangnya pada saat kejadian, pihak intelijen cenderung tidak cepat tanggap dan kurang teliti dalam mencari segala bukti-bukti dan saksi-saksi. Dengan kata lain, pemecahan kasus munir dilakukan dengan adanya ketidak telitian dan ketidak tegasan para intelijen. Sehingga saat ini pikiran para intelijen tidak terfokus lagi dikarenakan lemahnya metode dan pembuktian.
Namun saya rasa bagaimanapun intelijen itu sangat penting. Dan ada benarnya yang dikatakan seperti pada comment sebelumnya karena saat ini intelijen sedang dilanda krisis kepercayaan. Namun hal tersebut saya anggap sebagai hal yang lumrah. 5 atau 10 tahun jika itu dapat terpecahkan, bagi saya itu sudah termasuk keberhasilan yang maksimal jika memang kasusnya seperti sekarang ini. Namun, saya tidak setuju juga kalau intelijen akan mengambil langkah pesimis dan mengatakan bahwa "intelijen juga manusia" dan lalu kasus ini ditutup tanpa ada penyelesaian yang jelas. Dengan kata lain, masih ada beberapa metode lagi yang dapat dilakukan oleh intelijen indonesia kalau mereka memiliki usaha dan semangat juang yang tinggi. Selamat berfikir dalam mengabstrakhir masalah....

salam...
 
Terlepas dari apakah pembunuhan Munir adalah dari fihak intelijen Indonesia ataukah false flag operation dari intelijen asing yang bertujuan melemahkan Indonesia, saya masih tidak mengerti betapa lemahnya intelijen kita dalam meng counter permasalahan ini.

Apa pun bentuk operasi intelijen apakah itu clandestine (espionage) operation ataukah itu covert ops tetap memiliki prediksi terburuk dari operasi yang dijalankan tersebut.

Katakanlah operasi pembunuhan Munir itu benar rekayasa intelijen kita (covert ops) berarti sampai kapan pun siapa pun sponsor atau penggeraknya harus tidak diketahui.

Dengan semangat ini seharusnya katakanlah operasi semacam itu terbongkar, intelijen haruslah pandai memanfaatkan false flag theory dengan memanfaatkan keterbukaan media massa kita.

Tetapi apa yang saya lihat sampai skrg, intelijen kita sepertinya hanya buying time ....
Sama sekali tidak ada langkah2 strategis untuk mmulihkan kewibawaan intelijen kita.

Hal-hal seperti ini semakin jelaslah menguatkan kecurigaan bahwa intelijen kita sejatinya telah disusupi oleh intelijen asing. Apalagi dengan mengingat fakta2 sejarah bahwa begitu banyak perwira intelijen dan ABRI yang mendapatkan pendidikan militer di luar negeri, sehingga proses rekrutmen sebagai double agent sangat lah masuk akal.

Saya harap di kemudian hari ada artikel yang khusus mengupas program2 beasiswa pendidikan militer luar negeri di masa lalu (kalau mungkin malah sebaiknya nama2 yg pernah dikirim), sehingga saya yakin kita dapat melihat hubungannya dengan sepak terjang nya sekarang.
 
sepertinya sampai skrg kasus Munir nggak jelas juntrungnya yaaaaaaaaa
kasian pak Munir....... semoga arwahnya di terima di sisi Tuhan....amiiiin
sudah berkorban koq di bunuh
 
huuuuuuuuh kssian pak munir
orang baik2 koq di bunuh
 
makasih
 
Bismillah. Maaf sebelumnya. Hati2 dengan manuver politik. Apapun itu bentuknya. Yang jelas tujuannya memecah belah bangsa. Menurut saya. Yang lalu biarlah berlalu. Tataplah hari esok yg lebih baik. Bercermin pengalaman dapat ditarik hikma dan menjadi tugas pembuat uu untuk penyempurnaan. Semua orang pasti mati. Ada yg mati muda ada yg tua baru mati. Mungkin pak munir adalah tokoh. Jika yg baik meninggal seharusnya tumbuh seribu yg muncul. Bukan mengeruhkan. Salam dari saya
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters