Tentang RUU KAMNAS » INTELIJEN INDONESIA

Tuesday, January 08, 2008

Tentang RUU KAMNAS

Kepada rekan-rekan Blog I-I yang memiliki draft RUU KAMNAS mohon kiranya dapat menginformasikan kepada saya agar analisa atas RUU KAMNAS tersebut semakin mendalam di kalangan pemerhati keamanan dan aparat keamanan melalui Blog I-I. Saya pribadi hanya berkesempatan membahasnya sekilas waktu dalam sebuah acara makan malam bersama beberapa pengamat. Waktu itu saya tidak terlalu tertarik karena SBY sudah memutuskan untuk menyimpannya sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Dalam diskusi kami waktu itu, saya berada dalam posisi mendukung ide melakukan pendekatan yang komprehensif dalam penataan sistem pertahanan keamanan nasional termasuk upaya sinergi dari fungsi pertahanan negara (hanneg), keamanan dalam negeri (kamdagri) serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kambtibmas), serta kalo ingin sempurna termasuk di dalamnya sistem intelijen negara dan sistem pengambilan keputusan masalah keamanan nasional di level nasional.

Namun seorang rekan pejabat tinggi Polisi secara tegas menyampaikan bahwa ide tersebut akan kontraproduktif terhadap perundang-undangan yang telah melewati proses legislasi sebelumnya. Kami juga paham keberatan yang disampaikan oleh rekan Polisi dan melihatnya sebagai sebuah proses dialog menuju pada upaya penataan sistem keamanan yang mengakomodir pemikiran dari seluruh elemen keamanan nasional Indonesia.

Kemudian seorang rekan mempertanyakan proses penyusunan RUU KAMNAS di Dephan apakah hal itu hasil buah pemikiran segelintir akademisi, staf ahli di Dephan ataukah sungguh-sungguh telah melalui proses yang bertujuan mengakomodir pandangan dari seluruh elemen keamanan nasional. Benar bahwa proses dialog dari seluruh unsur keamanan nasional akan menyita waktu panjang, namun bila hal itu memiliki ujung keputusan yang kuat di tangan Presiden, maka seluruh elemen keamanan nasional harus tunduk. Persoalannya sekarang adalah bahwa masing-masing unsur pimpinan dalam sistem keamanan nasional saat ini tahu persis bahwa Presiden SBY sangat berhati-hati sehingga, dengan sedikit "ditakut-takuti", akhirnya lebih memilih penundaan. Hakikatnya SBY cukup paham akan masa depan sistem keamanan nasional Indonesia, namun karena kuatnya tarik-menarik kepentingan sektoral, akhirnya keputusan bijak untuk menundanya menjadi pilihan yang tak terhindarkan.

Sebuah keputusan tidak akan mampu menyenangkan semua pihak. Demikian juga dalam soal tarik-menarik kepentingan dalam penyusunan RUU KAMNAS.

Kepada pihak-pihak yang mengkampanyekan RUU KAMNAS coba lakukan sosialisasi yang bersifat komunikatif yaitu menyampaikan pemahaman kepada publik dan khususnya instansi terkait masalah keamanan nasional tentang pentingnya sinergi dari seluruh elemen keamanan nasional. Namun jangan lupa untuk tetap menjaga kehormatan seluruh institusi keamanan nasional dengan tidak menggurui tentang bagaimana menjaga keamanan nasional Indonesia karena seluruh elemen keamanan nasional Indonesia. Dengan kata lain lobby yang lebih halus dan cerdas serta proses meyakinkan seluruh unsur keamanan nasional sangatlah penting, sama pentingnya dengan sosialisasi publik guna mendapatkan dukungan politik dalam kerangka demokrasi.

Catatan: Ketika saya katakan mendukung ide RUU KAMNAS hal itu dalam cara pandang yang umum, dan belum masuk dalam pembahasan ayat per ayat serta analisa strategis arti penting keberadaan RUU KAMNAS. Lagi pula saya belum membaca keseluruhan isi dari RUU KAMNAS, jadi boleh dikatakan saya cukup tertarik dengan idenya semata, namun bila ingin lebih serius tentu harus ada pendalaman materinya serta melihat keberatan dari pihak-pihak yang berkeberatan.
Comments:
Pak-de Seno yg pinter... Salam kenal ya..
wah sekarang lagi musim RUU dibidang Hankam ya. UU intel belum jadi. UU polri masih rancu. UU TNI masih bernuansa lama. Lha sekarang RUU KAMNAS.. Ide dan tujuannya sih bagus2 saja, tpi saya yakin akan banyak benturan dikaitkan dg UU yg sudah ada yang terkait, seperti UU Polri dan TNI. Benturannya bukan dalam hal kebaikan untuk bangsa dan negara, tapi lebih pada berkurangnya lahan (pengaruh, kekuasaan, ekonomi dan politik). Belum lagi kalo UU Intelijen disetujui. Lha wong untuk UU Intel aja yg keberatan TNI dan Polri toch. Jadi kalo yg buat RUU KAMNAS "hanya" segelintir akademisi ya harap maklum, walaupun tetap juga harus diwaspadai nilai2 yang dianut segelintir orang tersebut. Jangang2 dibelakang yg segelintir itu ternyata ada kekuatan setan yg besar.
 
Pak seno, kenapa yaa UU Intelijen banyak kontrofersi apalagi bapak-bapak yang pinter duduk di DPR, Apa kalau UU Intelijen ada mereka pada takut kali yaa harta kekayaannya di selidiki. . .Karena menurut saya saat ini rakyat banyak yang berebut untuk menjadi anggota DPR ( siapa yang ga mau segala fasilitas hampir setara dengan Presiden ) kerjanya ga ada, bisabya suma kritik. . .saya himbau untuk Comunity Intel yang ada di KPK, sapu bersih kekayaan para anggota DPR yang tidak sesuai dengan riilnya, Jangan terpedaya dengan sogokan . . . ingat alumni waskita bukan produk melayu, tetapi disiplin dan profesional. . .Salam waskita
 
Salam Kenal semuanya, nama saya Abdul Kadar. Saya punya materi RUU Kamnas. Bahkan sudah dibuat bentuk sandingannya, dalam beberapa versi yang telah dikeluarkan oleh Dephan dan Lemhannas. Bila teman-teman sekalian ada yang berminat bisa kirimkan email permintaan ke abdulkadar282@gmail.com

Demikian terima kasih

Kadar
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters