Intelijen dan Konspirasi » INTELIJEN INDONESIA

Tuesday, March 11, 2008

Intelijen dan Konspirasi

Beberapa komentar dan pandangan yang saya terima mempertanyakan konspirasi yang "sering" dilakukan intelijen. Wah..wah..wah, sungguh dahsyat pengaruh penciptaan opini publik yang membuat angker lembaga-lembaga intelijen di dunia dengan ketakutan adanya konspirasi. Apa sesungguhnya yang ada dalam hubungan antara intelijen dan konsep konspirasi?


Konspirasi adalah merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang disusun secara detail sedemikian rupa yang dilakukan oleh lebih dari satu pihak yang bertujuan tertentu bergulir secara normal/wajar ditengah-tengah masyarakat. Konspirasi cenderung berkonotasi negatif karena tujuan-tujuan tertentu yang dirancang secara rahasia tersebut lebih banyak diisi oleh kepentingan golongan/kelompok yang melanggar kepentingan golongan/kelompok lain.

Dalam definisi yang lebih positif, konspirasi tidak ada bedanya dengan kerjasama rahasia untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya saja ketika Amerika Serikat dan sekutu Baratnya merestui integrasi Timor Timur ke dalam NKRI. Dalam kacamata kelompok Komunis Fretilin, kerjasama/persetujuan/dukungan rahasia AS kepada Indonesia merupakan suatu konspirasi, karena beragam peristiwa di Timor Timur (sekarang Timor Leste) tersebut seluruhnya terbungkus secara "baik" dalam genggaman kekuatan kelompok Liberal Barat yang anti Komunis.

Hanya karena intelijen yang hampir selalu bersentuhan dengan kerjasama rahasia tingkat regional maupun internasional, maka masyarakat awam akan langsung menuduh adanya suatu konspirasi tertentu dalam terjadinya persitiwa-peristiwa di masyarakat.

Contoh lain yang menarik adalah kasus Bom Bali dan terciptanya kelompok Jemaah Islamiyah. Masih banyak pihak di kalangan Muslim yang meyakini bahwa ada konspirasi Barat dalam mengkondisikan terciptanya kelompok teroris, misalnya dengan kejanggalan penanganan Hambali dan kasus Omar Faruq. Banyak pandangan ditengah-tengah komunitas Islam yang militan yang menduga kuat bahwa Hambali dan Omar Faruq adalah agen CIA, dan segala cerita Jemaah Islamiyah adalah hasil konspirasi kaum Yahudi dan kerjaan CIA untuk menjebak kelompok Muslim tertentu ke dalam aksi teror regional atau global. Bahkan pemicu peristiwa besar seperti 9/11 pun banyak diwarnai analisa konspirasi yang secara umum kita kenal sebagai teori konspirasi.

Teori konspirasi atau persekongkolan hanya suatu pendekatan (belum sah diakui sebagai teori) yang berusaha memahami serta menjelaskan latar belakang peristiwa atau rangkaian peristiwa tertentu (khususnya yang menarik perhatian khalayak banyak seperti pada peristiwa pembunuhan politik, krisis ekonomi, revolusi sosial, atau terorisme, dll) dari sudut pandang adanya kekuatan rahasia yang merancangnya dan menggulirkannya secara wajar. Kekuatan rahasia tersebut biasanya diterjemahkan kepada kelompok rahasia tertentu termasuk intelijen. Jalan cerita konspirasi umumnya bersifat memperdaya logika publik dan menghasilkan polemik yang tidak akan pernah diketemukan kebenaran hakikinya. Klaim pandangan konspirasi yang agak berlebihan misalnya peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah adalah hasil kerja para konspirator belakang layar yang memanipulasinya.

Benarkah kerjaan Intelijen selalu terkait dengan konspirasi?

Konspirasi dari konotasi negatif sangat jarang dilakukan oleh intelijen karena tingkat kerumitan rancangan kegiatannya bertingkat sampai minimal lima level yang terputus sebagaimana dasar penerapan operasi standar situasi perang. Hampir bisa dipastikan tidak akan terbongkar atau yang sering kita kenal sebagai a perfect crime, yang akan selalu dibantah oleh aparat penegak hukum seperti kepolisian. Padahal apa-apa yang tercatat dalam sejarah sebagai unsolved mystery cenderung dianggap sebagai bagian dari hasil kerja konspirasi. Namun dalam generalisasi kerja intelijen yang rahasia segala yang disentuh intelijen kemudian dibungkus dalam sudut pandang konspirasi, padahal terlalu ceroboh dan dangkal apabila hal itu dikerjakan oleh intelijen, apalagi bila langsung bersentuhan dengan tangan petinggi intelijen. Bisa jadi konspirator yang mudah tercium oleh publik adalah pelaku pemula bermodal kecil serta belum berpengalaman sehingga tampak belepotan di mana-mana.

Betapapun lemahnya suatu konspirasi, apabila dilakukan berdasarkan pada kerjasama sejumlah pihak untuk mencapai kepentingan bersama, maka cerita yang meluncur kepada publik akan samar dan sulit ditentukan mana yang benar. Hal itu didukung oleh fakta bahwa waktu terus berputar dan generasi berganti, sehingga akan banyak cerita yang terkubur begitu saja.
Standar minimal terjaganya sebuah cerita konspirasi adalah minimal 25 tahun yaitu setara dengan boleh-tidaknya suatu file rahasia dibaca oleh publik sebagai bahan riset penelitian sejarah dan rekayasa sosial atau konstruksi masyarakat. Tetapi tidak sedikit kelompok rahasia yang membawa mati seluruh cerita konspirasi karena kuatnya prinsip kerahasiaan individu anggota-anggotanya.


Intelijen lebih banyak berurusan dengan kegiatan nyata menyelamatkan bangsa dan negara, ya memang kedengaran klise dan seperti manusia super yang waktunya habis untuk bangsa dan negara. Ideal sekali bukan?

Keseharian intelijen boleh dikatakan jauh dari wacana konspirasi, karena utamanya adalah deteksi dini atas setiap potensi ancaman kepada bangsa dan negara. Deteksi dini pada garis terdepan adalah akses kepada informasi yang diperlukan. Selanjutnya analisa dan akhirnya adalah rekomendasi yang seyogyanya diperhatikan oleh pimpinan negara.

Namun karena kemampuan individu intelijen yang rata-rata sudah terlatih dalam soal kerahasiaan, pesanan untuk melakukan kerjasama rahasia dalam rangka mewujudkan suatu peristiwa tertentu tidaklah terlalu sulit untuk dikerjakan dan hal ini hanya membutuhkan satu dukungan, yaitu dana segar.

Cukup jelas bukan?

Intelijen bukanlah konspirator, tetapi tidak sulit bagi intelijen untuk melakukan konspirasi.


Semoga Bermanfaat
SW
Comments:
tidaklah terlalu sulit untuk dikerjakan dan hal ini hanya membutuhkan satu dukungan, yaitu "DANA SEGAR".
==============================
Setuju sekali Boss
 
Hmm.. kira-kira dana segar dari mana saja nih Pak. Karena biasanya 'pelaksana' akan melaksanakan pekerjaan sesuai permintaan penyandang dana. Kalau dana segarnya dari asing, tentu sangat berbahaya sekali bagi sebuah negara.

Pelajar
 
Intelijen yang anda agungkan juga turut menciptakan Kekisruhan di Negeri ini, atau anda menampik menghembuskan rumor bahwa itu Kerjaan CIA, itu kerjaan MOSSAD etc.

Intelijen yang anda agungkan pula yang turut menciptakan instabilitas politik dengan menciptakan adu domba, baik antar masyarakat umum maupun antar umat beragama.

jadi kalo membahas konspirasi tidak lain tidak bukan memang kerjaan para Senopati yang tidak mengenal wirang.


salam
 
sebagai atensi saya terhadap keselaman bangsa apa saya boleh ikun menjadi intelejen untuk keselamatan bangsa, clen govermance, kasus-kasus kurupsi
 
Kalo memang sudah ada indikasi dari konspirasi dari negara luar, kenapa kita diam saja. . .apa tindakan pemerintah, kalau dilihat dari kenyataan yang ada . . . tulisan diatas sudah merupakan suatu intel dasar yang dapat dikembangkan lebih dalam, sehingga kita tahu tipu muslihat yang dilakukan oleh "MUSUH" padahal pada kenyataannya tidak ada di Indonesia, Kalo om Seno memang mempunyai links kepada petinggi yang menduduki kepala intelijen di indonesia. . .kenapa tidak dibahas lebih dalam lagi. . .
 
ADA YANG TAHU SITUS BIN..????
SAYA CUMA MAU LIAT REPORTNYA SAJA, KARENA BIN SUDAH LEBIH DARI 25 TAHUN BERDIRI ARTINYA ADA REPORT YANG SEKARANG SUDAH JADI UNSECRET. THANKS
 
pak seno, kalau kita lihat memang ada indikasi konspirasi dari negara lain, misalnya adanya kegiatan yang dinilai dari negara luar bahwa di NKRI ada kegiatan teroris yang belum tentu itu adalah warga negara kita. . .bagaimana menurut bapak. . .kalau memang ada kemana apintel yang bertukas sebagai BKI yang khususnya malakukan kegiatan kontra intel terhadap kegiatan intel lawan...apakah sudah berjalan. . .kalau bapak memang dapat membawa saran ini kepada pimpinan organisasi intel kenapa tidak dibentuk badan kontra intel yang berdiri sendiri. . .
 
Menarik, jadi tambah wawasan neeh. "Intelijen bukan konspirator, tetapi akan sangat mudah melakukan konspirasi..."Great statement.

Semoga Negara ini terselamatkan oleh intelijen dengan nasionalisme tinggi.
 
semoga saja negara kita terlepas dari konspirasi, pengaruh orang2 asing dan kepentingan golongan tertentu
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters