Intel dibayar murah? » INTELIJEN INDONESIA

Tuesday, April 22, 2008

Intel dibayar murah?

Dari berbagai jenis pekerjaan yang kita kenal seperti tenaga keuangan dan pelayanan, tenaga pendidik, dokter dan tenaga kesehatan, pengacara dan konsultan hukum, konstruksi, IT dan komunikasi, ilmuwan, olahragawan, marketing, artis/seniman, pilot/masinis/supir, chef/koki, dan masih banyak lagi yang lainnya, seorang intel/agent di Indonesia rata-rata dibayar murah.

Apabila kita mengacu pada lembaga-lembaga intelijen yang ada di negeri kita ini, maka akan kita dapati bahwa piramida kesejahteraan para intel sangatlah tajam, dimana pada pucuk pimpinan sangat-sangat sejahtera, sementara ditengah ke bawah menderita. Pengabdian selama 20 tahun ke atas tidak akan berarti banyak bila dibandingkan dengan tuntutan hidup di Jakarta misalnya. Kita masih akan menemui pelaksana tugas intel dari KODAM yang ketika bertugas di hotel bintang 5 akan keluar dari hotel untuk sekedar makan di warung tenda karena uang operasinya terbatas. Intel Bais sedikit lebih baik dari intel KODAM. Intel Polisi sedikit lebih baik dari Intel Bais karena mekanisme unit-unit pelaksana yang efisien dalam pengelolaan dana, tergantung pada tingkatan wilayahnya, lintas nasional seperti Densus 88, atau dalam wilayah seperti Polda, Polwil, Polwiltabes, Poltabes, Polres, Polresta, Metro, Polsek, Metro, atau Polsekta. Intel BIN konon kabarnya telah mengalami peningkatan kesejahteraan, namun relatif masih minim khususnya justru di kantor pusat. Intel kejaksaan dan intel imigrasi memiliki mekanisme tersendiri dalam mensejahterakan unitnya.

Kenapa pusing dengan kesejahteraan intel?

Tulisan ini tidak ditujukan untuk membongkar kelemahan Intelijen Indonesia yang benar-benar Ndeso dengan segala keterbatasannya. Melainkan sebagai suatu fakta untuk dipahami publik bahwa sebagian besar intel di Indonesia benar-benar mengabdi dalam keadaan serba terbatas. Apa yang dialami oleh intel Indonesia tidaklah sendirian, karena intel-intel di banyak negara lain juga mengalami hal yang sama, yaitu tidak bisa hidup mewah seperti dalam film James Bond.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Secrecy News membuktikan bahwa para intel di era modern tidak menghasilkan banyak uang. Hal itu setidaknya berdasarkan pada penelitian di AS terhadap agent-agent yang tertangkap. Terungkap dalam penelitian tersebut bahwa insentif keuangan dan paksaan eksternal mengalami penurunan peran dalam memotivasi orang-orang Amerika melakukan spionase terhadap AS. Penemuan yang sangat penting adalah bahwa loyalitas yang terbagi merupakan faktor kuat yang meningkat dalam beberapa kasus spionase.

“2/3 intel Amerika sejak 1990 bersifat sukarela. Sejak 1990, kegiatan intel tidak dibayar dengan baik: 80% of intel tidak menerima bayaran untuk kegiatannya, dan sejak tahun 2000 tidak seorangpun yang dibayar.”

“Pelanggar dalam kasus spionase sejak 1990 biasanya warga negara naturalisasi, dan memiliki hubungan dengan asing, sehingga motivasinya berasal dari loyalitas yang terbagi.” Meskipun demikian, mayoritas(65%) of intel American adalah asli kelahiran AS.

Penelitian tersebut dibuat untuk the Defense Personnel Security Research Center, dengan dukungan the Counterintelligence Field Activity (yang dilaporkan akan segera dibubarkan). (sumber :
  • espionage no longer pays
  • ).

    Sangat terbuka kemungkinan bahwa penelitian tersebut sengaja dibuat untuk mendorong ketidakpopuleran melakukan kegiatan spying (spionase terhadap AS). Bisa juga benar-benar terjadi bahwa pembayaran terhadap kegiatan spionase telah mengalami penurunan drastis. Hal ini juga disebabkan perubahan yang sangat cepat dari pola arus informasi yang rahasia dan terbuka, dimana open source semakin banyak sementara secrecy semakin langka dan sulit diakses. Mayoritas intel/agent saat ini lebih banyak mengandalkan open source dan koordinasi sesama intel sehingga model-model operasi rahasia semakin jarang. Hal ini tentu saja dengan pengecualian target-target keras dari suatu negara, misalnya saja terhadap kelompok teroris dan negara yang didefinisikan sebagai musuh.

    Bagaimana dengan hasil penelitian di Indonesia?

    Berdasarkan penelitian Blog I-I selama satu bulan belakangan ini, mayoritas orang Indonesia yang menjadi intel/agent asing ternyata sebagian besar motivasinya adalah uang dan telah hilang atau sangat berkurang loyalitasnya terhadap NKRI. Dengan kondisi para intel yang lemah dukungan dana, serta kondisi ekonomi nasional yang relatif baru dalam tahap bangkit di tingkat makro, maka tidaklah mengherankan bila ada banyak orang Indonesia yang berpotensi direkrut oleh intel asing dengan motivasi uang. Berapa besar mereka dibayar? menurut pengakuan sejumlah agent, mereka dibayar cukup, yaitu dalam rentang gaji antara 4-10 juta rupiah per bulan. Hal yang cukup mengagetkan adalah bahwa standarisasi penggajian para intel penghianat Indonesia tersebut mengacu pada level gaji para aktivis LSM yang bergabung dengan LSM internasional.

    Tidak semua orang Indonesia yang direkrut oleh intel asing tersebut melakukan kegiatan mata-mata terhadap bangsa dan negara Indonesia, melainkan juga untuk memta-matai negara lain. Sebagai salah satu contoh adalah agent FaP yang bekerja untuk kepentingan Amerika Serikat melakukan kegiatan merusak citra People Republic of China di Indonesia. Dengan aktivitas sebagai aktivis pembela kebebasan masyarakat dan HAM, sorotan tajam terhadap pemerintah Beijing dilakukan secara terprogram dan berkelanjutan. Contoh lain adalah agent AnA yang bekerja untuk kepentingan Australia dengan memata-matai Malaysia dalam rangka mengetahui dinamika hubungan Indonesia-Malaysia.

    Akhir kata, dengan pembukaan kondisi nyata perekonomian para intel pembela merah-putih yang minim, serta fakta orang Indonesia yang bekerja untuk intel asing relatif dibayar cukup, maka terserah kepada pemerintah Indonesia dan para petinggi intelijen di Indonesia untuk mulai memikirkan secara serius kesejahteraan prajurit-prajurit Intelijen Indonesia.

    Demikian, semoga saya dimaafkan.
    SW

    Labels:

    Comments:
    wAh gimana negara ini...
    memang kerja jadi intel kurang uangnnya...
    buktinya masih ada yang jadi double agen...
    dasar mana ideologinya donk
     
    hanya satu komentar utk this point " minimnya kesejahteraan bukan suatu halangan untuk para agen yang berada dilapangan dalam melaksanakan tugas demi NKRI, karena setiap agen dibekali segala macam cara utk dapat survive dimana saja mereka berada. . .sampai saat ini belum pernah ada seorang agen yang gagal cuma lantaran kesejahteraan " namun silihat dari segi perbedaan antara unsur pimpinan dan agen yg berada dilapangan kesejahteraan yang ada memang sangat berbeda. . .kita tidak perlu menyalahkan siapa yg hrs disalahkan . . . analisa yang baik untuk kemajuan organisasi intelijen terutama kesejahteraan untuk para agen yg berada dilapangan. . .
     
    kasian ya om... intel2 indonesia dana operasinya "agak" kecil
     
    tanpa pamrih kunci utama untuk clandestine NKRI dimana saja, cuna agen serakah yang mengatasnamakan intelijen untuk memperkaya diri sendiri dalam setiap mengungkap kasus yang ada dimana2. . .
     
    mmm....masalah kesejahteraan dan garansi negara dalam menjamin hidup keluarganya jika agent tersebut 'down' dalam tugasnya sangatlah penting.
    bagaimana kita harus mempertahankan NKRI itu sangatlah penting....jangan hanya gaji pegawai keuangan yang dinaikkan untuk mencegah korupsi, gaji atau kesejahteraan agent (intel) yang bertugas menjaga kesatuan NKRI jg harus diperhatikan donk.....
    kita kan ga pengen NKRI pecah gara-gara diobok-obok ama intervensi asing? dah banyak kan bukti yang mengarah kesana kan?
    makanya menurut saya, kesejahteraan , dana operasional untuk intelijen harus ditingkatkan...demi kebaikan bersama.....
    ^_^
     
    selamat bergabung di dunia "intelijen",..dalami..kerjakan,..dan lihat!!...seberapa jauh hasilnya..
     
    KEPADA SELURUH PEJUANG PRAJURIT PERANG PIKIRAN, JANGAN PATAH SEMANGAT, SEGALA KETERBATASAN YANG ADA BUKANLAH SUATU HAMBATAN, YAKINLAH BAHWA TUHAN YME MAHA BESAR, YAKINLAH BAHWA DEPOSITO TUHAN TIDAK AKAN BERKURANG, SURGA NIRWANA MENANTI PARA PEJUANG-PEJUANG PRAJURIT PERANG PIKIRAN. TETAP SEMANGAT, DEMI INDONESIA RAYA. MERAH PUTIH !!!!
     
    ok lah
     
    WALAUPUN SAYA MASIH BERUMUR 16 TAHUN DAN BELUM BEGITU MENGERTI TENTANG KEGIATAN INTELIJEN DI INDONESIA,TETAPI MEMANG SEBAIKNYA DANA UNTUK BADAN INTELIJEN NEGARA DITAMBAHKAN KARENA MEMANG MEMBUTUHKAN BIAYA YANG SANGAT BESAR,TERUTAMA DANA UNTUK PARA AGEN.TAPI BUAT PARA AGEN NKRI TETAP SEMANGAT DAN JANGAN PUTUS ASA,,,!!!
     
    nice info
     
    Iya kali gajinya kecil, Intel tuh artinya rahasia=sembunyi" lu jgn samein sama film james bond, kalo dari artinya aja udh rahasia bahkan orang orangnya aja rahasia mana ada orang yg tau gaji intel lagian mna ada intel ngasih tau jumlah gajinya, bahkan keluarganya aja gak boleh tau klo dia itu intel
     
    Hahaahahaahaaa,nkri harga mati

     
    Post a Comment

    Links to this post:

    Create a Link



    << Home

    This page is powered by Blogger. Isn't yours?


    blog-indonesia.com



    PageRank

    Flag sejak Agustus 2009 free counters