Sabda Pengunci dan Pedoman Abadi » INTELIJEN INDONESIA

Friday, May 16, 2008

Sabda Pengunci dan Pedoman Abadi

Indonesia Raya...Nusantara, telah sejak 2500an tahun lama memiliki pedoman dalam menjalani kehidupan dari tingkat individu, keluarga, tetangga, desa, bahkan sampai tingkat kerajaan atau negara. Karya demi karya leluhur yang telah menjadi pondasi kejayaan bangsa yang kemudian jatuh bangun dalam realitas sejarah bangsa Indonesia. Bangsa yang pancen luwesan (mudah beradaptasi dengan dinamika zaman) namun hanya bisa selamat bila tidak menanggalkan jati diri kebangsaannya. Pengaruh demi pengaruh dari luar Indonesia telah teradaptasikan secara wajar dalam bentuk yang secara hakikatnya khas Indonesia.

Blog I-I pada awalnya kritik sana-sini dalam suatu keadaan untuk menyadarkan para penasihat pemimpin bangsa (Intelijen) untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuannya dalam untuk memiliki suara tanpa rupa, juga agar dapat secara meyakinkan memberikan nasihat yang benar kepada pimpinan bangsa dan negara. Perhitungan atau kalkulasi intelijen yang baik memiliki batas kekeliruan yang sangat kecil, namun apabila operasi intelijen dilakukan secara sembrono batas toleransi kekeliruan menjadi semakin lebar dan menyebabkan intelijen terpuruk dalam kegelapan melihat masa depan bangsa Indonesia.

Di tahun 2008 ini, pada hari Waisyak yang juga hari kebangkitan nasional Indonesia yang juga hari kedatangan penasihat pimpinan bangsa yang juga hari lahirnya Blog I-I, terjadi keinsyafan luar biasa untuk melangkah lebih jauh dalam khasanah masa depan bangsa Indonesia. Secara singkat Blog I-I akan menyerahkan ruang analisa intelijen kepada sejumlah kalangan khususnya pensiunan yang bersedia menuliskan kepeduliannya dalam Blog ini, apabila tidak ada maka akan terbiarkan kosong. Sementara saya sudah harus melangkah ke dalam ruang perenungan sabda kunci yang merupakan esensi kenyataan bangsa Indonesia yang perlu dijaga secara lebih sungguh-sungguh. Sabda kunci tidak untuk pemimpin tertentu, melainkan untuk pemimpin yang mau mendengarkan. Itulah sebabnya ia berada di ruang publik dan tidak secara khusus "dimiliki" dalam ruang kebesaran seorang pemimpin.

Blog I-I lahir berdasarkan wisikan halus yang samar dari suatu wujud samar tentang sulitnya mewujudkan secara fisik kelahiran penasihat pemimpin Bangsa Indonesia yang terpilih. Proses kelahirannya adalah tidak mengada-adakan kebenaran ramalan dari leluhur bangsa yang telah memprediksikan kebangkitan Indonesia Raya 2500an tahun setelah sang penasihat sejati menghilang. Kembalinya seorang penasihat tentu menimbulkan geger alam semesta yang ditandai dengan peristiwa alam yang telah diyakini hampir seluruh pelaku jalan suci dari agama apapun. Sejatinya seorang penasihat pimpinan bangsa hampir selalu berada dalam lingkungan cakra intelijen, entah tersembunyi ataupun tampak selalu terselip penasihat sejati yang tulus dan tidak mengharapkan pamrih dari negara.

Pemegang sabda kunci bagi pedoman hidup bangsa Indonesia telah kembali dengan adanya peristiwa geger alam pada 14 Bakda Mulud 1939, pertanda dari Gunung Merapi dan gempa di Yogya merupakan tanda-tanda kedatangan yang telah terkonfirmasi dalam terawangan bathin sejumlah kolega Blog I-I. Dalam uzurnya usia yang tidak mengenal zaman, simbolisme penasihat bangsa adalah akan tetap dalam samar, sampai akhirnya tidak samar bagi seorang pemimpin bangsa sejati.

Sabda kunci yang akan saya tuliskan secara singkat dalam setiap tulisan mungkin sulit dipahami dan mungkin juga terlalu mudah disalahartikan. Hal ini membutuhkan kejernihan dalam berpikir dan merasakan.

Selamat mengikuti nuansa baru Blog I-I
SW

Comments:
benarkah sang penasihat telah kembali?

sudah terlalu banyak pengharapan, yang kemudian berakhir dengan asa yang sia-sia. atau bahkan teriakan-teriakan meminta pengakuan yang justru menghilangkan inti dari yang diharap-harap.

apakah benar, ia telah datang?

apakah ini bukan sekedar harapan-harapan tidak akan pernah tercapai?

banyak yang telah lelah menunggu.
banyak yang telah lelah berharap.

ia telah ditunggu terlalu lama. sedangkan yang muncul hanya tanda-tanda yang menguji kesabaran.
 
iki opo-opoannnnnnnnnnnnn

nggombal intelijen,,,,,,,,,,,

ayo......macul wahe...........

engko lak oleh mangan..........

hehehehehe........
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters