Insiden Demo Mahasiswa » INTELIJEN INDONESIA

Monday, June 02, 2008

Insiden Demo Mahasiswa

Oleh : Tunas Bangsa

Selama ini saya menghormati artikel-artikel Om Seno, tapi secara khusus saya sangat kecewa dan gerah dengan artikel Insiden Unas yang ditulis oleh AKP Pengging. Salah satu dampak dari dibukanya Blog I-I untuk penulis selain Om Seno akan membuat Blog ini menjadi tempat pembenaran dari pihak aparat dan menjadi gejala dipinggirkannya idealisme intelijen yang selama ini lumayan obyektif dari perspektif Om Seno.

Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan pandangan saya (semoga dimuat karena kalau tidak saya pastikan Om Seno tidak pantas lagi menjadi acuan kalangan intelektual untuk reformasi intelijen di Indonesia)

Saya tidak akan menyampaikan kronologis peristiwa seperti gaya Polisi, karena teman-teman mahasiswa sudah menyampaikan bagaimana kronologis peristiwa Unas kepada DPR-RI yang diterima oleh Komisi III. Disamping peristiwa Unas, teman-teman mahasiswa juga mencatat penembakan oleh oknum Polisi kepada rekan kami dari BEM UI, kemudian kami juga mencatat adanya gejala pancingan dalam peristiwa blokade jalan di depan Kampus UKI.

Catatan penting yang ingin saya sampaikan adalah sebagai berikut:

Pertama, saya memperhatikan intelijen amat sangat melempem khususnya dalam melakukan pencegahan "meledaknya" ekspresi demokrasi dalam bentuk demonstrasi. Apa-apa yang dituduhkan sebagai adanya penyusup bukannya tidak diperhatikan oleh kalangan mahasiswa. Kami sangat waspada dengan adanya upaya provokasi yang akan menggiring sebuah demonstrasi menjadi aksi kekerasan. Apa yang terjadi dalam peristiwa Unas adalah disebabkan oleh dua pihak dalam situasi berhadapan yang sulit terelakkan. Ketika ada upaya-upaya represi dari Kepolisian, kami mahasiswa tentunya tidak bisa tinggal diam karena hal itu sama saja dengan memberangus demokrasi. Kesalahan prosedur terekam sangat banyak dimana masuknya aparat kepolisian jelas-jelas telah menodai demokrasi kita. Betapapun tindakan yang dilakukan mahasiswa di Unas, tidak ada yang melakukan penyerangan serius kepada aparat Polisi, sebaliknya aparat Polisi secara membabi buta melakukan pemburuan, pemukulan dan penangkapan.

Kedua, apabila benar ada oknum penyusup atau oknum mahasiswa yang berlaku sebagai provokator, seharusnya tindakan yang dilakukan secara hati-hati memilih dan memilah sasaran secara seksama, bukan membabi buta melakukan pengrusakan yang akhirnya memicu reaksi yang semakin keras. Lebih jauh lagi tuduhan hukum kepada seorang provokator juga harus dibuktikan di depan pengadilan, bukan hanya berdasarkan laporan informan belaka.

Ketiga, demonstrasi mahasiswa adalah refleksi murni kepedulian mahasiswa atas nasib rakyat Indonesia yang terhimpit oleh beban kenaikan harga BBM yang diikuti oleh kenaikan biaya hidup secara keseluruhan.

Keempat, apabila benar ada mahasiswa palsu, provokator penyusup dalam gerakan mahasiswa dan mahasiswa yang melakukan penyimpangan, maka penyelidikan jangan hanya berhenti pada pelaku saja, tetapi juga kepada otaknya. Provokator di lapangan demonstrasi adalah pemain kecil yang dikendalikan oleh pemesannya. Pengungkapan pengendali provokator haruslah tuntas. Meskipun Kapolri, Ka BIN telah memberikan sinyalemen namun ompong kosong melompong, apa artinya kata-kata "ah kalian juga sudah tahu??" atau apa arti tuduhan bahwa pemainnya ada di DPR??

Kelima, apabila kita ingin menjadi negara yang maju, demokratis dan berdasarkan pada hukum, maka janganlah melakukan perang opini. Tetapi lakukan pembuktian hukum yang diperkuat oleh keputusan hukum, sehingga tidak akan ada ruang dalam memainkan fitnah di negeri kita.

Sekian

Semoga Om Seno masih memiliki integritas dalam mengelola Blog Intel

Comments:
tulisan loe ga berbobot broo. asli, bener2 ga berbobot.

mengenai pantas ga nya pak seno menjadi acuan kalangan intelektual untuk reformasi intelijen di Indonesia, gw rasa bukan karena nampilin tulisan loe ato ga deh.

piss yoo...
 
Adik Mahasiswa, saya sebagai rakyat biasa sangat memahami logika ekonomi kenapa pemerintah harus menaikkan BBM. Tetapi kenapa anda sebagai intelektual-intelektual muda tidak memahami logika-logika ekonomi yang melatar belakangi alasan kenaikan BBM, jangan-jangan anda tidak belajar di dalam kampus, atau barangkali bahkan maaf anda sudah terjebak ke dalam permainan segelintir kelompok kepentingan politik yang ingin memanfaatkan momen kenaikan BBM untuk mencari popularitas untuk kepentingan pemilu tahun 2009 mendatang? Saya sedih karena mahasiswa sekarang sudah tidak membela rakyat dalam arti yang sebenarnya tetapi membela rakyat hanya dalam bentuk label saja sementara yang dibela sebenarnya adalah kepentingan politik segelintir orang yang ingin berkuasa kembali di negeri ini tanpa melihat kemampuan dirinya!
 
ooo...jadi yang saya liat di televisi , ada bom molotov melayang ke arah polisi, lemparan batu bukan penyerangan yang serius ya? baru tau saya, mungkin yang dimaksud penyerangan yang serius tu main cubit-cubitan sama pak polisi kali yah..

saya juga mahasiswa, namun saya masih tetap pake otak. saya mahasiswa, namun saya tak melempar batu, tak melempar bom molotov, tak memblokade jalan, apalagi menebang pohon.

jikalau ingin membela rakyat, taka ada itu yang namanya blokade jalan, justru itulah menyengsarakan rakyat! rakyat yang berhak menggunakan jalan, terhambat untuk melakukan aktivitasnya..rakyat yang katanya dibela, karena BBM naik, dipaksa harus mengunakan BBM sia-sia karena kemacetan yang terjadi. mahasiswa macam apa itu? mahasiswa yang tidak memakai akal sehat, adalah iya. saat dunia berkampanye mengenai global warming, go green, justru mahasiswa bodoh yang mencederai kampanye tersebut, menebang pohon dan membakarnya untuk blokade jalan, mahasiswa macam apa itu? mahasiswa yang pintar, pintar untuk menyengsarakan rakyat, pintar untuk menambah kerusakan alam.

selama ini kebanyakan mahasiswa merasa selalu benar, apa yang dilakukannya adalah benar, padahal tidak selalu demikian.

Jikalau anda, adalah mahasiswa yang pro kepada rakyat, yang perihatin akan nasib rakyat, maka lakukanlah karya nyata. contoh kecil saja, seberapa banyak mahasiswa yang doyan merokok? banyak, bahkan sebagian besar mahasiswa adalah perokok, harga satu bungkus rokok masih lebih mahal dari harga satu liter bensin, tapi mengapa kebanyakan mahasiswa masih merokok? membeli rokok dengan enteng saja, gak pake protes?? mungkin akan ada yang bilang, yah rokok kan buat pribadi ajah, gak pengaruh ke kenaikan harga barang2. maka jawabnya adalah, untuk hal-hal yang merusak badan diri sendiri dan orang lain, yang manfaatnya bisa dibilang tidak ada aja, para mahasiswa masih tidak peka, kok berbicara masalah yang lebih besar.

seberapa banyak mahasiswa yang suka dugem? kuliah rajin bolos, gak mikir betapa uang yang dikeluarkan oleh orang tua begitu banyak, bahkan terkadang hingga pinjam sana-sini.

lakukanlah karya nyata! bukan sekedar omongan tanpa tindakan.
mestinya para mahasiswa malu, dengan seseorang dipelosok jawa tengah sana, yang mampu mengembangkan bioetanol dan mengajak masyarakat untuk beralih ke energi alternatif tersebut. mestinya malu dong sama montir yang membuat alat penghemat BBM, yang idenya dari lampu petromak.

bukankah demonstran-demonstran itu juga banyak mahasiswa teknik? mana hasil karyanya?

para mahasiswa sekarang ini lebih banyak NATO, no action talk only. banyak berbicara atas nama demokrasi, banyak berbicara atas nama pembelaan terhadap rakyat, namun banyak sikapnya yang sesungguhnya bertolak belakang.

apa karya nyata saya?
pasti akan ada yang berkata demikian. saya jawab : saya mahasiswa kedokteran, dan saya juga salah seorang aktivis di kampus. saya dan teman-teman telah banyak melakukan aksi. bukan sekedar teriak di jalanan, namun aksi nyata sesuai dengan bidang keahlian kami, mulai dari pengobatan gratis, hingga sunatan gratis, dan pengadaan program adik asuh untuk anak-anak yang kurang mampu agar dapat tetap bersekolah.

ingat bung! rekan-rekan mahasiswa. suatu saat nanti kita adalah generasi penerus negeri ini, maka buktikan komitmenmu dengan karya nyata! bukan sekedar wacana tanpa realisasi kongkrit.

maka jangan engkau tanya apa yang telah negara berikan padamu, tanyalah apa yang telah engkau berikan pada negara!

sekian.

Spuit, MD
2nd Yr Internship student of Trisakti Medical School
 
ya kalo anda berpikir maju g bakalan akan ngomong kayak gitu,minimal atau paling tidak cari solusi lah untuk bikin karya nyata,seperti abri yang ngadain amd(abri masuk desa) mereka bisa bikin tempat2 ibadah,jembatan,mck dan lain2.itu untuk rakyat loh..
 
aksi - aksi yang dilakukan oleh adik2 kita yang katanya memiliki idealisme tinggi nampaknya sudah tidak populer lagi dimata masyarakat...kami sebagai masyarakat sudah jenuh dg aksi2 kampungan, norak dan tidak menunjukan edukasi sbg "Maha-nya SISWA"..
 
Penguasa sudah mulai arogan dengan tangan-tangan besinya, rakyat harus mendukung gerakan teman2 mahasiswa kita.
 
gerakan apaan.. gerakan bikin tambah orang susah.. buktiin dengan karya dan kegiatan nyata yang memang ada manfaatnya bagi masyarakat walaupun itu kecil. jgan teriak2 doang dan bisanya demo doang. basiiiii. ingat orang tua lu di rumah.. ngasih duit buat kuliah, bukan jadi aktivis kelas corot.
 
gerakan apaan.. grakan bikin tambah orang susah.. buktiin dengan karya dan kegiatan nyata yang memang ada manfaatnya bagi masyarakat walaupun itu kecil. jgan teriak2 doang dan bisanya demo doang. basiiiii. ingat orang tua lu di rumah.. ngasih duit buat kuliah, bukan jadi aktivis kelas corot.
 
sepakat...selama ini, suara2 yang menghendaki kedamaian (baca:menolak demostrasi yang lebih banyak omong ketimbang berbuat) dipandang sebagai suara yang salah...bahwa yang benar adalah setiap gerakan mahasiswa membutuhkan cost yang setimpal...sulit saat macet tak masalah, sedikit kerusuhan dengan membakar ban lebih ringan, publikasi media demonstrasi bakar ban lebih gagah, dibandingkan dengan kesulitan rakyat karena naiknya harga BBM.
benar, pasti ada yang salah dengan model tata kelola negara...tapi bukan berarti hidup yang sudah sulit ini diperkeruh dengan kesulitan lain...
anda punya suara, kami juga punya suara....damai lebih tenang dalam berpikir untuk keluar dari kesulitan ini...
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters