Sidang Munir » INTELIJEN INDONESIA

Tuesday, September 09, 2008

Sidang Munir

Kepada rekan-rekan Blog I-I, berikut ini beberapa catatan Bapak tentang sidang kasus Munir:

1. Segenap insan intelijen tidak perlu risau tentang sidang kasus Munir yang telah berjalan sekian tahun, walaupun kali ini sebagai tersangka adalah Muchdi PR yang pernah menduduki jabatan yang tinggi di dunia intelijen Indonesia.

2. Biarkan penyelesaian formal legal mendapatkan jawaban atas misteri yang menyelimuti kasus Munir selama ini. Peperangan di pengadilan adalah suatu adu bukti dan argumentasi logis yang dapat dipertimbangkan secara hukum oleh hakim yang adil.

3. Hal-hal yang perlu tetap dijaga hanyalah masalah pemanfaatan secara politis oleh kelompok tertentu baik di dalam maupun di luar negeri.

4. Apapun hasil persidangan kasus Munir tidak akan mempengaruhi citra Intelijen Indonesia yang terus memperbaiki diri dengan profesionalitas, teknik/skill, dan tanggung jawab menjaga keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

5. Janganlah menjadikan kasus per kasus yang terkait institusi intelijen dengan emosi dan kepribadian prajurit perang fikiran.

6. Dalam setiap situasi baik damai maupun perang, Intelijen Indonesia senantiasa terus bekerja mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara dan independen dari kepentingan golongan tertentu.

7. Dosa terbesar Intelijen Indonesia adalah apabila menyerah dan tidak mampu lagi bangkit memperbaiki diri. Mulailah dari diri kita sendiri.

Demikian catatan saya, untuk diresapi di hati yang tenang dan di kepala yang dingin.

Salam
SW






Comments:
Dari Merpati Kepada Garuda

Garuda …

Rantai di dadamu telah hilang sebelah.

Gemerincingnya ku dengar di tanah yang merekah,

membatas langkah gontai di tengah sawah,

mengikat kaki petani yang terluka parah.

Bulir padi terus berguguran,

Kapas pun lepas berhamburan.

Kini Beringin tak lagi teduh menyejukan,

dan Bintang bersinar terlalu menyilaukan.

Aku masih menopang sayapmu,

dengan lidahku yang semakin kelu.

Aku pun masih membentang Pita dicengkramanmu,

dengan hatiku yang hampir beku.

Kemilau sabit menusuk jantung negeri,

dan hantaman palu meluluhkan pagar negara.

Terbanglah Garuda …. terbang …. terbang dan terus terbang,

dan jangan pernah hinggap,

sebelum selesai kupahat lengkap perisai di dadamu.
 
Untuk mengetahui tentang sejarah, tindak tanduk intel Indonesia, baca: Intel: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia, karya Ken Conboy. Silakan tengok di http://puspri.com.
 
Bagi Kami sidang kasus Munir merupakan momentum bagi upaya negara untuk memberikan pelayanan hukum yang optimal kepada semua warga negara tanpa terkecuali. Pelanggaran HAM terbesar di negara ini justru akan terjadi ketika Negara tidak mampu memberikan pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan sesuai amanah UUD 45 kepada segenap warga negara di seluruh pelosok tanah air. Apabila Negara tidak mampu menjaga stabilitas ekonomi serta menghindari jebakan stagnansi ekonomi yang bisa menjerumuskan bangsa pada kondisi kemiskinan yang absolut maka ratusan juta penduduk negeri ini akan jatuh martabat dan derajatnya di hadapan negara lain. Kasus Munir tidak perlu diblowup besar-besaran tetapi juga tidak berarti kasus itu di(sengaja)lupakan. Masa transisi ini jangan diperpanjang dengan meng-eksploitasi kasus kaum elite baik politik maupun ekonomi, justru pembangkitan daya potensi rakyat harus dikelola dengan baik dan benar secara berkelanjutan.
 
sekelompok org yg tdk tau malu menjual harga diri bangsanya dgn alasan HAM demi dollar...padahal yg dia makan itu hasil jerih payah kringat orang lain...smoga tuhan mengampuninya...amien...@rusuh_dj
 
Setuju
 
LSM-LSA BONEKA MAINAN ASING


kunjungi


http://mastersaham.blogspot.com
 
Bangkitlah Intelijen Indonesia, dgn kondisi intelijen seperti ini saja intelijen Indonesia sudah diperhitungkan, bagaimana jika intelijen Indonesia benar-benar kuat.
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters