Antasari oh Antasari » INTELIJEN INDONESIA

Sunday, May 17, 2009

Antasari oh Antasari

Indonesia Raya memang penuh kejutan. Lebih mengejutkan lagi bila membaca wacana dan analisa di dalam masyarakat kita.

Saya memang tidak segera membahas aspek-aspek penting di seputar kasus Antasari karena masih menunggu fakta-fakta yang sesungguhnya sudah lengkap di Polisi. Bahkan dalam tulisan ini saya juga hanya akan menceritakan sedikit kontradiksi yang saya harapkan rekan-rekan dapat membacanya secara hati-hati.

Dalam berita yang diungkapkan media massa banyak sekali yang berkembang, bahkan pendapat-pendapat pihak-pihak yang berurusan seperti pengacara, polisi, keluarga, dll tampak sangat berwarna. Namun faktanya belum ada yang cukup meyakinkan yang diungkapkan kepada publik. Mengapa tidak segera diuangkapkan? ada dua kemungkinan yaitu karena proses dan prosedurnya di Indonesia memang demikian (lambat) atau telah menjadi komoditi politik yang sangat mahal.

Analisa teori konspirasi cukup meyakinkan, yaitu misalnya untuk menghancurkan KPK, untuk mendiskreditkan anti korupsi pemerintah, untuk mengalihkan masalah kecurangan pemilu (kasus DPT), untuk meredam kasus yang lebih besar, untuk kepentingan mafia TW, untuk dll. Alasan yang digunakan juga bermacam-macam, misalnya: tidak mungkin seorang AA terjebak dengan bodohnya, tidak mungkin hanya soal wanita, tidak mungkin sekecil itu persoalannya, tidak mungkin sebuah kasus terungkap begitu cepat, tidak mungkin dll.

Analisa tindak kriminal pembunuhan hanya melihat pada motif, barang bukti dan saksi. Namun prosesnya memerlukan waktu yang cukup panjang sebagaimana biasanya di negara kita. Kasus ini akan menjadi lebih panjang lagi karena dugaan keterlibatan tokoh yang terkenal di masyarakat. Polisi sudah memiliki catatan tentang motif, barang bukti dan kesaksian dari para saksi. Apakah kemudian terjadi rekayasa adalah berpulang kepada nurani dan kebijakan di Polisi Indonesia.

Mengapa publik kemudian menjadi ramai? hal ini tidak lain karena tersebar luasnya informasi melalui media massa yang sedemikian hingar bingarnya, sehingga opini-pun terpecah menjadi pro dan kontra.

Betapapun kebenaran yang kita ketahui, apabila sudah terjadi distorsi pemberitaan dan sudut pandang yang berbeda dan bahkan pengadilan media massa, maka akan semakin sulit untuk melihatnya secara jernih tentang apa sesungguhnya yang sedang terjadi.

Beberapa opini yang dikembangkan misalnya tentang jatuhnya seseorang karena cinta birahi, opini yang lain tentang adanya agenda besar yang tersembunyi, dst...dst. Apakah rekan-rekan tidak sebaiknya menunggu saja pengungkapan fakta dari Polisi yang melakukan penyidikan dan penyelidikan? Lebih jauh lagi, apakah tidak sebaiknya kita tunggu jalannya pengadilan dan pengungkapan fakta tentang kasus pembunuhan tersebut. Mengapa kita menghabiskan energi untuk menganalisa sesuatu kasus yang faktanya sebagian besar masih disembunyikan dari publik? Andaikatapun saya diberikan informasi dasarnya, tentu tidak akan boleh diungkapkan kepada publik sebelum proses pengadilan menghasilkan putusan, karena hal itu sungguh tidak adil bagi perjalanan pengadilannya nanti.

Ingat, bahwa desepsi informasi dan upaya-upaya pengelabuan/pembohongan publi dalam dunia hukum Indonesia sudah sedemikian parahnya. Saya yakin hal ini menjadi kewajiban kita bersama untuk mendorong terciptanya sistem hukum yang mampu menjamin keadilan dan tegaknya hukum di negara kita.

Juga menjadi kewajiban bagi kita untuk mulai berani menyatakan bahwa yang benar itu adalah benar dan yang salah adalah salah. Tantangan ini melekat kepada setiap diri kita di bidang kerja kita masing-masing. Dalam kasus ini, tantangan terbesar berada di pundak Polisi dan lembaga peradilan untuk tidak tergoda rayuan ataupun takut karena tekanan.

Sekian

Comments:
wahhh,,,, emang update banget ini blog :)








http://kaltimfree.com
 
Dear Pak Seno,

Dalam hal ini saya berpendapat lain. Opini warna warni itu kadang memang membuat publik semakin bingung, tetapi untuk sistem penegakkan hukum yang "tertutup" seperti di Indonesia kita ini, opini-opini yang berkembang dimasyarakat dapat memainkan fungsi kontrol bagi aparat penegak hukum c.q. kepolisian agar mereka tidak membangun alurnya skenarionya sendiri dengan "mengabaikan" fakta-fakta dan kemungkinan lain dari fakta-fakta yang ada. Bukankah di Indonesia ini terkenal "adigium" Gosip Adalah lebih benar dari Keterangan Resmi Pejabat?

Dalam kasus Antasari, bahkan ada satu yang menarik ketika pada akhirnya Polisi sebagai penyidik juga "terpancing" memberikan opini untuk melawan opini yang ada dimasyarakat terkait dugaan keterkaitan institusi Polisi dalam kasus ini. Justeru ini yang menimbulkan tanda tanya publik. Kepolisian tidak seharusnya membangun konter opini seperti nitu, sebab berbeda dengan pengacara dan keluarga korban yang jelas-jelas berkepentingan secara subjektif terhadap pengungkapan kasus ini. Polisi ketika mengungkap kasus Antasari ini pada dasarnya tidak bekerja untuk institusi atau untuk pejabat di institusinya seperti halnya pengacara Antasari dan Keluarga Korban. Polisi dalam hal ini bekerja untuk kepentingan negara yang notabene adalah kepentingan publik, olehkarena itu objektifitas adalah harga mati yang benar-benar harus dijaga, sehingga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kerja-kerja mereka.

Salam
Seniman Gendeng
 
-seperti biasa,perkara yang menjadi sorotan publik menjadi sekan-akan berbelit-belit padahal proses pengungkapan itu sedang berlangsung.
-orang boleh saya beropini,berasumsi sesuai dengan jalan pikiran mereka masing-masing setelah mendengar opini dan asumsi orang lain.
-bagi kepolisian tidak ada alernatif lain selain menyidik kasus ini dengan cepat dan tepat sehingga diketahui duduk perkara yang sesungguhnya.
-saya masukkan blog ini dalam blogroll di blog saya.
-sukses
-salam
 
Sejak era orde baru upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam memberantas korupsi masih belum menunjukkan good will yang tegas dan konsisten. Sebanyak apapun lembaga yang telah atau akan didirikan pemerintah untuk memberantas korupsi tanpa dilandasi oleh good will yang tegas oleh semua pihak yang memiliki kepentingan terhadap upaya tersebut maka korupsi di Indonesia masih terus merajalela sampai negeri ini bangkrut total oleh ulah anak bangsanya sendiri. Kasus Antasari merupakan bukti konkrit akan adanya upaya peng-kerdilan lembaga-lembaga yang bertugas untuk memberantas korupsi. Apapun taktik dan modusnya, masih ada kelompok-kelompok di negeri ini yang masih setuju bahwa korupsi itu enak. Lanjutkan !!....
 
hi bapak intel,,
 
Penegak hukum tidak memihak pada siapapun, SBY telah menjamin itu semua.
Kebebasan berbicara adalah hak warga, ingat:
1. Kasus Demo penurunan BBM tidak ada orang yang diduga ANARKIS yang benar2 ditahan, hanya cuma diperiksa oleh polisi, baik Rizal Ramli dan Ferry Yulianto sekarang telah menjadi Tim Sukses SBY.
2. Pencemaran nama baik SBY oleh Zaenal Maarif, akhirnya dengan rendah hati dihentikan oleh SBY, Zaenal sekarang malah menjadi Tim Sukses SBY.
3. dll. LANJUTKAN sendiri
Itu semua menunjukan Komitment SBY untuk kebebasan berbicara.

SBY PRESIDENKU LANJUTKAN
 
jadi pertamax neh mas, padahal dulunya sy salut tuh liat pak antasari yg tegas menindak siapa aja yg tersangkut masalah korupsi tanpa pandang bulu, yg kena disikat, hingga ditakuti para koruptor (kale aja ya?), tp setelah dengar kasus dia....kecewa juga seh...
 
Sepertinya memang ada rencana untuk menggembosi KPK. Daripada membubarkan KPK yang resikonya sangat besar, mending memilihh resiko yang yang lebih kecil dann aman yaitu mendiskreditkan lembaga KPK sampai akhirnya jatuh sendiri.
 
saya kira pak anthasari memang gagal dalam pemberantasan korupsi, kita lihat dari input dan output KPK saja, input berupa pelaporan dari masyarakat tentang korupsi itu ada 20ribu laporan dalam satu tahun terakhir, tapi kasus yang diungkap cuman berapa? tebang pilih kah?

saya kira demikian....

kita lihat fakta sekarang setelah pak anthasari turun takhta, saya kira semakin banyak saja kasus yang diungkap oleh KPK dalam 1 bulan terkahir....

ulasan akhir:
Saya kira motif penghancuran nama baik Yth Bapak Antashari ini demi pemberantasan korupsi yang lebih baik lagi untuk bangsa ini
 
wew memang nggak nyangka kalo begini jadinya ya itulah manusia susah di tebak salam kenal
 
Selamat Pagi Pak.

Salam kenal Pak, dari saya.

Mari kita promosikan blog kita ke
http://Kumpulblogger.com/signup.php?refid=82047 sehingga kita bisa memperbanyak teman. Caranya mudah, tinggal klik http://Kumpulblogger.com/signup.php?refid=82047

Terima kasih Pak.

Salam Sejahtera.
 
Om perkembangan sekarang ini KPK dikeroyok DPR, POLRI dan Kejaksaan... bagaimana hubungannya dengan kasus antasari? apakah ini penggembosan secara sistematis?
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters