Penjelasan Tambahan Soal Pidato SBY » INTELIJEN INDONESIA

Friday, July 24, 2009

Penjelasan Tambahan Soal Pidato SBY

Saya pribadi juga kecewa dengan pidato Presiden SBY dalam merespon ledakan bom Ritz Carlton dan J.W. Marriot minggu lalu. Tetapi demikianlah nyatanya, sudah direkam seluruh media nasional dan internasional. Bahkan telah memancing sejumlah spekulasi dan pandangan tertentu, serta pro dan kontra.

Walaupun pidato SBY cukup panjang dan detail, namun tetap tidak dapat menggambarkan situasi yang sesungguhnya, sehingga politik nasional sempat sedikit menghangat ditengah kepedihan serangan jahat bom yang dilaknat Tuhan terjadi di pagi yang tenang di Jakarta.

Boleh sedikit saya ilustrasikan mengapa muncul penjelasan lain tentang potensi gangguan/ancaman paska pemilu serta rencana pembunuhan terhadap presiden dan ancaman kekacauan.


Informasi mengenai latihan menembak dengan sasaran wajah Presiden adalah fakta otentik yang dilaporkan oleh aparat keamanan yang sungguh-sungguh mengarah pada kelompok tertentu dan telah terkonfirmasi kebenarannya. Hanya saja demi keutuhan Indonesia Raya, hal ini masih diampuni, namun setidaknya yang bersangkutan (otak pelaku yang menghasut untuk membuat rencana latihan menembak) telah paham bahwa kali ini aparat keamanan sungguh-sungguh dan Presiden juga tidak ragu-ragu untuk menabuh genderang perang apabila niat itu dilanjutkan.

Informasi intelijen mengenai rencana kekacauan dan lain-lain paska pemilu juga otentik dan justru bersumber dari lingkaran elit partai-partai baru yang dipimpin Jenderal-Jenderal bermasalah di masa lalu. Entah hal ini dimaksudkan sebagai suatu senda gurau atau sungguh-sungguh karena investasi yang gagal. Suatu hal yang pasti, bagi pemerintahan siapapun dan aparat keamanan hal ini ditanggapi serius.

Informasi mengenai drakula-drakula yang berkeliaran juga otentik dan selain mengarah kepada elit yang punya akses pada sektor keamanan, juga kepada elit ekonomi penyandang dana yang malang melintang di Indonesia.

Sayang seribu sayang, ketika kumpulan informasi tersebut disatukan dengan peristiwa Bom 17/7, yang terjadi adalah keterkaitan yang dipaksakan bahkan dalam standar analisa paling buruk sekalipun. Adalah kurang tepat untuk mengeluarkan suatu pernyataan yang bersifat tambahan diluar peristiwa bomnya sendiri.

Namun kuranglah adil pula bila kita kemudian mengabaikan dan bahkan meragukan pernyataan Presiden yang pada prinsipnya berdasarkan fakta-fakta. Silahkan rekan-rekan yang memiliki akses untuk bertanya kepada Polisi.

Teror Bom dan ancaman keamanan paska pemilu adalah dua hal yang tidak berhubungan langsung karena fakta-fakta kemampuan melakukan teror bom masih di miliki sel teroris di Indonesia selama Noordin M. Top dkk masih berkeliaran.

Berbagai pola analisa yang mengarah kepada lawan politik SBY diperkirakan akan kurang kuat karena contohnya dalam pengungkapan kasus Munir saja, aparat keamanan Indonesia tidak mampu mendorong penyelesaian yang tuntas. Demikian pula dengan sejumlah kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu.

Itulah sebabnya, bagi seorang penyelidik dan penyidik segala kemungkinan tetap terbuka terlepas dari siapapun yang dicurigai, hal ini adalah prinsip dasar yang tidak dapat diabaikan.

2-3 hari setelah pidato, mulai muncul titik terang informasi dari penyelidik kasus bom bahwa diduga kuat pelaku teror bom adalah sel pecahan dari Jemaah Islamiyah (JI) yang strukturnya semakin kurang jelas. Ditambah dugaan kuat pelaku bom bunuh diri adalah termasuk dalam jaringan dari Noordin M. Top, maka semakin besar kemungkinan bahwa ini murni perbuatan para teroris yang mengatasnamakan agama. Belakangan polisi melepas gambar rekaman dan foto yang megacu pada mayat pelaku aksi bom bunuh diri.

Pidato SBY dapat dianggap emosional, dapat dinilai provokatif, dan dapat diasumsikan bermacam-macam, serta terjadi kegaduhan politik nasional. Mengapa demikian? karena semuanya sudah dapat diukur baik dari pola respon maupun aksi dan reaksinya di dunia politik Indonesia.

Namun pidato SBY dapat pula secara strategis memiliki makna peringatan serius (peringatan akhir) kepada siapapun yang mengganggu keamanan Indonesia Raya termasuk dari lawan politiknya. Dari sudut pandang komunikasi politik, ada benarnya bila dianggap blunder, namun bila kita perhatikan sungguh-sungguh akan lebih banyak keuntungan strategis secara keamanan dimana para aktor yang merencanakan kekacauan paska pemilu segera ketakutan bersembunyi atau pura-pura.

Satu hal yang ingin saya garis bawahi adalah bahwa kita bangsa Indonesia janganlah terlalu mudah menilai sesuatu hanya karena perkembangan opini. Kita harus meyakini bahwa siapapun pimpinan nasional yang kita pilih bersama memerlukan dukungan baik yang tetap bersifat kritikan maupun yang bukan kritikan.

Juga dalam arean politik nasional, sudah waktunya kita bersikap dewasa dalam merespon perbedaan pandangan dan perseteruan politik, karena pada akhirnya kita harus bahu-membahu bekerjasama membangun Indonesia Raya.


Tambahan di luar isu pidato Presiden

Sejumlah rekan jaring Blog I-I sempat mempertanyakan kemungkinan peranan asing yang ingin "menghancurkan" Indonesia Raya. Mengacu pada teori konspirasi dan kecurigaan-kecurigaan, muncul pula persepsi yang mengarahkan analisa kepada keterlibatan asing. Saya kira hal ini sah-sah saja, namun mulailah kita berpijak pada fakta sebelum meyakini suatu hipotesa. Andaikatapun sudah ada hipotesa yang didukung oleh fakta-fakta di lapangan, kita perlu mengujinya dengan mengungkapkannya secara rasional dan benar-benar menghasilkan suatu bukti yang tidak bisa dibantah di pengadilan.

Terlalu banyak kecurigaan, asumsi, dan hipotesa kosong justru akan mengaburkan penyelidikan aparat, bahkan justru menciptakan kebingungan dan akhirnya saling curiga diantara kita.

Hentikanlah polemik yang kurang berdasar, namun bila rekan-rekan memiliki data otentik, jangan segan-segan melaporkannya kepada pihak yang berwenang, atau bila rekan-rekan takut dapat membahasnya di Blog I-I.

Apapun pandangan dan analisa kita, janganlah berangkat dari dugaan yang lemah, tetapi mulailah dari bukti-bukti kecil atau detil-detil fakta demi tercapainya kesimpulan yang mendekati kebenaran.

Akhir kata, saya mendoakan aparat keamanan Indonesia dapat bekerja cepat dalam mengungkap kasus bom 17/7.

Sekian

Comments:
Iya, sangat mengecewakan, sebagai seorang Presiden yang berlatar belakang seorang jenderal, seharusnya bisa lebih arif dalam menangggapi masalah seperti ini.
 
bila kita kaji kembali setiap peristiwa terjadi kisaran bulan juli-desember..........artinya tiap januari-juni mereka mengcover titik kelemahan dan kelengahan...apapun pidato RI 1 merupakan agenda dan hasil kajian selama ini.......laporan intelijen selalu masukkan.................
 
kajian-kajian strategis yang perlu dikerjakan sekarang bukan membuat spekulasi dan pengembangan isu-isu dan hipotesa belaka...sebuah analisa memang diperlukan tapi ketika peristiwa belum terjadi....
 
kasus antarsari yg aneh
pernyataan andi mallarangeng yg aneh
pernyataan ttg KPK yg aga aneh
pidato presiden yg sangat aneh

kira2 ada hubungannya g y?
 
gara2 bom, ini berbagai pihak di indonesia saling tuding menuding, saling curiga mencurigai..
 
Bingung mau ngomong apa....
 
tapi yang jelas kasus DPT Pemilu jadi hilang...lang...lang....
 
Tapi yang sudah jelas selama bom belum meledak di tv selalu ribut masalah DPT sekarang jadi hilang...lang...lang
 
Not Found

The requested URL /box/seno/ was not found on this server.

tgl 29-07-2009
hilang?
 
klo ada pentas wayang dgn lakon bom2an.. seringkali kita hanya menonton dan terpaku pd tokoh pelakon, serunya lakon cerita dan siapa dalangnya..

pernahkah kita benar2 mengungkap siapa atau pihak mana sebenarnya yg mementaskannya?? apa muatan dan kepentingan terhadap pementasan itu??
 
weleh-weleh...
gitu aja kok repot, 'user'nya kira2 yang paling diuntungkan donk!!!
siapa hayoo???
yang jelas CIA cing!!!
lokalnya? cari sendiri...
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters